
Bruukkk...
sebuah mobil sedan silver menabrak seorang pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Tak ada luka serius yang dialami pejalan kaki tersebut. Tapi pengendara mobil sedan yang menabrak pejalan kaki tersebut tak kunjung membuka pintu mobil. Hal itu membuat orang di sekitar tempat kejadian tersulut emosi dan ingin main hakim sendiri.
Justin, Jess dan Michael yang berada tak jauh dari situ ingin tahu siapa yang mengalami kecelakaan.Michael langaung memeberikan pertolongan pertama pada korban tersebut, ia hanya terkilir saja. Melihat banyak warga yang emosi dengan pengendara tersebut, Justin segera melerai mereka dan membuka pintu.
Ia sangat terkejut, karena ternyata laki laki di dalam mobil tersebut seperti terkena serangan jantung.
"Pak tolong bantu saya bawa laki laki ini ke rumah sakit seberang, dia terkena serangan jatung!" kata Justin.
"Jess kamu ikut aku.." katanya kepada Jess.
"Iya kak..."Justin dan Jess segera melajukan mobilnya ke Rumah Sakit,
Mereka segera berlari ke UGD untuk memberikan pertolongan pada pria tadi. Sedangkan Jess menunggu di luar.
Justin segera menginstruksikan perawat untuk memanggil dokter Spesialis Jantung dan pembuluh darah. Saat dokter itu datang, Justin menjelaskan keadaan pasien tersebut. Dan ia pun segera bersiap ke ruang operasi.
" Honey..hari ini aku ada operasi mendadak, kamu tunggu di ruanganku ya.."ucap Justin pada Jess.
"Iya kak..tapi kenapa ya aku melihat orang tadi mirip sekali dengan almarhum papa.." kata Jess.
"Kamu benar Jess, kakak juga berpikir seperti itu, tapi saat ini kakak akan fokus untuk menolongnya. Kamu bisa kan menunggu di ruangan kakak?"kata Justin.
" Iya kak...semangat..!!" kata Jess sambil mengecup bibir Justin.
"Iya sayang..terimakasih atas asupan seamangat darimu.." kata Justin mengecup bibir Jess. Ia menitipkan ponselnya kepada Jess.
Justin segera menuju ruang operasi, sedangkan Jess melanjutkan mengerjakan tugas yang belum selesai tadi. Saat sedang asyik mengerjakan tuga kuliahnya,ponsel Justin berdering,yang ternyata telpon dari Revan.
"Hallo..." jawab Jess.
"Jess..dimana Justin"tanya Revan.
" Kak Justin sedang diruang operasi kak...ada pasien serangan jantung". kata Jess.
" ya Sudah nanti aku hubungi lagi..eh..Jess maaf, sebelumnya apa aku boleh bertanya?"tanya Revan di seberang,
"Mau Tanya apa Kak?"
"Apa Om Frans punya saudara kembar?"tanya Revan.
__ADS_1
"Hmmm setauku dulu punya kak..tapi kata nenek, saudara kembar papa sudah meninggal waktu baru lahir." kata Jess.
" O..baiklah kalau begitu, aku hanya ingin bertanya saja. Nanti kalau Justin sudah selesai suruh cepat hubungi aku ya.."kata Revan.
" Iya Kak..nanti aku sampaikan". Jess pun menutup telepon, dan lanjut mengerjakan tugas lagi.
Setelah beberapa jam, akhirnya tugas Jess pun selesai. Ia merenggangkan badannya yang terasa pegal. Sambil menunggu Justin yang belum selesai mengoperasi pasien, Jess memutuskan untuk tidur sebentar di kamar pribadi Justin.
Justin masuk keruangannya, tapi tak melihat Jess, kemudian masuk ke kamar pribadinya, ia melihat Jess sedang tertidur pulas. Justin membetulkan posisi tidur Jess menjadi telentang dan menyelimutinya hingga sebatas dada dan ikut berbaring disampingnya. 0Jess yang merasa tidurnya terusik, menggeliat dan membuka matanya, Justin berada disampingnya sambil tersenyum, rambut nya yang masih basah membuat ketampanannya bertambah.
" Kakak baru mandi?"tanya Jess.
" iya..kenapa..?"
" kakak tampan" jawab Jess dengna polos.
"Kau juga cantik, honey.." kata Justin sambil mengelus pipi Jess.
"kak..i love you.."kata Jess.
