My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Haruskah Move On?


__ADS_3

Vino dan Alexa sampai di butik bersamaan dengan Karina dan Vano yang juga baru sampai. Karina langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Alexa.


"Kamu makin kelihatan cantik Xa.." kata Karina.


"Tante bisa saja..tante juga tambah cantik..."kata Alexa, Karina ikut terkekeh. Mereka berempat pun langsung masuk ke dalam butik. Nyonya Anna, sang pemilik sudah menyambut mereka berempat.


"Apa kabar Jeng...lama banget nggak datang kemari.."kata Anna.


"Baik Mbak..iya juga ya..lama kita nggak ketemu, udah berapa tahun ya Mbak.."kata Karina.


"Udah sekitar 5 tahunan kali...Saya nggak nyangka lhow jeng kalau Jesslyn itu keponakan Jeng Karina. Kan mamanya Jess itu sahabat saya waktu kuliah.Dia juga sering kesini kalau bikin gaun buat pesta.Nggak nyangka Feli pergi secepat itu..."kata Anna.


"Iya Mbak..saya juga baru tahu kalau Jess itu keponakan kami, karena papa nya Jess sama papa nya anak anak terpisah sejak mereka bayi dan baru tahu kalau punya saudara kembar, kemarin waktu suami saya habis operasi jantung dan waktu itu Jess sakit juga."kata Karina.


"hmmm..kasian sekali nasib anak itu, beruntung dia punya calon suami yang sangat menyayangi dia. Juga punya keluarga seperti kalian." kata Anna berkaca kaca.


"Iya Mbak..aku juga sudah menganggap Jesslyn seperti anakku sendiri, dan untungnya anak-anakku juga sangat menyayanginya." kata Karina yang juga berkaca kaca.


"Eh..kok jadi tangis tangisan gini, harusnya kita kan bahagia..kalau Jesslyn lihat bisa ngambek dia Jeng.."kata Anna sambil menghapus sudut matanya.


"Jeng ayo kita coba dulu gaun yang sudah saya siapkan. Semoga saja Jeng Karina suka sama gaun buatan saya." lanjut Anna.


"Saya dari dulu suka gaun buatan Mbak Anna, selalu nyaman dan pas saat saya pakai..seandainya Feli masih ada bersama kita, dia pasti jadi orang yang paling bahagia diantara kita." kata Karina.


" Sudah Jeng...dia sudah sangat bahagia sekarang, kita cukup mendoakannya saja agar dia selalu berbahagia dengan para malaikat di surga" harap Anna.


"Amin..mbak.."jawab Karina.


Sementara itu,Alexa sedang melihat lihat gaun di gallery milik Anna.Ia terpaku dengan satu gaun brokat lengan panjang dengan bahu sedikit terbuka. Gaun itu bertaburan dengan blue diamond yang sangat indah.


"Apa kamu suka dengan gaun itu?" tanya Vino.


"Iya..gaun itu sangat indah..kalau aku menikah, aku ingin sekali memakai gaun itu." kata Alexa.


" Menikahlah denga ku Alexa." kata Vino dengan penuh keseriusan.


"Hah..apa kamu becanda Vin..?kalau nglamar yang romantis dong..masa nglamar didepan patung.." Kata Alexa meledek Vino, tapi saat ini pipinya sudah sangat memerah karena malu.

__ADS_1


"Kalau kamu ingin lamaran yang romantis aku akan mengabulkannya." kata Vino dengan menatap Alexa lekat.


Alexa"....."


Vano yang merasa sendirian, memutuskan untuk berkeliling butik. Saat ia berkeliling, matanya menangkap sosok wanita cantik yang sedang sibuk mendesain busana terbaru. Kulitnya putih khas wanita asia, dengan rambut panjang lurusnya tergerai alami. Ia begitu cantik walaupun hanya mengenakan celana jins, dan kemeja kotak kotak.


"Siapa wanita itu? Dia sangat cantik..." batin Vano.Saat wanita itu menoleh, Vano langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Tak berapa lama kemudian, mereka semua dipanggil oleh pegawai butik itu untuk segera melakukan fitting baju bridemaids. Saat itu, Revan dan Leni juga baru datang. Alexa dan Leni langsung berpelukan saat mereka bertemu.


"Kak Alexa..aku sangat merindukanmu."kata Leni dengan manja.


"Aku juga merindukanmu Leni..kita hampir sebulan kita tidak bertemu."kata Alexa.


"Kak...kok punya pacar nggak dikenalin ke aku sih..?" kata Leni sambil melirik Vino yang berada di samping Alexa.


"hah?!Oh....kenalin Len ini teman kakak namanya Vino" Kata Alexa..


Mereka pun saling berjabat tangan dan mengenalkan diri mereka masing-masing.


" Ngomong- ngomobg muka kalian mirip sekali ya..kalian seperti adek kakak.."kata Vino saat menatao wajah Leni dan Alexa.


"Setiap orang didunia pasti ada yang punya kemiripan dengan orang lain Vin..nggak cuma aku dan Leni aja..yang lain pasti ada juga kok.."kata Alexa.


