
Setelah pemberkatan usai mereka langsung menuju hotel Rex Carlton milik Revan. Jarak dari katedral ke hotel memakan waktu hingga 45 menit. Iring iringan mobil pengantin melaju dengan kecepatan sedang tanpa mengganggu pengendara yang lain.
Saat mereka ada di kawasan yang cukup sepi, Justin merasa ada yang mengikuti iring iringan mobil mereka. Jess juga merasakan hal yang sama.
"Kak aku merasa ada yang mengincar kita..." Kata Jess.
"Tenang saja Honey aku akan menghubungi Vano dan Revan." kata Justin.
Jess yang telah berjaga sebelumnya, segera melepas gaun pengantinnya
" Honey apa yang kamu lakukan?apa kamu mau telanjang disini?" kata Justin.
" Terpaksa akubmelepas gaunnya di sini kak..aku akan kesulitan saat nanti dibutuhkan" kata Jess.
Justin langsung menutup pembatas antara supir dan pengemudi dengan satu tombol. dan menutup semua kaca mobil.Ia langsung membantu Jess melepas gaunnya dan membantunya berganti memakai celana Jeans panjang dan kaos lebih longgar. Jess juga melepas aksesoris yang menghiasi rambutnya.
" Wah...istriku benar benar hebat.." Puji Justin dengan mengecup kening istrinya. Ia langsung menghubungi Revan dan Vano.
"Ada yang mengikuti kami selain mobil iring iringan." kata Justin kepada Revan,Vino dan Vano, karena mereka melakukan telekonference.
"Iya kami sudah tahu..kami sudah menyebar pengawal bayangan disekeliling kalian. Tapi kalian juga harus berhati hati." kata revan.
"Jess..siapkan senjata yang sudah kakak berikan, berikan 1 pada Justin.Dan gunakan senjata yang lainnya juga. Kakak juga sudah mengerahkan semua anggota Black Hole untuk melindungi kalian dari segala kemungkinan." kata Vano.
"Iya kak..Jess mengerti." kata Jess langsung menutup teleponnya. Justin hanya mengerutkan dahi tak mengerti apa yang dibicarakan Vano dan Jess.Jess yang paham ekspresi Justin segera menjelaskannya.
Flashback
Sebelum mereka berangkat ke katedral Vano menemui Jess untuk memberikan sesuatu.
"Jess...simpanlah 2 pistol ini dalam mobil pengantin kalian, satu untukmu dan satu untuk Justin. Kakak tahu kamu sudah oernah belajar menembak, dan kakak yakin itu bukan hal sulit untukmu." Kata Vano.
"Tapi untuk apa Kak...?" tanya Jess.
__ADS_1
"Ini hanya untuk berjaga jaga Dek...karena kakak yakin Felix akan mengincar kalian hari ini. Kakak hanya tak mau kita semua tanpa persiapan. Bunda dan Papa juga sudah mempersiapkan apa yang mubgkin terjadi." kata Vano.
" Baiklah Kak..hitung hitung lumayan bisa bermain main..hehe.." kata Jess yang hanya membuat Vano menggelengkan kepala.
" Jess..kakak juga menyiapkan ini. Ini bukan pistol biasa peluru di pistol ini berisi cairan pelemas otot dan syaraf. jadi kamu bisa menggunakannya untuk melumpuhkan tanpa membunuh lawan" kata Vino.
" Gunakan ini jika kamu ingin melumpuhkan lawanmu tapi masih ingin mengorek informasinya." lanjut Vino. jess pun menerima semua senjata itu dan juga menyiapkan baju ganti yang lebih nyaman jika nantinya ia harus ikut bertarung melawan para musuh.
Flashback off.
Justin yang mendengar cerita Jess hanya geleng geleng kepala. Ia tak menyangka Jess sudah mempersiapkan semuanya.
Justin pun segera melepas Jas dan dasi kupu kupunya. Ia hanya mengenakan kemeja dan celananya saat ini.
Dan benar saja dugaan mereka semua,saat berada di daerah cukupsebuah mobil sedan hitam yang bukan iring iringan mendekat ke arah mobil pengantin. Tapi belum sempat mereka mendekat, sebuah tembakan melesat mengenai ban mobil yang sedang melaju cepat itu. Dan mobil musuh pun langsung terbalik dan meledak. Jess dan Justin merasa swdikit lega.
Tapi belum lama kelegaan mereka berlangsung, sebuah mobil menghadang tepat di hadapan mereka. Sang sopir mengerem mendadak sampai menimbulkan bunyi decitan.Jess dan Justin menyempatkan diri untuk berciuman singkat seakan mengisi kekuatan mereka. Dan mereka pun keluar tanpa rasa takut. Kini penampilang Jess bukan lagi layaknya seorang pengantin. Ia hanya mengenakan kaos longgar dan celana Jeans panjang. Sedangka Justin memakai celana yang dipakainya tadi dan kaos singlet.
"Besar juga nyali sepasang pengantin ini..." Katabsalah satu dari mereka.
Tak berselang lama, mereka terlibat baku hantam. 12 orang lawan sepasang sumai isteri dan beberapa pengawal. Orang orang jahat tersebut rupanya mempunyai kekuatan yang cukup tangguh. Jess dan Justin sedikit kewalahan saat menghadapi mereka. Beberapa dari pengawal mereka sudah tumbang di tangan para penjahat itu.
