
Malam hari mereka pulang bersama. Justin dan Jess yang barusaja baikan seperti pasangan yang sedang kasmaran, mereka berjalan bergandengan tangan, banyak oasang mata yang memperhatikan mereka hanya senyum senyum,.
"Honey kamu ingin langsung pulang atau kita jalan jalan dulu?" tanya Justin.
" Aku ingin beli fondation dulu..."jawab Jess.
"Fondation?untuk apa?tanya Justin pura pura tak tahu.
"Aku tak mungkin pakai syal sepanjang hari kan kak...sangat gerah..tapi bagaimana mungkin aku tak menutupinya, bahkan ini sangat banyak..apa kata Ayah nanti?." kata Jess sedikit merengek.
Justin yang mendengar rengekan Jess hanya terkekeh, karena memang ia membuat kissmark di hampir seluruh leher Jess.
"Dasar mesum.."umpat Jess.
"tapi kamu suka kan?"goda Justin.
"Ihh..kesel..."kata Jess sambil memanyunkan bibir dan langsung disambar oleh bibir Justin.
"Kakaaaaakk....."pekik Jess.
"Makanya jangan pasang ekapresi seperti itu, itu membuatku ingin segera memakanmu."kata Justin sambil mengdipkan sebelah mata.
"Dasar dokter mesum!"
"Biarin..!"jawab justin sambil terus melangkah. Jess pun segera berlari mengejarny.
"Jangan berlari Jess...perutmu bisa kram lagi."kata justin sambil memegang Jess.
"Makanya kakak jangan meninggalkanku."
"Habisnya kamu mengataiku mesum,aku hanya mesum denganmu honey..walauoun aku sudah melihat berbagai bentuk tubuh pasien, hanya kamu yang bisa membuatku bereaksi.." kata Justin.
"Itu namanya tetap mesum, aku kan juga pasienmu..dasar tukang gombal." kata Jess dengan bibir mengerucut.
Justin yang tidak tahan langsung mengangkat tubuh Jess dan meletakkannya di bahu. Kemudian membawa lari Jess menuju parkiran khusus dokter.
"Kakaaaaakkk....aku bukan beras"teriak Jess.
"Diamlah.."kata Justin sambil terus menggendong Jess seperti karung beras.
"Tunggu disini sebentar."Justin pun menurunkan Jess.
Tak sampai 5 menit Justin sudah datang dengan mengendarai motor sport hitam yang sepertinya Jess tidak asing lagi. Jess pun hanya melongo.
"Kita naik ini, Kak?" tanya Jess.
"Iya...memana kenapa?kamu tak suka?" tanya Justin. Sambil memberikan jaket dan helm kepada Jess. Ia pun langsung memakainya.
"Suka...hanya saja..aku seperti tidak asing dengan motor ini.."kata Jess sedikit sendu.
"Ayo...cepetan..nanti tokonya tutup kalau kamu kelamaan mikir." kata Justin.
"I..iya kak..."kata Jess segera naik.
"Ayo..pegangan...jangan bengong terus."kata Justin sambil menarik tangan Jess agar memeluk pinggang Justin.
__ADS_1
Justin pun segera melajukan motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Jess yang sangat menikmati perjalanan mereka merentangkan tangannya.
"Pegangan Jess..kamu bisa jatuh..".teriak Justin.
"aku sangat menikmatinya kak...ini sangat nyaman.."kata Jess.
Justin pun mengerem mendadak dan tubuh Jess langsung tersentak ke depan sehingga spontan Jess memeluk Tubuh Justin. Justin merasaka sentuhan 2 bukit yang sempat ia mainkan sore tadi menyentuh punggungnya.
"Makanya pegangan...."teriak Justin sambil terkekeh.
"Dasar dokter mesum, suka ngambil kesempatan aja." jawab Jess ketus. Jesspun kembali memeluk Justin.
Sekitar 30 menit kemudian, mereka sampai di sebuah mall di terbesar di kota itu. Mereka pun segera masuk. Jess langsung menuju ke tempat penjualan make up, untuk membeli fondation.
"Sudah..ayo pulang Kak?" ajak Justin
"Hanya itu?" tanya Justin terheran.
"iya.. aku hanya mau membeli fondation saja kak.."kata Jess.
"tak ingin beli yang lain?"tanya Justin.
"ti..dak.."kata Jess singkat.
"kamu memang aneh..biasanya, perempuan kalau ke mall pasti ngajak belanja baju, sepatu, atau apalah..kamu? masa ke mall cuma beli fondation?kan di supermarket juga banyak.."kata Justin heran.
"aku sedari kecil walaupun hidupku bisa dibilang enak, mama dan papa tak pernah memanjakanku dengan belanja barang barang yang kurang penting. mama berpesan, jika memang harus belanja,bijaklah dalam berbelanja, karena manusia tak selamanya berada diatas, lebih baik berikan kepada yang lebih membutuhkan jika kita tak membutuhkannya lagi. Ada kalanya kita ada di bawah..dan aku sudah merasakannya sejak papa dan mama meninggal kak.."