"Lagipula, aku sudah menganggap Leni seperti adikku, bahkan kami punya banyak kemiripan."lanjut Leni.


Leni yang mendengar perkataan Alexa hanya tersenyum.


"Andai saja aku punya kakak seperti Kak Alexa.."batin Leni sambil menatap sendu wajah Alexa.


"Kamu kenapa Len?" tanya Revan.


"Ah tidak apa apa Pak eh maaf Kak.."jawab Leni.


"Len..sama suami kok manggil "pak"..?"kata Alexa.


"eeemm...suka kebawa waktu di kantor Kak..hehe"jaeab Leni canggung.

__ADS_1


"Kalian harus terbiasa dengan status suami istri..walaupun nikahnya darurat..." kata Alexa, Ia langsung menutup mulutnya dengan tangan karena keceplosan.


"Ih..kakak..ngomongnya pake rem dong.."kata Leni kesal.


"Maaf Len...kakak nggak sengaja.."bisik Alexa.


Mereka pun mencoba gaun dan jas masing masing. Para Bridemaids wanita memakai gaun berwarna silver selutut tanpa lengan, sedangkan bridemaids laki laki, memakai setelan jas senada dengan paduan warna hitam dan dasi kupu kupu. Mereka terlihan tampan dan cantik saat mengenakannya.


Sedangkan Karina, Ia menggunakan Gaun sutra panjang warna Navy tanpa lengan. Walaupun usianya sudah hampir menyentuh kepala 5 tapi aura kecantikannya masih sangat terlihat. Tubuhnya yang langsing nyaris tanpa kerutan dengan kulit kuning langsat membuat Karina 10 tahun tampak lebih muda dari usia sesungguhnya. Kecantika wanita paruh baya itu membuat Leni dan Alexa terpaku saat Karina mencoba gaunya dengan tatanan rambut sederhana.


"Tante cantik sekali..." kata Alexa dan Leni hampir bersamaan.


" Kalian juga lebih cantik..." kata Karina tersipu.


Cekrek..


Vano memotret Karina dengan kamera ponselnya dan mengirimkannya kepada Freddy dengan caption "Cantikan mana Bunda sama pengantinnya?"


Saat itu Freddy sedang bersama Michael, Justin dan Jesslyn dikantor G- Unity untuk persiapan penyambutan Jesslyn sebagai pimpinan perusahaan yang baru besok pagi. Sebenarnya rencana awal penyambutan Jesslyn sebagai pimpinan adalah minggu depan setelah acara pernikahan, namun karena berbagai pertimbangan dan mereka tidak mau rencana bulan madu Jess dan Justin ditunda tunda karena urusan perusahaan, jadi mereka memutuskan untuk acara penyambutannya diajukan jadi besok pagi.


Para pegawai G-Unity sedikit kelabakan karena penyambutannya diajukan secara mendadak. Tapi mereka juga senang karena pimpinan baru mereka mempunyai hati yang bersih. Tidak seperti saat Felix yang memimpin perusahaan. Maka dari itu mereka tidak mau asal asalan dalam penyambutan tersebut.


Freddy yang mendengar notifikasi ponselnya berbunyi segera membuka pesan dari Vano. Ia tersenyum saat melihat istrinya mengenakan gaun navy yang akan digunakan saat pernikahan Jess dan Justin minggu depan.


" Pandaku..kamu tetap terlihat cantik sama seperti dulu..aku jadi ingin mengulang momen pernikahan kita.."batinnya sambil tersenyum lebar. Justin yang melihatnya langsung dibuat penasaran.


"Pa..kenapa papa senyum senyum sendiri?" tanya Justin.


"Ah..tidak..Papa hanya merasa sangat bahagia hari ini.." kata Freddy yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


" Ah..palingan mertuamu itu sedang melihat foto istrinya tercinta...kamu akan merasakannya kelak,..." goda Michael yang tadi sempat melirik foto di ponsel Freddy. Jesslyn yang mendengarnya hanya terkekeh. Ia sedang sibuk mempelajari keuangan perusahaan yang diberikan direktur keuangan yang lama, tentunya masih dengan bantuan Freddy.


"Mike..apa kamu tidak ingin menikah lagi...?" tanya Freddy.


"Entahlah..selama ini aku belum menemukan seseorang yang membuatku nyaman seperti bundanya Justin dulu." jawan Michael.


"Itu karena kamu belum sepenuhnya membuka hatimu lagi...kamu memang bilang sudah mengikhlaskannya, tapi hatimu belum ikhlas, jadi kamu selalu menginginkan yang sama seperti mendiang istrimu. Itu mustahil Mike, di dunia ini tidak ada yang sama dengan mendiang istrimu. Kamu harus bisa move on.." kata Freddy menasehati sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Menurut Michael memang sepenuhnya benar,hanya saja mungkin ia terlalu mencintai mendiang istrinya.Sehingga tanpa sadar ia sendiri yang menutup hatinya untuk perempuan lain.


"Mungkin aku memang harus membuka hatiku,Sweetheart..apakah kamu akan marah jika aku mencari penggantimu sayang?" batin Michael yang tanpa sadar ia tertidur di sofa kantor.


__ADS_2