
Setelah selesai makan siang, Jess kembali ke ruangan CEO yang kini menjadi ruangannya. Ruangan itu cukuo luas dengan sofa empuk didalammya. juga ada sebuah kamar untuk beristirahat. Jess memilih untuk merebahakan dirinya disofa. Justin kembalinke rumah sakit selesai makan siang. Karena jam 14.00 ada pertemuan dengan klien penting.
Tok..tok...
"Masuk" kata Jess.
"Princess kamu sedang apa?"kata Freddy yang melihat Jess merebahkan diri disofa.
"Pa...tidak apa apa aku hanya merasa lelah hari ini Ada apa Pa?" tanya Jess. Ia sudah duduk di sofa itu.
"Lain kali kamu tidak boleh seperti itu Jess, kamu harus lebih profesional..Posisi tubuhmu tadi bisa mengubah citra pemimpinmu dikantor"kata Freddy dengan tegas.
"Maaf Pa...Jess belum terbiasa.." kata Jess dengan pandangan memelas.
"Harus dibiasakan mulai sekarang. Kalau kamu merasa lelah tidurlah di kamar jangan dibsofa seperti ini.apa kamu mengerti Princess?"tanya Freddy.
"Mengerti pa..ngomong ngomong kenapa Papa tiba tiba ke ruangan Jess " tanya Jesslyn.
" Sebenarnya papa sangat terkejut dengan ucapanmu tadi Nak..Bukannya papa tidak mau menerimanya, tapi kamu yang berhak mendapatkannya. Papa sudah mendapat bagian papa sendiri dari orang tua angkat dan juga mertua papa. Itu sudah lebih cukup untuk papa Jess." kata Freddy.
"Tapi Pa..Jess akan merasa sangat serakah jika mengambil semuanya..." kata Jess.
"Itu bukan disebut serakah Nak..kecuali memang kamu yang merebutnya, itu yang disebut serakah.Untuk papa saham Gunawan corp sebesar 40 % itu sudah sangat cukup."
"tapi apa aku sanggup mengurusnya sendiri? Aku tak yakin Pa..ini menyangkut ribuan karyawan." kata Jess.
"Seperti yang papa bilang tadi, Papa setuju jika hanya menjalankan perusahaan kakekmu, tapi semuanya akan tetap menjadi milikmu." tegas Freddy.
"Selain membicarakan masalah tadi, papa ingin mengatakan sesuatu padamu princess.." lanjut Freddy.
"apa Pa?" tanya Jess.
"Papa tadi sudah bicara dengan calon mertuamu dan ia sudah setuju. Besok kamu sudah harus meninggalkan rumah Michael dan tidak boleh bertemu Justin sampai hari pernikahan kalian tiba." kata Freddy.
"Apa?! bukannya masih 3 hari lagi Pa.."tanya Jess terkejut.
"Begini Nak..ini sudah tradisi turun temurun dan harus dijaga. Lagipula tidak baik anak gadis terlalu lama tinggal di rumah laki laki jika ia masih memiliki sanak keluarga. Jadi untuk sementara waktu kau tinggal dulu bersama kami. Sedang rumah utama yang sekarang jadi milikmu masih tahap renovasi. Kalian bisa menempatinya setelah menikah nanti.Apa kamu setuju Princess?" tanya Freddy.
Jess berpikir sejenak.
"Jess setuju Pa....kalau itu untuk kebaikan kami." kata Jess.
"Nah gitu dong anak gadis papa...ah seandainya saja papa sudah bertemu kamu dari dulu..pasti kamu sudah jadi rebutan papa Freddy dan papa Frans..hahahah"kata Freddy sambil mengacak rambut Jess.
__ADS_1
" Ah..papa..bisa bisa image CEO ku langsung hilang kalau begini terus.." kata Jess sambil memanyunkan bibir.
" Ya sudah....papa mau kembali ke kantor papa dulu...nanti biar Vano yang jemput kamu di rumah Michael untuk berkemas." Kata Freddy.
" Iya..pa..hati hati di jalan" kata Jess. Ia mengantarkan Freddy sampai di depan ruangannya.
Ia pun kembali masuk dan duduk di kursi kebesarannya. Kini ia sendirian lagi.Jess memandangi foto bersama keluarganya saat Frans dan Feli masih hidup.
"Pa..Ma..terimaksih telah menghadirkan Jess di dunia ini. Sekarang Jesslyn yang akan meneruskan perjuangan papa dan mama." kata Jess sambil memandangi foto keluarganya. Tak terasa air mata kerinduannya keluar. Jess memeluk erat foto itu.
"Are you okey My sister?" tanya Vano yang sudah ada di depannya.
"Yes..of course..I'm okey. I just miss them..since when are you here? maaf nggak tahu kakak sudah di sini.." kata Jess langsung menyeka air matanya dengan tisu dan memperbaiki posisi duduknya.
"Baru saja..maaf langsung masuk..karena aku mengetuk berulang kali tapi kamu tak menjawabnya." kata Vano.
"Aku kesini hanya akan menanyakan sesuatu Jess.." kata vano.
" Apa itu Kak?" tanya Jess penasaran.
"Apa Felix sudah benar benar tertangkap?" tanya Vano. Jess begitu terperanjat saat mendengar nama itu.
