
Bruuukkk....
Seorang wanita cantik tinggi sekitar 170cm dengan rambut panjang ikal tak sengaja bertabrakan dengan Justin. Saat tak sengaja manik mata mereka bertemu, Justin mengenali wanita tersebut.
"Siena..." ucap Justin.
"Hei..How are you J?"kata Siena yang mengenali Justin dan menyebutnya dengan panggilan J.
Siena yang mengenali Justin langsung memeluknya. Justin dan Siena bertetangga saat mereka di London. Siena dengan terang terangan menyukai Justin sejak masih duduk di bangku menengah pertama. Siena satu sekolah dengan Justin sejak SMP. Ia selalu mengikuti kemanapun Justin pergi.Siena mempunyai ibu orang Indonesia dan Ayahnya asli orang Inggris.
"Siena...tolong lepaskan aku." kata Justin dengan nada datar.
"J aku sangat merindukanmu...apa yang kamu lakukan disini?" kata Siena.
"Aku sedang bulan madu bersama istriku. Kenalkan ini istriku Jesslyn." kata Justin.
"B-bulan madu?apa kamu sudah menikah?"tanya Siena dengan raut muka yang kelihatan berubah.
"Iya...3 hari yang lalu kami menikah. Dan kami sedang bulan madu sekarang?" kata Justin sambil merangkul erat Jess yang sudah nampak seperti kepiting rebus karena menahan kesal wanita yang ada di hadapannya.
"Dia istrimu?" tanya Siena dengan nada merendahkan. Siena memperhatikan penampilan Jess dari kepala hingga ujung kaki.
"Iya...saya istrinya Dr. Justin.Kenapa Anda melihat saya seperti itu? Ada yang salah dengan penampilan saya?" kata Jess yang sudah sangat kesal.
"J kapan kapan kita jalan yuk....kebetulan 2 minggu lagi aku ke Indo ada even di sana..kita ketemu ya..."kata Siena yang seperti tak menghiraukan kehadiran Jess.
"Maaf aku nggak ada waktu...Honey ayo kita segera pergi dari sini.." kata Justin sambil menarik tangan Jess. Mereka pun pergi dari tempat itu.
"Dasar sok jual mahal. Aku tak akan membiarkanmu dimiliki siapapun J. Kamu hanya milikku seorang." gumam Siena dengan seringai liciknya.
***
Sementara itu, Jess hanya diam seribu bahasa saat ada di mobil. Ia pun memalingkan mukanya ke arah luar. Intinya Ia meeasa sangat kesal dengan perempuan seperti Siena tadi.
Sedangkan Justin tak juga hanya diam, ia merutuki dirinya sendiri. Ia hanya ingin membuat Jess bahagia, tapi malah datang Siena yang merusak momennya dengan Jess.
" Honey...kamu marah?"tanya Justin.
"Marah? siapa yang marah?" kata Jess.
" Kamu lah masa kucing.."kata Justin.
__ADS_1
"Mau terus marah atau mau dengar penjelasan?"lanjut Justin
"Jelaskan siapa dia kenapa tiba-tiba ada perempuan seperti dia!"kata Jess sedikit ketus.
Justin pun menceritakan tentang dirinya dan Siena tanpa ada yang ditutupi maupun dilebihkan. Jess yang awalnya kesal akhirnya mengerti. Ia paham ternyata sikap dingin Justin kepada para wanita semata mata karena ingin menjaga hatinya untuk Jess.
"By..apa mungkin model yang dikontrak oleh Gunawan Corp untuk peluncuran produk otomotif terbaru itu Siena ya..?karena papa Freddy bilang modelnta dari Paris. Sedang aku lupa namanya." kata Jess yang teringat kata kata Siena yang akan ke Indonesia untuk menjadi model. Justin mengedikkan bahunya.
"Kalau Siena yang jadi model, pasti bakal seru, dia kan tak tahu siapa istrimu ini By..."kata Jess.
"Terserah padamu saja Honey..asalkan kau bahagia.." kata justin.
"Kaya lagunya Armada By...ah tapi nggak mau kalau hubby bahagianya sama yang lain..kecuali kalau jenotnya aku potong potong dulu terus aku kasih ke ikan piranha peliharaan Kak Vano, baru aku rela...." kata Jess dengan senyum jahilnya.
Sedang Pak Hasan dan Justin yang mendengar langsung bergidik ngeri.
"Ya ampun..Nyonya muda cantik cantik ganas." Batin Pak Hasan.
Mereka pun memutuskan kembali ke hotel untuk bersiap siap karena Justin ingin mengajak Jess untuk makan malam di tempat yang sudah ia pesan khusus untuk mereka berdua.
Jess sedang memilih milih gaun malam yang cocok untuknya. Akhirnya pilihanya jatuh kepada gaun panjang berwarna maroon lengan panjang dengan belahan dada agak rendah yang melekat pas di badannya yang langsing.
