
Hari ini, semua anggota keluarga bangun lebih pagi, karena hari ini adalah hari penting untuk seorang Jesslyn Kimberly Gunawan. Bagaimana tidak, mulai hari ini ia bukan hanya seorang mahasiswi kedokteran ataupun calon istri pemilik Ganendra Medichal Center. Tapi ia juga seorang pimpinan dua perusahaan raksasa yang bergerak di bidang property dan otomotif sekaligus. Yang sebelumnya milik ayah dan kakeknya.
Seorang wanita cantik berusia 22 tahun sedang bersiap di depan cermin kamarnya. Ia memakai stelan hitam dengan stiletto warna hitam, yang membuat aura kepemimpinannya terpancar kuat.Rambut panjangnya dibiarkan tergerai begitu saja. Wajahnya hanya dirias natural karena wajah Jess yang sudah cantik walaupun tanpa make up tebal.
"Kamu sudah siap Honey?" kata Justin yang memeluknya dari belakang.
"Harus Kak..walaupun belum sepenuhnya siap, aku harus siap..semua karyawan G Unity dan Gunawan Corp menggantungkan nasibnya kepadaku." kata Jess. Saat ini ia sangat merasa gugup.
"Kamu benar Honey...Kamu harus semangat...bukan hanya untuk dirimu, tapi seluruh karyawan dan keluargamu."kat justin memberi semangat.
"Ayo kita keluar..Papa Freddy dan Bunda Karina sudah menunggumu di bawa" lanjut Justin.
Justin juga begitu tampan mengenakan setelan jas hitam dengan dasi warna navy.Jess melingkarkan tangannya di lengan kekar Justin. Mereka turun bersamaan. Dibawah,seluruh anggota keluarga sudah menunggu mereka dengan senyumnya. Jess dan Justin nampak serasi saat mereka turun tangga bersamaan. Bak raja dan Ratu yang akan menyambut seluruh rakyatnya.
"Princess ..kamu benar benar sudah seperti ratu untuk kami Sayang.."Kata Freddy berkaca kaca. Michael pun mengiyakan.
"Ayah sama Papa bisa saja..tentu aku masih Jess yang dulu...."kata Jess.
"Kami memang berharap seperti itu..walaupun kamu sudah menjadi Ratu bisnis saat ini, kamu tetaplah menjadi Princess kami yang dulu..manja, cerewet, ceria tapi sangat baik hati."kata Karina sembari memeluk Jess.
"Bun...aku tidak sekalipun ingin berubah menjadi seperti ratu...aku hanya ingin melihat semua orang yang kusayangi bahagia.Itu saja..." kata Jess.
" Lebih baik kita sarapan dulu, aku sudah menyiapkan beberapa menu kesukaan Jess." kata Michael mengajak semua orang sarapan bersama terlebih dahulu. Merekapun setuju.
"Princess makanlah yang banyak..kamu harus kuat nanti..." kata Michael sambil menyodorkan makanan kesukaan Jess yang khusus ia masak untuk calon menantunya. Yaitu sandwich isi daging.
"Terimakasih Ayah....ini ayah sendiri yang membuatnya?" ungkap Jess.
"Rasanya sangat berbeda dengan yang biasa aku beli di restoran..dagingnya sangat lembut sekali..." kata Jess yang makan dengan lahap.
"Iya..tadi ayah sempatkan memasak untukmu.."kata Michael.
"Huft..Ayah tega sekali dengan anak sendiri. Bahkan saat pengangkatanku menjadi pimpinan rumah sakit, ayah tidak membuatkanku apapun..."kata Justin menyebik.
"Sebenarnya, saat itu ayah membuatkan sushi favoritmu, tapi kamu tidak mau makan sedikitpun karena memikirkan Jess yang saat itu sedang koma."jawab Michael.
"Iya Yah...aku ingat, saat itu aku memberikannya kepada Revan yang sedang kelaparan karena tak sempat sarapan." kata Justin.
"Nah..lebih baik kita segera selesaikan makan kita, karena sudah hampir terlambat."kata Freddy.