" Jess apa kamu tak apa apa?" tanya Vano sedikit khawatir.
"Sudah Kak..aku sendiri yang melihat penangkapan itu." jawab Jess berusaha tenang. Karena sejujurnya saat ini dia merasa ketakutan.
"Aku tak bermaksud menakutimu tapi mulai sekarang kamu harus berhati hati." Kata Vano sambil menyerahkan sebuah foto yang diambil diam diam.
"Ini benar Om Felix Kak...kenapa dia bisa ada di sekitar gedung ini?" tanya Jess dengan gemetar.
"Jess...maaf aku tak bermaksud untuk menakutimu. Tapi kamu memang harus sangat berhati hati sekarang.Aku sudah menyiapkan pengamanan khusus untuk kantor ini Jess. Karena sepertinya ada dalang di balik pembebasan Felix.Ini benar benar keluar dari rencanaku dan Revan." kata Vano.
" Apa Kak Justin sudah tahu?" tanya Jess.
"Sudah..saat ini mereka sedang bergerak cepat untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua."
Flashback.
Saat makan siang Justin mendapat telepon dari salah satu orang kepercayaannya. Bahwa Felix telah kabur dari penjara.
"****..!! bagaimana mungkin bajingan itu bisa kabur, kalau pengamanannya sudah diperketat?tunggu aku sepuluh menit lagi aku sampai disana." kata Justin. Justin langsung menghampiri Jess yang saat itu masih makan siang.
" Honey aku harus ke rumah sakit karena ada pasien penting.Kamu tak apa kan kalau aku tinggal?" kata Justin. Ia tak mau mengatakan sejujurnya karena takut depresi Jess kambuh dan ia histeris lagi.
__ADS_1
"iya Kak..hati hati" jawab Jess.Justin pun mencium kening Jess dan menibggalkan tempat itu. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor polisi tempat Felix dan istrinya ditahan.
Disana sudah ada Revan beserta anak buahnya dan Vano.Tak lama setelah itu Michael dan Freddy datang.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Justin.
"Just...sepertinya ada seseorang yang membocorkan rencana kita pada Felix. Dan firasatku mengatakan ia adalah oknum kepolisian.Aku sudah menyuruh orangku untuk menyelidikinya." kata Revan.
"Hmm..begitu rupanya.."Kata Justin sambil memijat pelipisnya.
" Apa perlu aku kerahkan The Black Hole untuk kasus ini?" kata Vano.
The black hole adalah gangster yang dibentuk oleh Freddy. Yang membantu pihak kepolisian dan pemerintah dalam mengungkap kejahatan maupun tindak korupsi walaupun namanya tak pernah muncul dipemberitaan. The Black Hole sendiri anggotanya adalah para hackers dan orang orang pilihan yang tentunya tidak main main. The Black Hole sudah memiliki izin khusus dari pemerintah untuk bertindak. Dan juga bekerja sama dengan para agen rahasia di luar negeri.Sekarang tampuk kepemimpinan The Black Hole ada di tangan Vano. Karena Freddy sudah mengundurkan diri sejak beberapa tahun yang lalu.
"Sepertinya..belum saatnya, kecuali untuk pengamanan jaringan di Gunawan Corp dan G Unity.Vano..Jesslyn harus tahu masalah ini."Kata Justin.
"Tapi bagaimana kalau depresinya kambuh lagi..." ungkap Vano.Karena sejujurnya ia merasa khawatir dengan kondisi Psikologis sepupunya itu.
"Beritahu dia pelan pelan...Oh ya aku minta kerahkan para hacker terbaikmu untuk mengamankan semua sistem jaringan di kantor Jess. Jangan sampai kita kecolongan." kata Justin.
"Baik..akan ku lakukan. Aku kembali ke kantor dulu kalau begitu." kara Vano.
"Iya..berhati hatilah.." kata Justin.
Flashback off.
Tubuh Jess mulai gemetar mendengan cerita Vano. Sebenarnya Vano begitu sulit menceritakan apa yang telah terjadi keoada adiknya itu. Tapi bagaimanapun Jess memang harus tahu yang sebenarnya. Karena ia seorang pemimpin.
"Jess..are you okay...?" kata Vano langsung menghampiri Jess.
" Aku baik baik saja Kak.." kata Jess sambil mencari sesuatu di laci mejanya. Saat menemukannya ia langsung meminum obat penenang itu. Karena sampai pada saat ini, Jess masih mengkonsumsinya saat ia merasa gelisah.
Vano langsung mengambilkan air putih untuk Jess dan memeluk Adiknya untuk menenangkannya.
"Everything will be okay..jangan takut..kita akan mengerahkan semua kekuatan kita untuk.melenyapkan bajingan itu.Kakak akan berusaha melindungi keluarga kita.." kata Vano sambil menenangkan Jess.
...----------------...
Makasih ya Gengs atas dukungan dari kalian...berkat dukungan dari kalian author makin semangat up bab bab selanjutnya.
Ini juga lagi proses bikin sequel dari My Surgeon My Hubby, ceritanya Revan sama Leni yang terpaksa menikah karena terjebak cinta satu malam yang sebenarnya ditujukan pada Revan.
__ADS_1
Terus dukung author ya gengs..biar makin semangat nulisnya...
**al cha**