" Nasehat mama begitu berguna saat aku sedang ada di bawah...aku memang sangat sedih, tertekan , bingung tapi itu karena aku hidup tanpa orang tuaku semata, bukan karena aku tak bisa membeli ini itu."
Justin yang mendengar cerita Jess, langsung memeluknya erat, Ia tak pernah salah mencintai Jess, wanita yang begitu bijak walauoin usianya masih sangat muda. Justin berfikir, mungkin jika wanita lain akan mengutamakan keinginannya semata.
"Jess...aku semakin mencintaimu"kata Justin masih memeluk erat Jess.
"Aku juga mencintaimu Kak..maafkan aku kalau aku sering membuatmu kesal karena sikapku.."kata Jess dalam pelukan Justin.
Beberapa pengunjung mall yang melihat sejoli berpelukan, hanya ikut tersenyum.
Jess dan Justin menyadari mereka jadi pusat perhatian, lanvsung melepas pelukannya sambil terkikik.
"Jess aku ingin membelikanmu sesuatu walaupin kamu tak memintanya dan menganggapnya penting" kata Justin.
Justin langsung menarik tangan Jess dan berjalan menuju toko jam tangan. Ia langsung melihat lihat koleksi jam tangan mewah yang ada di toko itu.
"Kakak mau beli jam tangan lagi? kan koleksimu sudah banyak kak?"tanya Jess.
" Kali ini beda, aku ingin membelinya sepasang, satu untukmu dan satu untukku, kita kan belum punya barang couple.."jawab Justin.
"Terserah kakak saja lah..."jawab Jess pasrah, karena dia tahu Justin tidak suka penolakan.
15 menit kemudian sepasang jam tangan merk CD seharga hampir 50 juta telah dibeli Justin, Jess yang sudah paham harga jam tangan itu tidak kaget, ia hanya menggelengkan kepala saja.
"Sudah kak?"tanya Jess.
"Apa kamu kelelahan? perutmu sakit lagi?" kata Justin khawatir, karena Jess memang belum sepenuhnya sembuh.
__ADS_1
" Tidak kak...kakiku hanya pegal"kata Jess.
" Ya sudah kita cari tempat untuk duduk dulu. Naiklah ke punggungku". kata Justin yang sudah berjongkok di depannya.
"Tapi kak...banyak orang"kata Jess.
" Jess naik atau aku akan menggendongmu dengan paksa!"kata Justin.
" Dasar dokter mesum tukang paksa!"umpat Jess sambil memanyunkan bibirnya. Jesspun langsung naik ke punggung Justin.
Justin menggendong Jess ke tempat foodcourt karena mereka memang belum makan malam.
"Kamu ingin makan apa honey?" tanya Justin.
"Aku ingin makan steak saja,aku sudah lama tidak memakannya. boleh kan kak?"tanya Jess.
" Hmm...tapi harus matang ya..."kata Justin.
" kalau terlalu matang kan gak enak kak.."Jawab Jess.
"Begini Jesslyn dengarkan aku, kamu baru saja operasi tumor,ada tumor yang bersarang di luar rahimmu, walaupun sudah bersih, tapi sisa sisa patogennya belum sepenuhnya hilang, steak yanv hanya setengah matang bisa memacu sel sel tumor dan kanker itu muncul lagi, jadi kmau paham kan maksudku?"
"jadi, mulai sekarang kamu tidak boleh sembarangan dalam memilih makanan, kalau bisa tanyakan dulu padaku apa yang boleh kamu makan dan yang tidak.mengerti honey..?"jelas Justin dengan sangat hati hati, karena dia takut Jess akan marah jika dilarang.
"siap boss...!"kata Jess.
"Bagus...aku semakin ingin memakanmu sayang..."kata Justin menggoda.
"Kumat!!"umpat Jess.
Justin pun terkekeh.
Mereka kemudian memesan makanan dan makan dengan lahap karena memang sudah sangat lapar.
"Kak..apa aku boleh bertanya?"tanya Jess.
"silahkan.."
"Soal motor yang tadi...itu kakak kapan belinya?"tanya Jess.
"aku yakin kamu akan menanyakannya.." jawab Justin.
Justin mengeluarka STNK,BPKB dan kunci motor itu ke Jess. Jess terdiam karena tak tahu maksud Justin.
"Itu motor kesayanganmu dulu kan?yang selalu kamu pakai setiap berangkat ke sekolah,walaupun saat itu kamu belum punya SIM?" tanya Justin dengan tersenyum.
"Tapi bagaimana kakak bisa mendapatkannya,?itu dulu adalah hadiah ulang tahun dari papa,.."Kata Jess dengan mata berkaca kaca.
"kamu tak perlu tahu darimana aku mendapatkan lagi motormu, sekarang motor itu jadi milikmu lagi. Tapi kamu tidak boleh mengendarainya tanpa seizinku."jawab Justin.
"Benaran Kak?Kakak tidak becanda?"tanya Jess tak percaya.
Justin pun hanya mengangguk sambil tersenyum.
"kalau begitu cepat habiskan makananmu, dan bonceng aku waktu perjalanan pulang nanti." kata Justin.
__ADS_1
"siap boss.."jawab jess semangat.