Mereka pun melanjutkan sarapan tanpa banyak bicara.Justin yang melihat ayahnya sedari tadi memegang tengkuk leher nya pun bertanya. Ia pura pura tidak tahu penyebabnya.
"Ayah...apa yang terjadi dengan leher belakangmu?kalau aku lihat dari tadi ayah terus memeganginya?Apa ayah salah makan?"tanya Justin sedikit meledek.
"A-ayah tidak apa apa Nak..mungkin kamu benar Ayah sudah salah makan..." jawab Michael sedikit gugup karena tidak mengindahkan kata Justin semalam. Justin selalu jadi sosoak menakutkan kalau sudah menyangkut kesehatan ayahnya.
__ADS_1
"Ayah salah makan atau makan terlalu banyak?"sindir Justin.
Jess yang melihat Justin menyindir ayahnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Kak Vino dan Kak Vano kenapa tidak ikut kesini Bun?" tanya Jess mengalihkan pembicaraan.
" Kedua kakakmu nanti langsung menyusul ke kantor dengan Alexa.Karena ada berkas penting yang harus selesai pagi ini. Sedangkan Alexa,tadi malam ia kebagian shift jaga jadi mungkin ia akan istirahat sebentar." jawab Karina. Jess pun hanya manggut manggut saja.
Tepat pukul 08.00 mereka berangkat menuju ke kantor. Saat membuka pintu rumah Justin, Jess sedikit terkejut, karena ternyata di delan pintu sudah ada sekitar 30 oramg pengawal berbadan kekar yang sudah berbaris rapi. Sebenarnya dari kecil Jess sudah terbiasa dengan adanya pengawal, tapi paling hanya 2 atau 3 orang saja. Tapi kali ini benar benar diluar dugaannya.
" Ya ampun..aku benar benar merasa jadi seorang ratu hari ini..." batin Jess sambil menggeleng kepalanya.
"Ada apa Honey?" tanya Justin.
"Ah tidak apa apa Kak..aku hanya sedikit terkejut saja. Tiba tiba banyak pengawal di depan rumah." kata Jess.
"Revan yang merekomendasikan mereka, karena kamu sekarang bukan Jess yang seperti biasa. Kamu pemimpin dua perusahaan raksasa di negara ini Honey..jadi kamu harus mendapat pengawalan ekstra.." jelas Justin.
"Ah...ini terlalu berlebihan Kak..." kata Jess.
"Akan berlebihaan jika kamu orang biasa, tapi kamu bukan orang biasa honey..kamu seorang CEO bulan cuma satu tapi dua perusahaan sekaligus. Akan banyak orang orang yang berusaha menjatuhkanmu, termasuk yang dekat denganmu. Jadi kita tidak boleh percaya begitu saja dengan orang lain, walaupun ia sangat dekat dengan kita. Apa kamu mengerti Honey?" kata Justin.
Justin menggandeng tangan Jess,untuk menyalurkan energi positif untuknya, sehingga Jess lebih bersemangat. Mereka segera masuk ke mobil monicooper milik Jess yang pernah direbut oleh Felix.Mobil itu adalah hadiah dari orang tua Jess saat ia mendapat juara umum olimpiade sains se provinsi saat masih duduk di bangku SMA. Walaupun sudah lama ia tak berniat untuk menjual ataupun menggantinya dengan yang baru.Karena bagi Jess mobil itu sangat bersejarah.
" Honey...apa kamu akan menyetirnya sendiri?"tanya Justin.
"Baiklah kali ini aku mengizinkanmu menyetir dan aku yang jadi penumpangnya." kata Justin.
Ada sekitar 5 sampai 6 iring iringan mobil yang mengikuti Jess dan Justin. Tentu mereka menjadi pusat perhatian.Seorang gadis cantik mengendarai mobil mini cooper dan dikawal oleh mobil mobil BMW X1 Jess sengaja membuka kap mobilnya. Krena ingin merasakan sensasi setelah hampir 4 tahun tidak mengendarai mobilnya sendiri.
