
Michael tertegun mendengar ucapan Jess.
"Yah...apa ayah memikirkan hal yang sama denganku?" tebak Jess.
" Apa itu Princess?" tanya Michael.
"Ini hanya dugaan sementara Jess ayah..apa mungkin pria itu kembaran papa?"
" Ayah juga sempat berfikir begitu Nak..karena wajah mereka sangat mirip, yang membedakan hanya tahi lalat di bawah mata, papamu tidak punya tahi lalat kecil di bawah mata." kata Michael.
"apa ayah tahu siapa nama pria itu Yah?" tanya Jess.
" Ya..pria itu bernama Freddy Wijaya, Ia seorang pengacara di sebuah firma hukum. Ayah sudah menyuruh orang untuk mencari tahu tentang dia. Semoga saja ia benar benar pamanmu." kata Michael sambil menepuk lembut kepala Jess.
"Hari ini bagaimana kuliahmu?"tanya Michael,pura pura tidak tahu.
"Huuftt....hari ini sangat melelahkan yah...aku praktik dasar anatomi yah..Kak Justin sangat galak padaku, menyebalkan sekali.."keluh Jess.
"Memang begitu jika ingin menjadi seorang dokter, kamu harus berterimakasih pada cadaver tersebut."kata Michael.
"Maksud Ayah?" tanya Jess.
"Bagi seorang dokter seperti Ayah dan Justin, cadaver merupakan guru besar di dunia kedokteran, tanpa cadaver kita tidak bisa mengetahui anatomi tubuh manusia secara langsung."
__ADS_1
" Justin yang jadi dosen killer saat ada di kelas juga ada benarnya Princess..seorang dokter harus mempunyai tanggung jawab dan disiplin yang sangat tinggi. Jika kita melakukan kesalahan sedikit saja bisa membahayakan pasien. Bahkan pasien tersebut bisa saja kehilangan nyawanya karena kesalahan kecil yang dilakukan oleh seorang dokter. Apa kamu paham Princess?"kata Michael.
"Aku paham Ayah...maafkan Jess kalau terlalu banyak mengeluh, apa Jess masih pantas menjadi seorang dokter?" Kata Jess
" Princess...ayah mau bertanya kepadamu, Apa yang membuatmu ingin menjadi seorang dokter?"tanya Michael.
"Karena aku ingin membantu orang lain Yah..aku ingin menjadi perantara Tuhan menyembuhkan orang lain."jawab Jess mantab.
"Bagus..pertahankan alasanmu itu. Jangan kamu menjadi dokter kalau kamu ingin mencari banyak uang. Itu tidak benar, walaupun kenyataannya pendidikan kedokteran memerlukan banyak uang. Jangan sekali kali Jess. Mereka yang memeriksakan diri kepada kita, memang membayar berapapun yang kita minta, tapi apa kamu tahu, setelah mereka sembuh, bisakah mereka membeli beras untuk makan?"
"Jangan sampai kita membuat penyakit baru setelah menyembuhkan pasien, menjadi seorang dokter itu adalah pengabdian, dokter bukan lahan untuk mencari uang, kalau ingin uang banyak, ya jadilah pengusaha.Jangan jadi dokter. Apa kamu paham Princess?" kata Michael.
"Aku paham Yah... karena nasehat ayah, Jess semakin mantab untuk menjadi dokter, terima kasih ayah..." kata Jess dengan mata berkaca kaca, Michael pun memeluk Jess dengan penuh kasih sayang seorang ayah.
"Frans..Feli..lihatlah puteri kalian, kalian akan sangat bangga mempunyai puteri berhati lembut seperti Jesslyn kalian."batin Michael.
"Jess apa Ayah boleh bertanya satu hal padamu?"tanya Michael.
"iya ayah..ayah mau bertanya apa?"tanya Jess penasaran.
"Jika seandainya seluruh aset yang dimiliki keluargamu kembali ke tanganmu, apa kamu masih ingin menjadi dokter?Sedangkan kamu harus mengelola perusahaan milik ayahmu."tanya Michael.
