My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
logika vs kekuatan


__ADS_3

Malam itu diruang fisioterapi, Justin dibantu seorang fisioterapis mendampingi Jess yang sedang terapi berjalan. Jess tampak masih semangat walaupun beberapa kali sempat terjatuh. Ia pun mulai mencoba berjalan tanpa bantuan alat apapun.


Satu langkah...dua langkah..tiga langkah...secara perlahan ia bisa melangkahkan kaki dan menahan berat tubuhnya. Jess sangat bahagia dengan pencapaiannya saat ini. Justin swgera menghampiri Jess dan memeluknya.


"Jess..sedikit lagi kamu akan pulih...aku sangat bahagia..." kata Justin dengan ekspresi terharu.


Malam sudah semakin larut, mereka memutuskan untuk langsung pulang, karena Jess sudah merasa sangat lelah. Sambil berkonsentrasi menyetir sesekali Justin mengusap rambut panjang Jess yang tergerai.


Dalam perjalanan, Justin merasa ada sebuah mobil van hitam misterius yang mengikutinya dari belakang, karena sedari tadi, mobil itu tidak pernah menyalipnya tapi tetap berusaha mendekati mobil sport yang mereka tumpangi.


Merasa curiga, Justin menghubungi pengawal yang mengikuti mereka melalui handafree bloototh yang menempel di telinga nya.


"apa kalian melihatnya?" kat Justin melalui sambubgan telepon.


"Iya Tuan..kami melihatnya apa kami boleh bertindak sekarang?", jawab bodyguard itu dari seberang.


"Terus awasi mereka dulu! Jangan sampai lengah!hubungi yang lain! kita akan bermain main!"jawab Justin tegas.


"baik Tuan..!"jawab pengawal itu.


Justin pun kembali berkonsentrasi menyetir sambil sesekali mengamati mobil van yang terus mengikuti mereka.


"Kak..ada apa sepertinya kakak merasa cemas?" kata Jess.


" Ah...tidak apa apa..aku hanya merasa ada yang mengikuti kita.."Kata Justin.


"apa mobil van warna hitam itu?" tanya Jess memastikan.


"Kamu tahu?" tanya Justin.


"Aku dari tadi diam karena memperhatikan mobil itu kak..." kata Jess.


"Hmmm...sepertinya mereka ingin bermain main denganku."


"Maksud kakak?"tanya Jess tak mengerti.


"Apapun yang terjadi nanti, kamu tolong tetap didalam mobil saja. Jangan sampai keluar." kata Justin mengingatkan Jess.


"i..iya..kak..tapi kakak hati hati ya.."kata Jess khawatir.

__ADS_1


Justin pun menghentikan mobilnya ditempat yang cukup sepi. Mobil van hitam itu juga ikut berhenti. Justin mengeluarkan pistol yang selalu ia bawa kemanapun dari dashboard mobil.Dan menyelipkan di pinggang nya, untuk berjaga jaga.


Justin pun keluar dari mobilnya, sementara para bodyguard sudah berada di belakang orang orang itu.Sepertinya mereka tidak menyadari keberadaan para pengawal Justin, karena keadaan gelap gulita dan sangat sepi.


"Kenapa kalian mengikutiku?" kata Justin dengan tatapan mata tajam.


"Kami tak ada urusan denganmu, urusan kami dengan perempuan yang bersamamu, jadi serahkan dia, dan jangan ikut campur! atau nyawamu akan melayang!" Kata salah satu orang itu.


"Apa kamu bilang bukan denganku?! Orang yang berniat jahat pada gadisku akan menjadi urusanku juga!" kata Justin.


"Kurang ajar!" teriak penjahat itu.


Perkelahian tidak terhindarkan lagi, pengawal Justin yang tadinya hanya diam mengepung para preman tadi, dengan tiba-tiba menyerang dari belakang. Mereka sangat terkejut karena para penjahat itu mengira Justin hanya berdua dengan target mereka. Tapi ternyata dugaan mereka salah. Ada sekitar 20 orang bodyguard yang melawan mereka yang hanya 7 orang.


Dalam hitungan menit, para penjahat itu langsung dapat dilumpuhkan. Tanpa Justin turun tangan.


"Bawa mereka ke markas!" Perintah Justin pada para bodyguard.


"siap Tuan!"jawa salah satu bodyguard.


