My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Dokter Helena Thompson


__ADS_3

Justin tersenyum tipis saat memandangi wajah polos Jess yang sedang tidur. Dengan pelan ia menyibak rambut yang menutupi wajahnya.


"Terimakasih telah menjadi bidadari yang bersemayam di hatiku Honey...Aku sangat mencintaimu. Aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk selalu membahagiakanmu. Menualah bersamaku sayang..." batin Justin.


Justin merebahkan tubuhnya di samping Jess. Ia memeluk erat tubuh istrinya seakan tak ingin melepaskannya barang sedetikpun. Tak berapa lama, iapun ikut terlelap bersama sang istri.


Pagi harinya, setelah Justin selesai berolahraga, seperti biasa ia langsung membuat susu hangat untuk sang istri. Beberapa hari ini, ia tak lagi memberikan susu hamil kepada Jess, tapi Justin memilih untuk memberikan susu segar yang dipasteurisasi. Karena dipercaya lebih sehat dan juga tak mengandung bahan kimia apapun.


"Honey...sayangku...bangunlah..minum susunya dulu." kata justin sambil menggoyang pelan tubuh Jess yang masih tidur.


"Sayangku....ayo bangun..."kata Justin sambil.menciumi selirih wajah Jess. Karena merasa tidurnya terganggu, Jess pun menggeliat dan membuka matanya.


"Hubby....jam berapa sekarang?" tanya Jess dengan suara parau khas bangun tidur. Ia mengambil susu yang diberikan Juston dan meminumnya sampai habis.


"Ini sudah jam 6 pagi...ayo bangun kita cari udara segar..biar triplets kita juga ikut merasa segar..." kata Justin sambil mengelus perut Jess dan mengecupnya.


Sentuhan Justin dibalas dengan gerakan yang cukup keras dari dalam perut istrinya.


"Aaww..sayang pelan..Mommy bisa terjungkal kalau kalian bergerak keras bersamaan..." Pekik Jess.


"Apakah terasa sakit Honey...?" tanya Justin dengan nada sedikit cemas. Ia langsung mengusap perut Jess.


"Tidak By...hanya saja membuat aku sedikit kewalahan kalau mereka bergerak bersamaan..." kata Jess sambil mengelus perutnya, berharap anak anak dalam perutnya bisa sedikit tenang.


"Sayang...geraknya pelan pelan ya...kasihan Mommy kalian kalah kalau kalian lawan bersamaan..nanti kalau mommy nangis siapa yang tanggung jawab..?"kata Justin seolah berbicara pada anak anaknya yang masih dalam kandungan.


Dan seketika, perut Jess kembali tenang setelah Justin mengelus dan memberi "pengertian"kepada para janin tersebut.


"Anak anak Daddy memang sungguh pintar."kata Justin kembali mengecup perut Jess.

__ADS_1


Jess yang mendengarnya langsung terkekeh.Mereka yang sedang berbincang dengan janin yang masih di dalam kandungan itu, dihentikan oleh pelayan yang memberitahukan kedatangan Freddy beserta dua anak kembarnya di mansion Jess dan Justin.


"Permisi Tuan..Nyonya...Tuan Freddy sudah menunggu di ruang tengah." kata pelayan itu.


"Iya kami akan segera keluar." kata Justin.


Jess segera membersihkan dirinya dan bersiap menemui Freddy. Sedangkan Justin sudah lebih dulu menemui mertuanya itu. 15 menit kemudian Jess sudah keluar ka


"Selamat pagi pah...kakak..maaf Jess masih baru selesai mandi...?"kata Jess seraya memeluk Freddy dan kedua kakaknya.


"Tidak apa apa Princess..Papa kemari untuk membawa berkas berkas tentang merger G Unity dan Gunawan Corp. untuk kamu tanda tangani."kata Freddy.


"Pah...seandainya ada sesuatu yang menimpa Jess, aku ingin Papa membantu mengelola perusahaan ini dan ikut mendidik ketiga anak Jess menjadi seorang pemimpin...Aku yakin mereka akan menjadi orang orang hebat yang mempunyai hati bersih, jika dididik oleh kalian semua..."kata Jess.


"Sayang..tak akan terjadi apapun kepadamu Nak...kamu sendirilah yang akan mendidik anak anakmu kelak..." kata Freddy sambil menggelen¾²gkan kepala pertanda tak setuju.


