
Justin tak tahu ia harus bahagia atau bersedih. Ia hanya diam saat melihat layar monitor itu. Jess pun semakin binggung dengan sikap Justin.
"By...ada apa?"tanya Jess. Tapi Justin hanya menanggapinya dengan senyum yang sulit diartikan.
"Setelah ini kita lakukan MRI ya Honey..." kata Justin tanpa menjawab pertanyaan istrinyq.
"Tapi sebenarnya ada apa By...?" tanya Jess.
"Honey...dengarkan aku...apapun hasilnya nanti...kamu harus terima ya...." kata Justin dengan raut muka yang sulit diartikan.
"Memang ada apa denganku By?" tanya Jess yang mulai menangis.
"Honey semua baik baik saja...hanya...." jawab Justin tidak melanjutkan kata katanya.
"Hanya apa By..jangan buat aku takut!" kata Jess dengan nada yang mulai meninggi.
"Honey dengarkan aku..ada kabar baik dan buruk untuk kita....tapi aku harus memastikan terlebih dulu,aku tak dapat memastikan ini kepadamu sebelum kamu melakukan tes lanjutan." kata Justin.
"By...tolong jangan buat aku semakin bingung..."kata Jess.
"Kamu sedang mengandung Honey..ada 3 kantung embrio di rahimmu..usia mereka sudah 6 minggu...." kata Justin.
"Jadi aku hamil By?3 kantung embrio..apa artinya mereka kembar?" tanya Jess dan dijawab dengan anggukan oleh Justin. Jess langsung memeluk Justin. Ia menangis haru.Karena tak menyangka ia bisa mengandung setelah prosedur miomektomi yang dijalaninya.
"Tapi ada kabar buruk juga yang harus aku sampaikan padamu Honey.." lanjut Justin, seketika jantung Jess berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"Apa itu By...?Apa kabar buruknya?" tanya Jess lirih.
"Kamu mengalami endometriosis kehamilan yaitu tumbuhnya jaringan yang melapisi dinding lahir, dan itu yang menyebabkan kamu mengalami kram perut berkepanjangan." jelas Justin yang tak mau menutupi apapu pada istrinya.
"Apa itu berbahaya By?" tanya Jess.
"Hmmm.....untuk kasusmu sangat berbahaya honey...karena endometriosis yang kamu alami menyebabkan plasenta previa yaitu plasentanya menghalangi jalan lahir, dan itu memicu pendarahan hebat setelah melahirkan nanti.Itu sangat berbahaya untukmu Honey..." kata Justin sambil mengusap pucik kepala Jess.
__ADS_1
"Apa itu benar dok?" tanya Jess pada dokter Lisa yang membiarkan Justin menjelaskan sendiri pada istrinya.
"Benar Nyonya....itu sangat berbahaya untuk keselamatan Anda..jadi saya menyarankan Anda untuk melakukan aborsi sebelum terjadi hal hal berbahaya pada Anda Nyonya..." kata Dokter Lisa.
Bagai tersambar petir Jess tak pernah menyangka bahwa kehamilannya akan menjadi sesuatu yang tidak diinginkannya. Ia sangat menantikan kehamilan ini.
"Tidak dok...aku tidak akan melakukan aborsi pada bayi ini...apapun resikonya.." kata jess dengan air mata yang sudah membanjiri wajah putihnya.
"Tapi Honey...ini berbahaya..." kata justin.
"By..sejak kapan kamu jadi seorang pembunuh?mereka tak berdosa By..?tidak..aku tidak mau melakukan aborsi sialan itu!"kata Jess dengan tatapn mata tajam.
"Honey...kita bisa memiliki anak lagi setelah ini..aku akan mengusahakan bagaimanapun caranya..aku tak mau kehilangan kamu Honey.." kata justin sambil menggenggam erat tangan Jess.
"Kamu benar benar egois Justin!"teriak Jess sambil menghempaskan genggaman tangan Justin. Dan berlari keluar.
"Jesslyn!!" teriak Justin ia oun mengejar Jess yang berlari keluar ruangan tersebut.
