My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
wakil CEO galak


__ADS_3

Jess sudah merasa sangat bosan di kamarnya. Bagaimana tidak bosan, Ia hanya menghabiskan waktunya untuk makan dan beristirahat. Ia yang sudah merasa baikan ingin turun dari ranjangnya. Dengan pelan ia turun dari ranjang rumah sakit itu. Karena semua selang ditubuhnya sudah dilepas oleh perawat tadi pagi. Hanya tersisa selang infus yang menempel di punggung tangan kirinya.


Jess mulai berjalan pelan, karena luka bekas sayatannya memang masih terasa nyeri. Ia berjalan menuju arah jendela kaca besar yang berada di ruangan itu.


"Benar- benar sangat luas. Kenapa Justin memilihkan ku ruang sebesar ini?" kata Jess pada dirinya sendiri. Ia pun memutuskan untuk berkeliling di kamar.


"Bahkan ruangan ini lebih seperti hotel..." lanjutnya.


Di ruangan itu terdapat 1 set sofa, televisi LCD besar, 2 lemari pendingin,lemari baju, dapur mini dan juga kamar mandi yang cukup mewah.


Jess pun duduk di sofa ruangan itu dan menyalakan Tv, berharap dengan menonton Tv rasa bosannya hilang.


15 menit kemudian. Pintu ruangannya terbuka, Justin masuk diikuti orang dua orang perawat yang membawakan makanannya.


"Jesslyn kenapa kamu turun dari tempat tidurmu?" kata Justin menghampiri gadisnya.


"Aku sangat bosan berada ditempat tidur terus. Kerjaanku hanya makan dan tidur saja. Aku bisa mati kebosanan jika begini terua.." kata Jess sambil mulutnya tercebik.


" Apa kamu mau keluar?"kata Justin


"Apa sudah boleh?"tanya Jess dengan mata berbinar.


"Boleh asal dengan mematuhi syarat dariku" kata Justin.


" Baiklah..apa syaratnya..aku benar benar ingin keluar".


"pertama kamu harus makan yang banyak dulu. Aku akan menyuapimu!" Kata Justin sambil menyuapkan makanan ke mulut Jess.


"Yang kedua kamu boleh keluar asal harus denganku."lanjutnya sambil terius menyuapi Jesslyn.


"Dan yang ketiga..." Justin memberikan kecupan lembut di bibir Jess.


"Tetaplah disisiku" Kata Justin menatap lekat mata indah Jess.


Jess yang mendengarnya hanya kikuk. Entah kenapa Jess selalu tak bisa mengontrol dirinya saat berhadapan dengan Justin. Apa yang dikatakan Justin seakan menjadi perintah untuk otaknya.

__ADS_1


"jangan melamun terus, ayo buka mulutmu". kata Justin menyuapkan makanan lagi.


"Sudah..aku sudah kenyang.."kata Jess.


"Kenapa makanmu hanya sedikit, apa makanannya tidak enak..?Apa kondisimu sedang tidak baik?" tanya Justin sambil memegang kening Jess.


"Tidak..aku tidak apa apa Kak...aku sudah kenyang karena aku baru saja menghabiskan kue buatan Ayah Mike. Rasanya enak sekali hingga aku tak sengaja meghabiskan satu toples sekaligus..."kata Jess sambil tersenyum manja.


"Kamu sudah menghabiskannya?itu cookis coklat favoritku...punyaku saja belum sempat ku makan punyamu malah sudah habis." Kata Justin tak percaya.


"Hehehe...habis cookies buatan ayah Mike sangat enak.."


"dasar gilingan..! " kata Justin sambil mencubit pipi Jesz.


" Apa?!?kakak bilang aku gilingan?!" Kata Jess menyebikkan bibir.


"Jangan berekspresi seperti itu ..aku bisa tidak tahan untuk tidak mencium bibirmu.."kata Justin sambil menangkup wajah Jess.


"Dasar mesum!" kata Jess menyebik lagi.


"Jangan berekspresi seperti itu dihadapan orang lain."Kata Justin yang memanyunkan bibirnya.


"biar saja aku menjadi pencemburu. Agar kamu tidak dimiliki siapapun.!ayo katanya kamu ingin berjalan jalan..aku sudah menyiapkan kursi roda untukmu." kata Justin sambil memapah Jess untuk berdiri.


Siang itu Jess berjalan jalan di taman rumah sakit dengan kursi roda yang didorong Justin.Jess heran karena setiap karyawan maupun dokter yang bekerja di Ganendra Medichal Center selalu menundukkan badan saat berpapasan dengan Justin.


".Kakak tidak bekerja?" tanya Jess.


"Ini sedang bekerja, menjaga seorang gadis kecil yang sangat keras kepala.."kata Justin


"Maksudku apa kakak tidak ada pekerjaan lain? Bukankah dokter selalu sibuk...? tapi kakak setiap hari hanya menemaniku.Kakak apakah aku boleh bertanya satu hal padamu?"tanyA Jess.


"Mau bertanya apa?"kata Justin


" Kenapa semua karyawan rumah sakit dan para dokter menunduk hormat saat Kakak berpapasan dengan mereka?"

__ADS_1


"Menurutmu?"kata Justin kembali bertanya.


"Mereka sangat menghormati kakak..Tunggu..Jangan bilang kalau kakak....."kata Jess tidak melanjutkan ucapannya.


"Kalau aku apa? jangan suka menggantung ucapan.."


"Kalau kakak adalah pemilik rumah sakit ini".


"Memang bukan..aku bukan pemilik rumah sakit ini". kata Justin santai.


"Rumah sakit ini milik ayah...aku hanya membantu mengelola saja.." kata Justin.


"oo..jadi begitu...?Apa??berarti dokter wakil CEO galak yang sering diceritakan itu kakak?"kata Jess terkejut.


"Apa kamu bilang.??aku galak?aku tidak galak..aku hanya berlaku tegas dengan semua karyawan di rumah sakit ini, agar semua bisa berjalan dengan senestinya." kata Justin menjelaskan. Dia merasa tidak terima saat Jess menyebutkan wakil CEO yang galak.


"Iya iya.....aku tahu..tapi jangan terlalu galak kak...aku hanya tidak mau kalau ada yang menyimpan dendam dan akan menyelakai kakak hanya karena tidak terima dengan sikapmu Kak.." Kata Jess sambil memegang tangan Justin.


"aku mengerti Jess, tapi aku mempunyai cara sendiri untuk mengelola rumah sakit ini, aku dan ayah bukanlah dua orang dengan karakter yang sama. Tapi kami mempunyai cara tersendiri dalam hal kepemimpinan. Kamu akan tahu hal itu cepat atau lambat."kata Justi serius.


Mereka pun duduk dan berbincang banyak hal di sebuah bangku panjang di taman rumah sakit itu. Setelah hampir satu jam diluar Justin mengajak Jess untuk kembali ke kamarnya, karena kondisi Jess bellum memungkinkan untuk berada diluar terlalu lama.


Tapi saat perjalanan kembali ke kamar.. Tubuh Jess seperti menggigil tangannya berubah pucat kebiruan kemudian Ia pun terjatuh tak sadarkan diri.


...----------------...


Maaf kalau ceritanya sedikit terloncat...


sebenarnya ini adalah bab 18 nya..tapi bab 17 nggak lolos review dikarenakan bahasanya terlalu vulgar, jadi author memodifikasi cerita di bab 18 ini menjadi bab ke 17.


semoga kalian suka....


like coment vote nya author tunggu ya...


terimakasih....

__ADS_1


salam author


**Al Cha**


__ADS_2