"Maksud ayah?aku tidak mengerti Yah..."tanya Jess
__ADS_1
"Begini Nak..Dengarkan ayah...kamu adalah pewaris tunggal keluarga Gunawan,sedangkan menjadi dokter adalah cita citamu, aset dan seluruh perusahaanmu, memang telah dikuasai oleh pamanmu, karena ia telah memalsukan semuanya, dalam waktu dekat semua aset dan perusahaan milik Frans akan kembali ke tanganmu, dan kamu harus mengelolanya, karena hanya kamu yang pantas mendapatkannya. apa kamu masih sanggup jika menjadi dokter?"tanya Michael dengan raut muka serius.
"A..ayah...apa yang ayah katakan ini benar?aku tahu dari dulu Grandpa memang hanya akan mewariskan harta tersembunyi Gunawan kepada keturunannya sendiri, tapi bukankah Alexa juga bwrhak mendapatkannya.?"kata Jess.
"Alexa bukanlah anak kandung dari pamanmu, ia hanyalah anak yang diambil dari panti asuhan dan datanya dipalsukan pamanmu agar menjadi anak kandungnya, Alexa sendiri yang mengatakan itu pada kami." Kata Michael.
" Ayah...aku bahkan ikhlas jika semua harta milik keluargaku dikuasai oleh om Felix, aku tidak pernah sekalipun berpikir mengambilnya kembali.." kata Jess.
"Nak..itu adalah hakmu, jangan sia siakan perjuangan papa dan mamamu dulu, dari dulu Felix dan istrinya berusaha merebut harta milik papa dan mamamu tapi mereka berusaha mempertahankannya untukmu, sampai pada akhirnya,Felix yang membunuh kedua orang tuamu dan memalsukan semua surat pengalihan hak waris agar jatuh kepadanya."
Jess yang mendengar penjelasan Michael sangat terkejut, ia tak menyangka paman yang selalu mengajaknya bermain saat kedua orang tuanya sibuk itu berambisi menguasai seluruh harta keluarganya dan ia adalah dalang utama penyebab kecelakaan orang tuanya.
Ia teringat, saat masih kecil, sering sekali ia ditinggal kedua orang tuanya dinas ke luar kota, ia berada di rumah bersama dengan para pelayan, terkadang kakek dan nenekk Jess yang sesekali menemaninya bermain.
Saat kedua orang tuanya tak berada di rumah, Felix dan puterinya Alexa yang lebih tua 3 tahun dari Jess, sering menemani Jess bermain. Bahkan tak jarang mereka menginap disana. Felix sangat menyayangi Jess, bahkan tak segan segan menuruti apapun yang Jess inginkan.
Sampai pada saat Jess duduk di kelas 6 SD, Kakek Jess meninggal dunia karena memang usianya yang sudah lanjut. Beberapa hari kemudian terjadi pertengkaran hebat antar Frans dan Felix, Jess tak tahu apa penyebab pertengkaran itu. Pertengkaran yang terjadi di antara mereka,membuat hubungan keduanya menjadi renggang. Felix tak pernah lagi mengunjungi rumah itu. Termasuk Alexa yang tak lagi mau bertegur sapa dengan Jess, Jess sempat sedih, karena ia tak tahu kesalaham apa yang ia buat hingga membuat sepupunya itu marah kepadanya. Tapi lama kelamaan Jess terbiasa dengan keadaan mereka.
Sejak pertikaian keduanya terjadi, kesehatan nenek Jess menurun, tak lama kemudian neneknya menyusul sang kakek berpulang. Semakin rengganglah hubungan kakak beradik itu, bahkan tak jarang mereka mendapat teror dari orang yang tak dikenal yang mengancam keluarga Jess agar menyerahkan seluruh hartanya. Sejak saat itu, kemanapun Jess pergi, selalu dengan pengawalan bodyguard.
Puncak kejadiannya, ketika Jess sedang merayakan kelulusan, ia berangkat terlebih dahulu ke sekolah mengendarai mobilnya sendiri. Sedang ibu dan ayahnya menyusul karena ada urusan di kantor. Saat perjalanan ke sekolah Jess, mobil Frans dan Feli mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa kedua orang tua Jess.
Sejak saat itu, kehidupan Jess berbalik 180 derajat, dari mulanya ia seorang tuan putri menjadi orang biasa yang hidup pas pasan.Tak ada sanak saudara yang peduli padanya. Ia hidup sebatang kara.
__ADS_1
Seketika, wajah Jess memucat kepalanya terasa pusing, keringat dingin keluar dari tubuhnya,.dadanya terasa sangat sesak, dan perlahan pandangan matanya buram dan gelap.