
Jess berulang kali memijat pelipis kepalanya. Ia sama sekali belum pernah menyentuh hal hal yang berhubungan dengan perusahaan ayahnya. Ia masih bingung harus memulai dari mana.
Hari ini, hari pertamanya ke kantor untuk belajar mengelola perusahaan dengab bantuan pamannya, Freddy. Freddy yang seorang pengacara sekaligus pengusaha bisa dengan sangat mudah mengalihkan semua aset yang telah direbut Felix menjadi seutuhnya milik Jesslyn sebagai pewaris tunggal 80% persen saham G - UNITY dan 40% saham milik Gunawan Corp. Sedangkan 40% saham Gunawan Corp dipegang oleh Freddy, awalnya ia menolak tapi menurut ketentuan, ialah yang harus memegang saham itu karena ia adalah anak kandung dari Gunawan. Dan 20% sisanya, dimiliki oleh para penanam saham di perusahaan.
Jesslyn sejak kecil tidak pernah sedikitpun terlibat dengan perusahaan orang tuanya. Freddy pun memanggil Mantan Asisten pribadi sekaligus supir pribadi Frans yang ia ketahui sejak seminggu lalu bernama Pak Han. Setelah kematian Frans Pak Han, ia pulang kampung dan menggarap tanah hasil kerja kerasnya saat menjadi asisten pribadi Frans. Kini Pak Han kembali lagi untuk membantu Jess menjalankan perusahaan milik ayahnya.
"Pak Han ... silahkan masuk.."kata Freddy dengan penuh hormat.
Seorang pria berumur sekitar 65 tahun masuk ke ruangan CEO, ia mengenakan setelan jas hitam, walaupun sudah tidak muda lagi tapi kewibawaannya masih sangat terlihat jelas.Pertanda ia bukanlah pria sembarangan.
"Selamat pagi Nona Jesslyn..bagaimana kabarmu?" sapa Pak Han dengan ramah,sama seperti 3 tahun lalu.
"Pak Han...kabar saya baik, bagaimana dengan Bapak?" jawab Jesslyn, Ia segera bangun dan meraih punggung tangn Pak Han dan menciumnya.
"Bapak juga sangat baik seperti yang Nona lihat...Nona sudah sangat dewasa sekarang..." puji Pak Han. Justin, Michael dan Freddy memutuskan keluar ruangan agar Jesslyn lebih serius belajar tentang sejarah perusahaan.
Setelah mereka berbasa basi sebentar, Pak Han ingin Jesslyn mempelajari sejarah berdirinya Gunawan Corp. yang tak lain adalah hasil kerja keras dari kakek Jesslyn. Ia membangun perusahaan dari nol. Dari situ Jesslyn tahu bahwa Pak Han dulu adalah sahabat kakek Justin di desa. Mereka pergi merantau dan mencoba peruntungan di kota. Namun karena suatu hal mereka berpisah dan melanjutkan hidup masing masing. Gunawan yang dikenal ulet dan pekerja keras, setelah mengalami jatuh bangun dalam usaha jual beli tanah dan bangunan, lambat laut usaha kecilnya itu berkembang menjadi perusahaan besar yang bergerak di bidang property, dan banyak sekali memenangkan berbagai macam tender.
Jesslyn mendengarkan dengan penjelasan dari Pak Han dengan seksama. Ia juga mendengarkan bagaimana ayahnya dulu memulai usahanya sendiri tanpa bantuan kakeknya.
" Kakek dan Papa benar benar hebat..apa aku bisa meneruskan amanah dari mereka ya...?" ucap Jesslyn dalam hati. Ia menundukkan kepala dan menutup kedua wajahnya dengan kedua tangan.
"Nona..Kamu pasti bisa meneruskan perjuangan kakek dan ayahmu karena darah mereka berdua mengalir dalam darahmu.." Kata Pak Han yang seolah mengerti kebimbangan hati Jess.
__ADS_1
"Yang harus kamu lakukan adalah yakinkan hatimu bahwa kamu bisa meneruskan perjuangan ayah dan kakekmu. Kamu tidak sendiri Jesslyn." lanjut Pak Han kali ini ia tidak berbicara formal.