"Sepertinya mereka bukan preman biasa.." Batin Justin.Ia masih berusaha melawan oara penjahat tersebut. Saat salah satu penjahat akan menyerang Justin dari belakang, Jess menembakkan pistol berisi obat penenang syaraf yang di berikan Vino. Seketika penjahat tersebut seperti orang lumpuh.
Tanpa mereka duga para penjahat itu sudah menyiapkan senjata tajam untuk melukai Jess dan Justin.
"****...ternyata mereka membawa senjata tajam. Hati hati honey mereka cukup berbahaya..." kata Justin. Tak berapa lama, pasukan dari klan The BlackHole tiba dan langsung melindungi mereka berdua, Vano dan Vino juga ada disana, mereka berdua tak lagi mengenakan setelan Jas mereka mengenakan kaos dan rompi kebesaran klan The Black Hole.
"Cih..ternyata kalian berdandan dulu...pantesan lama.." kata Justin yang sedikit kesal karena bantuan yang sedikit terlambat.
"Maaf adik ipar..kami juga harus menampakkan kebesaran kami..hehe" Jawab Vano dengan Enteng. Tanpa menunggu perintah para anggota The balck Hole yang berjumlah sekitar 20 orang itu langsung menyerang para penjahat itu.
Justin segera membawa Jess untuk menepi agar mereka aman.Tapi rupanya para penjahat itu belum semuanya keluar. Baru saja Jess menepi, gerombolan penjahat entah dari mana datangnya sudah kembali menyerang mereka. Tapi dengan mengeluarkan semua jurus yang mereka kuasai, ditambah perbekalan senjata yang mereka bawa, akhirnya para penjahat itu dapat dilumpuhkan dalam waktu cepat.
__ADS_1
Para penjahat yang sudah tak berdaya itu, dibawa ke markas The Black Hole guna mengorek informasi dari mereka. Dan para bodyguard yang lain membereskan sisa sisa pertempuran mereka. Agar tidak menimbulkan kecurigaan polisi.
Jess dan Justin putar balik menuju hotel tempat mereka menginap, karena tadi mereka memang sengaja mencari tempat sepi untuk menghadapi para penjahat itu agar tidak menimbulkan keributan yang lain.
1 jam kemudian, mereka sampai di hotel dengan selamat tanpa terluka sedikitpun. Sedangkan para anggota keluarga yang sudah harap harap cemas langsung menghampiri sepasang pengantin baru itu saat mereka sampai di lobby hotel.
" Jesslyn...kamu tidak apa apa Nak?mana yang terluka sayang?" kata Karina yang langsung memeluk Keponakannya itu.
"Jess nggak apa apa Bun...tidak terluka maupun tergores sedikitpun tapi Kak justin terluka di lengannya.."kata Jess menenangkan Karina yang sudah sangat cemas.
"Justin..bagaimana denganmu, mana yang terluka Son?" kata Freddy pada menantunya.
"Aku tak apa apa Pa...hanya luka gores sedikit di lengan karena mereka semua membawa senjata tajam." Kata Justin sambil.memegangi lengannya yang terluka.
"Ayo Son kita segera masuk...Ayah akan merawat lukamu. Princess sebaiknya kamu juga istirahat, untuk bersiap acara malam nanti." kata Michael yang terlihat sangat khawatir.
Mereka pun langsung menuju kamar yang telah dipersiapkan. Jess beristirahat sebentar untuk merilekskan tubuhnya. Ia sudah sangat lelah sedari pagi menggunakan gaun yang beratnya mencapai 10 kilo lebih dan setelah itu ia masih harus bertarung melawan para penjahat.
Saat ia mulai memejamkan matanya, Jess langsung teringat Justin yang sedang terluka. Jess langsung menuju kamar sebelah tempat Justin beristirahat.
Saat ia masuk, Michael sedang menjahit luka puteranya. Terlihat Justin yang meringis menahan sakit. Di sana juga ada Freddy dan Karina.
"Kakak...tadi aku kira tidak sedalam itu..ternyatasampai butuh jahitan..." kata Jess.
" Ini hanya luka kecil Princess, suamimu ini tak apa apa, ayah menjahitnya agar proses penyembuhannya cepat..Tenangbsaja nanti malam kalian masih bisa membuatkan cucu untuk.kami..." Kata Michael sambil melanjutkan aktivitasnya. Jess yang mendengarnya langsung tersipu malu. Mengingat beberapa kali mereka gagal saat "pemanasan".
" Ayah..di saat seperti ini masih saja bercanda..." kata Jess yang mukanya sudah seperti tomat.
Mereka yang ada diruangan itu sontak tertawa.
"Pa..kak alexa dan kak vino tidak ikut kesini?" tanya Jess yang menanyakan kedua kakaknya.
"Alexa sedang istirahat di kamarnya karena ia mengeluh pusing sejak tadi pagi, sedangkan Vano dan Vino mungkin masih membereskan para bajingan itu...kamu tak usah khawatir Princess..yang terpenting, kalian segera membuatkan kami cucu.." kata Freddy yang ditimpali anggukan oleh Karina.
__ADS_1
Justin langsung menatap Jess dan mengedipkan mata sebelah. Sedang Jess langsung memelototi Justin.