My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Luka yang terbuka lagi


__ADS_3

"Pa..papa.." Gumam Michael dengan tatapan yang sulu diartikan.


"Mau apa Anda kesini?" Tanya Michael dingin.


Orang itu adalah Oscar Wijaya ayah kandung dari Michael. Ia adalah serang pengusaha di bidang fashion dan kecantikan. Ia adalah pengusaha yang cukup sukses karena produk fashion dan kecantikan yang dia produksi dapat bersaing dengan brand brand terkenal di luar negeri, bahkan ia mempunyai beberapa cabang perusahaan di Eropa. Tapi ambisinya meraoh kesuksesan membuat Oscar menjadi pribadi yang tak punya hati. Ia meninggalkan istri yang sedang sakit, yaitu Ibu Michael. Dan menikah lagi dwngan seorang pengusaha wanita hanya untuk memperbesar bisnis yang ia jalankan.


Flashback on


Ibu Michael yang saat itu sakit keras begitu terluka mendengar laki laki yang dicintainya menikah lagi tanpa persetujuannya. Hal itu memperparah penyakit yang dideritanya. Dan tak lama kemudian Ia meninggal.


Michael yang saat itu masih berusia 10 tahun, diperlakukan secara tidak adil oleh papanya. Papanya lebih menyayangi anak tirinya daripada dia,anak kandung ayahnya sendiri. Hanya karena istri Oscar lebih kaya dibandingkan Ibu Michael yang sudah meninggal.


Michael sering kali mendapat perlakuan kasar dari ibu tiri dan ayahnya.Ayah yang selalu ia harapkan melindunginya, ternyata malah ikut menyakiti bahkan tak segan menghukumnya tanpa ia melakukan kesalahan.


Puncaknya, saat Michael kecil tak sengaja membuat adik tirinya terjatuh di kolam renang dan hampir meninggal dipukul li tanpa ampun oleh sang ayah.


Sejak itu, Michael memutuskan untuk pergi dari rumah, dan sempat hidup terlunta lunta di jalan. Beruntung Ia bertemu dengan seseorang yang menerimanya dan menjadikannya sebagai anak angkat. Ia adalah orang tua Feli.


Orang tua Feli yang juga hanya hidup pas pas an rela merawat Michael dan menyekolahkannya di tempat yang sama dengan Feli. Tapi karena Michael adalah tipe anak pekerja keras, saat lulus SMP Michael bekerja serabutan. Entah itu menjadi kuli angkut di pasar, atau menjadi kuli bangunan,apapun pekerjaannya asal ia tidak merugikan orang lain dan mendapat uang,Michael akan dengan senang hati bekerja.


Saat masuk SMA, Michael dan Feli bersahabat dengan Frans Gunawan, anak seorang pengusaha property yang sukses dan pemilik yayasan tempat mereka bersekolah. Walaupun Frans anak orang kaya, tapi ia tidak pernah menggunakan kekeyaan orang tuanya untuk menyombongkan diri. Sebaliknya Frans menyembunyikan jati dirinya dengan ikut bekerja paruh waktu disebuah rumah makan bersama dengan Michael.


Michael adalah anak yang bisa dibilang sangat Jenius, kecerdasannya diatas rata- rata. Hal itu membuat pemilik yayasan tempatnya bersekolah membebaskan biaya apapun untuk Michael. Hingga saat Michael lulus, Ia mengetahui bahwa sahabat dekatnya adalah anak pemilik yayasan sekolah.


Orang tua Frans yang melihat potensi pada diri Michael memberikan beasiswa kuliah ,Kedokteran di Universitas Indonesia. Dengan syarat ia harus mempertahankan IPK nya minimal di angka 3.1. dan saat ia lulus Ia bekerja di rumah sakit yang berada di bawah naungan G-UNITY. Michael pun setuju dan sampai pada akhirnya ia sukses seperti sekarang dan mempunyai rumah sakit sendiri dengan banyak cabang di berbagai daerah.


Flashback off

__ADS_1


Michael masih menatap dingin orang tua yang ada di hadapannya saat ini. Luka yang sudah ditorehkan Oscar untuk Michael sudah terlalu dalam. Bahkan sulit terobati.


"Saya bertanya sekali lagi.Mau apa Anda kesini?" tanya Michael tanpa mengalihkan tatapan tajamnya terhadap orang itu.


