My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Permohonan konyol dua kakek


__ADS_3

Keesokan harinya, Pagi pagi sekali Justin menjemput Jess di rumah Freddy.Bukan tanpa alasan, karena pagi ini jam 9 Oscar, kakeknya akan menjalani operasi transplantasi ginjal. Ia tidak melakukan operasi sendiri tapi, ia dan ayahnya akan memantau langsung jalannya operasi Oscar yang dilakukan oleh seorang ahli nefrologi yang ia datangkan dari luar negeri.


"Pa..apa Jesslyn sudah siap?" kata Justin ketika Freddy menyambutnya.


" Sebentar lagi Son...mungkin ia masih ganti pakaian,ngomong ngomong kenapa kamu menjemputny pagi sekali? apa ada sesuatu?"tanta Freddy yang belum mengetahui tentang Oscar.


"Ah...saya hanya ingin mengenalkan Jess dengan seseorang, dan kebetulan hari ini beliau menjalani operasi di rumah sakit saya Pa..." jawab Justin.


"oh begitu..." jawab Freddy yang hanya manggut manggut tanpa mencari tahu lebih jauh lagi.


"Bunda kemana Pa..kok tumben nggak kelihatan?"tanya Justin.


"Bundamu pagi pagi sudah ke pasar diantar Vino, katanya hari ini ada arisan di rumah ini..jadi ia belanja keperluan dapur."jawab Freddy.


"oh...begitu lalu Kak Vano?"jawab Justin singkat.


"Semalam Vano pulang ke apartemennya karena setelah mengantar Jess ia langsung ke markas bersama Revan. Mungkin mereka pulang pagi dan terlalu capek jika harus pulang kemari." jawab Freddy.


"Loh..Pa kenapa saya tidak diajak? apa mereka melakukan penyelidikan tanpa saya?" tanya Justin sedikit kesal.


"Mereka tak mengajakmu karena Papa yang melarang, kalau sampai terjadi apa apa denganmu, bagaimana dengan pernikahan kalian..?" jawba Freddy.


"Hmm....maaf pa...aku sampai tak memperdulikan Jess.." kata Justin.


"Selamat Pagi semua..."sapa Jess sambil menuruni tangga.


"Pagi My Princess..."jawab Freddy.


"Pagi juga Honey...apa kamu sudah siap?"kata Justin.


"Sudah Kak...kita langsung berangkat?" tanya Jess.


"Sebaiknya begitu, kita sarapan di kantin rumah sakit saja..nanti siang kita sekalian lakukan MCU buat kamu ya Jess.."kata Justin.


" Iya kak...tak masalah." Jawab Jess. Lalu ia minta izin kepada Freddy.


"Pa..nanti mungkin Jess ke kantor setelah jam makan siang, apa tidak apa apa?" tanya Jess pada Freddy.


"Tentu saja Nak kamu bisa pergi hingga sore hari...nanti biar papa yang handle meeting dengan klien kita.Hari ini kamu terakhir ketemu Justin jadi nikmatilah hari terakhir kalian bertemu sebelum menikah.Untuk urusan kantor serahkan pada papamu ini." kata Freddy dengan senyum merekah.

__ADS_1


"Makasih pa...kita berangkat dulu." pamit Jess sedangkan Justin hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya Princess and Son..hati hati di jalan.." kata Freddy.


Freddy mengantar mereka hingga depan rumah, tak lupa Jess dan Justin mencium punggung tangan Freddy sebelum berangkat.


" Semoga kalian bahagia selamanya Nak.." Gumam Freddy.


Setelah 45 menit perjalanan sampailah Jess dan Justin di rumah sakit. Justin memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi di rumah sakit tersebut.


"Honey..bangunlah..kita sudah sampai.." Kata Justin sambil menepuk pipi Jess. Karena selama di perjalanan Jess tertidur mungkin karena pekerjaan barunya membuat ia kuranv tidur beberapa hari ini


"Eh..maaf kak aku ketiduran tadi..apa kita sudah sampai?" kata Jess.


"Iya..kamu kelihatan kelelahan sekali Jess..aku akan meresepkan vitamin penambah daya tahan tubuh untukmu honey. Agar kamu tidak gampang sakit karena kelelahan" kata Justin sambil memeluk Jess singkat.


"Aku akhir akhir ini sangat sibuk kak..mungkin aku butuh dua orang sekretaris untuk membantuku, karena jika hanya satu orang saja, selalu keteteran, apalagi aku mengurus dua perusahaan sekaligus masih harus kuliah pula.aku tidak akan melepaskan cita citaku jadi dokter Kak..." kata jess sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil.


"Aku akan mencarikanmu Asisten satu lagi Jess..kali ini yang bisa membantumu bekerja di rumah." Kata Justin.


" Iya..boleh juga kak..tapi jangan yang cantik ya...yang biasa saja, walau sudah ibu ibu juga tak apa yang penting profesional." Ucap Jess.


"Aku takut Kakak akan tergoda dengan wanita cantik.." kata Jess dengan enteng.


"Hah...yang benar saja Jess..walaupun mereka telanjang sekalipun di depanku, aku tak akan tergoda, karena jiwa raga ini sudah menjadi milikmu seorang Honey.." Kata Justin sambil menoel hidung Jess.


