My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Mandi bersama


__ADS_3

"Dokter Helena maafkan kami jika harus menunggu setelah menantuku tertidur...kita baru bisa berbicara dengan serius..." kata Michael membuka pembicaraan malam itu.


"Ah..tidak apa apa Tuan Michael, itu lebih baik, karena saat ini yang terpenting adalah membuat psikologi Nona Jesslyn tetap stabil,agar saat hari melahirkan tiba, ia lebih rileks dan bisa memperkecil resiko persalinannya."


"Oh ya..tadi sudah saya beritahukan pada Nona Jess, bahwa besok pagi kita sudah bisa mulai pemeriksaannya.Apa Tuan Justin besok bisa meluangkan waktu untuk Nona Jesslyn?"tanya Helena.


"Saya bekerja dari rumah sampai waktu bersalin istri saya tiba,dokter. Dan saya juga sudah mengalihkan semua jadwal operasi saya ke dokter lain. Jadi saya punya banyak waktu untuk menemani istri saya." jawab Justin.


"Wah..rupanya dokter Justin ini suami yang sangat siaga ya..."kekeh dokter Helena untuk mencairkan suasana.


"Walaupun saya dokter, itu berlaku saat berada di rumah sakit saja..kalau di rumah,saya hanyalah seorang suami untuk istri saya.." kata Justin.


"Saya sangat salut padamu dokter Justin...pertahankan itu.."kata perempuan berusia 40an tahun itu dalam bahasa Inggris.


(Jadi,karena dokter Helena berasal dari Perancis dia pakai bahasa Inggris dan Perancis ya gengs..tapi othor nulisnya udah ditranslate ke bahasa Indo biar kagak pusing..🤔🤔).


Pembicaraan mereka berakhir saat hampir tengah malam. Dokter Helena pamit untuk beristirahat, begitu pun Justin dan Michael juga pergi untuk beristirahat. Sedang Alexa sudah lebib dulu kembali ke kamarnya, karena sudah terlalu mengantuk.


*****


Area 21+


yang belum dewasa harap skip ya....


Pagi ini cuaca sedikit mendung disertai gerimis kecil. Jess mulai membuka mata saat ia merasakan ada tangan kekar yang melingkari tubuhnya. Karena udara pagi ini lebih dingin dari biasanya, ia jadi sedikit malas untuk langsung bangun. Perutnya yang sudah sangat besar membuat ia cukup kelelahan untuk sekedar melakukan aktifitas ringan.


Ia perlahan membalikkan posisi tubuhnya untuk menghadap Justin agar Justin yang masih tertidur pulas tak ikut terbangun. Justin yang merasakan pergerakan di sampingnya, ikut menggeliat. Ia pun membuka matanya, dan mendapati Jess sedang memandanginya dengan senyum manis.


"Morning Hubby..."kata Jess sambil tersenyum.


"Morning too Honey...What a beautiful smile..."Kata Justin seraya mengecup bibir Jess.


"Maaf membangunkanmu.."kata Jess merasa bersalah.


"Kan memang sudah waktunya bangun..sudah ingin mandi?biar kusiapkan air hangatnya."kata Justin.


"Mandiin....."kata Jess dengan manja.

__ADS_1


Justin bingung dengan permintaan bumil satu ini. Karena sudah mati-matian ia menahan hasrat untuk berc**ta dengan sang istri. Karena kondisi kehamilannya yang rawan pendarahan. Sebagai seorang dokter Justin sangat mengerti dengan itu semua. Ia tak bisa sembarangan berc**ta dengan Jess sampai ia selesai nifas kelak.


"Tapi honey...."


"Hubby nggak mau mandiin istrinya sendiri?Apa karena bentuk badanku yang sudah bengkak, kamu jadi males lihat aku By?"tanya Jess.


"Bukan begitu Honey...kamu malah semakin cantik dan tambah seksi selama kamu hamil...tapi gimana dengan...."kata Justin sambil menunduk,memperhatikan samurainya yang mulai on fire karena membayangkan tubuh seksi Jess.


"Ya..tahan aja...Kamu nolak keinginan mereka By?" tanya Jess dengan ketus.


"Iya..iya...kalau begitu aku siapkan air hangatnya dulu ya Honey...." kata Justin dengan raut muka yang sukit diartikan.


"hhuufftt.....main solo lagi deh....sabar ya Jenot...."batin Justin sambil mengelus samurainya pelan.


Selesai mengisi bak mandi dengan air hangat, Justin segera menghampiri Jess untuk membantunya mandi.


" Honey..mandi yuk...sudah siap airnya.."kata Justin.


"Kita mandi barengan ya By...." kata Jess dengan mata berbinar.


"Alamaaak.....kenapa mesti minta mandi bareng kasian banget kamu Jen..."gumam Justin sambil meringis membelakangi Jess.


