My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Jalan jalan


__ADS_3

POV Jesslyn.


Aku hanya dapat melihat gelap saat ini..aku takut..sangat takut sendiri di kegelapan ini. Aku menoleh kesana kemari, tapi tak ada apapun yang bisa kulihat. Aku seperti tersesat tapi tak tahu harus kemana. Tak ada pintu keluar, aku rasa disini hanya dikelilingi dinding tanpa ada pintu keluar. Aku hanya bisa meringkuk dan menangis ditempat asing ini. Aku berteriak meminta tolong, tapi tak ada suara yang bisa keluar.


Aku tak tahu harus berbuat apa lagi...seringkali lamat lamat aku mendengar seseorang mengajakku berbicara. Tapi sama sekali aku tak bisa menanggapinya. aku seperti berteriak diruang hampa.


Aku merasa sangat lelah saat ini, tenagaku seakan terkuras tanpa aku melakukan apapun.


Samar samar secercah cahaya terlihat didepan mataku. Aku berusaha bangkit menghampiri cahaya itu. Tapi rasanya aku tak sanggup lagi berdiri. Dengan sisa sisa kekuatanku aku mencoba merangkak. Setitik cahaya itu semakin terang. dan kini terlihat sebuah taman bunga yang sangat indah..


Dari arah cahaya itu, aku melihat sepasang laki laki tampandan perempuan yang sangat cantik. Laki laki itu memakai kemeja putih dan celana panjang dengan warna senada. Dan perempuan yang disampingnya juga terlihat sangat cantik dengan dress putih polos selutut, rambut lurus sebahu menambah kecantikannya.


Mereka tersenyum ke arahku, aku sangat mengenali mereka. Dengan kekuatanku yang perlahan pulih aku berjalan mendekat kearah mereka. Segera aku memeluk dua orang yang sangat ku rindukan itu.


"Mama....papa...hiks,,,hiks....aku kangen kalian...aku ingin pergi bersama kalian". kataku kepada mereka.


"Jesslyn kau sangat cantik Nak...Papa dan Mama juga sangat merindukanmu. Ayo kita jalan jalan sebentar". Kata ayahku sembari menggandeng tanganku.


Kami pun berjalan bertiga seperti aku saat masih kecil dulu. Mereka mengajakku ke sebuah taman hiburan. Kami naik wahana kuda bertiga dan tertawa lepas. Itu adalah hal yang sangat ku rindukan. Dulu papa dan mama sangat sibuk mengelola perusahaan mereka. Tapi jika ada waktu luang, mereka selalu berusaha menghabiskan waktu bersamaku.


Setelah kami puas menaiki wahana komedi putar, Mama mengajakku menaiki biang lala. Itu adalah wahana favoritku. Tapi papa sangatlah takut dengan ketinggian. Dia akan gemetaran sepanjang hari jika nekat naik wahana itu. Namun kali ini, papa ikut kami menaikki biang lala dan ia tidak nampak ekspresi ketakutan di wajah papa. Sebaliknya Ia sangat bahagia saat naik bersama kami. Dari atas aku bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Aku sangat bahagia bisa bermain lagi dengan orang tuaku. Aku merasa kembali di masa saat aku masih kecil.


Saat wahana mulai berhenti kami bertigapun turun dari wahana itu. Papa dan mama kembali menggandengku dan mengajakku duduk disebuah bangku taman yang dikelilingi kolam ikan yang diatasnya ditumbuhi bunga teratai.


"Jesslyn...apakah kamu bahagia saat ini?" Tanya Mama sambil mengelus rambutku.


"aku sangat bahagia ma..pa...aku sangat..sangat bahagia bisa berkumpul bersama kalian lagi.."kataku kepada mereka.


"Kami berdua sangat menyayangimu...Kami tak akan membiarkan seorangpun mencelakaimu, Nak.." Kata papa.


"Aku juga sangat sayang kepada kalian berdua..aku ingi bersama kaloan sepanjang waktu..aku tak ingin berpisah dengan kalian lagi..." Kataku sambil memeluk mama.


" Tidak sayang..ini belum waktunya kita berkumpul...kamu harus pulang..ini bukan tempatmu.."kata papa sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak..pa..aku ingin disini bersama kalian..."akupun mulai menangis.


"Sayangku...jika nanti sudah waktunya..kita akan berkumpul kembali nak..untuk saat ini kamu harus pulang...ada yang sangat merindukanmu disana."kata mama sambil tersenyum.


"Maksud mama...?"


