My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Sungai Seine


__ADS_3

Saat Jess membuka kopernya ia sangat terkejut.


"Oh my God...what is this?" pekik Jess.


" Ada apa Honey..?" tanya Justin yang baru keluar dari kamar mandi dan masih memakai Bathrobe.


"Hubby...lihatlah...kita tak bisa keluar memakai pakaian ini....?" kata jess yang mengerucutkan bibir. Ia menunjukkan isi kopernya yang ternyata semuanya adalah Lingerie dengan berbagai macam model dan warna yang cukup menggoda.


Tak lama kemudian, ponsel Jess berbunyi dan ternyata ada sebuah panggilan video dari Karina.


"Halo sayang..bagaimana dengan liburannya apa kamu suka?" kata Karina dengan senyum sumringahnya.


"Bundaaaaaa......Katanya pakaian Jess sudah disiapkan..kok isinya baju kurang bahan semua..?"protes Jess. Sedangkan Justin malah asyik memilih lingerie yang akan Jess kenakan malam ini.


"Sayang...itu kakek Oscar yang menyiapkan semuanya. Mungkin karena beliau ingin segera menimang cicit..hehehe...semangat ya Princess" kali ini Freddy ikut mengobrol dengan mereka.


"Papa sama bunda sama saja..tanpa Jess pakai begitu, juga sudah buka pabrik.." kata Jess. Mereka pun terkekeh.


"Suamimu mana Sayang?" tanya Karina.


"Ini Bun..." Jawab Jess. Ia seketika melongo melihat kegiatan Justin saat ini.


" Itu suamimu sudah semangat sekali Sayang hehehe..." kata Karina. Tak bisa menahan tawanya lagi ketika melihat kegiatan menantunya.


"Hubby....kamu memalukan sekali.....ini aku sedang video call dengan bunda..." kata Jess merajuk


"Berikan ponselnya Honey...." Jess pun memberikan ponselnya pada Justin.


"Justin cepat buatkan cucu buat Bunda ya Nak....jangan kasih kendor...." kata Karina pada menantunya.


"Bunda tenang aja..pabriknya masih terus beroperasi.."kata Justin yang melirik Jess yang semakin kesal.


"Bunda tutup telfonnya dulu ya...biar nggak ganggu produksi J.J juniornya...hehehe..jaga diri baik baik..." kata Karina.


"Iya bund...."kata Justin yang juga menutup panggilan video dari mertuanya.

__ADS_1


Justin langsung menghampiri istrinya yang sedang dalam mode manyun


"Honey...kenapa mukanya ditekuk begitu..."kata Justin sambil mengelus muka Jess.


"Hubby kamu bikin aku malu..bisa bisa nya aku sedang video call bunda Karina kamu malah milih milih baju kurang bahan itu..." kata Jess. Justin hanya terkekeh mendengar omelan Jess.


"Honey..kamu juga lapar kan? ayo kita jalan jalan sambil cari makan malam.


"Aku kan tak punya baju yang bisa dipakai By..." kata Jess.


" Sebentar aku telfon Pak Hasan dulu biar beliau menyiapkan baju untukmu." kata Justin


Setelah 30 menit menunggu akhirnya baju pesanan Jess datang. Sore ini, ia memakai Dress warna peach polos selutut. Rambutnya diikat separuh. Ia hanya memakai flat shoes. karena Jeas memang tak terlalu suka memakai highheels. Sedangkan Justin memakai Celana pendek hitam selutut dan kaos oblong abu abu .Ia hanya memakai sendal gunung. Jess yang jarang melihat Justin tampil seperti itu sedikit heran.


" Kenapa kamu memandangiku seperti itu Honey...aku memang tampan.." kata Justin dengan narsis.


"Baru kali ini kamu keluar rumah pakai celana pendek By..biasanya selalu pakai celana Panjang dan Cardigan. Kali ini benar benar tak tampak seperti dokter spesialis.Hehe..." kata Jess.


"Tapi aku tampan kan?" kata Justin.


"Dedemit..." lanjut Jess berbisik.


Justin yang mendengar godaan Jess langsung menangkap dan mendorong tubuh Jess ke kasur dan menggelitikimya.


