My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
disminore


__ADS_3

Jess menghela nafas sambil merebahkan tubuhnya di kasur kamarnya. Hari ini terasa sangat melelahkan untuk Jess. Bagaimana tidak, saat menemani Sisil belanja kue, sengaja Jess bertemu mantan pacarnya saat SMA dulu. Dengan terang- terangan dia menghina Jess di depan umum. Hanya karena Jess tidak mempunyai apa apa saat ini.Sungguh laki laki b**ci! (author ikutan sebel gaesss)😡😡.Belum hilang rasa kesal Jess, di kafe tempatnya bekerja juga bertemu dengan orang yang juga sama sama menyebalkan.


"Hari ini kenapa sih..aku dipertemukan dengan orang-orang yg menyebalkan..huft..!!"


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Jess pun mulai terlelap.


...----------------...


Keesokan harinya, Jess bersiap untuk berangkat kerja di rumah sakit. Jess bekerja sebagai cleaning service di Ganendra Medichal Center. Entah kenapa hari ini badan Jess terasa sangat lemas. Perutnya dari tadi pagi terasa nyeri. Tapi dia harus tetap bekerja karena mengingat dia akan mulai masuk kuliah.


Setelah menunggu sekita 15 menit ojek online yang Jess pesan pun datang. Sesampainya di rumah sakit Jess langsung mengganti pakaian yg dia pakai dengan seragam cleaning service nya.


"Pagi Jess...."sapa Leni, rekan kerja Jess sesama OG.


"Pagi juga Leni..." jawab Jess


"Muka kamu kok pucet sih Jess? Kamu sakit?" tanya Leni.


"Tidak kok Len..Aku hanya nyeri haid nanti habis minum obat biasanya langsung sembuh kok.."jawab Jess.


"Baiklah kalau begitu..aku duluan ya..nanti kalau kamu memang tidak kuat kamu jangan di paksa." Kata Leni sebelum mulai kerja.


"Iya Len nanti aku susul."


Hari ini terasa berat untuk Jess. Karena nyeri haidnya juga tak kunjung sembuh walaupun sudah minum obat. Bahkan badannya pun kini juga terasa demam. Tapi dia harus menyelesaikan pekerjaannya.


Saat Jess sedang mengepel lantai, tak sengaja tubuhnya menabrak seseorang.Justin yang saat itu dari ruang operasi masih menggunakan baju jaga warna tosca dibalut dengan jas sneli. Dia tidak melihat jalan karena sedang sibuk berbalas chat sesama rekan dokter.


Bruukk..


"Maaf tidak sengaja.."kata Jezz

__ADS_1


"Kamu..?"⁹kata mereka bersamaan.


"O...kamu kerja disini juga rupanya?cleaning service?"tanya Justin.


"I iya..."


"Oo..jangan jangan kamu sering ngintip dokter kalau sedang bertugas ya...lalu kamu mempraktekkannya kepada orang lain? Benar benar berbahaya..!" tanya Justin dengan nada mengejek.


"Eh.. Kamu jangan sembarangan ya kalau ngomong. Aku melakukan hal yang harus aku lakukan. Daripada kamu katanya dokter tapi nggak bisa bedakan mana serangan jantung mana tersedak makanan. Kan aneh..itu juga lebih berbahaya..??"jawab Jess yang tak kalah sengit.


"Kamu?!?" Kata Justin penuh kemarahan


Tapi sebelum Jess menjawab kata kata Justin..tiba tiba kepalanya terasa berat,pandangannya pun semakin gelap.Jess pun jatuh pingsan.


Justin dengan sigap menangkap tubuh Jess sebelum jatuh ke lantai.


"Hei..bangun..Jess..Jesslyn..!" Justin menepuk nepuk pipi Jess tapi dia tetap tak sadarkan diri.


Di IGD Jess segera mendapatkan penanganan medis oleh Justin sendiri dibantu beberapa perawat. Justin memeriksa Jess dengan sangat teliti. Setelah mengetahui penyebab pingsannya Jess, Justin segera memanggil Dokter kandungan dan penyakit dalam.


Satu jam kemudian..


Mata Jess terlihat mengerjab. Justin yang dari tadi menungguinya segera mendekat dan memeriksa keadaan Jess kembali.


"Dimana aku..?" tanya Jess dengan suara lemah.


"Kamu di ruang rawat. Sebaiknya kamu jangan banyak bergerak dulu. Apa kamu ingin minum?"tanya Justin.


Jess pun mengangguk lemah. Justin segera mengambilkannya air minum.


"Aku kenapa bisa sampai pingsan?" tanya Jess.

__ADS_1


"Kamu mengalami Disminore skunder. Juga ada masalah sedikit pada jantungmu. Apa kamu sering pingsan saat haid?" tanya Justin ingin tahu.


"Dulu waktu masih sekolah aku sering pingsan saat haid. Tapi itu sudah lama sekali. Baru kali ini aku pingsan setelah sekian lama." jawab Jess.


"Baiklah setelah ini kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aku akan menghubungi Obgyn untuk membantu melakukan pemeriksaan padamu. Kamu bersiaplah."


"Apa tidak apa- apa?" tanya Jess sedikit takut.


"Hei..kenapa kau jadi penakut seperti ini?" tanya Justin dengan nada menggoda.


"Aku tak punya banyak uang untuk membayar biaya rumah sakit ini.." jawab Jess memelas.


"Kau tak usah pikirkan itu sekarang, tapi kau akan membayarnya nanti." jawab Justin.


"Maksudmu??" tanya Jess tak mengerti.


" Aku jawab nanti, sekarang ayo kita bersiap siap untuk pemeriksaan."


Justin pun membantu Jess untuk duduk di kursi roda dan mendorongnya menuju ruang pemeriksaan. Di sepanjang lorong rumah sakit, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Terutama para karyawan rumah sakit. Karena tak pernah sekalipun mereka melihat Dokter Justin mendorong pasiennya sendiri kecuali memang pasien yang spesial.


Setelah sampai di sebuah ruangan, pemeriksaan segera dilakukan oleh Dokter Lisa selaku dokter kandungan di rumah sakit itu. Justin pun juga ikut memantau.


Entah kenapa hatinya selalu menyuruh otak Justin untuk selalu berada disamping Jess. Ada rasa khawatir akan keadaan Jess.


"Bagaimana dokter?" tanya Jess


"Seperti yang saya duga, ada tumor jinak di luar rahimmu. Sehingga kamu selalu mengalami disminore atau nyeri haid berlebihan". Dokter lisa menjelaskan.


"Terus saya harus bagaimana dok?" tanya Jess yang mulai berkaca kaca.


"Kita harus segera melakukan operasi. Karena jika tidak dioperasi tumornya akan semakin parah." jawab dokter Lisa.

__ADS_1


"Apa dok? Operasi? Aku tak punya banyak uang untuk operasi..selain itu apa aku masih bisa jadi dokter kalau aku sakit..?"tanya Jess dengan terisak.


__ADS_2