
Hingga malam.hari, Jess masih saja merasa sangat kesal dengan Justin. Ia berfikir apa yang dilakukan Justin sudah sangat kelewatan. Entah kenapa sejak siang tadi Jess tidak bisa tidur dan merasa gelisah. Ia seperti sudah terbiasa dengan kehadiran Justin.
Malam itu Jess belum mengantuk sama sekali padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Padahal biasanya setelah perawat menyuntikkan obatvpereda nyeri, ia langsung merasa ngantuk.
"Kenapa tidak bisa tidur sih" kata Jess pada sirinya sendiri.
Jess pun mencoba bermain game di ponselnya. Tapi belun sampai 10 menit ia bermain, Jess sudah merasa bosan lagi.
"Ada apa ini mengapa aq merasa gelisah?"
Akhirnya ia pun sudah tidak tahan lagi. Jess ingin mencoba untuk bangun. Ia berusaha untuk bisa duduk sendiri. Ia tidak menghiraukan rasa nyeri yang menjalar di bekas luka operasinya. Tapi karena tubuh Jess belum sepenuhnya kuat ia pun hampir terjatuh lagi.
Tiba- tiba sepasang tangan kekar menyangga tubuhnya. Jess pun sangat terkejut. Ia menoleh ke belakang.
"Apa yang kamu lakukan?Kenapa ceroboh sekali?Apa kamu tidak ingin cepat sembuh? Lukamu bisa terbuka lagi!"kata laki- laki itu sedikit ketus.
"Justin..!" kata Jess kaget karena tidak menyadari kedatangan Justin.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Jess ketus.
"Aku..."kata Justin kikuk.
"Keluarlah! Aku tidak mau melihatmu lagi"kata Jess yang masih kesal.
"Jesslyn..sebenarnya aku hanya ingin meminta maaf kepadamu atas kejadian siang tadi. Aku tidak bermaksud melecehkanmu."kata Justin tulus.
"Justin..sikapmu sudah sungguh keterlaluan ...aku bisa saja melaporkanmu pada pihak rumah sakit ini, bahwa ada dokter yang melecehkan pasiennya. Dan apa yang akan terjadi? Kamu bisa dipecat dari rumah sakit ini."kata Jess panjang lebar.
__ADS_1
"Iya aku tahu....maafkan aku..aku janji tidak akan mengulanginya lagi Jess. Aku mohon.."kata Justin.
Jess melihat ada rasa penyesalan di mata Justin.Jess pun sedikit luluh dengan sikap laki- laki itu.
"Apa kamu mau memaafkan aku."kata Justin. Jess pun mengangguk pelan.
Justin pun langsung memeluk Jess erat. Ia tidak pernah sebahagia ini. Ia merasa sangat lega saat Jess memaafkan Justin.
"Auugghh...."pekik Jess.
"Maaf...aku terlalu bahagia. Sampai lupa kalau lukamu masih belum kering"Justin pun melonggarkan pelukannya.
Entah kenapa Jess merasa pelukan Justin terasa nyaman. Ia seperti pernah merasakan pelukan nyaman seperti ini, tapi Jess tidak tahu.
"Apa kamu ingin duduk sendiri tadi" tanya Justin.
"Tapi kalau kamu bangun dengan cara seperti tadi, jahitan di perutmu bisa terbuka lagi.."kata Justin
"Boleh aku melihat lukamu dulu?"tanya Justin. Jesspun mengangguk dan membuka baju rumah sakit yang merupakan terusan.
Sekilas, Justin melihat paha putih mulus Jess terekspos. Hanya bisa menelan salivanya. Sebenarnya ia sangat tergoda dengan mulusnya p*ha itu. Tapi Justin menahannya.Ia pun segera menaikkan selimut Jess karena ia tahu Jess juga tidak memakai c****a d***m juga.
"Maaf..." Ucap Justin sambil menaikkan selimut Jess.
Justin menghubungi perawat untuk membawakan peralatannya ke ruang Jess.Kemudian ia pun mulai memeriksa Jess dengan sangat teliti.
"Lukamu sudah cukup baik. Tapi jangan banyak bergerak dulu. Ini masih sangat rawan terbuka lagi. Apa kamu mengerti?"jelas Justin.
__ADS_1
Jess pun mengangguk. Justin pun segera membenarkan pakaian Jess.
"Apa kamu mau mencoba untuk duduk?"tanya Justin.
"Iya..." Jawab Jess sambil mengangguk.
"Kalau begitu mari aku bantu..." kata Justin seraya mengulurkan tangan kanannya. Jess meraih tangan Justin. Tangan Justin yang sebelah kiri menyangga tubuh Jess agar bisa duduk tegak.
Wajah mereka menjadi sangat dekat. Jantung keduanya pun berdegup lebih cepat. Justin memandang lekat wajah Jess. Secara perlahan Justin mendaratkan bibirnya di bibir merah muda Jess. Kali ini tak hanya kecupan tapi juga sedikit lu***an. Jess tak menolaknya tp juga tak membalasnya. Karena Ia masih pertama kali merasakan ciuman itu.
Justin pun segera melepas ciuman itu. Dan berusaha menguasai dirinya. Terlihat pipi Jess yang merona karena malu. Justin pun tersenyum memandangi wajah Jess.
"Ayah tadi pagi membuat kue untukmu. Makanlah besok pagi saja. Sekarang tidurlah. Hari sudah malam jangan sampai kondisimu drop gara gara begadang setiap hari. Aku akan menemanimu disini." kata Justin sambil mengusap kepala Jess lembut.
"Iya..terimakasih. " kata Jess masih canggung karena ciuman barusan.
Jess selalu saja merasa nyaman saat Justin berada didekatnya. Ia pun mulai mengantuk. Tidak sampai 10 menit ditemani Justin, Jess pun langsung tertidur dengan nyenyak. Justin memutuskan untuk tidur di sofa kamar rawat Jess. Mereka pun tidur dengan sangat nyenyak.
...----------------...
Hari ini author up nya agak telat gengs..dikarenakan ada acara dirumahnya author. jadi mohon maaf ya kalau sedikit menunggu...
Jangan lupa comment,like dan vote nya ya..karena itu adalah dulungan luar biasa bagi author.
Terimakasih..
Salam author
__ADS_1
**Al Cha**