My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Ke kampus


__ADS_3

Sebulan kemudian..


Kondisi Jess sudah hampir pulih seperti sedia kala, dia hanya belum bisa berjalan dengan normal, Ia harus berjalan menggunakan kruk untuk menyangga badannya. Jika harus berjalan jauh masih harus menggunakan korsi roda.


Justin selalu setia menemani Jess kemanapun, kalaupun tanpa Justin, Michael menempatkan beberapa bodyguard untuk mengawal Jess kemanapun. Saat ini Jess tinggal di rumah Michael, Michael memintanya untuk tinggal disana dengan alasan keamanan. Ia merasa Jesslyn akan lebih aman jika tinggal di rumah Michael.


Pagi itu Jess bersiap untuk berangkat kuliah, hari ini adalah hari pertama kuliahnya.


"Sudah siap princess?" kata Michael yang masih mengenakan afron, karena baru selesai memasak.


"Ayah memasak semua ini?" Kata Jess terheran karena ada banyak sekali makanan di meja itu.


"Ya..dibantu beberapa pelayan..."kata Michael tersenyum.


"Kak Justin belum turun, Yah?"Tanya Jess.


"Sepertinya belum.."kata Michael.


"Aku akan pergi ke kamarnya".kata Jess.


"Baiklah tapi hati hati lah Nak jika naik tangga."kata Michael memperingatkan Jess. Jess pun hanya mengangguk.


Jess pun naik ke lantai 2 rumah itu. Dengan perlahan ia menaikki tangga dibantu dengan kruknya. Sampai di depan kamar Justin ia pun mengetuk pintu.


" kak Justin...apa kamu masih tidur?ini sudah siang.."kata Jess


ia tak mendengar sahutan dari kamar Justin.Ia pin mengetuk lagi, tapi masih sama. Jess pun mendorong pintu kamarnya.


"Hah?? tidak dikunci..."


Jess pun masuk ke dalam kamar. Tempat tidurnya sudah rapi menandakan Justin sudah bangun, karena ia terbiasa merapikan tempat tidurnya sendiri.


"kakak..."panggil Jess.


"Jess...ngapain kamu disini? kamu menunggui aku mandi?"Kata Justin saat keluar dari kamar mandi. Ia hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang dengan rambut yang masih basah.


"Aaaaaaarrrrggghhhhh......."Jess berteriak kaget smbil menutup mata. Jess yang tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya terjengkang beruntung Justin segera menangkap tubuh Jess yang limbung. Dan menarik ke pelukannya.


"Hei...hati hati..kenapa kamu hobi banget sih teriak teriak gitu?" tanya Justin masih memeluk Jess, karena jika ia melepaskannya, bisa dipastikan Jess akan jatuh. Dan mendudukkannya di kasur.Lalu memeluknya lagi


"Kka..kak..aku hanya kaget melihat kakak tidak pakai baju.." kata Jess. seketika pipinya merona merah


"cepatlah pakai bajumu kak.."kata Jess dengan jantung yang berdebar kencang.


"Biarkan saja seperti ini dulu, ini sangat nyaman..."kata Justin tak ingin melepas pelukan Jess.


"Jess..terimakasih kamu telah bertahan untukku..aku tak akan memaafkan diriku jika..." Belum sampai Justin menyelesai kan kata katanya, Jess langsung mennyambar bibir Justin dengan lembut. Justin pun membalas ciuman itu. Setelah sekian menit mereka bertukar saliva, mereka pun kehabisan nafas.


"Bernafaslah sayang... kamu bisa kehabisan oksigen nanti..." kata Justin sambil mengusap bibir merah Jess.


"Kak..segeralah pakai baju..Ayah sudah menunggu kita, aku keluar dulu".


"Iya..baiklah...aku pakai baju dulu, hati hati kalau turun". kata Justin.


Jesspun segera keluar dari kamar Justin. Dan turun tangga dengan hati hati.


15 menit kemudian Justin juga ikut turun.Merekapun sarapan bertiga.


"Jess hari ini kamu hari pertama ke kampus kan?Ayah sudah memberitahukan pada pihak kampus, kalau kamu tidak akan mengikuti kegiatan ospek..karena kondisimu belum sepenuhnya pulih.."kata Michael.

__ADS_1


"Tapi yah..."


"Jess..tak ada tapi tapian. Untuk hal ini ayah tidak suka dibantah, apa kamu mengerti princess?"Sela Michael tegas.


"Baik ayah..." kata Jess lemah.


"ah...iya..aku juga sudah menyuruh Revan agar mengutus anak buahnya terbaiknya untuk mengawalmu Jess.Aku tidak akan membiarkanmu ke kampus tanpa pengawalan"Kata Justin ikut menimpali.


"Aa...apa? kenapa jadi berlebihan sekali sih...?ayah..kakak..aku hanya ke kampus..kenapa jadi seperti princess sungguhan..?"Kata Jess sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jess..kami seperti ini karena tak ingin kejadian di rumah sakit terulang lagi. Kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu."kata Michael dengan raut muka cemas.


Memang sejak kejadian di rumah sakit 1 bulan yang lalu, membuat kedua orang itu lebih protektif pada Jess. Kemanapun Jess pergi harus dengan pengawalan ketat. Bahkan disekeliling rumah Justin, kini telah ditempatkan sekitar 30 orang bodyguard untuk berjaga jaga.


