My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Kedatangan Michael dan Oscar


__ADS_3

Justin menuruti Jess untuk kembali ke warung bakso dan pecel blitar yang dikunjunginya tadi. Sesampainya di sana, Justin turun dari mobil dan membantu Jess untuk turun dari mobil. Perut Jess yang sudah sangat membesar di kandungannya yang baru berusia 27 minggu, membuat ibu hamil itu sedikit kesulitan untuk bergerak leluasa.Justin merasa tak tega jika membiarkan Jess turun dari mobil sendirian. Ia sudah terlebih dulu mengambil kursi roda Jess di bagasi belakang.


"Hati hati Honey.." kata Justin sembari memegangi tangan istrinya.


"Hubby..berhenti sebentar..engap..."kata Jess sambil mengatur nafas. Justin pun dengan sabar menunggui istrinya. Yang baru saja turun dari mobilnya. Akhir akhir ini ia sering merasa sesak karena kandungannya yang semakin membesar.


"Ayo By...aku sudah sangat lapar..." kata Jess.


"Sebentar Honey..aku dekatkan kursi rodanya dulu." kata Justin.


Setelah ia mendudukkan Jess dikursi roda,ia langsung mendorong Jess masuk ke kedai. Pemilik kedai yang mengenali Justin sedikit terkejut. Pasalnya Justin yang baru saja ke warungnya kembali lagi datang kesana.


" Loh Mas...bukannya yang baru beli bakso pecel di sini ya...?" tanya penjualnya dengan ramah.


"Iya Pak...istri saya minta makan langsung di tempatnya..jadi ya saya balik lagi..." kata Justin.


"Orang ngidam memang seperti itu Mas..jadi mohon dimaklumi saja...pesanannya sama seperti tadi atau ganti Mas?"tanya penjual itu.


"Gimana Honey...?" tanya Justin pada Jess.


"Kaya biasanya saja Pak.."kata Jess yang memang sudah biasa makan di warung itu.


Penjual mengernyitkan dahinya. Ia memang seperti mengenal wanita hamil yang duduk di kursi roda, tapi sedikit lupa. Karena memang Jess sudah sangat berubah. Kini tubuhnya menggemuk dan rambutnya dipotong sedikit pendek. Ia juga sudah lama tidak makan disana.


"Loh..ini Non Jesslyn?Masya Allah Non....Bapak hampir tidak mengenali Non Jesslyn....Silahkan duduk Non...segera saya buatkan pesanan Nona terlebih dulu.." Kata bapak penjual tadi.


"Hehe..iya Pak..saya tiga porsi ya Pak..." kata Jess sambil terkekeh.


"Kamu yakin Hon...?" tanya Justin yang keheranan dengan pesanan Jess.


"Kan babynya ada tiga By....nggak boleh ya....tega banget Daddy..." kata Jess yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


"Bukan gitu Honey....siapa sih yang bilang nggak boleh..asal itu buat kamu bahagia dan tidak membahayakan mereka" kata Justin sambil mengelus perut buncit istrinya.


"Saya juga sekalian pesan Pak samain kaya istri saya" kata justin padan penjualnya.


"Kamu mau makan juga By?"tanya Jess. Justin pun mengangguk sambil tersenyum.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Jess menatap tiga porsi bakso pecel itu dengan mata berbinar. Ia pin segera menyantapnya dengan lahap. Justin yang melihat tingkah istrinya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Pelan pelan Honey sayang...tak ada yang berebut makanan denganmu." kata Justin.


"Hehe..enak By..." kata Jess sambil terkekeh. Ibu hamil itu terlihat sangat menikmati makanannya. Tiga porsi bakso pecel ia habiskan dalam waktu singkat. Hal itu membuat Justin keheranan. Pasalnya, baru kali ini ia melihat Jess makan begitu banyak.


"Honey...apa kamu juga makan banyak waktu aku masih terbarung koma kemarin?" tanya Justin.


Jess menggeleng.


"Tidak By..baru kali ini aku bisa benar benar menikmati makananku.Baru kali ini aku benar benat merasakan ngidam yabg sesungguhnya By...."kata Jess.


"Sangat sangat bahagia...aku sangat bahagia bisa menikmati kehamilan ini bersamamu By...." Kata Jess sambil berkaca kaca.


"Aku mencintaimu Honey...kamu harus semangat untuk anak anak kita nanti..." kata Justin sambil menggenggam erat tangan Jess.


