My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Minta maaf


__ADS_3

Flashback on (POV JESS)


"Halo...kak..aku sudah keluar kelas sekarang." kataku sambil berjalan keluar kelas.


"pulanglah dengan supir, aku masih ada rapat dengan kliean penting." kata Kak Justin di seberang telepon.


"Aku rindu padamu...baiklah,kalau begitu aku pulang sendiri saja." kataku


"Baiklah tunggu dulu 15 menit okey..aku akan kesana"kata Kak Justin.


Entah kenapa hari ini aku sangat moody, Kak Justin bersikap sangat menyebalkan. Bisa bisanya dia tidak menjemputku, aku malas pulang bersama supir dan bodyguard, sikap mereka sangat dingin, persis seperti batu berjalan.


Aku memutuskan untuk menunggu Kak Justin di bawah pohon depan kampusku, kebetulan disana ada bangku panjang yang disediakan mamang penjual cireng.Hmm...Sepertinya enak nunggu kak Justin sambil makan cireng, aku pun memutuskan untuk membeli makan berbahan dasar tepung tapioka itu. Aku juga membeli es kelapa muda untuk mengurangi rasa pedas dari saus yang ku tambahkan di cirengku.


Mobil kak Justin terlihat mendekat ke arahku menunggunya, Lamborghini putih itu berhenti tak jauh dari tempatku duduk. Entah kenapa aku sangat sebal melihat kak Justin hari ini.ingin aku marah padanya tapi aku tak tahu alasan apa yang membuatku marah. Sikap manisnya membuatku kesal.


Apa aku sudah bosan denganny? Ah, tidak...mana mungkin aku bosan, aku biasanya sangat nyaman bila berada di dekat Kak justin.


"Apa kamu menungguku?aku sedang meeting tadi." kata Kak Justin sedikit kesal.


"Kenapa kakak lama sekali...?aku sudah menunggumu tadi.Katanya cuma limabelas menit, tapi ini lebih..Jarak rumah sakit ke kampusku harusnya tak lebih dari 15 menit.?"aku mengomel.


"Jess..maafin aku..tadi sedikit macet" jelas kak Justin .sambil menangkup pipiku.


"Kakak menyebalkan!"kataku.


"Jess..kamu kenapa sih...marah marah terus?kamu lagi PMS?" tanya kak Justin


"Iihh...kakak mesum..!"


"Ayo pulang katanya lagi meeting,..aku mau ikut ke rumah sakit saja, terlalu lama kalau harus mengantarku pulang." kataku.


"Baiklah kalau begitu, aku pesankan makan siang ya..kamu pasti belum makan kan?" tanya kak Justin.

__ADS_1


"terserah kakak saja." jawabku.


Kami pun hanya diam sepanjang perjalanan, entah apa yang sedang dipikirkan kan Justin sekarang, dia seperti gelisah. Sedangkan aku,diam karena malas berbicara dengannya.


15 menit kemudian, akhirnya kami sampai di rumah sakit.


"Jess tunggulah di ruanganku, aku langsung ke ruang meeting.Semoga meetingnya belum berakhir." kata kak Justin terburu.


Aku pun berjalan,aku merasa sesuatu keluar dari bawah. Akupun langsung ke toilet, dan benar saja dugaanku. Pantas hari ini aku benar benar bad mood.


Setelah selesai urusan di toilet aku langsung menuju ruangan kak Justin.Aku langsung merebahkan diri disofa ruangan itu, seperti disugesti, perut bagian bawahku terasa sedikit nyeri. Rebahan do sofa membuat nyerinya berkurang.


Tak berapa lama kemudian makan siangku datang. Karena sudah sangat lapar akhirnya aku menghabiskan sapi saus lada hitam itu dengan sangat lahap, setelah makanan habis, aku kembali rebahan di sofa dan tak lama setelah itu, akupun terlelap.


Flashback End.(POV AUTHOR)


Setelah membersihkan badan, Jess memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, Ia pergi dengan mengendap endap, karena para pelayan dan pengawal dirumah itu tidak akan mengizinkan Jess pergi kesana.


