
Justin masuk ke ruangan Jess tanpa mengetuk pintu sebelumnya.Saat ia masuk ia hanya melongo melihat ruangan Jess yang penuh dengan makanan ringan dan beberapa berkas yang bertumpuk seelah ditinggal selama hampir sebulan.Sedangkan Jess mengerjakannya di lantai bersama sang asisten barunya.
"Honey..apa ini semua?"tanya Justin.
"Aku sedang sangat sibuk Hubby..maaf tidak sempat mengantarkan makan siang ke rumah sakit..." kata Jess dengan kacamata yang masih bertengger dihidungnya. Ia langsung bangkit dan menghampiri suaminya.
"Tidak apa apa...maaf juga tadi pagi aku tidak sempat membalas pesanmu, aku juga terlambat tadi, sedangkan di rumah sakit ada jadwal operasi besar..." kata Justin.
"Ayo makan...aku membawakan makanan untuk kalian." kata Justin sambil mengeluarkan 3 kotak Bento.
"Darimana kamu tahu aku ada asisten baru By? "tanya Jess.
"Papa Freddy yang memberitahukan.Ayo segera makan aku sudah sangat lapar Hon..operasinya sangat sulit tadi.." keluh Justin.
Jess pun mengangguk dan mengajak Eva sekalian makan siang. Selesai makan siang Justin meninggalkan kantor Jess untuk pergi tumah sakit cabang yang letaknya searah dengan kantor Jess. Ada alat alat medis baru yang datang disana. Jadi ia harus memantaunya sendiri karena memang baru saja dibuka beberapa minggu lalu. Sedangkan Jess melanjutkan pekerjaannya yang sudah hampir selesai.
Sore harinya, Jess menuju ke kampus bersama Justin. Ia langsung menuju ke kelasnya. Sedangkan Justin ke ruang dosen terlebih dulu untuk mempersiapkan materinya.
15 menit kemudian, Justin sudah masuk ke kelas. Seperti biasa jika di kelas Justin bertransformasi menjadi dosen yang dingin dan galak tapi juga di idolakan para mahasiswinya.
"Selamat sore semuanya, kita lanjutkan kelas kita hari ini" Justin mulai memberikan materi untuk para mahasiswa dikelasnya.
Jess yang merasa sangat lelah karena menyelesaikan pekerjaan di kantor yang menumpuk,akhirnya ketiduran di kelas Justin. Justin yang melihatnya sedikit tak tega untuk membangunkannya. Tapi bagaimanapun ia tak boleh pilih kasih terhadap mahasiswanya.
"Nyonya Jesslyn Kimberly? bangun!" panggil Justin yang sudah berada di samping Jess. Seketika semua mahasiswa menoleh kearahnya.
"Nyonya Jesslyn...!" Jess yang dipanggil seketika membuka matanya. Ia sangat terkejut karena dosen killer yang juga suaminya sudah berada di samping tempat ia duduk dengan tatapan mata tajam.
"Mmmmaaf Pak...saya ketiduran..." kata Jess.
"Siapapun yang tidur saat kelas saya berlangsung harus keluar dan saya akan menganggapnya tidak hadir di kelas." kata Justin dengan tegas.
"Maaf Pak saya kecapekan tadi.."
" Saya tidak menerima alasan apapun. Apakah Anda juga akan beralasan jika pasien yang Anda tangani kelak meninggal gara gara kecerobohan Anda?"
"Saya minta tinggalkan ruangan ini. Silahkan lanjutkan tidur siang Anda dirumah!" lanjut Justin.
Jess meninggalkan kelas dengan langkah gontai. Saat berpapasan dengan Justin ia membisikkan sesuatu.
__ADS_1
"Nanti malam tidur di luar!!" bisik Jess dengan tatapan mata yang tak kalah tajam.
Justin yang awalnya menatapnya tajam sedikit melotot karena kaget. Ia membayangkan apa jadinya jika tidur diluar.
"Waduh..bisa gawat kalau si nyonya ikut marah...." batin Justin. Namun ia tetap melanjutkan mata kuliahnya.
Jess yang terlanjur kesal langsung pulang dengan supir yang sebelumnya ia hubungi. Karena memang ia sangat lelah, Jess tidur lagi saat di mobil dan terbangun saat mobil berhenti di depan rumah.
Sesampainya di rumah, Jess langsung membersihkan badan dan menyiapkan makan malam untuknya dan Justin.
"Non..biar bibi saja yang menyiapkan makan malam untuk kalian..Non Jess pasti capek kan?" kata Bi Narti.
"Tidak apa apa Bi...biar Jess saja bibi bisa bantu yang lain." kata Jess.
