
"Jesslyn..!!"
Justin berteriak dan berlari menangkap tubuh Jess saat melihatnya jatuh pingsan di meja makan.Saat itu Justin baru saja pulang dari rumah sakit. Ia langsung membaringkan Jess di sofa.
"Sebenarnya ada apa Yah? kenapa Jess sampai pingsan."tanya Justin sambil ngusap ngusap telapak tangan Jess yang terasa dingin.
"Dia hanya shock ,Son..ayah sudah menceritakan semuanya, dan ia kaget. Makanya ia sampai pingsan."kaya Michael.
"Jadi Jess sudah tahu semua kejahatan yang dilakukan pamannya?" tanya Justin.
" Iya Son...cepat atau lambat ia harus tahu, semakin cepat dia tahu semakin baik, karena jika Jess baru mengetahuinya saat semua terbongkar, akan semakin berbahaya untuk kesehatannya."jelas Michael.
"Saat ini kita hanya menunggu hasil tes DNA resmi Alexa dan Felix. setelah hasil itu keluar kita bisa menjatuhkan Felix dengan mudah." Kata Justin.
" Iya ayah tahu Son...sekarang cepatlah mandi, dan temanilah Jess. Ayah akan memindahkannya ke kamar atas."kata Michael.
"Baiklah yah..aku mandi dulu."
Justin segera mandi dengan cepat, di kamar Jess, Michael berusaha membuat Jess cepat sadar dengan menekan syaraf syaraf yang memicu kesadaran seseorang.
Tangan Jess menghangat, Michael menghembuskan nafas dengan lega.
"Jess..bangunlah Nak..apa kamu bisa mendengar ayah?"tanya Michael.
Jess yang samar samar mendengar seseorang memanggilnya, berusaha membuka matanya. Ia melihat Michael yang tersenyum menenangkan disampingnya. Tak lama kemudian datanglah Justin yang baru saja mandi. Ia langsung naik ke ranjang dan duduk disamping Jess.
"Honey...are you okey?" tanya Justin sambil mengusap kepala Jess.
" aku baik baik saja kak..hanya aku sangat terkejut, dengan kenyataan yang sedang aku alami." kata jess, air matanya terjatuh.
Justin pun mengusap pipi Jess. Dan berusaha meyakinkannya.
__ADS_1
"Semua akan baik baik saja, percayalah, kamu harus bisa meneruskan perjuangan papa Frans dan mama Feli, demi mereka. Kamu tidak sendiri, ada aku, ayah ,Revan..."
"Dan ada kakak Jess, yang akan selalu mendukungmu" belum sampai Justin menyelesaikan kalimatnya Alexa sudah berada di depan pintu kamar Jess.
" Kak alexa.."Jess langsung berlari menghambur ke pelukan sang kakak sepupu. Mereka berdua saling berpelukan sambil menangis. Jess dan Alexa berpelukan saling melepas rindu yang tertahan selama bertahun tahun karena permasalahan orang tua mereka. Justin dan Michael yang melihat mereka berdua ikut terharu.
"Aku sangat merindukanmu Jess..." kata Alexa melepas pelukan adiknya sebentar lalu memeluknya lagi
"Aku juga sangat merindukanmu Kak..kenapa kakak mendiamiku selama bertahun tahun..apa salahku pada kakak...?Kalau kakak bilang kesalahanku aku akan meminta maaf padamu.."Kata Jess sambil menangis.
"Maafkan kakak Jess...selama ini kakak sudah termakan omongan Papa...kakak percaya begitu saja dengan apa yang diceritakan Papa...yang ternyata ia hanyalah orang jahat yang memanfaatkanku demi harta dan kekuasaan." kata Alexa terus berlinangan air mata.
"Kalau saja kakak tahu sejak awal, kakak akan mencarimu, tak akan membiarkanmu hidup terlantar, dan mungkin kamu sudah jadi dokter seperti kakak saat ini...maafkan kakak Jess..kakak sangat menyesal.." tangis mereka berdua pin kembali pecah.
"Mungkin sudah menjadi takdirku Kak..harus kehilangan orang orang yang aku cintai selama ini...aku ikhlas jika memang ini sudah menjadi jalan hidupku.."kata Jess.
"Kamu sudah sangat dewasa Dek..mungkin kalau kakak yang ada diposisimu, Kakak mungkin sudah putus asa. Kamu sangat kuat..aku sangat iri padamu.tapi kakak juga sangat bangga memiliki adik sepertimu.." kata Alexa dengan tulus.
"Kakak jangan terus memujiku...nanti bisa bisa kepala ini tambah besar kak..hehe" kata Jess sambil terkekeh. Alexa pun ikut terkekeh.
