My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Om Michael


__ADS_3

Justin yang mendengar ungkapan hati Jess seketika terpaku. Begitu besarnya keinginan Jess untuk menjadi seorang dokter. Bahkan ia rela bekerja siang dan malam agar bisa mengumpulkan uang untuk melanjutkan kuliahnya. Justin teringat apa akan alasan apa yang membuatnya menjadi dokter. Sebenarnya dokter bukanlah cita- citanya. Dia hanya ingin memenuhi keinginan sang ayah. Itu saja.


"Jesslyn..apa kau sangat ingin menjadi dokter?" tanya Justin.


"Tentu saja, sejak kecil aku ingin menjadi dokter yang hebat, tapi sepertinya aku harus mengubur cita citaku karena ini. " Jawab jess dengan penuh kekecewaan.


"Memang kenapa?" tanya Justin.


"Biaya operasiku sangat mahal, uang yang ku kumpulkan pasti akan habis tak tersisa setelah aku dioperasi nanti. Lagi pula apa bisa menjadi dokter kalau tubuhku berpenyakit seperti ini?" jawab Jess.


"Hei aku kan sudah bilang,kau tak perlu pikirkan uangmu. Karena kau akan bayar nanti. Kalau kau tak mau dioperasi mana bisa kau jadi dokter? bisa bisa kau pingsan duluan sebelum menangani pasienmu.apa kamu mau seperti itu?" ujar Justin panjang lebar.


"Iya..aku mengerti..." jawab Jess


Dokter Lisa yang mendengar perdebatan merekapun heran, sebelumnya dia tak pernah melihat Dokter Justin secerewet ini. Apalgi dengan pasien. Biasanya dia hanya menjawab seperlunya saja.bahkan dengan pasien VIP sekalipun. Baginya ini merupakan sebuah perubahan besar.


...----------------...


Flashback On


"Ini Tuan laporan yang Anda minta." kata Revan sambil menyerahkan map coklat berisi dokumen tentang asal usul Jesslyn.


"Iya terimakasih.pergilah" kat Justin


"Baik tuan muda."


Revan pun segera kembali ke ruangannya yang tk jauh dari ruangan Justin.


Justin membaca seksama dokumen dokumen itu. diam diam ia tersenyum tipis.


Flashback off


...----------------...


Setelah perdebatan panjang di ruangan dokter Lisa, akhirnya Jess bersedia untuk menjalani pengangkatan tumor di rahimnya. Jika kondisi Jess stabil operasi akan dilakukan 3 hari lagi.Justin pun mendorong kursi roda Jess dan mengantarnya kembali ke ruang rawat.


"Sekarang istirahatlah dulu, aku ada jadwal operasi setelah ini. Nanti setelah aku selesai aku akan mempertemukanmu dengan seseorang." Kata Justin.


"seseorang? siapa?" tanya Jess penasaran.


"Kamu akan tahu nanti, apa perutmu masih sakit?" tanya Justin sambil sedikit menekan perut Jess. Jess pun mengangguk.

__ADS_1


"Aku akan menyuntikkan pereda nyeri lewat infusmu agar kau bisa istirahat."


Setelah selesai memberikan obat, Justin pun meninggalkan ruang rawat Jess.


Jess sedikit penasaran siapa ya kira -kira yang aakan bertemu denganku?semakin Jess merasa penasaran,semakin berat pula matanya untuk diajak berkompromi. Beberapa menit kemudian Jess pun tertidur.


Setelah beberapa jam...


Lamat-lamat Jess seperti mendengar orang sedang mengobrol. Tapi matanya masih sangat berat. Mungki efek obat pereda nyerinya masih bekerja.


"Ayah..kenalkan ini wanita yang aku ceritakan kemarin, namanya Jesslyn.." kata Justin kepada ayahnya. Kemarin Justin bercerita kepada ayahnya tentang pelayan yang menolong seorang pria tersedak makanan.