"Aku juga sangat mencintaimu Hubby....jagalah anak anak kita nanti.." kata Jess dengan mata berkaca kaca.


"Kalau kamu ingin apapun cepat katakan..jangan ditahan..okey..."kata Justin.


"Iya Hubby..terimakasih sudah menjadi suami terbaikku..terimakasih kamu mau menungguku selama 20 tahun..terimakasih kamu telah menjadi ayah dari anak anak kita.." kata Jess sambil merebahkan kepalanya di pundak Justin.


"Kamu jangan bicara seperti itu Honey... walaupun kamu tak mengucap teri²makasih pun, aku sangat bahagia memilikimu sebagai istriku dan ibu bagi anak anakku..." kata Justin.


Setelah Justin membayar semua makanannya, mereka meninggalkan kedai itu. Hari sudah mulai sore saat mereka meninggalkan warung makanan itu.

__ADS_1


"Honey..mau langsung pulang atau jalan jalan dulu?"tanya Justin sebelum melajukan kendaraannya.


"Pulang By...kamu kan baru saja pulang dari rumah sakit..harusnya kamu masih istirahat di rumah, malah kelayapan cari makanan denganku.." kata Jess.


"Ya kan aku sudah sepenuhnya pulih Honey...lagipula aku tak ingin melewatkan momen kehamilan istriku,walaupun telat sih...aku malah tak bisa menemani kamu disaat saat sulitmu.." Kata Justin yang mulai melajukan mobilnya.


"By...melihatmu bangun dari tidur panjanu, dan melihatmu pulih dengan cepat, sudah sangat membuatku bahagia By..."Kata Jess sambil mengusap lengan Justin yang sedang menyetir.


30 menit kemudian, sampailah mereka dirumah. Ternyata Michael dan Oscar sudah berada di sana. Michael yang baru saja pulang dari Paris dan mendapat kabar puteranya sudah pulang dari rumah sakit langsung mengunjungi Mansion Jess dan Justin. Mereka berdua hanya menggeleng melihat dua sejoli yang baru datang itu.


"Baru pulang dari rumah sakit kok malah kelayapan?"kata Michael sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf Yah...Jess yang minta Kak Justin temani Jess makan bakso pecel di kedai dekat kampus..." kata Jess yang merasa bersalah karena telah memaksa suaminya yang baru saja sembuh untuk menuruti keinginannya.


"Tak apa Princess..kamu tak perlu merasa bersalah...hanya saja Ayah sedikit kesal karena Ayah sudah sangat merindukan kalian eh malah yang dicari tak ada..." kata Michael sambil menyebikan bibir dan membuat Jess dan Justin terkekeh. Mereka pun duduk di ruang tengah.


"Ayah kenapa pulang tiba tiba? bukannya kemarin ayah bilang baru akan pulang 4 hari lagi?" tanya Justin.


"Ayah menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, sedangkan sisanya diurus Daniel disana"Kata Michael. Daniel adalah orang kepercayaan Oscar yang saat ini menjadi asisten pribadi Michael.


"Oh....Ayah sama kakek sudah makan belum?Tadi aku beli bakso buat Jess waktu dia tidur tapi dia minta makan di tempatnya, jadi masih belum ada yang makan kalau kakek dan Ayah mau biar kuahnya sekalian dihangatkan" kata Justin.


"Wah...kebetulan kakek sedang lapar....dan sudah lama kakek tidak makan makanan seperti itu..Ayahmu benar benar tega..." kata kakek Oscar sambil menyebikkan bibir ke bawah. Setelah operasi transplantasi itu, memang kesehatannya semakin membaik dan beliau juga jarang sekali sakit. Namun sebagai dokter, Michael masih menyuruh Oscar menjalankan diet ketat.


"Bukannya tega Pah...tapi kan juga buat kebaikan papa sendiri...papa juga kan nggak pernah bilang kalau pengen makan ini itu..Jadi Mike kan tak tahu kalau papa juga pengen makan makanan luar..." kata Michael.


Ayah dan anak yang sudah hampir menggendong cucu itu makan bersama diiringi candaan.Karena memang keduanya yang punya sifat sama sama gesrek. Sedangkan Justin dan Jess menemani ayah dan kakek mereka makan, karena mereka memang sudah sangat kenyang.


"Sebenarnya ada hal yang ingin ayah sampaikan kepada kalian,terutama untuk Jess. Ini tentang kehamilanmu Nak..." kata Michael dengan nada yang serius.


"Ada apa Yah...."tanya Jess.

__ADS_1


__ADS_2