My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Kakek Oscar


__ADS_3

"Halo Honey..lagi apa? kamu belum pulang?" kata Justin diseberang telepon


"Halo Kak..aku masih mempelajari berkas kerjasama G unity dengan perusahaannya Kak Revan. Kak Revan mengajukan kerjasama pembangunan apartemen di Kota T kak..Kakak sedang apa sekarang?" jawab Jess.


"Wah..bu CEO kita sangat sibuk sekarang..Aku masih dirumah sakit Honey..Tadi ayah memberitahuku, malam nanti kamu harus pindah ke rumah papa Freddy ya..?" kata Justin dengan nada yang sedikit lesu.


"Iya kak..Kak vano yang akan menjemputku...by the way aku sudah tahu kalau Om Felix kabur dari penjara Kak...kak Vano yang memberitahuku."kata Jess.


"Hmmm...kamu tenang saja Honey..tak usah takut..kami akan mencari tahu semuanya dan membereskannya dengan cepat.Kamu tidak usah takut ya sayang..kamu akan aman jika bersama dengan papa Freddy" kata Justin menenangkan Jess.


"Kak..jaga dirimu baik baik ya.aku hanya tak ingi kehilangan orang orangvyang ku sayangi..." kata Jess terisak.


"Sayang..kamu jangan nangis, tenang saja...semua akan baik baik saja.Okey...ya sudah aku harus menutup teleponnya. Nanti kita ketemu di rumah." kata Justin.


"Iya kak..sampai ketemu nanti..." Jess pun menutup teleponnya. Dan melanjutkan pekerjaannya. Ia tak ingin berlarut larut dalam kesedihan dan ketakutan.


Sementara itu, di Ganendra Medichal Center seorang laki laki tua dengan kasus gagal ginjal kronik (Chronic Kidney Disesasse) sedang dalam kondisi tak sadarkan diri. Michael yang saat itu sedang masuk ke dalam rumah sakit, mengenali pria yang membawa orang tua tersebut. Merasa tidak enak, Michael langsung menghampiri pria tersebut.


" Tuan Ken..siapa yang sedang sakit?"tanya Michael.


"Maaf Tuan Michael, Tuan besar tak sadarkan diri ketika beliau sedang mandi sore ini." kata Ken.


Michael langsung masuk ke dalam IGD dan melihat ayahnya sedang dalam kondisi tak sadarkan diri dengan wajah pucat. Seketika kebencian dan lukanya seperti hilang begitu saja saat melihat sang ayah dalam kondisi tak berdaya. Tapi saat kilasan kejadian saat sang ayah membuangnya, membuat ia kembali merasakn sakit.


Para dokter dan suster yang melihat kedatangan Michael langsung menundukkan badan.


"Berikan perawatan terbaik untuknya." kata Michael.


"Baik Tuan.." Jawab mereka.


Michael pun segera keluar dan menemui Ken.


"Apa yang terjadi sebenarnya?"tanya Michael dengan ekspresi datar.


"Tuan besar kini hanya hidup sebatang kara Tuan...istri dan anak tirinya meninggalkan ia begitu saja saat mengetahui bahwa Tuan besar sakit keras."kata Ken.


" Hah..kenapa bisa? bukankah dengan matinya tua bangka itu mereka bisa mendapatkan seluruh hartanya?" kata Michael.

__ADS_1


"Itu karena Tuan besar tak akan pernah mewariskan hartanya sepeserpun pada mereka. Karena Tuan sudah mengetahui niat busuk mereka untuk menyingkirkan Anda dan ibu Anda dulu.Tapi Tuan Besar terlalu baik hati untuk membiarkan mereka tinggal bersamanya."kata Ken.


"Hingga saat Tuan besar sakit keras, mereka tak mau lagi merawatnya, dan meninggalkannya begitu saja.Karena Tuan besar tak lagi memberikan fasilitas apapun pada mereka." lanjutnya.


Michael yang mendengar cerita Ken cukup kaget karena ternyata yang berusaha membuangnya adalah ibu dan saudara tirinya.


Tak lama kemudian dokter yang menangani oscar keluar.


" Bagaimana keadaan ayahku?" tanya Michael padanya. Dokter itu sangat terkejut mengetahui jika pasien di dalam adalah ayah dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.


"Kami membutuhkan rekam medik sebelumnya untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan." kata dokter yang bernama Bernard itu.


"Tuan Kent..apa Anda membawa rekam mediknya?" tanya Michael.


"Iya Tuan..saya selalu membawanya." kata kent sambil menyerahkan map berlogo rumah sakit terkenal di Singapura.


"Dokter..segera panggil dokter Justin untuk turun ke bawah." kata Michael setelah selesai membacanya.


Tak lama kemudian Justin sampai di UGD.


"Ada apa Dokter Michael?" tanya Justin dengan bahasa formal saat berhadapan dengan dokter lain di rumah sakit.


" Tapi ini milik siapa Dok?" tanya Justin bingung.


"Ini milik kakek Anda Dokter..kau harus membacanya untuk membuat tindakan yang tepat." kata Michael.


"Ini secepatnya harus dilakukan transplantasi ginjal Yah..Ginjal kakek sudah mengalami kerusakan parah yang diakibatkan Glomerulonefitis (peradangan pada ginjal)karena terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang dosis tinggi."kata Justin.