Sejujurnya ia juga merasa sangat dilema saat ini. Setelah penantian selama 6 bulan ia dan Jess dikaruniai 3 janin kembar sekaligus, tapi ia juga tak ingin mengambil resiko yang membahayakan nyawa Jess. Ia hanya meremas kasar rambut dikepalanya.
Saat ia akan memeriksa bagian CCTV ada pesan yang masuk di ponselnya.
Jess sedang berada di ruanganku Justin, Kau tak usah khawatir. Beri dia waktu. Jess sudah menceritakan semuanya.
Alexa.
Kabari aku kalau dia sudah tenang.
Justin.
Justin menghela nafas lega. Ia pun memutuskan unt kembali ke ruangannya. Di ruangannya, Justin menyalakan rokoknya untuk mengusir kekalutannya. Sebenarnya ia jarang sekali merokok. Ia hanya merokok disaat suasana hatinya sedang suntuk.
POV JESS.
__ADS_1
Aku tak tahan lagi dengan apa yang diucapkan oleh Justin. Aku sangat menantikan hadirnya bayi dikehidupanku. Sungguh anugrah luar biasa yang aku terima, 3 janin sekaligus hadir di rahimku. Tapi semua itu tak bertahan lama ketika suamiku mengatakan bahwa kehamilanku beresiko dan menyarankan untuk menggugurkan mereka. aku memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Aku tak ingin kehilangan orang orang yang kusayangi lagi. Cukup kedua orang tuaku. Jangan anak anakku. Biar aku saja yang menghadapi semuanya.
Jess keluar dari ruangan dokter Lisa dengan air mata yang terus berderai. Ia tak menghiraukan lagi rasa kram yang terus menjalar di perutnya. Hingga tak sadar ia menabrak Alexa yang selesai melakukan operasi pagi ini.
"Jess..!!"pekik Alexa saat mendapati sang adik rak sengaja menabraknya. Jess yang mengetahui Alexa langsung memeluknya sambil terus menangis.
"Ada apa Dek...kenapa kamu menangis?"tanya Alexa.
"Ayo kita ke ruanganku."imbuhnya.
Ia pun merangkul Jess dan membawa ke ruangannya.Sesampainya di ruangan Alexa, tangis Jess semakin menjadi.
"Jess ada apa? mengapa kamu sampai menangis seperti ini?" tanya Alexa yang semakin bingung.
"Aku hamil Kak...Kembar 3..."jawab Jess.
"Apa..?kembar tiga?tapi mengapa kamu malah bersedih sayang?ini berita membahagiakan..."kata Alexa sambil menyodorkan air mineral yang ada di kulkas dalam ruangannya.
Jess pun menceritakan tentang komplikasi kehamilannya pada sang kakak. Alexa sangat terkejut, tapi juga tak tahu hayus berbuat apa saat ini. Yang bisa ia perbuat hanyalah menenangkan adiknya.
"Sayang....saat ini semua keputusan ada di tanganmu...memang benar apa yang dikatakan dokter Lisa dan Justin. Kehamilanmu sangat beresiko untuk keselamatanmu. Tapi kita berdoa saja, agar semuanya menjadi baik baik saja. Kakak percaya padamu." kata Alexa. Ia pun kembali memeluk adiknya untuk menyalurkan energi positif untuk Jess agar ia merasa tenang.
Sejujurnya, Ia sangat khawatir dan sedih dengan kondisi adiknya, tapi bagaimanapun yabg terpenting saat ini adalah menjaga kondisi psikologis ibu hamil itu,agar tidak stress dan bisa menjalani kehamilannya dengan baik.
"ehmmm...apa adik kakak ingin makan atau minum sesuatu?" tanya Alexa.
"Jangan ditahan kalau tak ingin triplets ku ngiler..." lanjutnya sambil terkekeh.Jess menggeleng.
"Ayolah....kamu ingin makan apa...?"paksa Alexa.
"Kak...aku ingin makan hot dog saja dengan bubble tea." jawab Jess.
" Baiklah kakak pesankan." alexa pun memesan makanan itu untuk mereka berdua. Karena walaupun belum waktunya makan siang, Alexa sudah merasa lapar setelah operasi tadi.
__ADS_1
Tak sampai 30 menit, makanan pun sampai. Tapi alangkah terkejutnya Jess yang mengetahui siapa yang menjadi kurir makanan itu.