"Ah...dasar tukang gombal, kucing mana yang tak tergoda kalau disodori ikan asin.." kata Jess sambil mencibirkan mulutnya.


" Ada..kucing anggora..dan aku adalah kucing jenis itu.."kata justin dengan percaya diri.


"Ayo turun...kita bisa sampai siang kalau begini terus" Lanjut Justin.


Justin dan Jess turun dari mobil dan langsung menuju ruang VVIP Ganendra medichal center. Justin terus menggenggam erat tangan Jess saat berjalan, hingga mereka menjadi pusat perhatian para karyawan ataupun pengunjung rumah sakit itu.Seperti biasa para Dokter dan Karyawan selalu menunduk hormat saat Justin melewati mereka. Dan Justin hanya membalasnya dengan anggukan kecil tanpa senyuman, sehingga kesan dingin dan angkuh melekat swmourna pada dirinya.


" Ruangannya dimana Kak?" tanya Jess.


"Di tempat kamu di rawat dulu Honey.." kata Justin.


Mereka akhirnya sampai di lantai paling atas,ruang yang hanya diperuntukkan oleh kerabat pemilik rumah sakit itu.

__ADS_1


Justin membuka pintu ruangan itu dan terlihat Mike sedang berbincang dengan seseorang yang pernah Jess lihat.


"Hei..kalian sudah datang?" tanya Michael dengan senyum khasnya.


"Ayah..sudah ada di sini?Kakek ini...."kata Jess tergantung.


"Iya Nak..perkenalkan aku Oscar, ayahnya Michael, kakek dari calon suamimu. Berarti aku akan jadi kakekmu juga" kata Oscar dengan senyum ramahnya.


Jess langsung menghampiri kakek Oscar, meraih dan mencium punggung tangannya.


"Saya Jesslyn Kimberly Gunawan Kek..Kakek bisa memanggilku Gunawan." kata Jess memperkenalkan diri.


"Gunawan?apa kamu cucu dari Gunawan?" tanya Oscar.


"Benar Kek..Saya adalah cucu dari Kakek Gunawan." jawba Jess.


"Ya Tuhan...ternyata Kau telah mengabulkan permintaan konyol kami di masa muda Tuhan..."kata Oscar sembari memeluk Jess.


Mereka yang ada di ruangan itu seketika menjadi bingung dengan ucapan Oscar.


"Permintaan konyol bagaimana maksud Papa?"tanya Mike penasaran.


"Son.."


"Jangan panggil aku Son ayah..aku malu dengan menantuku.." kata Mike kesal.Sedang Jess dan Justin terkekeh kecil melihat ke'gesrek'an Mike dan Oscar.


"Jadi begini..aku dan Gunawan dulu bersahabat sejak kami masih kecil. Rumah kami berdekatan dan sering bermain bola bersama. Kami punya permintaan konyol jika aku punya anak atau cucu laki laki dan ia punya anak atau cucu perempuan akan menjodohkannya, sehingga kami bisa terus bersahabat. Tapi saat kami beranjak dewasa, Gun kakek Jess ikut orangtuanya pindah dinas ke pulau K.Dan sejak saat itu kami berpisah dan tak tahu kabar masing masing. Sekarang permintaan konyol kami itu sudah terkabul.."jelas Oscar panjang lebar.


"Jika Papa dan Om Gun bersahabat waktu kecil, Aku, Frans dan Feli juga bersahabat sejak kami masih SMP, mungkin waktu itu kalau tidak ada Om Gun aku tak mungkin menjadi dokter seperti sekarang ini Pah...Makanya ketika tau orang tua Jess telah meninggal aku berjanji akan menjaga Jess seperti puteriku sendiri." kata Mike dengan berkaca kaca.


"Maafkan Papah Son...kesalahan papa sudah sangat keterlaluan,mungkin kalau papa bisa menjadibayah yang baik untukmu, hidupmu tak akan menderita seperti yang kamu alami saat muda dulu. Gara gara kekejaman papa, kamu jadi kehilangan masa muda berhargamu Nak..." kata Oscar yang tak bisa membendung air matanya lagi.


"Sudahlah pa..mungkin ini sudah jadi jalan hidupku. Mungkin aku tak akan bertemu dengan para sahabatku kalau papa tidak mengusirku. Dan permohonan konyolmu dengan om Gun tak akan terkabul. Dan aku bersyukur untuk itu.." jawab Mike.


"Cucuku Justin dan Jess mungkin kalian memang sudah berjodoh sebelum kalian diciptakan..Sini nak..kakek ingin memelukmu.." kata Oscar sambil merentangkan kedua tangannya.Jess dan Justin pun segera memeluk Oscar bersamaan.


Pagi itu benar benar menjadi pagi yang membahagiakan bagi Oscar dan Michael. Mereka yang terpisah karena sebuah kesalah pahaman yang disebabkan ibu tiri Michael pada akhirnya bersatu dan seakan menyembuhkan luka menganga di hati Michael dalam sekejab.


Karena satu jam lagi operasi akan dilaksanakan, Justin dan Michael segera bersiap.Mereka akan ikut membantu jalannya operasi tersebut. Sedangkan Jess hanya diperbolehkan melihat dari ruang pantau.

__ADS_1


__ADS_2