"Kan istrinya dokter Justin yang tampan...." kata Jess sambil mengalungkan tangannya ke leher Justin.
"Honey apapun akan ku lakukan asal kamu tetap bahagia bersamaku..Aku mencintaimu" bisik Justin ditelinga Jess yang menimbulkan sensasi gelayar aneh taoi menggairahkan.
"Ayo kita berangkat By....kita sudah hampir terlambat." kata Jess.
20 menit kemudian mereka tiba di sebuah restoran mewah yang ada di lantai 2 menara Eiffel,Jules Verne. Jess lagi lagi tercengang dengan perlakuan romantis Justin.
" By..kamu beneran yang menyiapkan semua ini?" tanya Jess tak percaya.
"Kamu nggak suka Honey?" kata Justin.
"Aku suka....tapi apa tidak berlebihan By...?" kata Jess.
"Honey..ini semua tak ada apa apanya...jika dibandingkan kehadiranmu buat aku..." kata Justin sambil memegang tangan kanan Jess dan menciumnya.
Menu yang mereka pesan akhirnya datang. Dan tanpa banyak bicara mereka menyantap menu spesial tersebut. Satu jam kemudian mereka keluar dari restoran itu, dan memutuskan untuk berjalan nalan sebentar menikmati indahnya malam di bawah menara Eiffel.
Tanpa mereka sadari, Siena mengikuti kemanapun mereka berdua pergi. Cintanya kepada Justin kinintelah menjadi obsesi yang membutakannya. Bahkan ia seperti tak peduli kalau Justin sudah menikah.
__ADS_1
****
Indonesia
Gangster The Black Hole yang dipimpin si kembar Vano dan Vino dan The Rex Guard yang dipimpin Revan telah menemukan titik terang persembunyian Felix dan istrinya. Mereka berada di sebuah rumah di tengah hutan.
Perkiraan bahwa ada kekuatan besar yang melindungi Felix, memang benar adanya. Felix bersembunyi di balik kekuatan Red Tiger, yaitu Gangster besar yang hingga kini belum diketahui siapa pemimpin mereka sebenarnya. karena pertahanan mereka cukup kuat.
Bukan hal mudah untuk Revan dan si kembar Vano dan Vino untuk menangkap Felix, karena disekeliling kediaman mereka adalah bagian dari wilayah Red Tiger.
Jeje, seorang anak kecil yang diselamatkan Jess tempo hari, sedikit banyak mencuri dengar apa yang dibicarakan Vano. Ia sangat tercengang dengan apa yang telah ia dengar.
"Red Tiger?Sepertinya sangat familiar di telingaku." gumam Jeje saat mendengar pembicaraan mereka bertiga.
Ia langsung bergabung dengan ketiga orang dewasa itu.
"Kak apa aku boleh meminjam laptopmu sebentar?"tanya Jeje.
"Untuk apa Je?" tanya Vano.
"Aku mencuri dengar percakapan kalian tadi, lalu aku mendengar kalian menyebut Red Tiger, aku jadi ikut penasaran." kata Jeje.
"Je...ini pembicaraan orang dewasa, kamu tak akan mengerti. Ini pakailah laptop kakak sebentar, besok kita akan beli laptop baru khusus untukmu, agar kamu tidak bosan.." kata Vano.
Jeje pun membawa laptop milik Vano ke kamarnya. Ia mengetik sesuatu di laptop tersebut dan ia sangat terkejut saat ia mengetahui tentang Red Tiger.
" Mom..Dad...tidak mungkin...yang ku tahu mereka bukan orang jahat." kata Jeje pada dirinya, tak terasa air matanya menetes,tapi buru buru ia menghapusnya.
Vano yang saat itu akan memberikan charger laptop kepada Jeje juga tak sengaja melihat Jeje.
"Je..apa maksud dari semua ini, apa hubungan mu dengan Red Tiger?" tanya Vano penuh selidik.
"Kakak..jangan salah paham,aku hanya ingin tahu tentang Red Tiger lalu aku mencari tahu sendiri. Aku sangat terkejut melihat Mommy dan Daddy ku adalah pimpinan mereka." jawab Jeje terbata.
"Tapi mengapa mereka membuangku ke jalanan...?"kata Jeje.
Vano yang awalnya menaruh curiga pada Jeje langsung hilang begitu saja saat melihat sorot kesedihan di mata anak itu.
"Je...tenanglah..kita akan mencari tahu bersama sama. ayo ikut kakak ke ruang tamu." kata Vano sambil merangkul Jeje.
Vano pun meminta Jeje untuk bercerita, mereka berharap dengan mendengar cerita Jeje, kepingan kepingan puzzle itu mulai tersusun.
__ADS_1