Mereka melajukan kendaraannya dengan kecepatan cukup tinggi tapi juga tidak mengabaikan keselamatan pengendara lain.
Setelah hampir 1 jam perjalanan mereka sampai di depan salah satu gedung pencakar langit di kota J, Yaitu gedung utama Gunawan Corp. Sejenak Jess menatap gedung itu. Ia menghela nafas dan membuangnya untuk menghilangkan kegugupan. Jess segera melingkarkan tangannya di lengan Justin.
"Honey...kuatkan hatimu, jangan gugup kamu pemimpin disini, dan tegakkan kepalamu tak ada seorangpun yang boleh menentangmu. Kamu satu satunya pemimpin Gunawan Corp da G Unity.Semangat sayang.." kata Justin pelan tapi membangkitkan semangat Jess.Di kantor Jess, Vano, Vino dan Alexa jufa sudah menunggu disana. Mereka menyambut Jess dengan senyuman lebar dan tulus.
Jess pun semakin mantab melangkahkan kakinya memasuki kantor pusat itu. Dengan kepala tegak dan langkah yang anggun Jess berjalan di depan para karyawan yang telah menyambutnya di pintu masuk perusahaan. Mereka menundukkan kepalanya saat Jess lewat di depan mereka, dan dibalas dengan senyum dan anggukan kecil. Berbeda dengan Justin ia lebih terlihat cool dengan tatapan mata tajamnya.
"Selamat datang kembali Nona Jesslyn...." Kata Pak Han yang sudah menyambutnya. Jess langsung menghampiri Pak Han. Saat Jess akan memeluknya Pak Han menarik badannya sedikit. Dan membungkukkan badan
"Bersalaman saja Nona...kita harus bersikap formal di hadapan semua orang" bisik Pak Han sambil tersenyum.
"Maaf Pak Han..Jess terlalu bahagia melihat Pak Han." kata Jess ,ia langsung menjabat tangan laki laki tua itu.
"Silahkan Nona kita bisa langsung menuju ruang rapat para pemegang saham." kata Pak Han mempersilahkan mereka semua.
__ADS_1
Mereka semua langsung masuk ke sebuah ruangan besar. Michael, Justin ,Freddy dan Istrinya ikut masuk ke ruangan itu. Tanpa diketahui Jess, Justin dan Michael juga menanamkan saham di perusahaannya. Mereka berdua memiliki sekitar 15% saham di perusahaan Jess.
Rapat pun dimulai.Pak Han membuka rapat tersebut.Dan kemudian disusul dengan Freddy yang memperkenalkan diri sebagai wakil direktur Gunawan Corp dan saudara kembar Frans yang terpisah sejak kecil. Awalnya mereka terkejut, karena mereka seperti melihat Frans hidup lagi.
Tiba saatnya mereka memperkenalkan Pimpinan baru perusahaan itu. Awalnya para anggota direksi dan pemegang saham menatap Jess remeh, karena Jess belum pernah memegang perusahaan sebelumnya. Tapi setelah mendengar pidato singkat Jess mereka sedikit yakin dengan kinerja Jess. Walaupun ada sedikit yang masih memandang remeh Jess, mereka adalah mantan pengikut Felix yang tidak suka dengan Frans.
"Saya Jesslyn Kimberly Gunawan berharap bisa bekerja sama dengan kalian. Dan saya tidak mau ada orang yang berpihak pada pimpinan lama yang duduk di kursi direksi. Karena mereka akan menghambat majunya perusahaan di bawah kepemimpinan saya. Pak Han, saya harap Anda bisa diandalkan untuk hal ini" kata Jess dengan tegas. Karena dari Pak Hanlah ia tahu siapa siapa yang berada di pihak Felix.
