
Hari ini, adalah hari praktikum anatomi bagi para mahasiswa di kampus Jess.Justin sebagai Dosen anatomi membimbing jalannya praktikum didampingi beberapa asisten. Jess yang terlihat sangat bersemangat, membuat Justin tersenyum tipis.
Tak berapa lama kemudian, empat buah peti cadaver(mayat yang diawetkan dengan formalin) dibawa masuk oleh staff laboratorium.Sebagian mahasiswa sudah bergidik ketakutan melihan cadaver tersebut.
"Hari ini kita akan praktikum anatomi, silakan persiapkan diri kalian masing masing,gunakan perlengkapan praktek lengkap. Saya tidak mau ada kesalahan dalam praktek ini.mengerti? Dan kau Jesslyn, saya tidak mau kamu pingsan saat praktek nanti. Itu akan sangat merepotkan saya." kata Justin dengan tatapan tajam. para mahasiswa pun tertawa.
"Siapa yang menyuruh kalian tertawa, ini adalah laboratorium bukan taman bermain!"teriak Justin.Mereka semua pun terdiam
"Kalian sudah siap?" tanya Justin dengan tegas.
" Iya Pak..." jawab para mahasiswa serempak.
Sedangkan Jess hanya memutar bola mata malas, karena Justin saat di kelas memang sangat menyebalkan, seakan ia menganggap Jess adalah mahasiswa bodoh.
"silakan kalian bentuk 10 orang setiap kelompok, dan silahkan buka peti cadaver yang ada di depan kelompik masing masing" kata Justin pada para mahasiswa.
Jess memberanikan diri untuk membuka peti di depannya. Saat peti terbuka bau formalin yang menyengatpun menguar. Jess merasa pusing, mual dan matanya sangat pedih. Ia sedikit limbung saat berjalan mengambil catatan di meja ruangan itu. Ia masih pertama kali melihat mayat yang diawetkan.
Banyak para mahasiswa yang berteriak ngeri saat melihat cadaver yang akan mereka bedah.
"Mengapa kalian berteriak? apa kaliannjuga akan berteriak kalau menangani pasien dengan kondisi mengenaskan. Ini baru cadaver utuh. Bagaimana mau jadi dokter kalau kalian melihat cadaver seperti ini saja sudah berteriak.Sekarang silahkan ambil pisau bedah dan kita akan mulai praktikumnya. Jangan lupa siapkan catatan masing masing." Perintah Justin dengan nada tinggi
"Untuk para dokter pendamping silahkan satu orang mendampingi satu kelompok." Kata Justin.
Praktikum sudah berlangsung selama hampir 3 jam. Jess menganalisa setiap bagian tubuh cadaver dengan sangat teliti, walaupun beberapa kali ia merasa sangat mual dan pusing karena bau formalin. Justin yang melihatnya menahan diri untuk mendekati Jess, ia hanya memberikan tatapan mendukung saat mata mereka bertemu. Bagi Jess itu adalah sebuah semangat yang diberikan Justin padanya.
Praktik Anatomi selesai setelah sekitar 3,5 jam mereka berada di laboratorium, Jess yang sudah tidak tahan dengan mualnya langsung berlari ketoilet dan memuntahkan semua isi perutnya saat ia sedang muntah, ia merasa ada tangan yang memijat tengkuknya.
"Aku dulu lebih parah dari ini...tadi hanya pengenalan saja, di semester semester selanjutnya akan jauh lebuh sulit, jadi apa kamu masih mau jadi dokter?"kata Justin sambil terus memijat tengkuk kekasihnya.
Jess yang merasa sudah selesai muntah, langsung menyandarkan kepalanya di dada Justin.
" Jess tapi kelas belum selesai, tadi aku hanya khawatir kalau kamu sampai pingsan."kata Justin.
"Sebentar Kak...Sebentar saja..kepalaku sangat pusing..mereka pasti sudah mengerti..Dadamu sangat nyaman."Kata Jess sedikit merengek.
"Honey..jangan membuatku ingin memakanmu sayang..ini toilet kampus, nanti dirumah kamu bisa puas memelukku.."kata Justin.
"Kakak...menyebalkan!" kata Jess sambil menyebik dan membalikkan badan kembali ke kelas. Justin pun mengikutinya masuk kelas dengan tersenyum.
Satu jam kemudian kuliah telah usai, Jess keluar dari ruang laboratorium kampus, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Jess. Untuk pertama kalinya ia berhadapan dengan mayat manusia dan membedahnya, padahal saat SMA dulu Ia sangat jijik saat harus membelah seekor katak saat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Justin sudah menunggunya di parkiran kampus. Wajah tampannya menarik perhatian para mahasiswi. Padahal Justin adalah salah satu Dosen paling galak di kampis itu. Jess sangat kesal dengan penampilan Justin yang banyak menarik perhatian para mahasiswa.
"Ayo kak..jangan kebanyakan tebar pesona!"kata Jess kesal.
"Hei..siapa yang tebar pesona?perasaan aku biasa saja Honey..." Kata justin.
"Kakak tidak sadar dari tadi menjadi pusat perhatian?"kata Jess memanyunkan bibir.
"Kamu cemburu?" tanya Justin.
"Iya..aku sangat cemburu kak..mereka lebih cantik dariku, sedangkan aku tidak ada apa apanya dibandingkan dengan mereka." Kata Jess dengan raut muka kesal.
" Honey...walaupun banyak perempuan yang lebih cantik dan menarik darimu, tapi bagiku kamu yang terbaik untukku." kata Justun sambil menangkup kedua pipi Jess.
