My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
manusia batu


__ADS_3

Siang itu,Jess memutuskan untuk ikut Justin ke rumah sakit, Ia merasa bosan jika hanya dirumah, sedangkan Michael dan Justin melrang Jess untuk keluar rmah sendirian, walaupun dengan para bodyguard.


Pendidikan pranikah* mereka rencananya dimulai minggu depan, dan jadwal pertemuan mereka dengan pastor pun disesuaikan dengan jadwal kesibukan Justin. karena harus diikuti berdua, tidak boleh diwakilkan salah satunya.


Setelah menunggu beberapa saat, makan siang yang dipesan Justin datang, entah mengapa sejak makan malam dipinggir jalan kemarin, Justin jadi suka makan bebek goreng. Mungkin benar apa kata Jess sekali mencoba pasti ketagihan rasa makanan itu.


"Kakak pesan bebek goreng lagi?Kemarin malam kita sudah makan ini..apa kakak tidak bosan?" kata Jestin sambil melongo.


"Tidak, bahkan ini jadi makanan favoritku sekarang.."kata Justin sambil menikmati makanannya.


"Tapi ini sangat berlemak Kak..tidak baik dikonsumsi sering sering, kakak seorang dokter pasti tahu kan..Jangan bilang kakak menolak ingat..ckckck.." kata Jess sambil menggelengkan kepalanya.


"Dokter juga manusia Jess..aku juga pengen seperti yang lain.."jawab Justim sambil terus makan.


"Terserah kakak! awas saja kalau nanti mengeluh kepala belakangmu sakit...aku akan dengan senang hati memarahimu kak.."kata Jess.


Jess pun mulai makan, dan mereka menghabiskan masing masing 1 porsi besar bebek goreng lengkap dengan sayur lalapan dan sambal terasi.


Setelah selesai makan Jess langsung mengerjakan tugas tugas kuliah yang belum sempat ia kerjakan. Sedangkan Justin, hari ini ada 1 operasi besar.


"Jess nanti kalau kamu bosan bisa menghubungi temanmu yang bekerja disini, tapi ingat..jangan sampai keluar sendirian.terlalu berbahaya sekarang ini, lagipula kamu harus jaga kondisimu.mengerti My Queen?" Kata Justin sambil mengecup bibir Jess sebelum meningglkan ruangannya.


"Yess..My King..be careful!I'll wait you..."Jawab Jess, Justin yang mendengarnya pun tersenyum lebar.


Hari ini Justin benar benar sangat bahagia, ia ingin cepat cepat melamar Jess secara resmi dan menikah dengannya.


Justin melangkahkan kakinya ke ruang operasi dengan semangatvdan senyum kecil yang terus tersungging di bibirnya. Para dokter dan perawat yang melihatnya terheran, karenatak pernah mereka melihat Dokter Justin berbunga bunga seperti itu.


Sementara itu, Jess sedang sangat sibuk diruangannya. Tugas tugasnya sebagai mahasiswi baru sangat lah banyak. Sesekali ia mengusap kasar wajahnya karena sudah pusing.


Ia pun memesan kopi pada OG untuk membawakan kopi ke ruangannya.


Setelah beberapa menit, kopinya pun sampai.


Tok tok tok...


Pintu itu diketuk

__ADS_1


"Masuk.."kata Jess.


Saat Jess mendongak. Ia terkejut.


"Leeniiii..." teriak Jess kegirangan.


"Jesslyn..." Leni pun ikut kegirangan.


Mereka pun berpelukan, karena sejak kejadian Jess pingsan, mereka tak pernah bertemu. mereka pun melepas rindu singkat.Kemudian Jess pi melepaskan pelukannya.


"Len..kamu apa kabar..?" tanya Jess dengan mata berbinar.


"Baik ..Jess..kamu sendiri?kamu tambah cantik aja..."kata leni.


"Tapi sedang apa kamu disini Jess, bukannya ini ruang CEO?aku tadi mengira Dokter Justin yang pesan kopi, ternyata malah kamu Jess..sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi selama sebulan ini, lalu kenapa setelah pingsan kamu seperti langsung menghilang dan sekarang kamu di ruang CEO seperti ini dan..." lanjutnya memandangi kursi roda disebelah Jess.