"Oh ya dokter Alexa, ngomong ngomong dari mana kamu tahu tempat tinggalku?"tanya Justin
" Saya tahu dari Pak Revan Dok..saya yang mencari tahu,saya ingin memberikan ini." Kata Alexa sambil menyerahkan amplop berwarna coklat.
"Apa ini hasil Tes DNA yang resmi?"tanya Michael.
"Benar Tuan.."Jawab Alexa.
"Jangan memanggil Om dengan sebutan Tuan..panggil saja Om..kamu bukan bawahan saya".Kata Michael.
"Iya...maaf om..." kata Alexa sambil tersenyum.
__ADS_1
"Justin segera hubungi Michael, semua bukti sudah lengkap. Kita tinggal menjalankan rencana akhirnya saja." kata Michael.
"Baik ayah..akan kusuruh Michael dan Leni kesini.
Alexa terlihat tersenyum lega.
POV Alexa.
Aku sebenarnya sangat sedih jika harus menyerahkan kedua orangtua angkatku ke pihak berwajib. Mereka sangat menyayangiku sejak kecil. Apapun yang kuminta selau diberikan mereka. Tapi rasa cinta kedua orang tuaku mulai menjadi pertanyaan besar, saat mereka mulai memaksakan kehendak kehendak mereka kepadaku. Mereka selalu memaksaku menuruti keinginan mereka dengan sebuah ancaman. Hingga secara tak sengaja aku menemukan berkas adopsi seorang anak perempuan yang bernama Magdalene yang tak lain adalah aku sendiri. Mereka mengubah namaku menjadi Alexa dan menjadikanku anak kandung. Awalnya aku tak mengerti mengapa Tuan Felix dan Nyonya Dianka mengganti identitasku. Tapi suatu malam aku mendengar percakapan papa dengan pengacaranya untuk mengalihkan semua harta Gunawan menjadi miliknya lewat diriku. Dan Ayah juga merencanakan untuk menjodohkan aku dengan pengusaha tua beristri 3. Sejak saat itu, aku sangat membenci kedua orang tuaku yang dengan tega memanfaatkanku demi keinginan mereka. Mereka sangatlah serakah, bahkan tega membunuh saudaranya sendiri. Aku sungguh berharap semoga apa yang ku lakukan sudah benar. Aku ingin menebus kesalahan orang tuaku dan kesalahpahamanku kepada Jess. Aku ingin menjadi kakak yang terbaik untuk Jess. Walaupun sedikit terlambat. Aku akan membantunya untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya, sambil aku mencari tahu siapa keluarga kandungku.
Tuhan tolong bantu aku untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala.
POV ALEXA END.
Sekitar 30 menit kemudian, Revan bersama Leni datang ke kediaman Michael. Jess memeluk singkat sahabatnya itu, dan Alexa yang sudah mulai dekat dengan Leni juga memberikan pelukan sahabatnya.
"Ada apa Om memanggil memanggil Revan?" tanya Revan.
"Begini Van,tadi Alexa sudah menyerahkan hasil tes DNA nya. Besok kita sudah bisa melaporkan kejahatan Felix beserta bukti buktinya."kata Michael.
"Apa kamu mau jadi saksi untuk kasus ayah angkat mu Nona Alexa?"tany Revan.
"Saya sudah siap Pak Revan, saya tidak mungkin mau menutupi kejahatan yang dilakukan pada orang yang tidak bersalah seperti om Frans dan tante Feli." kata Alexa penuh keyakinan, tapi dimata Leni ada kesedihan mendalam yang Alexa rasakan, entah mengapa juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Alexa.
"Hmmm...baiklah..karena ini sudah waktunya makan malam, sebaiknya kita makan malam bersama disini. Ayah akan memasak spesial untuk kita semua...Justin..Revan..bantu ayah memasak..."kata Michael mencairkan suasana yang sempat tegang.
"Apa?!Aku dan Revan Yah? kami berdua bahkan tak pernah ke dapur..biar para wanita saja lah yang membantu ayah.."protes Justin.
"Iya om..daripada nanti aku dan Justin menghancurkan dapur..."Revan pun ikut Protes.
Jess yang melihat dua laki laki yang sedang protes itu hanya terkekeh, sedangkan leni dan Alexa terheran karena mereka belum tahu kehebatan Michael dalam hal memasak.
__ADS_1
"Sudah sana kalian ikut ayah..itung itung belajar kalau nanti kami para istri ngidam masakan suami..." Kata Jess menggoda Justin dan Revan.Leni dan Alexa hanya terkekeh melihat mereka.
Setelah hampir satu jam para laki laki jenius itu di dapur, makanan pun matang. Michael membuat menu seafood dan sup untuk makan malam mereka, sedangkan Justin dan Revan memutuskan untuk membantu menyiapkan saja, karena jika mereka sampai ikut memasak, pasti keadaan akan bertambah kacau dengan hadirnya duo somplak seperti mereka.