"Gombal...tapi tetap saja aku merasa kakak lebih baik ku kurung di dalam hutan yang penuh dengan monyet."kata Jess.
__ADS_1
"Kamu tega sekali Honey..."
"Ayo kita segera pergi cari makan, jam makan siang sudah hampir habis."kata Justin lagi.
Mereka pun pergi mencari makan siang.
"Honey, kamu ingin makan apa siang ini?"Kata Justin.
" Kita pulang saja kak, kita makan di rumah. Kepalaku sangat pusing gara gara bau formalin tadi. Nanti aku masak yang simpel simpel saja."Kata Jess.
"Baiklah kalau begitu, kita makan dirumah saja. Nanti biar aku yang memasak." kata Justin. Jess tidak menjawab, ternyata Jess sudah tertidur pulas.Justin melirik sekilas sambil tersenyum. Ia meningkatkan kecepatan kendaraannya agar cepat sampai dirumah.
30 menit kemudian, Jess dan Justi sampai di rumah. Jess masih tertidur pulas karena ia memang kelelahan hari ini, pelan pelan Justin mengangkat tubuh Jess dan membawanya ke kamar atas. Ia meminta tolong pelayan untuk membukakan pintu kamar Jess.
Justin meletakkan Jess di kasur dengan sangat hati hati, karena ia tahu Jess begitu lelah dengan praktikum hari ini.Justin tidak ingin membangunkan Jess.
"Bi tolong masakkan kami berdua makan siang". kata Justin.
" Tuan Muda ingin makan siang dengan apa?" kata salah satu pelayan di dapur.
"Aku ingin makan ketoprak, Bi. Bibi bisa membuatkan kan?" tanya Justin.
"baik Tuan Muda, kami akan memasak untuk Tuan."kata pelayan tadi.
Pelayan agak sedikit heran dengan permintaan tuan mudanya, pasalnya Justin tak pernah makan masakan Indonesia,tapibkali ini ia malah minta makanan Indonesia.
" Hmmm..untuk Jess bibi simpan dulu, nanti bisa dihangatkan, Dia sedang istirahat, biar nanti ia makan setelah bangun." Kata Justin.
"Maaf tuan, tapi makanan seperti itu tidak enak kalau dimakan nanti."Kata Pelayan.
" Ya tidak apa apa, Bi. kalau begitu, nanti saja bibi tanya Jess ingin makan apa kalau dia sudah bangun. Oh ya..jangan lupa ingatkab dia untuk minum obat, karena saya langsung ke rumah sakit setelah makan siang."kata Justin
Justin pun meneruskan makan siangnya. Dan setelah selesai Ia langsung ke rumah sakit untuk melakukan visit pasien pasca operasi kemarin.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Sudah 3 jam lamanya Jess tertidur. Ia memandangi sekeliling kamar. Sakit kepalanya sudah hilang. Tapi badannya terasa lengket karena keringat.
"Perasaan tadi aku di mobil..mungkin Kak Justin yang membawaku ke kamar." Kata jess.
Jess langsung menuju kamar mandi. 20 menit kemudian ia ke luar kamar dan menuju dapur, karena perutnya sudah sangat lapar, hari ini ia melewatkan makan siang karena ketiduran.
"Bibi ada makanan apa Bi?" tanya Jess pada pelayan.
"Tadi siangTuan muda berpesan, Anda ingin dibuatkan apa Nona?"tanya pelayan.
"Mi Goreng saja Bi..aku ingin mie Goreng." kata Jess.
"Baik Nona Jesslyn, silahkan tunggu sebentar." Jawab pelayan.
Saat jess duduk di meja makan ponselnya berbunyi, ternyata Justin mengirim pesan.
Justin:
Honey..apa kamu baru bangun tidur?
Jess:
Iya Kak..aku baru selesai mandi.
__ADS_1
Justin:
Sudah makan?
Jess:
Belum...masih menunggu bibi membuatkan mie goreng.
Justin:
Ok..segeralah makan. setelah itu jangan lupa minum obatmu.
jess:
Siap pak CEOππ
Justin:
sampai jumpa nanti, aku masih harus bekerja, mencari uang untukmu dan anak anak kita kelak.
Jess:
Nikah aja belum, ya sudah cepat kerja sana, aku menunggu uang darimu.π€π€π€
Justin:
π€π€π aku mencintaimu.
Jess:
Ku mencintai uangmuπ₯°π₯°
Justin:
πππ€π€
Jess:
πππ
Justin:
Aku semakin ingin memakanmu. Ya sudah...sampai nanti..
Jess:
Sampai nanti.
Saat makanan sudah jadi, dengan lahap Jess memakan makanannya karena memang ia sudah sangat lapar. Michael yang baru sampai ke rumah segera menghampiri Jess.
"Ayah baru pulang?" tanya Jess.
"Iya Princess..tadi di rumah sakit ayah bertemu dengan seseorang yang membuat ayah merindukan papamu." jawab Michael.
"Apa orang yang terkena serangan jantung di jalan kemarin Yah...?" tanya Jess.
"Iya Nak..dia begitu mirip dengan papamu. Bahkan ayah menyangka kalau dia adalah papamu. Apa papamu memiliki saudara kembar sebelumnya?"tanya Michael.
__ADS_1
"Kata Grandma memang papa memiliki saudara kembar laki laki yah..tapi kata Grandma saudara laki laki ayah meninggal sesaat sesudah dilahirkan, bahkan Grandma belum pernah sekalipun melihat wajah anak sulungnya itu, yah.."jawab Jess.
Michael tertegun mendengar jawaban Jess.