" I love you more,, honey..." kata Justin kemudian langsung mengungkung tubuh Jess dan mencium bibir jess.Jesspun membalas ciuman Justin dan mereka berciuman dalam waktu yang lumayan lama. Hingga mendengar telfon Justin berdering.
"......"
"Siapa kak..?" tanya Jess penasaran.
" Ayo Honey..kita segera bergegas, Revan ingin bertemu."kata Justin
"Iya..kak..tadi kak Revan memang menelfon, aku belum memberitahukan padamu." kata Jess menjelaskan.
Mereka pun segera menuju ke tempat yang Revan tunjukkan.
30 menit kemudian, Jess dan Justin sampai di sebuah Kafe dimana Jess dulu pernah bekerja. Revan sudah menunggu disana.
" maaf membuatmu menunggu."kata Justin.
" Aku sudah biasa menunggumu Tuan Muda..hehehe..."kata Revan terkekeh.
" Apa kakak datang sendiri?dimana Leni ?"tanya Jess.
"Aku bersama Leni dia sedang ke toilet sebentar." jawab Revan.
__ADS_1
"Ada apa Van kenapa kamu meminta kami bertemu..?" tanya Justin.
"Sebentar kita tunggu Leni dulu."Jawab Revan.
Tak sampai 5 menit kemudian, Leni datang, tapi dengan wajah yang sedikit gugup.
"Len..duduklah.."kata Revan.
"Iya pak.."jawab Leni.
"justin sebenarnya aku meminta bertemu karena, ada hal yang harus kami sampaikan." kata Revan.
"Hal apa? Jangan buat kami bingung.."ucap Justin.
"ee..ee...aku ingin mengundang kalian di acara akad nikah kami minggu depan.." kata Revan.
"Hah?!menikah? apa tidak salah? bukankah kalian saling kenal?"tanya Justin.
" Sebentar...Len...jangan bilang kalau kalian..." kata Jess.
"Jess, sebenarnya di hari pertunangan kalian, Leni tidak sengaja meminum minuman yang sudah dicampur sesuatu yang sebenarnya ditujukan kepadaku, tapi malah ia yang meminumnya."jelas Revan.
"Maksudmu, minuman yang sudah dicampur obat perangsang?" tanya Justin.
"Betul..dan kebetulan saat itu Leni pulang bersamaku. Aku seketika tahu siap yang telah menaruh obat di minumanku dan langsung kuberi pelaran orang yang melakukan itu. Tapi karena Leni yang meminumnya kan kami melakukannya, aku harus bertanggung jawab sebelum atau walaupun Leni tidak hamil. Karena aku yang telah merenggut kesuciannya. Maafkan aku Justin..maafkan aku Jess."kata Revan penuh penyesalan.
Leni sedari tadi hanya diam dan menangis, ia sangat frustasi. Jess yang berada di depannya langsung memeluk Leni. Iapun langsung menangis keras. Jess membiarkan Leni menangis dalam pelukannya, berharap ia dapat melampiaskan kesedihannya.
"Sudah..semuanya sudah terjadi Len..Kak Revan juga mau bertanggungjawab. Pelakunya juga sudah diberi pelajaran oleh Kak Revan. Semuanya akan baik baik saja." Kata Jess menenangkan sahabatnya itu.
" Aku sudah mengecewakan mama Jess..pasti mama sangat kecewa di surga sana.."kata Leni.
"hhsssttt...semuanya sudah terjadi Len..kamu harus bisa menghadapinya.." kata Jess.
" Aku memang marah kepada kalian, terutama padamu Van, selama ini kamu sudah kuanggap adikku sendiri, dan kali ini kau mengecewakanku.Tapi yang kau lakukan sekarang sudah benar, aku berharap pernikahan ini tidak main main Van. Kau harus belajar mencintai Leni, begitupun Leni kau harus belajar mencintai Revan."Kata Justin dengan tatapn dingin.
"Apa Om Erix sudah tahu masalah ini?"tanya Jess.
"Sudah, aku langsung memberitahukannya keesokan paginya. Dan papa setuju,walaupun awalnya sangat marah.Tapi aku lega bisa mempertanggung jawabkan semuanya." kata Revan.
"Aku harap kalian tidak melakukan pernikahan kontrak seperti di drama drama atau di novel novel yang pernah ku baca.Tak baik untuk kesehatan hati." kata Jess dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Iya..baiklah kakak ipar..kami ingat pesanmu."kata Revan.
Mereka pun berbincang hingga hampir malam, hingga akhirnya mereka pulang ke rumah masing masing.