Sesampainya di kamar mandi, Jess mulai membuka satu persatu pakaiannya di depan Justin. Hingga tubuhnya benar benar polos. Walaupun perutnya sudah sangat membesar, tapi dimata Justin istrinya itu berkali kali terlihat lebih seksi saat hamil. Melihat tubuh polos istrinya itu, sontak membuat samurai yang dari tadi tegak berdiri, kini bertransformasi menjadi anaconda yang siap menelan mangsanya bulat bulat.


Jess yang melihat milik Justin yang sudah On fire dibalik celana boxer langsung menghampiri Justin. Jess menarik Justin ke arah kloset dan duduk di kloset sedangkan Justin berdiri dihadapannya. Dan mulai menurunkan penutup anaconda itu.


"Apa yang kamu lakukan Honey...." tanya Justin dengan tatapan sayu.


Jess tak menjawabnya,langsung menji*** dan menc**mi anaconda yang sudah siap menerkam mangsanya itu.


"Hhhhooonneeeyyyy....Aaahhhh.....jangan Honey...." kata Justin dengan suara berat. Entah kenapa antara otak dan tubuhnya kini tak lagi sinkron. Otaknya tidak mengizinkan Jess melakukannya. Tapi tubuhnya sangat menginginkan sentuhan yang lebih.


"Honnnneeeyyyhhh....aaahhh....hentikan sayang....nyaman sekali sayangg....Jesslyn....aahhh...." racau Justin yang merasakan sensasi begitu nikmat saat Jess sengaja meny**ap dan sedikit memainkan anaconda yang sedang marah itu di dalam mulutnya.


Justin yang sudah merasakan kenikmatan itu secara refleks iku mer***s ******** Jess yang kini sudah berwarna gelap di daerah areolanya.


Tanpa mengindahkan larangan Justin yang sedang keenakan, Jess terus saja menggu***,menye*** dan menji*** bahkan memberi gigitan gigitan kecil pada ***** Justin ynag sudah tegak berdiri.

__ADS_1


Justin segera melepaskan tangan Jess,berlutut di hadapan Jess dan meraih bibir Jess yang berwarna kemerahan. ci***** itu berlangsung lumayan lama dengan tangan Justin yang sudah kesana kemari bermain main di bukit kembar yang kini berwarna kehitaman di puncaknya itu.


Setelah puas berciuman, bibir Justin turun ke leher Jess dan7 membuat tanda kepemilikan disana. Jess melenguh karena merasakan geli bercampur nikmat saat Justin memberikan tanda di leher jenjangnya.


Kini bibir Justin melanjutkan perjalanannya menuju bukit dengan pohon beringin coklat disana. Ia memainkan pohon beringin itu, hingga sabg pemilik benar benar merasakan sensasi nikmat yang luar biasa.


"Hubby....geliiii...aaahhh...byy.....enak..biiii......"racau Jess saat ia melakukan pelepasan.


Setelah puas bermain disana, Justin mengecup perut besar Jess.


"By...biar aku yang mengeluarkan "bisa" anacondanya..."kata Jess dengan suara yang hampir mirip de***an.


"Kamu yakin Honey..?" tanya Justin. Jesspun menjawabnya dengan anggukan.


Justin kembali berdiri di hadapan Jess. Jess langsung memasukkan lagi anaconda itu kedalam mulutnya dan memainkannya disana. Erangan dan ******* Justin menghiasi pagi itu. Hingga akhirnya anaconda itu menyemburkan bisanya sesaat setelah Jess mengeluarkannya dari goa keduanya.


Justin langsung terkulai lemas setelah ia "bisa peliharaan"nya itu keluar.


"Bagaimana bisa kamu senakal itu Honey.."tanya Justin yang masih terengah engah.


"Hehe..nonton di laptop kamu By....terus aku nyobain..aku cuma nggak mau, kamu nyari pelampiasan di luar selama aku nggak bisa dipake By...." kata Jess sambil terkekeh.


"Oh My God...istriku...kamu benar benar nakal sekarang...." kata Justin sambil memencet hidung Jess yang sekarang terlihat lebih kecil dengan pipi tembemnya.


Setelah melakukan kegiatan yang cukup melelahkan itu, akhirnya mereka memutuskan untuk mandi yang sebenarnya. Sesekali Justin mengusap perut Jess dan dibalas tendangan dari dalam yang terkadan membuat Jess memekik karena kaget.


Setelah sekitar 30 menit, Jess dan Justin menyudahi acara mandi mereka. Justin keluar dari bathup untuk mengambil handuk untuk dililitkan di pinggang dan sebuah bathrobe untuk dipakai Jess.


Saat Jess keluar dari bathup dibantu Justin yang memeganginya, tiba tiba ia merasakan sakit luar biasa di perut dan pinggangnya.


"Tolong By....perutku...."rintih Jess sambil memegangi perutnya.


"Honey...apa yang terjadi?"kata Justin yang ikut panik.


Darah segar mengalir dari sela sela paha Jess. Justin yang melihatnya langsung berubah pias.


"Ho..honey...darah..."

__ADS_1


__ADS_2