"Jesslyn....Kenapa dia bisa ada di sini Justin?apa yang terjadi dengannya?" tanya Michael sedikit terkejut.


"Apa ayah mengenalnya?" tanya Justi penasaran.


"Kenapa dunia ini sempit sekali Justin...Jess ini adalah anak perempuan yang sudah menolong ayah kemarin waktu di makam ibumu..".jelas sang ayah.


"Benarkah yah?" tanya Justin.


"Iya nak...tapi bagaimana Jesslyn bisa disini apa yang terjadi dengannya..?" tany Michael.


"Disminore skunder karena adanya tumor jinak di luar rahimnya. Dan ada gejala kardiomipati. " jawan Justin.


Belum sampai Justin menjawab pertanyaan ayahnya..


"Eeuughh...."Jess mulai terbangun. Justin dan Michael pun mendekat.


"Jesslyn..Kamu sudah bangun nak..?"tanya Michael.


"Om Mike..?"sapa Jess heran karena ada Mike di ruangannya, Michael yang mengerti keadaan pun menjelaskan.


"Justin yang mengajak Om kesini, sebenarnya Om ingin mengenalkan kalian berdua..eh ternyata kalian sudah bertemu duluan..bagaimana anak Om ini tampan kan?" Goda Michael.


Jess hanya tersenyum. Dalam hatinya..


"Tampan sih iya, tapi amit-amit galaknya..."


"Ayah..mulai lagi deh..."jawab Justi kesal.


"Kan ayah cuma bertanya pada calon mantu ayah.."jawab Michael dengan ekspresi memelas.

__ADS_1


"Ayah!" kesal Justin.


"Jesslyn..Justin anaknya baik lhow walaupun kadang taringnya suka keluar.."


"oh ya..Jesslyn bagaimana keadaanmu, Nak?" lanjut Mike tanpa memperdulikan Justin yang sudah kesal.


"Baik Om.." jawab Jess.


Setelah beberapa saat mengobrol, dokter Lisa datang untuk memeriksa keadaan Jess. Dokter lisa pun langsung menunduk hormat ketika ia melihat Michael di ruang rawat Jess.


Jess pun keheranan dengan sikap dokter Lisa. Tapi ia berusaha untuk biasa saja.Dokter Lisa pun segera memeriksa Jess.


"Nona Jesslyn apa perutmu masih sakit?" tanya Dokter lisa.


"Sudah banyak berkurang, Dok..Hanya masih pusing saja." jawab Jess.


"Baik, Nona jangan banyak bergerak dulu. Agar rasa sakitnya tidak semakin parah. Nanti kalau ada apa apa bisa hubungi perawat. Saya permisi dulu.."jelas dokter Lisa.


"Iya dok terimakasih.."jawab Jess.


Dokter lisa pun kembali menunduk hormat sebelum kaluar ruangan itu.


"Jess ada yang mau Om tanyakan padamu...kemana kedua orang tua mu Nak?kenapa mereka tak kelihatan?"tanya Michael.


"Orang tua saya sudah meninggal 3 tahun yang lalu om..karena kecelakaan.."jawab Jess sedih.


Michael yang mendengarnya sedikit terkejut, ternyata Jess adalah anak yatim piatu.


"Maaf..maaf.. bukannya Om membuatmu sedih..Om turut berduka cita ya Jess..kamu yang sabar.."kata Michael.


"Iya..om..makasih.."


"Kalau begitu Om pamit dulu. Kamu harus banyak istirahat, Justin akan menjagamu.." kata Michael berpamitan sambil melirik putranya yang sedang bermain ponsel di sofa kamar.


"Iya Om terimakasih.."


Michael pun keluar dari ruang rawat Jess dan kembali ke ruangannya. Dalam ruangan luas yang berdesain modern itu michael sedang memikirkan sesuatu.


"Semoga saja apa yang kupikirkan benar."gumamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf kalau ceritanya kurang menarik dan membosankan...


__ADS_2