"Sifat Non Jesslyn mirip sekali dengan almarhum nyonya...sama sama keras kepala..dulu selelah apapun nyonya dari kantor, selalu beliau sendiri yang menyiapkan makanan untuk Tuan...dan sekarang kebiasaan beliau nurun juga ke Non Jesslyn..." kata Bi Narti yang matanya sudah berkaca kaca.
"Bi...itung itung ini bisa mengobati capeknya suami Jess...Tapi hari ini Jess sangat kesal bi dengan Kak Justin..." kata Jess yang menumpahkan kekesalannya.
" Kenapa Non? coba cerita sama Bibi.."Jess pun menceritakan galaknya Justin saat menjadi dosennya. Bi Narti yang mendengarnya pun hanya terkekeh.
"Bibi kok malah tertawa?" kata Jess dengan mulut manyunnya.
"Bibi cuma nggak nyangka aja non...kalau pak dokter yang dirumah manja sekali bisa jadi galak gitu..." kata Bi Narti.
"Bi Narti dari dulu memang yang paling bisa ngertiin Jess...Jess makin sayang sama Bibi..." kata Jess yang langsung memeluk Bi Narti.
"Sudah Non..nggak enak sama yang lain...kalau ada pelayan baru yang lihat kan bisa jadi bahan ghibah mereka.." kata Bi Narti.
"Kalau ada yang ghibahin Bibi biar Jess yang urus. Bibi tenang aja.." kata Jess dengan cuek.
1 jam kemudian, saat makanan semua sudah tersaji Justin yang baru pulang langsung mendekati istrinya dan mengecup keningnya.
"Mandi sana..." kata jess.
"Honey..kamu marah ya..." tanya Justin.
"Maafkan aku ya Hon soal di kampus tadi..." lanjut Justin.
"Hmmm...." jawab Jess singkat.
__ADS_1
"Ya sudah aku mandi dulu...." kata Justin. Saat Justin mandi, Jess segara menyiapkan pakaian Justin mulai dari ****** ***** kaos dan celana training panjang. Karena Justin biasa mengenakan itu saat malam hari.
20 menit kemudian,Justin turun untuk makan malam bersama istrinya. Tak ada percakapan di antara mereka, karena Jess sejujurnya masih kesal dengan suaminya, sedangkan Justin tak mau menyulut kekesalan istrinya lagi. Karena Jess akan semakin kesal kalau ia banyak bertanya dan malah memicu terjadi pertengkaran diantara mereka. Jadi diam lebih baik sampai Jess sendiri yang berinisiatif untuk berbicara.
Setelah selesai makan malam, mereka berdua masuk ke kamar. Jess yang masih kesal terus memunggungi Justin.
"Honey...aku tidur di kamar sebelah ya....selamat malam...." kata Justin sambil mengecup kening istrinya.
"Mau kemana?" tanya Jess.
"Tidur di kamar sebelah..." jawab Justin.
"siapa suruh tidur disana...?"tanya Jess.
"Kan kamu tadi yang nyuruh tidur di luar.." jawab Justin. Ia tahu sebenarnya Jess ingin ditemani, tapi terlalu gengsi untuk memintanya.
"Terserah...." jawab Jess.
"Aku keluar ya...." kata Justin.
"Hmmmm....."
Justin pun keluar dari kamar m dan tidur di kamar yang ada disebelah kamar mereka.
Sampai tengah malam, Jess belum bisa memejamkan matanya. Entah mengapa rasa kantuk yang dirasakan sejak sore tadi hilang seketika. Karena sudah tidak tahan, Akhirnya dengan mengumpulkan keberanian dan membunuh rasa gengsinya, Jess memberanikan diri untuk menyusul Justin di kamar sebelah.
Namun saat di depan pintu kamar.
"Nyusul nggak ya...ah malu..tapi aku tak bisa tidur tanpa Hubby...nyusul nggak ya...nyusul aja lah daripada besok tidur lagi dikelas." kata Jess.
Ia membuka pintu perlahan.Dan membaringkan tubuhnya disamping tubuh Justin yang sebenarnya pura pura tidur membelakangi Jess.
"By....minta kelon..." kata Jess sedikit merengek. Dan menggoyang goyangkan tubuh Justin.
"Heemmmmm" Justin hanya berdehem dengan suara yang dibuat buat.
"By....." panggil Jess lagi.
"Heeemmmmm..."
__ADS_1
Akhirnya karena rasa kantuknya datang ,seketika Jess langsung tertidur di samping Justin. Justin langsung berbalik dan memeluknya erat.
"Hmmm dasar *****...selamat tidur ratuku...."kata Justin memandangi wajah polos Jess sambil mengelus pipinya. Akhirnya mereka pun tertidur sambil berpelukan.