Setelah berhasil keluar dari rumah, Jess langsung menghentikan taksi dan menuju ke Ganendra Medichal center. Sepanjang jalan Jess merasakan sakit luar biasa di perutnya,tapi rasa penyesalan dan ingin menyelesaikan masalah, mengalahkan rasa sakit itu. Ia bersandar di bangku penumpang belakang sambil meringis menahan sakit.


"Jess...kamu kesini dengan siapa?" kata Orang itu.


"K-kak Revan...aku sendirian, Kak.." Kata Jess terbata.


"Jess..ada apa denganmu?kamu sedang sakit, tapi kamu malah kesini sendirian. Apa ada sesuatu dengan kalian?" tanya Revan.


"A-aku tidak apa apa kak...aku ingin bertemu dengan kak Justin." Kata Jess.


"Baiklah..aku akan mengantarmu bertemu dengannya tapi tunggu sebentar,aku akan mengambilkan kursi roda untukmu, kondisimu terlalu lemah untuk berjalan."


Jess pun menurut dan memilih untuk duduk di bangku tunggu di lobby rumah sakit.Kalau dalam keadaan biasa saja, ia sudah kuat untuk berjalan menemui Justin di ruangannya, tapi karena saat ini Jess merasa sakit, Ia memilih untuk menuruti kata Revan.


Revan tidak jadi mengambilkan kursi roda untuk Jess, tapi ia lebih memilih menelpon Justin, sambil mengawasi Jeas.

__ADS_1


"Halo..."terdengar suara diseberang.


"Turunlah cepat, seseorang sudah menunggumu di lobby."kata Revan.


"Hah?siapa tak mungkin Jess kan?"tanya Justin.


" Kamu akan tahu, pokoknya turunlah dengan cepat atau kamu akan menyesal."Kata Revan langsung menutup telepon.


Justin yang ada di ruangannya langsung bergegas menuju loby bawah. Saat Justi mengedarkan pandangannya di lobby, ia begitu terkejut melihat Jess sedang duduk bersandar pada tembok, dengan wajah pucat dan gemetar menahan rasa sakit. Justin langsung berlari menghampiri Jess.


"Jesslyn..." panggil Justin. Jess yang merasa dipanggil pun menoleh lemah.


"Ka-kakak....ma..ma..af..kan..a..aku.." kata Jess terbata, seketika pandangannya menjadi gelap.


"Jess....Jesslyn...bangun sayang...sadarlah..." pekik Justin sambil menepuk pipo Jess dan menciuminya.


Justin pun segera mengangkat tubuh Jess dan membawanya ke IGD untuk memberikan perawatan. Ia langsung menghubungi dokter Lisa,dokter yang selalu menangani Jess. Michael yang kebetulan akan pulang, melihat Justin dengan raut muka frustasi sedang ada di IGD, Ia langsung menghampiri puteranya.


"Justin..ada apa?"


"Jess Yah..ini salah Justin, tak seharusnya Justin marah padanya.." Kata Justin sambil mengusap kasar rambutnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian? Apa kalian bertengkar?" tanya Michael.


"Iya...aku marah padanya Yah..aku tak menyangka dia akan nekat menyusulku kesini hanya untuk minta maaf."jelas Justin dengan penuh penyesalan.


Michael hanya menghela nafas, dia mengerti perasaan puteranya itu, tapi dia juga tidak membenarkannya, bagaimanapun Justin juga bersalah memarahi Jess saat sedang sakit.


"Tungguilah gadismu. Selesaikan masalah kalian,karena lusa kalian sudah bertunangan. Jangan sampai masalah diantara kalian menjadikan penyesalan seumur hidup. Ayah pergi dulu, ayab harus menemui Revan untuk menanyakan perkembangan kasus Jess."


"Jaga dirimu,Son.."?kata Michael sambil menepuk bahu Justin.


"Berhati hatilah ayah..aku akan menjaga Jess." Kata Justin.

__ADS_1


Michael pun meninggalkan rumah sakit diikuti oleh asistennya. Michael memang secara resmi tidak memimpin rumah sakit terbesar itu, tapi ia terkadang juga masih ikut membantu Justin mengelolanya, Ia tidak mau berdiam diri walaupun usianya tak muda lagi. Ia masih sering mengunjungi rumah sakit cabang di berbagai daerah.


__ADS_2