"Tapi Pah...."


" Maafkan aku Hubby..."lirih Jess.


"Kalau kamu memang mencintaiku, buktikanlah dengan cara kamu akan tetap bertahan saat melahirkan triplets nanti!" pinta Justin sambil menangkup wajah Jess dan menciuminya. Seakan tek peduli dengan kehadiran Freddy dan kedua anaknya.


"Ia By...aku akan berusaha untuk tetap hidup demi kalian..."Kata Jess menganggukan kepala.


"Kami akan memegang janjimu Jess..." tukas Vano.


......................


Siang harinya, Michael datang ke mansion J.J bersama dokter Lisa dan Dokter Helena Thomson, seorang dokter ahli kandungan berusia sekitar 40 tahun yang didatangkan Michael dari luar negeri untuk menangani Jess. Sebelumnya Dokter Lisa yang selama ini menjadi dokter kandungan Jess telah menjelaskan Endometriosis dan plasenta akreta yang dialami oleh Jess.

__ADS_1


"Jesslyn...perkenalkan ini dokter Helena Thompson,dokter kandungan yang akan membantumu saat lahiran nanti." kata Michael dalam bahasa Inggris.


"Saya Jesslyn...senang bertemu dengan Anda dokter Thompson..."kata Jesslyn sambil menjabat tangan dokter Helena.


"Nona Jesslyn tak usah terlalu formal denganku, kita santai- saja,.panggil saja Helena,saya lebih suka dipanggil nama. Saya dengar, Anda juga calon dokter bukan?"kata Helena dengan ramah.


"Hehe....masih mahasiswi kedokteran..itu juga belum tentu nanti bisa lanjut apa tidak.." kata Jess terkekeh.


"Saya yakin kamu akan menjadi dokter hebat nanti...saya sudah mendengar banyak dari Tuan Michael, kamu sangat berbakat untuk jadi seorang dokter,dan beruntungnya, kamu juga dikelilingi oleh orang orang yang sangat hebat pula..."puji Helena dengan tulus.


"Itu sangat memudahkanmu Nona bahkan aku sangat iri kepadamu..hehe..lupakan.." lanjutnya dengan berbisik.


"Dokter bisa saja..." jawab Jess terkekeh.


Obrolan ringan itu berlanjut hingga selesai makan siang, Dokter Helena yang mempunyai pembawaan santai, membuat rasa takut Jess sedikit berkurang. Bahkan dokter itu sama sekali tidak menyinggung tentang apa yang dialami Jess. Itu bertujuan agar Jess lebih rilex menghadapi hari persalinannya yang sudah didepan mata.


"Jesslyn, besok pagi kita mulai pemeriksaannya ya...hari ini aku masih ingin mengobrol denganmu dan Alexa...sepertinya suamimu harus merelakan istrinya pisah ranjang dulu.."kata Helena sambil tertawa kecil. Ternyata ia pernah bertemu Alexa sekali saat Alexa menjadi peserta Seminar Kedokteran di Luar Negeri dan saat itu Helena yang menjadi narasumber, langsung mengenali Alexa.


"Iya..baiklah Helena...aku setuju" Jawab Jess sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Justin yang sudah memasang wajah cemberutnya.


Malam itu,ketiga wanita beda usia tersebut mengobrol dengan seru, sedangkan Karina tidak bisa menemani Jess karena di rumahnya sedang saudara dari luar kota yang datang. Dan Justin terpaksa tidur di kamar lainnya yang masih kosong bersama Michael yang juga memutuskan untuk menginap di rumah Justin. Karena ada hal serius yang akan mereka bicarakan dengan dokter Hellena nanti malam setelah Jess tidur.


Setelah Jess tidur, Helena dan Alexa keluar dari kamar Jess dan menuju ruang kerja Justin. Disana Justin dan Michael sudah menunggu mereka.


Tok tok...


Alexa mengetuk pintu ketika sudah sampai di depan ruang kerja Justin.


"Silahkan masuk dokter Helena.." sahut Michael.

__ADS_1


Helena diikiti Alexa pun masuk ke ruangan itu, mereka duduk di sofa empuk yang terdapat di ruang kerja itu.


"Dokter Helena maafkan kami jika harus menunggu setelah menantuku tertidur...kita baru bisa berbicara dengan serius..." kata Michael membuka pembicaraan malam itu.


__ADS_2