My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Makan siang bersama


__ADS_3

Justin dan Jesslyn tiba di rumah Freddy. Karina, istri Freddy sudah menyambut mereka berdua di depan pintu. Jess pun menghambur memeluk Karina dan mencium kedua pipinya.


"Kalian sudah datang..."kata Karina.


"Bunda apa kabar?" tanya Jess melepas pelukan Karina.


"Baik Nak...ayo masuk..." ajak Karina.


Merekapun masuk ke dalam rumah.


"Kak Fano dan kak Vino belum pulang ya Bun?"tanya Jess.


"Mungkin mereka masih dijalan, sambil nunggu yang lain, kalian ingin minum apa? biar pelayan yang buatkan." tanya karina.


"Biar aku buat sendiri Bun..sekalian mau buatkan kopi buat Kak Justin."kata Jess.


"iya boleh Nak..nanti kamu bisa minta tolong sama bibi kalau tak tahu dimana tempat kopinya." kata Kirana.


" Iya bund..." Jess pun menuju ke dapur untuk membuat minuman.


Setelah minuman selesai dibuat, Jess kembali ke ruang tamu untuk mengobrol dengan Karina dan Justin.


"Jess bagaimana tadi fitting gaun pengantinnya?apa sudah cocok?" tanya Karina.


" Sudah Bund..Bunda besok jadi fitting baju juga kan?" Kata Jess.


"Iya besok bunda juga fitting bareng Alexa, Vano juga Vino, karena cuma besok mereka berdua ada jadwal kosong. Maklum mereka baru saja mulai memimpin perusahaan Papamu, jadi mereka sangat sibuk sekarang. Tapi Jess tenang saja kedua kakakmu dengan senang hati akan meluangkan waktu untuk adiknya yang paling cantik" kata Karina sambil mengusap rambut kepala Jess.


"Kasian Kak Vino dan Kak Vano pasti mereka sagat capek.." Kata Jess.


"Mengurus perusahaan itu memang butuh tenaga,waktu, dan pikiran kita,..tapi kita harus berusaha Honey..karena ada ribuan karyawan yang menggantungkan hidupnya kepada pemimpin. Sebentar lagi kamu juga harus memimpin perusahaan orang tuamu Honey..." kata Justin yang tiba tiba menyahut.


"Kak..tapi aku mana bisa...mending aku serahkan sama Papa Freddy yang lebih ngerti...." Kata Jess.


"Papa cuma bisa membantu Jess, tapi semua kendali tetap ada di kamu...papa tidak akan mengambil alih aset keluarga Gunawan walaupun Papa adalah anak kandungnya. Karena yang papa punya sekarang sudah cukup untuk kami.Bukan begitu Bun..?"kata Freddy. Ian baru saja datang dan mendengar Jess ingin menolak memimpin perusahaan.


"Jess..kamu adalah pewaris tunggal seluruh aset keluarga Gunawan. Ribuan karyawan menggantungkan nasibnya pada keputusanmu Nak..kalau kamu menolak siapa yang akan memimpin mereka..bagaimana nasib keluarga mereka jika kamu menyerah..coba pikirkan lagi.." kata Kirana dengan bijak.


"Lalu bagaimana aku memulainya Yah..pa..?" kata Jess menatap ke arah Freddy dan Michael.


"Pengalihan jabatan perusahaan kurang seminggu lagi Jess, sekarang kantor papamu sedang kosong, mulai besok kamu harus sudah pergi ke kantor untuk belajar mengelola perusahaan.Kita akan belajar pelan pelan, tenang Princess kamu pasti bisa.." kata Michael memberi semangat.


"Lalu kuliahku?"tanya Jess lagi.

__ADS_1


"Kamu tetap bisa kuliah Honey..tenang saja...calon suamimu yang akan mengaturnya." sahut Justin.


"Papa akan menemanimu di kantor besok, kita akan mulai bersama sama besok."kata Freddy.


Tak berapa lama si kembar Vano dan Vino datang bersamaa.


"Selamat siang semuanya..." kata mereka bersamaan.


" Lhow tumben kalian pulang barengan?" tanya Karina.


"Iya Bun..tadi Vino nebeng Kakak..mobil Vino ngadat,jadi Vino suruh kakak jemput ke kantor Vino..." kata Vino.


"Ck..makanya punya mobil tuh jangan dianeh anehin Dek..jadi gampang ngadat kan?baru seminggu masuk bengkel,udah ngadat lagi.."kata Vano.


" Lah..daripada lu Bang..pemborosan terhadap mobil...gonta ganti mobil terus..tuh namanya buang buang duit." kata Vino


"Sudah sudah..kalian ini berantem terus kerjaannya...cepat ganti baju sana terus kita makan.Hari ini kalian cuma kekantor setengah hari kan" kata Karina meleraibkedua puteranya.


"Iya Bun..demi adek Vano dan Vino rela deh kerja setengah hari aja,kan jarang jarang kita bisa kumpul gini. Jess hanya tersenyum mendengar celotehan dua kakaknya itu.