"Dan saya juga perkenalkan..Calon suami saya DR.dr. Justin Stefens Ganendra, SpB, ia pimpinan Ganendra Medichal Center dan juga akan membantu saya menjalankan perusahaan ini. Dan ini calon mertua saya, Prof.DR.dr Michael Ganendra,SpBO pemilik Ganendra Medichal Center. Merekalah yang membangkitkan saya dari keterpurukan. Mereka yang selalu ada saat saya berada di bawah. Dan minggu depan, saya dan Dokter Justin akan segera menikah."
"Ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan. Saya akan memberikan kepemimpinan perusahaan pusat ini kepada Paman saya, Tuan Freddy. Karena bagaimanapun beliau adalah anak kandung kakek saya."kata Jess.
Freddy terperanjat kaget saat mendengar ucapan Jess. Walaupun ia adalah anak kandung Gunawan, tapi sedikitpun ia tidak ingin menguasai harta Gunawan. Karena bagi Freddy apa yang dimilikinya saat ini sudah lebih dari cukup. Kerajaan bisnis ekspedisi dan bidang IT miliknya sudah sangay maju, bahkan memiliki perusahaan cabang di beberapa negara di Asia dan Eropa.
"Nak..apa yang kamu lakukan?"tanya Freddy karena kaget.
"Pak Freddy..saya rasa saya belum sanggup jika harus memimpin dua perusahaan sekaligus, lagi pula, Pak Freddy juga keturunan Kakek..jadi saya rasa Pak Freddy yang lebih pantas untuk memimpin perusahaan ini. Saya akan fokus mengelola milik ayah saya."jawab Jess dengan formal.
"Baiklah kalau itu keinginanmu. Saya bersedia mengelola perusahan ini. Tapi dengan catatan, Kamu tetap menjadi pimpinan resmi di perusahaan ini.Saya hanya akan menjalankannya saja."kata Freddy tegas.
Jess hanya menghela nafasnya saat ia berhadapan dengan fotokopian ayahnya yang sama sama keras kepala tersebut.
Acarapun dilanjutkan dengan makan siang bersama para karyawan dan petinggi perusahaan,yang diadakan di aula. Mereka membaur, seakan tidak membedakan tinggi rendahnya jabatan di kantor tersebut. karena menu makanan yang disediakan pun semuanya sama.
Jess mengambil makanan untuk Justin terlebih dahulu, dan kemudian mengambil untuknya. Justin melihat Jess mengambil sate kambing, ia langsung menggantinya dengan yang lain.
" Jess perhatikan makanmu Honey.."kata Justin dengan tatapan tajamnya.
"Kak..aku invgin sekali makan itu..kumohon..hanya ssdikit.." kata Jess memelas, Saat ini ia sementara melepas status CEO nya saat berhadapan dengan Justin.
Justin hanya memberinya satu tusuk.Jess memberengut kesal.
"Kamu sama sekali belum check up lagi setelah operasi. Jadi, kamu hanya boleh makan satu tusuk.kalau mau makan ambil yang lain, kalau tidaknya terserah.." Jawab Justin enteng.
" Huft...baiklah daripada tidak makan sama sekali.." Kata Jess sambil menyebik. Ia pun segera mengambil makanan yang lain.
Para karyawan yang melihat mereka berdua terkagum kagum dengan perhatian yang Justin berikan kepada Jess.
"Uuuhhh...so sweet banget sih mereka..pasangan sultan yang benar benar romantis..." kata salah satu karyawati
"Eh...sepertinya aku sering melihat mereka di tempat makan lesehan pinggir jalan loh.. Mereka makan bareng gitu.." kata yang lainnya.
"Ah..masa sih...benar benar pasangan CEO yang merakyat,apalagi wajah mereka benar benar cantik dan tampan.."
Jess dan Justin segera makan siang bersama, tak ragu mereka saling mencoba makanan milik pasangannya, dan membuat orang yang melihatnya menjadi iri.
__ADS_1
Disaat semua orang sedang menikmati makanan di aula, seorang pria dengan pakaian compang camping mengintip di balik gerbang perusahaan dan menatap gedung itu dengan tatapan mata tajam penuh kemarahan.
"Aku tidak akan melepaskan kalian kali ini! kalian semua akan mati!!"