"Hahahhah..sudah By....ampun..kamu memang sangat tampan..tampan sekali.." kata Jess.


"Honey...aku tidak akan berhenti...kalau kamu belum katakan kalau aku paling tampan sejagat Raya, juga aku adalah orang yang paling kamu cintai di dunia ini.." kata Justin sambil terus menggelitiki Jess.


" Hahhahahhaha...Iya..iya aku bilang..tapi berhenti dulu.." Kata Jess yang sudah lemas.


"Ayo Honey..katakanlah...." kata Justin yang belum menghentikan ulahnya.


"iya..iya...Suamiku...kamu memang paaaaling tampan sejagat raya..aku mencintaimu..kamu satu satunya yang paling aku cintai dan aku kasihi seumur hidupku.." kata Jess tulus.


"Kamu wanita yang paling cantik sejagat raya, aku juga mencintaimu dan mengasihimu seumur hidupku.." Kata Justin.

__ADS_1


MlJess pun langsung memeluk Justin dengan erat.


"Ayo kita keluar sekarang." kata Justin sambil mengambil dompetnya.Jess pun mengangguk.


Malam itu sekitar pukul 7 malam tapi karena sedang musim panas, jadi masih terlihat seperti siang hari. Jess dan Justin terlebih dulu mengisi perutnya yang sudah kosong disebuah kafe dipinggiran sungai Seine. Mereka begitu menikmati makanan di depannya karena Jess dan Justin memang sudah sangat kelaparan karena aktifitas adu lemas mereka.


" Honey setelah ini kita menyewa sebuah kapal untuk menyusuri sungai. Apa kamu bersedia?" ucap Justin.


"Mau...ayo..aku sudah selesai By..." kata Jess bersemangat.


"Tapi ini tidak gratis..kamu harus membayarnya nanti malam.."kata Justin sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Uh...dasar dokter mesum..." gerutu Jess. Ia mengikuti Justin yang sudah berjalan mendahuluinya.


Mereka menyewa sebuah kapal beserta nahkodanya untuk menyusuri keindaham sungau Seine yang mulai menggelap. Lampu lampu di pinggiran sungai mulai menyala, menambah keindahan kota Paris malam itu.


Jess yang sedang menikmati keindaham kota malam itu, tiba tiba Justin menyodorkan buket bunga mawad merah besar dari belakang. Yang sontak membuat Jess terkejut dan berbalik. Entah sejak kapan Justin sudah berganti dengan setelan Jas hitam semi formal.


"I love you my wife.." kata Justin sambil mengecup lembut bibir Justin dan tak lama kemudian, kecupan itu berubah menjadi ******* yang menuntut balasan. Mereka bertukar lidah dan mengabsen seluruh bagian mulut pasangannya dalam waktu yang lumayan lama. Hingga hampir kehabisan oksigen.


"I love you too my Hubby..." Jawab Jess.


Justin mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya yang ternyata sebuah gelang berinisial J.J yang dikelilingi oleh blue diamond kecil.


"Apa kamu menyukainya Honey..." kata Justin.


" Aku sangat menyukainya Hubby..terimakasih.."kata Jess berkata kata.


"Honey..bagaimana kalau kita di Paris seminggu saja? Minggu depan kita lanjutkan bulanmadu kita di Lombok, aku sudah sejak lama ingin kesana bersamamu..itupun kalau kamu tak keberatan Honey..." kata Justin.


" Aku bersedia By..lagipula sebenarnya aku lebih suka menghabiskan waktu berdua kita di dalam negeri saja..apa lagi sambil menikmati keindahan alam...tapi bagaimana dengan kakek..aku takut beliau jadi kecewa." kata Jess.


"Aku yang akan bicara pada kakek nanti...kamu tenang saja Honey..."kata Justin.


Mereka berdua kembali menikmati keindahan kerlap kerlip lampu di kota dan juga Eiffel Tower yang menjulang menghiasi kota Paris. Tak jarang mereka tertawa bersamaan memecah keheningan malam yang mulai menyelimuti mereka.

__ADS_1


Saat hampir tengah malam mereka memutuskan kembali ke hotel untuk melanjutkan produksj generasi penerus. Dan baru beristirahat saat dini hari.


__ADS_2