"Kamu akan tahu Nak...sekarang kembalilah..ada hal yang harus kamu selesaikan di sana dan kamu akan bahagia bersama pangeranmu.."


mama dan papa memelukku erat dan mencium keningku bergantian. Semakin lama mereka semakin menjauh dariku.Mereka menjauh sambil tersenyum dan secara perlahan merekapun menghilang. Aku hanya menangis sendirian di tempat ini.


Perlahan taman itu hilang dan kegelapan kembali hadir. Lamat lamat terdengar beberapa orang memanggil namanya.


POV JESSLYN End.


Justin dan Michael sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang ICU. Disana mereka melihat beberapa dokter dan perawat sedang memeriksa Jesslyn.


"Ada apa ini?apa terjadi sesuatu?Tanya Michael.


"Bagaimana dengan tekanan darah, aturasi dan dan denyut nadi pasien?" Kata Michael.


Saat ini Justin hanya dapat menunggu di luar ruangan.Ayahnya melarangnya masuk, Ia tak diizinkan menangani Jess langsung karena dikhawatirkan tidak dapat mengendalikan dirinya jika ada apa apa dengan Jess. Justin pun memilih menuruti ayahnya. dan membiarkan ayahnya yang menangani Jess.


"Saat ini fungsi organ vital pasien sudah ada peningkatan. Tekanan darahnya 110/70 mmHg dan aturasinya berada di angka 90%, denyut nadi pasien 70/menit." kata dokter itu menjelaskan.


"Hmm..bagus..pertahankan kondisi pasien. kalian boleh pergi sekarang." kata Michael kepada perawat dan dokter itu.


Ia pu n menyuruh Justin masuk ke dalam ruangan itu.


"Bagaimana ayah? apa terjadi sesuatu?" Tanya Justin terlihat sangat khawatir.


"Tadi iya..kondisinya sempat menurun, tapi barusan ada sedikit pergerakan Jesslyn, dan fungsi organ vitalnya sudah menunjukkan perkembangan yang cukup bagus. " kata michael.


"Syukurlah kalau begitu, Ayah istirahatlah..aku akan menjaganya.." Kata Justin terlihat lega.

__ADS_1


"Apa kamu mengusir ayahmu yang sudab renta ini Nak..?" kata Michael dengan ekspresi memelas.


"Iya...cepatlah mencari pacar ayah..agar ayah tidak menggangguku lagi..."kata Justin menggoda ayahnya.


"Dasar anak kucing...kalau sudah tak butuh ayah saja kamu ngusir ayah.."kata Michael mencebik.


"Kalau aku anak kucing berarti ayah kucing garong nya,,"kata Justin memukul bahu ayahnya.


"Hmmmm...baiklah..baiklah...kalau begitu ayah mau ke pantry dulu membuatkan makanan untukmu. Kau makan sedikit sekali tadi".


"Terimakasih ayah...nanti kita makan disini saja,..aku tak mau meninggal Jess sendirian".


"You're welcome Son..ayah pergi dulu". kata Michael


Justin segera mengganti bajunya dengan baju steril diruang itu. Ia pun menghampiri Jess dan mulai mengajaknya mengobrol.


"Jesslyn..apa kamu mendengarku sekarang....?jess...hari ini aku resmi menjadi CEO rumah sakit ini..ayah ingin pensiun dini, katanya mau mencari pacar untuk menggantikan Bunda. Aku sing setuju setuju saja..tapi apa kamu setuju...?" kata Justin sambilnmenggenggam telapak tangan Jess.


"Jess...apa kamu tahu? Saat kamu terbangun nanti dan kamu sudah sembuh aku ingin segera melamarmu, dan segera memilikimu. Tapi kalau kamu tak kunjung bangun yaa....terpaksa aku akan mencari yang lain...aku akan menciuminya dan akan ku ajak dia berkeliling dunia bersamaku". kata Justin menggoda Jess yang masih menutup matanya.


"Jadi apakah kamu tak ingin bangun juga?aku hitung 3 kali kalau kamu tak membuka mata juga, aku akan pergi meninggalkan mu lagi..." Kata Justin mengeratkan genggamannya pada Jess.


"Satu....Dua...ti..."


...----------------...


Sebenarnya mimpi Jesslyn yang author ceritakan, itu pernah author alami waktu ayah author meninggal.Kira kira hampir sama lah ya...


semoga kalian syuukkkaa....


terimakasih..


**AlCha**

__ADS_1


__ADS_2