"Itu kursi roda siapa Jess?Jangan bilang itu punyamu!" lanjut Leni.


" aku jawab yang mana dulu Len..kalau tanya satu satu..bingung kan aku?"kata Jess sambil garuk garuk kepala.


"Terserah..yang penting jawab saja.


Tak terasa hampir 2 jam mengobrol, Leni yang sedang bekerja kelabakan karena ia sampai lupa dengan pekerjaan nya karena diajak ngobrol oleh Jess.


"Aduh Jess...gimana ini kalau aku dipecat karena sudah bolos kerja selama 2 jam karena ngobrol denganmu." kata Leni cemas.


" Sudab tidak apa apa biar aku yang urus, karena aku juga bosan kalau disini sendirian."kata Jess menenangkan Leni.


"Maafin aku ya Len..gara gara aku, kamu jadi lupa sama kerjaan." kata Jess penuh penyesalan.


"ahh...harusnya aku yang minta maaf, lagipula kamu kan calon istri CEO, gak seharusnya aku terlslu banyak ngobrol sana kamu.."kata Leni..


"Sudah ...sudah..istri CEO atau bukan, aku tetap Jess yang kamu kenal sejak 2 tahun yang lalu,,,dan selamanya aku tetap jess yang sekarang. Jadi kamu nggak boleh bicara seperti itu..apajah kamu paham?" kata Jess.


"Iya..Jess...makasih...ya udah aku lanjut kerja dulu..bye bye..sampai jump£a lagi ya Jess"ucap Leni sembari memeluk Jess. Dan leni pun keluar dari ruangan Justin.


Jess langsung memberitahu kepal OG bahwa keterlambatan Leni karena dia yang meminta ke ruangan CEO. Kepala staff itu pun langsung mengiyakan.

__ADS_1


Sementara itu, Leni sedang terburu buru, tak sengaja Ia menabrak seseorang yang akan ke ruangan CEO.


Bbrruukkk....


Mereka bertabrakan, berkas berkas yang dibawa laki laki itupun berserakan.


"Haaaiiissshh...hei hati hati kalau jalan, matamu jangan ditaruh dengkul, berkas yang kususun jadi berantakan gara gara kamu!!" Kata laki laki itu,yang ternyata adalah Revan.


"maaf..saya tidak sengaja..Pak ..tadi saya buru buru.."kata Leni


"Tidak sengaja katamu?Hei namamu Leni kan?" kata Revan samb menunjuk name tag Leni.


"Kamu kutandai. Setelah jam kerja selesai segera ke ruangan saya, kalau sampai terlambat, aku tak tahu aoa yang akan saya lakukan padamu!"Kata Revan sambil menatap tajam mata Leni.


Leni hanya menundukkan wajahnya saat Revan mengomelinya. Setelah Revan berlalu, Leni pun menghela nafas.


"Huufftt....dasar batu berjalan. Untung ganteng,...kalau nggak..."


"Kalau nggak kenapa?!"kata Revan.


Leni pun terkejut ternyata Revan berhenti di belakangnya,Ia pun menoleh dan terlihat Revan menatap dengan tatapan marah.


"Maaf Tuan...maksud saya..Anda tampan sekali, saya sangat kagum kepada Anda.." kata Leni mengalihkan pembicaraan.


"Aku dari lahir memang sudah tampan, Dasar OG tak jelas.."Revan pun segera masuk keruangannya.


"Huuffttt.......Hari ini menyebalkan sekali ketemu orang aneh seperti itu.." Leni kesal. Iapun segera melanjutkan perkerjaannya.


...----------------...


** Pendidikan pranikah adalah salah satu syarat wajib bagi pernikahan katholik, penjelasan mudahnya adalah untuk lebih mempersiapkan perjalanan pernikahan karena dalam pernikahan katholik tidak ada perceraian, jadi pernikahan hanya 1 kali seumur hidup.


Itu saja yang bisa author jelaskan tentang pendidikan pranikah atau kursus pranikah. Kalau ingin lebih jelasnya, silahkan kalian cari tahu sendiri di Google atau refrensi yang lain.


Sekali lagi, author tak bermaksud menyinggung yang berkeyakinan lain ya,,, ini murni author nulisnya karena author paham. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.


Terimakasih...

__ADS_1


salam author


**AlCha**


__ADS_2