"Nak..maaf..kan ..aku.." kata orang tua itu.


Michael hanya menyeringai,saat ini wajahnya sudah merah padam.


Justin yang tak mengerti hanya terdiam. Karena ia juga tak mengenal orang yang ada di hadapannya sekarang.


"Ayah..siapa kakek ini?" tanya Justin penasaran.


"Kamu mau tahu siapa orang ini Justin?"tanya Michael dengan suara tertahan.


"Dia adalah orang yang membuangku 35 tahun yang lalu, dia adalah orang yang tega membunuh istrinya sendiri demi harta. Dia adalah..."


Michael yang tak dapat menahan emosi, akhirnya tak dapat lagi meneruskan kalimatnya dan jatuh terduduk sambil menangis.


"Ayah..sudah..kita duduk dulu...jaga emosi ayah.." kata Jess sambil menggenggam tangan Michael dan menenangkannya. Jess sendiri juga gemetaran karena terkejut.


"Ayah tidak apa apa Princess...Justin bawa calon istrimu ke kamar,kejadian ini tak baik untuk kesehatannya."Kata Michael karena merasakan tangan Jess sudah mulai dingin dan berkeringat. Justin yang paham pun segera memapah Jess kembali ke kamarnya.


"Ttapi Ayah..."kata Jess khawatir.


"Masih ada Revan, setelah aku mengantarmu ke kamar aku akan menemani ayah Honey....kamu harus istirahat."


"Baiklah Kak...aku bisa ke kamar sendiri, Kakak jaga ayah saja.." kata Jess.

__ADS_1


" Ok kalau begitu..hati hatilah, minum obatmu dan segera tidur." Jess pun mengangguk dan meninggalkan mereka.


Orang tua itu hanya terdiam, seakan ada penyesalan yang tak terbatas yang ia rasakan. Ia tak pernah sekalipun peduli keberadaan putera sematawayangnya. Bahkan dengan tanpa perasaan ia sering menyiksa Michael kecil yang tak berdaya.


Michael mulai bangkit dan menghampiri ayahnya.


"Sejak saya keluar dari rumah Anda, apakah pernah sekalipun Anda mencari tahu keberadaan saya?Apakah Anda peduli,sekalipun saya mati kelaparan saat itu? "


"Lalu kenapa di saat sudah seperti sekarang ini, Anda mencari saya? Itu tidak ada gunanya Tuan Oscar Wijaya.Saya sudah sangat bersyukur dengan kehidupan saya sekarang ini, saya bisa memberikan kasih sayang berlimpah pada anak saya. Tidak seperti Anda yang tega membunuh istri Anda dan membuang anak kandung anda ke jalanan,demi harta."kata Michael tenang tapi dengan emosi yang besar.


"Maafkan papa Michael...papa tahu papa salah...kembalilah pada papa."


kata Oscar sambil berlutut.


"Cih...kembali kemana?sejak saat itu aku bukan lagi anakmu dan aku menganggap ayah ku telah mati. Justin..ayo kita pergi."kata Michael tegas.


"Tapi ayah...kakek....?"tanya Justin.


"Dia bukan kakekmu..kakekmu satu satunya telah meninggal kamu sendiri yang mengantarnya ke makam." kata Michael dingin.


Michael pun meninggalkan ballroom hotel dan kembali ke kamarnya. Luka lama yang dengan susah patah ia tutup kini terbuka lagi, dan bahakn lebih sakit dari sebelumnya. 10 menit kemudian sampailah mereka di depan kamar Michael.


"Son...istirahatlah dikamarmu, ayah ingin sendiri saat ini. Juga periksa keadaan Jess, ayah mengkhawatirkan cardiomiopati nya saat ini." Kata Michael.


"Baik ayah..tapi kalau ada apa apa segera beritahu kami."kata Justin sambil memeluk ayahnya singkat.


Oscar masih duduk terdiam di ballrom hotel itu, ia begitu sangat terpukul dengan sikap dingin Michael,tapi ia juga tak menyalahkannya. Karena memang dialah yang menyebabkan jurang dalam diantara mereka.

__ADS_1


"Tuan..ayo kita pulang..sudah malam besok Anda harus cuci darah." kata pengawal pribadi Oscar.


"Baiklah..mungkin tidak sekarang aku mencoba meminta maaf padanya. Ayo kita pulang."kata Oscar dengan lesu.


__ADS_2