Jess yang mulai nyaman hidup bebas tanpa pengawalan sejak 3 tahun yang lalu, kini harus membiasakan diri lagi dengan para bodyguard di sekelilingnya. Sebenarnya Jess tidak pernah nyaman dengan itu semua, tapi ia tidak bisa menolak jika itu demi keselamatannya.


Pagi itu sekitar pukul 8.00 Jess berangkat ke kampus diantar oleh Justin. dan dibelakang serta depan mobil yang mereka tumpangi ada sebuah mobil bodyguard.


Ketika sampai di kampus, Justin segera membukakan pintu dan membantu Jess untuk keluar mobil. Dan menyiapkan kursi roda Jess karena jarak parkiran ke kelas cukup jauh.


"Aku akan mengantarmu hingga sampai ke kelasmu." kata Justin.


"Apa tidak berlebihan?aku bisa sendiri.Ada banyak pengawal di dekatku". bantah Jess.


"Diam dan menurutlah!" kata Justin tegas.


"iya..iya..."kata Jess ketus.


"Ya Tuhan...aku pemegang sabuk hitam taekwondo..tapi kenapa diperlakukan seperti ini..aku terlihat seperti tuan putri yang lemah dan bodoh...".kata Jess dalam hati.


"Kamu memang tikus kecil yang lemah dan bodoh..makanya menurutlah..sabuk hitam taekwondomu tidak akan berguna jika kondisimu seperti ini".kata Justin sambil terus mendorong kursi roda Jess.


"memang kamu mikir apa?"tanya Justin.


"aahh..sudahlah lupakan." kata Jess sebal.


Mereka menjadi pusat perhatian saat perjalanan menuju kelas. Bagaimana tidak menjadi perhatian. Seorang gadis cantik duduk di kursi roda, didorong oleh dokter tampan, dosen di fakultas mereka( Jess belum tahu kalau Justin bakal jadi dosen di kelasnya..kira kira gimana ya reaksi Jess??) dan dikelilingi oleh para bodyguard yang juga tampan tapi dingin dan sangar seperti kulkas berjalan.


Sesampainya mereka di kelas, kelas yang sebelumnya sangat ramai dan riuh oleh gelak tawa mpara mahasiswa, mendadak sunyi saat Justin memasuki kelas mereka. Justin segera mengambilkan tempat Jess.


"Tikus kecil aku ke rumah sakit dulu nanti jam 1 aku ke sini.jadi tunggulah aku ya..hati hati..jangan nakal..oke?" ucap Justin sambil mengacak rambut Jess dengan gemas.


"Iya kucing garong..hati hati.."kata Jess sambil menyebik.


"Dasar anak nakal!" Kata Justin.


setelah itu Justin segera menuju ke rumah sakit dan bekerja, karena ada berkas berkas yang belum sempat ia sekesaikan kemarin.


Sementara itu di kampus, Jess merasa bosan,karena tidak ada satupun mahasiswa yang berani mendekati Jess yang dikelilingi oleh pengawal dingin nan seram. Jess yang kebosanan pun mengirim pesan pada Justin.


Jess


"Kakak..☹"


Justin


"ada apa?apa terjadi sesuatu?"


Jess

__ADS_1


"iya..πŸ€•."


Justin


"kamu kenapa?apa kamu merasa sakit?katakan..apa kamu kelelahan?"


Jess


"bukan hanya itu! bahkan aku hampir mati karena bosan🀐.."


Justin


"jangan membuatku khawatir..apa yang terjadi denganmu


Jess


"gara gara bodyguardmu, tak ada yang berani berteman denganku.!"😑😀


Justin


🀣🀣🀣πŸ₯°πŸ˜πŸ˜


tunggulah sebentar lagi aku kesana membawakan obat danmakan siangmu.


Jam sudah menunjukkan hampir 12 siang, waktunya untuk Jess makan siang dan minum obat. Justin segera memacu mobilnya menuju kampus yang tak jauh dari rumah sakitnya. Ia langsung menuju ke kelas Jess.


Jess sedang pmemainkan ponsel saat Justin sampai di sana.


"Hai..." kata Justin tersenyum manis.


"Apa..?"jawab Jess dwngan muka masam.


"Aku membawakan makan siang dan obatmu. kamu tadi lupa membawa obatmu.."


"hehe iya maaf."kats Jesz


"ayo kita makan berdua saja ditaman." kata Justin.


"mau pakai tongkat atau kursi roda?"tanya Justin.


"tongkat saja....aku harus melatih kakiku agar tidak kaku.


Justin pun membatu Jesz mengambil kruknya. merekapun pergi ke taman kampus.


"kalian pergilah makan siang dulu. biar Jess bersamaku 20 menit lagi kalian harus sudah kembali


."kata Justin pada para pengawalnya.


"Baik tuan..."kata mereka sembari menundukkan badan dan berlalu meninggalkan mereka.


Mereka pun makan siang berdua di taman.. banyak pasang mata yang terus memperhatikan mereka. tapi tak ada yang berani menegur.


Justin makan dengan sangat lahap, begitu pula Jess, ia sudah merasa sangat lapar. Mungkin apa karena efek obat yang dikonsumsi Jess, saat ini jess gampang sekali merasa lapar, padahal baru 1 jam lalu makan bekal sandwich yang dibawakan michael untuknya.


Setelah selesai makan siang, Jess diantar oleh Justin kembali ke kelasnya.


"Jess aku tinggal dulu ya...semangat..!" kata Justin di mulut pintu kelasnya.


"Iya hati hati..."

__ADS_1


__ADS_2