My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Balas Dendam(flashback)


__ADS_3

Dalam Bab ini akan ada adegan kekerasan yang ditulis author. Bagi yang nggak kuat atau dibawah 18.tahun bisa diskip kok.


...----------------...


Flashback


"Menurut sinyal GPS yang terpasang di mobilmu, ada bom yang diletakkan di dalam sana. Segera keluar karena kurang dari 1 menit bomnya akan meledak."Jhoni mengirim pesan kepada Jess.


Mobil Jess dan Justin memang sudah dimodifikasi dengan peralatan canggih oleh kakak kakaknya, Vano dan Vino. Mereka sengaja memasang GPS yang dilengkapi dengan pendeteksi bahan peledak. Jadi mendeteksi adanya bom yang terpasang atau tidak.


Setelah mendapat pesan itu, Jess segera keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri. Dan benar saja, belum sampai 10 meter ia menjauh, mobil itu meledak dan terbakar. Tubuh Jess langsung terlempar ke semak belukar tak jauh dari situ.


Ia merasakan sakit luar biasa di perut dan pinggangnya. tak lama kemudian Jess merasakan cairan hangat keluar dari kewanitaannya. Ingin ia berteriak sekencangnya untuk meminta tolong. Tapi tak ada suara yang dapat keluar. Sayup sayup ia masih mendengar teriakan Justin dan kedua kakaknya. Hingga perlahan pandangannya menggelap.


Vino menemukan Jess sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dengan darah dimana man.


"Jesslyn...Jesslyn..Bangunlah...Jess..." panggil Vino sambil menepuk nepuk pipi Jess. Namun tak bereaksi. Hanya mulut Jess yangmengeluarkan gumaman tak jelas.


Ia segera membopong adiknya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan Justin dan Revan yang terluka parah juga dibawa ke rumah sakit yang sama.


Dokter yang menangani Jess cukup heran, karena dengan pendarahan sebanyak itu mustahil jika janin dalam kandungan dapat selamat apalagi dengan kondisi Jess yang lemah. Jess hanya menderita dislokasi di pergelangan tangan dan beberapa luka gores yang tak parah.


Seminggu di rawat di rumah sakit, kondisi Jess semakin membaik. Namun saat ia mengetahui suaminya sedang koma, ia seperti kehilangan arah. Sebelumnya ia masih bisa menahan diri bersabar agar tak membalas dendamnya pada Felix. Namun saat ini kesabarannya sudah benar benar habis. Gara gara iblis itu, Jess hampir saja kehilangan ketiga janinnya. Dan saat ini orang yang dicintainya juga sedang koma karena perbuatan anak buah Felix.


Dengan muka datar ia turun dari brankarnya .

__ADS_1


"Kak...tunjukkan dimana Felix sekarang? Iblis itu masih hidup kan?" tanya Jess pada Vino, ia hampir tanpa ekspresi. Saat itu ia bagaikan mayat hidup yang dikendalikan oleh bongkahan api yang semakin lama semakin membesar.


"Aku ingin ia membayar apa yang sudah diperbuatnya." lanjut Jess.


"Apa kamu yakin?" tanya Vano yang juga sedang berada di sana. Saat itu, Freddy dan Karina sedang pulang untuk mengambil pakaian Jess.


"Aku sudah sangat bersabar. Dan sekarang waktunya Iblis itu membayar apa yang sudah dilakukan Kak..." kata Jess.


"Baik..kalau itu maumu. Kami akan mengantarmu." kata vano.


Mereka bertiga meninggalkan rumah sakit untuk menuju markas The Black Hole di yabg berada di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Jika sekilas, tak ada yang berbeda dengan rumah rumah di sekitarnya. Benar benar tak terlihat seperti markas gangster. Namun ketika masuk ke dalamnya, banyak sekali ruang rahasia yang tersemmbunyi di rumah itu.


Jika dilihat dari luar, rumah itu hanya memiliki 2 lantai. Tapi tak ada yang tahu jika ada ruang bawah tanah yang sangat luas tersembunyi di sana. Tempat itu biasa digunakan untuk latihan para anggota dan sebagai ruang para tawanan untuk disiksa.