"Iya Pak Han...aku pasti bisa..Aku harus lebih semangat lagi!" kata Jesslyn lebih bersemangat.
"Sekarang kita akan belajar tentang keuangan perusahaan,.." kata Pak Han.
Jesslyn mempelajari pengelolaan keuangan perusahaan dengan sangat baik dan cepat. Pak Han sangat kagum dengan kecerdasan Jesslyn yang diwarisi dari sang ayah dan kakeknya. Ia terlihat sangat serius saat belajar. Membuat Pak Han tersenyum.
Setelah beberapa jam Jess mempelajari pekerjaan yang akan diembannya, Pak Han berpamitan. Ia sungguh terkesan dengan kemampuan Jess yang bisa dengan cepat belajar.
"Nona..saya pamit dulu, besok kita bertemu lagi. Persiapkan diri Anda dengan baik, karena besok adalah penyambutan pimpinan baru dari G Unity dan Gunawan Corp."kata Pak Han sambil tersenyum.
"Iya Pak Han terimakasih atas bimbingan Pak Han yang sangat sabar menghadapi saya" kata Jess sambil meraih dan mencium punggung tangan laki laki itu.
Michael dan Freddy juga memutuskan untuk pulang. Saat ini tinggal Jess dan Justin yang berada dalam ruangan itu. Jess duduk di kursi panjang yang menghadap jendela gedung pencakar langit tersebut. Justin pun menghampirinya
"Honey..apa kamu merasa lelah..?" tanya Justin.Jess pun mengangguk.
"Aku lelah sekali hari ini Kak...Mempelajari keuangan perusahaan saja sudah membuat otakku sangat penuh apalagi kalau aku harus memikirkan hal yang lain..aku ingin bersandar di bahumu Kak..." kata Jess lesu.
Justin pun segera meraih tubuh Jess dan menyandarkan kepala Jess di dadanya.Jess semmembenamkan kepalanya di dada Justin, seakan dada Justin adalah tempat ternyaman untuk meletakkan sejenak beban pekerjaannya. Tak lama kemudian mata Jess terpejam. Ia tertidur dalam pelukan Justin.
Justin mendengar nafas teratur Jess yang menandakan ia sudah tertidur lelap. Justin segera mengangkat tubuh Jess dan membaringkannya di sofa. Ia menatap Jess dengan lekat. Justin teringat akan kata kata Pak Han tadi.
__ADS_1
"Jagalah Jess dari orang orang di sekelilingnya, banyak orang yang berpura pura baik untuk menjatuhkannya. Jangan sampai kejadian tempo hari terjadi lagi."
Kata kata pak Han terus terngiang ngiang. Ia pun segera menghubungi Revan untuk meminta tolong.
" Van..apa aki masih bisa minta tolong padamu?"tanya Justin.
"Kenaoa kamu bertanya seperti itu..tentu saja boleh.." jawab Revan di seberang.
"Kalau begitu nanti malam kita bertemu di kafe Xx9." ucap Justin.
"Okey..jam 9 ya..tunggu Leni tertidur dulu.."kata Revan.
" Cih..dasar suami bucin" kata Justin.
" Apa kamu bilang?"
Justin langsung menutup sambubgan teleponnya sambil terkekeh.Ia kembali menatap wajah cantik Jess yang sedang tertidur. Ia mengelus pipi halus Jess, dan membuat Jess sedikit menggeliat karena terganggu. Namun ia kembali tertidur lagi.
"Aku tak akan membiarkan seorangpun mencelakaimu Honey..siapapun yang berani mencelakaimu, aku tak akan memaafkannya.Aku akan jadi orang pertama yang akan melindungimu. Aku berjanji." kata Justin pelan.
Karena hari sudah semakin sore dan Jess belu juga bangun, Justin memutuskan untuk menggendong Jess dan membawanya pulang. Pemandangan tersebut menjadi perhatian para karyawan yang saat itubsedang bersiap untuk pulang.
"Waaah..romantis sekali Tuan Justin menggendong Bu Jesslyn yang sedang tertidur.."kata salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Suami nya CEO rumah sakit terbesar dengan wajah super tampan dan istrinya juga CEO cantik dua perusahaan sekaligus..benar benar pasangan The Real Sultan.." kata salah satu karyawan yang lain.