Justin kembali masuk ke mobilnya,dan segera putar balik menuju jalan pulang, karena mereka tadi sengaja mencari tempat sepi agar tidak menimbulkan keonaran.


"Aku tidak apa apa honey..bahkan tergorespun tidak.." kata Justin.


"hmm syukurlah..aku takut kalau kakak terluka, aku masih belum bisa berkelahi saat ini, jadi aku akan sangat menyesal jika kakak terluka." kata Jess sambil menatap Justin berkaca kaca.


"Kan yang pentinv aku selamat dan tak ada luka sedikitpun.." kata Justin sambil tersenyum.


"aku akan mengantarmu pulang dulu..."kata Justin.


"Kakak mau memana lagi?"kata Jess.


" aku ada urusan Jess..ini menyangkut keselamatanmu."kata Justin


"Hmm..baiklah kak...tapi ingat kakak harus hati- hati..tapi kenapa menyangkut keselamatanku?" tanya Justin penasaran.


"Apa kamu tahu,,preman preman tadi adalah suruhan seseorang untuk menghabisimu, mereka mengira kita hanya berdua..tadi aq sengaja berputar putar untuk mmengelabuhi mereka, karena aku tak akan mampu mengalahkan mereka seorang diri. Saat bodyguard sudah datang. aku mencari tempat sepi untuk menghadapi mereka Agar tidak menimbulkan keonaran." jelas Justin.


"Waaahhh...kakak payah sekali!"kata Jess sambil mencebik.

__ADS_1


"K..kau bilang aku payah??!" kata Justin.


"Iya...masa menghadapi preman segitu saja tidak kuat, kalau akuvtidak sedang sakit, aku akan menghadapi nya sendiri..!"Kata Jess meledek.


"Aku memang tak sehebat dirimu dalam berkelahi, tapi aku tidak bodoh sepertimu, tikus!!"kata Jess kesal.


"Ehh..kakak bilang aku bodoh?kok bisa?", tanya Jess.


"Iya..kamu bodoh..karena aku selalu menggunakan otakku untuk segala situasi, sedangkan kamu hanya menggunakan kekuatanmu. Itu akan sangat sangat membuang waktu dan tenaga."kata Justin, membela diri.


"iissshhh...kakak menyebalkan sekali!"kata Jess kesal.


tanpa terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah. Justin pun turun dari mobil dan membatu Jess berdiri dengan kruknya.


"Masuklah...aku pergi dulu.Segeralah beristirahat.Aku tak mau kondisimu ngedrop gara gara kecapek an" kata Justin.


"Iya..kakak hati hati..." Jess memeluk Justin dan memberikan ciuman hangat di bibir Justin. Justin pun hanya tersenyum dan kemudian ia pun segera melajukan mobilnya ke markas Revan.


Jess pun segera masuk rumah. Tapi kondisi rumah masib sepi.


"Bi..apakah ayah Michael belum pulang.,?"tanya Jess pada salah seorang pelayan.


"Tadi Tuan Besar sempat pulang, Nona..Tetapi belum lama ini beliau pergi lagi, kata beliau ada urusan.Tadi Tuan besar berpesan agar Nona Jess segera beristirahat." kata pelayan itu.


"Baik bi..kalau begitu saya naik dulu.Bibi juga beristirahatlah.."kata Jess.


"terimkasih Nona..."kata pelayan itu, dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Jess.


Jess naik ke lantai atas dengan hati hati. Sesampainya di kamar, Jess segera ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu, ia pun minum obat dan tak berapa lama iapun tertidur karena tubuhnya sangat lelah.


...----------------...


maaf gaeeess..kemaren author seharian gak up satu Bab pun..dikarenakan kesibukan author di dunia nyata sangatlah menyita waktu author di dunia yang agak agak halu ini...sebagai gantinya ini author nge up pagi pagi..karena emang sebenarnya udah siap dari tadi malam..tapi entahlah karena faktor capeek banget akhirnya bab ini gk sempat aku up karena mata ini sudah terlanjur malas untuk terbuka sekali lagi mohon maaf ya...


jangan lupa follow in author ya.@ AlCha di platform ini..dan @femiliadiaz di IG...masih sepi soalnya...


tinggalkan pula jejak berupa like, komen dan vote kalian agar author selalu semangat dalam.meng up setiap bab nya.


terimakasih...

__ADS_1


**AlCha**


__ADS_2