"Dokter tolong anda carikan ginjal yang cocok untuk tuan Oscar." kata Michael.


"Untuk sementara ini, kakek tidak boleh telat untuk hemodialisis (cuci darah) yah..karena ginjalnya memang sudah tidak berfungsi dengan normal lagi." Jelas Justin.


"Aku memanggilmu karena kamu yang lebih menguasai hal transplantasi ginjal Son.."kata Michael.


" Kebetulan aku punya kenalan dokter spesialis nefrologi yang bagus dari London Yah..Aku akan menghibunginya untuk menangani kakek." kata Justin.


" Lakukan yang terbaik Son..karena bagaimanapun ia adalah kakekmu..ia tak punya siapapu selain kita Son.." kata Michael berkaca kaca.

__ADS_1


" Baik ayah..akan kulakukan..ayah tenang saja.." kata Justin.


Mereka segera memindahkan Oscar ke ruang ICU.


Justin memandangi kakeknya yang saat ini dalam kondisi tak sadarkan diri akibat hipertensi dan gagal ginjal yang dideritanya.


"Kek..bertahanlah..Kakek ingin melihatku menikah dan punya anak kan?" maka dari itu, kakek harus kuat.."kata Justin sambil terus mengusap tangan kakeknya.


Perlahan jari jari tangan orang tua itu bergerak, dan matanya pun juga mulai terbuka. Justin segera memeriksa denyut nadi Oscar.


" Kakek sudah sadar?" kata Justin melepas masker oksigen kakeknya dan menggantinya dengan selang yang menempel di hidung. agar lebih leluasa berkomunikasi.


"Dokter..dimana aku...kenapa kau menungguiku?" tanya Oscar yang tidak mengenali Justin.


"Kakek di rumah sakit milik ayahku, Michael Ganendra." kata Justin sambil tersenyum.


"Michael Ganendra anakku...jadi kamu Cucuku?ah..aku benar benar keterlaluan bahkan tidak mengenali cucuku sendiri. Padahal kemarin baru saja hadir diacara pertunanganmu.." kata Oscar terkekeh tapi juga mengeluarkan air mata bahagia.


Mereka pun berpelukan erat. Justin sampai mengeluarkan air matanya karena terharu.


" Nak..kamu begitu tampan seperti ayahmu..tapi sifatmu seperti ibumu.Andai saja usiaku masih panjang...aku ingin sekali menebus kesalahanku pada Michael...dulu aku terlalu takut untuk menemuinya..." kata Oscar dengan airmata yang terus berlinangan di pipi keriputnya.


"Sebentar..sebentar..kakek tahu Bundaku?apakah kakek pernah bertemu dengannya?"tanya Justin.


" Tentu saja..dulu aku sering bertemu Sarah..dia gadis yang sangat baik..dia sering sekali membawakanku masakannya.Sarah tak tahu kalau aku ini mertuanya dan aku kaya raya. Aku menyamar menjadi seorang pria miskin hanya untuk bertemu dengannya. Karena aku terlalu pengecut untuk menemui anakku. Aku hanya mengawasinya dari jauh. Bahkan saat bundamu meninggal dan dimakamkan aku hanya melihatnya dari jauh. Ingin sekali aku memeluk Ayahmu dan menguatkannya saat itu. Tapi kesalahanku terlalu besar, hingga aku tak berani menemuinya, dan hanya memperhatikannya dari jauh."


"Aku begitu bodoh bisa termakan omongan wanita ular dan anaknya itu, hingga aku sampai hati membuang darah dagingku dan lebih memilih anak tiriku. Hingga akhirnya semuanya terkuak, dia hanya mengincar hartaku saja. Bahkan saat aku sakit dia tak sekalipun peduli padaku. Dan akhirnya dia meninggalkanku karena aku tak akan mewariskan sepeserpun hartaku padanya.Mungkin in adalah karma bagiku yang telah menyianyiakan keluargaku.."kata Oscar dengan air mata yang berurai diwajah keriputnya. Justin menghapus air mata Oscar dengan jarinya.


"Kek...sekarang kakek tak sendiri lagi..kakek harus semangat ya...aku dan ayah akan selalu bersama kakek...kakek masih ingin menggendong cicit kakek kan?"kata Justin


"Tentu saja my Grandson...tapi apakah Michael sudah memaafkanku?" kata Oscar dengan lesu.


"tentu saja aku memaafkan papa...bagaimanapun kalau tidak ada papa, tidak ada aku yang tampan ini...." kata Michael yang sudah berdiri di depan pintu.


Michael pun langsung menghampiri Oscar dan memeluknya dengan erat. Mereka bertangis tangisan dalam pelukan. Mereka berdua sama sama melampiaskan rindu yang telah lama terpendam.


"Ehmmm...aku dilupain nih.." Justin berdehem untuk menyadarkan mereka.

__ADS_1


"Eh lupa ada tuyul ayah disini..."kata Michael sambil terkekeh.Justin hanya mendengus kesal karena disebut "tuyul" olej ayahnya.


Justin berpamitan pada Michael dan Oscar, karena Jess dan Vano telah sampai dirumah mereka untuk mengemasi barang barang Jess.


__ADS_2