"Eh..Kak alexa kok belum datang ya Bun?" tanya Jess.


"Iya Jess...harusnya dia sudah datang lhow.." kata Karina. Tak lama kemudian,seorang wanita cantik masih lengkap dengan jas putihnya masuk.


"Terimakasih...Alexa..kamu kok repot repot sih Nak...harusnya nggak usah bawa bawa kue gini..." kata Karina.


"Bi...tolong bawa ke dapur ya..potong potong terus nanti bawa kesini." perintah karina pada salah satu maid.


"Iya..nyonya.."jawab pelayan itu.


"Ayo kita segera makan siang,sudah lengkapkan semuanya.." ajak Freddy.


Mereka pun segera makan siang bersama sambil mengobrol.


"Jess..ada yang papa mau bicarakan denganmu. Mulai minggu depan, sebelum tanggal pernikahan kalian, Jess tinggal dulu di rumah papa ya...?" kata Freddy.


"Tapi kenapa Pa?"sahut Justin.


" Sebelum menikah, mempelai pria dan wanita memang seharusnya tidak bertemu, istilahnya kalian harus dipingit, untuk menghindari kejadian kejadiannyang tidak diinginkan.." Jawab Freddy.


" Kan ini sudah zaman modern pa..."kata Justin.


"Tadi papa sudah bicarakan ini dengan Michael, dan ayahmu setuju kalau kalian tidak dipertemukan dulu. Lagian kan masih bisa video call.. jadi apa bedanya iya ka Mike?"kata Freddy.

__ADS_1


" Betul itu Justin...biar nanti waktu kalian menikah aura pengantinnya keluar, begitu kata orang jaman dulu..memang kalian tidak bosan apa setiap hari ketemu?" kata Michael sambil menggoda puteranya.


"Ayah dan mendiang ibumu dulu juga begitu, dipingit selama hampir sebulan tidak boleh bertemu, mana belum ada hp waktu jaman dulu. Jadi waktu kami bertemu saat pemberkatan,rasanya benar benar sangat bahagia..." Kata Michael mngenang hari pernikahanya dulu.


Justin terlihat sangat frustasi mendengar keputusan para orang tua.Sehari saja tak melihat Jess ia sudah sangat rindu, apalagi kalau harus seminggu.


Vano yang melihat calon adik iparnya nampak fristasi langsung menggodanya.


"kelihatan Frustasi banget bro.." Goda Vano.


" apaan sih.." kata Justi sebal.


"asal jangan sampai lihat pelayan jadi kayak lihat Jess lhow ya bisa bahaya untuk kelangsungan hidup si Jenot" kata Vano sambil terkekeh.


"Awas kalau kalian nanti menikah...ku buat 3 bulan tak bisa bertemu dengan calon kalian."kata Justin kesal.Vano hanya terkekeh melihat Justin yangvsudah kesal saat ini.


Disaat semua orang sedang mengobrol tentang persiapan pernikahan Jess dan Justin, ada dua pasang mata yang sedari tadi saling curi pandang dan tersenyum saat mereka bertatapan. Mereka adalah Alexa dan Vino.


Sudah sejak lama mereka saling menyukai satu sama lain, Vino adalah teman satu kampus Alexa saat mereka masih kuliah tapi beda fakultas. Vino mengambil jurusan Public Relation, sedangkan Alexa jurusan kedokteran. Namun tak ada diantara mereka yang berani menyatakan cinta.


"ehm....dari tadi yang lain becanda ngobrol ngalor ngidul, eh yang satu ini malah asyik pacaran..." kata Vano dengan nada menggoda.


mereka berdua pun langsung merona merah karena menahan malu.


"Kalau suka tuh bilang, jangan ditahan..nanti jadi jerawat lhow..." Goda Vano lagi.


Mereka semua pun terkekeh mendengar kata kata Vano untuk Alexa dan Vino.


" Om..tante..Alexa mau pamit dulu...karena harus kembali ke rumah sakit.."pamit Alexa.


"Iya sayang..makasih ya sudah mau makan aiang bersama dirumah kami.." Kata Karina sambil memeluk Alexa.


"Dek..kakak balik ke rumah sakit dulu ya..."kata Alexa kepada Jess merekapun berpelukan.


"Iya kakak hati hati ya..." Kata Jess.


"Alexa sayang..biar Vino yang mengantar kamu ya..." tawar Karina.


"Tidak usah tante...Alexa bawa mobil sendiri kok..."jawab Alexa.


"Nanti mobilnya biar diantar ke rumah sakit sama orang rumah, sekarang biar Vino aja yang antar biar cepat..ini udah hampir terlambat lhow..."kali ini Vino ikut menimpali.


"Ya sudah..kalau gitu aku nurut kamu aja.."jawab Alexa sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun menuju ke rumah sakit dengan kecepatan agak tinggi.


__ADS_2