Sesampainya disana Vano dan Vino langsung membawa Jess ke ruang bawah tanah yang didominasi dengan warna merah darah. Di sana tergantung banyak sekali alat alat penyiksaan yang digunakan untuk menyiksa para tawanan. Jess awalnya bergidik ngeri melihat semua itu. Tapi dendam yang membara karena kehilangan kedua orang tuanya, dan hampir kehilangan suami dan anak anak yang masih dikandungnya, mengalahkan semua rasa takut Jess.


"Kau yakin?" tanya Vino.


"Sangat yakin Kak...selama ini aku sudah cukup berbaik hati dengan iblis itu!" jawab Jess dengan nada datar dan nyaris tanpa ekspresi.


Jesspun masuk kedalam ruangan sempit itu. Bau busuk bercampur amis langsung menguar di tempat itu. Terlihat Felix yang hampir tak dikenali terikat dengan kedua tangan digantung. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka yang mulai mengalami pembusukan. Lututnya yang terkena tembakan juga mengeluarkan cairan merah bercampur nanah yang mengeluarkan bau amis.


Mereka sengaja membunuh Felix dengan pelan karena Vino ingin adiknya sendiri yang membunuh iblis berwujud manusia itu. Jess masuk dan disambut seringaian oleh Felix yang hampir tak dapat dikenali lagi.


"Apa kabar keponakanku yang cantik..?" tanya Felix dengan ucapan yang hampir tak jelas tapi wajah hancur itu masih saja bisa memperlihatkan senyum menyebalkan.

__ADS_1


"Sangat baik Om...sepertinya Om sangat bersenang senang disini..Jess sampai ingin ikut bersenang senang juga bersamamu..." kata Jess dengan senyum devilnya.


"Oh ya...apa kamu tak takut bayimu akan mati nanti?"tanya Felix.


" Tentu mereka akan sangat senang bila ikut bermain main dengan kakeknya."jawab Jess yang masih tenang tapi menakutkan.


"Kak..bisa kita mulai main mainnya?"tanya Jess kepada Vino.


"Kamu ingin apakan tua bangka ini, adikku?" tanya Vino.


"Sebelum aku memotong motong tubuh jelek ini, aku terlebih dulu akan melepaskan satu persatu anggota tubuhnya kak..." kata Jess.


Vino yang mengerti permintaan adiknya, langsung memberikan Jess sebuah gunting besar. Dan Jess mulai memotong jari Iblis itu satu persatu.


Terdengar suara jeritan memilukan di ruangan itu. Tapi sayangnya ruang itu sudah didesain kedap suara jadi tak ada suara apapun yang terdengar dari luar. Jess yang sudah ditutupi oleh rasa marah dan dendamnya, dengan membabi buta memotong motong tubuh yang sudah tak berdaya itu untuk makanan singa singa peliharaan Kedua kakak kembarnya itu. Sedangkan Dianka, Istri Felix, kini sudah diasingkan ke pulau penuh dengan binatang buas setelah Vano menyuntikkan virus yang menggerogoti tubuhnya secara perlahan. Sejak saat itu nama Felix dan Dianka sudah tak ada lagi di media manapun. Seolah sepasang mantan konglomerat itu tak pernah ada di dunia ini.


Setelah melakukan aksinya itu, Jess segera membersihkan badannya di kamar mandi yang ada dimarkas, Ia benar benar membersihkan tubuhnya dari sisa sisa darah iblis itu.Kemudian segera menunggui Justin yang sedang terbaring koma.


"By...cepatlah bangun...aku sudah membalaskan dendamku pada Iblis itu..mungkin saat ini aku menjadi manusia yang paling berdosa karena tega membunuh seseorang. Tapi sekali lagi aku tak menyesal sama sekali..biarlah saat ini aku menjadi iblis demi kamu dan anak anak kita By..." kata Jess yang tak bisa menahan air matanya lagi.


Berulabg kali Justin menunjukkan respon saat mendengar suara Jess, namun sepertinya Justin menolak untuk bangun dari komanya. Kafena alam bawah sadarnya seperti yakin bahwa istri dan anak anaknya telah tiada.


...----------------...


like like like...

__ADS_1


komen..komen...komen...


dikasih bunga atau kopi juga boleh....🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹💪💪💪


__ADS_2