
Seminggu tlah berlalu, pagi itu Jess dan Justin berencana akan mengunjungi salah satu Butik terkenal di kota itu, Mereka akan bertemu dengan desainer gaun pengantin disana. Hari ini mereka akan fitting baju pengantin.
Justin sengaja meluangkan waktu untuk hari ini, Ia tidak menerima jadwal operasi jika tidak benar benar darurat, dan semua pekerjaan kantornya sudah ia selesaikan dari kemarin. Jess juga sudah mengambil cuti kuliah selama satu bulan ke depan. Mereka ingin fokus dengan persiapan pernikahan mereka yang kurang dari 2 minggu.
Sejak kedatangan Freddy, Jess menjadi lebih bersemangat, karena ia merasa mempunyai orang tua lagi. Terlebih istri Freddy juga sangat menyayangi keponakannya itu. Tak memiliki anak perempuan membuat mereka menganggap Jess seperti puteri mereka sendiri.
"Yah..kami berdua berangkat dulu ke butik ya..nanti ayah ikut menyusul ke butik kan?"tanya Justin.
" Hmm...mungkin kalau urusan undangan pernikahan kalian sudah selesai ayah akan menyusul. Karena masih ada kolega ayah di luar negeri yang belum mendapat undangannya." kata Michael.
"ow...begitu...nanti akan aku sampaikan pada aunty Anna. Apa ayah sendirian?sebaiknya ayah jangan terlalu capek, biar Alexa yang membantu Ayah..jangan sampai nanti waktu pernikahan kami Ayah sakit gara gara kelelahan"kata Justin khawatit.
"Rencananya ayah memang akan mengajak Freddy untuk mengurusnya..Freddy bisa marah kalau ayah tidak sampai mengajaknya, Ia sangat berbeda dengan Frans dalam hal seperti itu.."kata Michael.
Micahel dan Freddy memang sudah sangat dekat setelah pertemuan mereka tempo hari, sikapnya yang sama sama heboh membuat mereka terkadang seperti anak muda jika sedang bercanda. Ada yang sedikit berbeda dari sifat Freddy dan Frans. Frans cenderung lebih pendiam dan tenang, berbeda dengan Freddy yang hampir sama seperti Michael.
Tak berapa lama terdengar suara mobil di depan rumah. Rupanya Freddy datang lebih pagi.
"Hai..semuanya...." Sapa Michael.
"Fred...ayo sarapan dulu, Kebetulan aku belum sarapan sengaja menunggumu. Anak anak sudah lebih dulu makan karena mereka mau ke butik hari ini" ajak Michael.
"Iya aku tahu makanya aku berangkat lebih pagi, karena aku sudah rindu sekali dengan Princessku ini.." Kata Fredd.
" Nanti jika sempat kita akan menyusul mereka ke butik sekalian fitting Jas kita nanti." kata Michael.
" Ok...Jess nanti stelah dari butik kalian mampir ke rumah papa ya..kita makan siang bersama, tadi Bunda mu sudah memasak spesial untuk kalian, Vano dan Vino kebetulan mereka ada di rumah hari ini." kata Freddy.
"Ok pa...nanti kita memang berencana mau kesana, kemarin dore Bunda sudah memberitahuku."kata Jess.
"Pa... Yah...ini sudah siang kami berangkat dulu, kalian hati hati dijalan, jangan berantem terus.hehe..." kata Justin menggoda dua orang pria paruh baya itu.
"Hati hati...Justin jaga princess kami baik baik..jangan sampai lecet?" kata Michael.
"Cih..aku yang anak Ayah..tapi Ayah selalu begitu...aku dia anak tirikan." kata Justin cemberut. Ia pin mencium punggung tangan Freddy dan Michael yang sedang sarapan.
"Iya yah..kami akan hati hati di jalan."kata Jess ikut mencium punggung tangan mereka.
"Jess jaga Justin juga.."kata Freddy.
__ADS_1
Jess pun hanya tersenyum.Mereka pun segera berangkat.Justin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Honey..aku begitu iri padamu..banyak orang yang sangat menyayangimu..." Kata Justin.memanyunkan bibir.
" Kamu marah Kak?" tanya Jess.
"Tidak...aku tak pernah marah padamu Honey, kecuali kamu mencium laki laki lain di depanku..." kata Justin.
"Aku sangat sangat mencintaimu calon suamiku.." Kata Jess sembari mencium pipi Justin.
Justin yang kaget pun langsung menghentikan mobil mendadak, dan membuat mobil di belakangnya ikut berhenti. Suara klakson pu bersahutan agar mereka kembali berjalan. Tapi Justin masih diam mematung.
" Kakak..jalan..mobil di belakang bisa marah.." kata Jess sambil menggoyang goyangkan tubuh Justin.
Tak lama kemudian Justin segera tersadar dan menjalankan mobilnya. Semenjak Jess mengalami depresi, belum pernah sekalipun Jess menciumnya, walaupun ini hanya ciuman pipi dan bukan yang pertama kalinya, entah mengapa jantung Justin seakan berhenti berdetak.
"Kak..aku telepon kan Alexa dulu ya...katanya ia juga sekalian fitting untuk gaun bridemaids nya"kata Jess.
" Iya...tapi bukannya hari ini dia ada jadwal operasi?tapi tak apa kalau kamu mau coba telepon dia" kata Justin.
Semenjak Jess mengalami depresi, Alexa memutuskan untuk pindah ke rumah sakit Justin agar bisa lebih dekat dengan Jess dan ikut menjaganya. Karena sebelumnya ia bekerja di salah satu rumah sakit di kota itu sebagai dokter anesthesi.
"Hallo ada apa Jess?" kata Akexa diseberang.
"Hmm...mungkin aku tak bisa ikut denganmu Dek...Kakak masih ada satu jadwal operasi lagi hari ini, kamu nggak apa apa kan kalau kakak tidak ikut, mungkin kakak besik baru bisa fitting dengan leni dan Revan."kata Alexa.
"hhmmm..begitu..ya udah Kak nggak papa kalau kakak nggak bisa. Tapi nanti kakak ikut makan siang di rumah papa Freddy kan?" tanya Jess.
"Iya..nanti aku juga diundang kesana. Bunda meneleponku kemaren sore. Sampai jumpa nanti siang ya...hati hati di jalan.." kata Alexa.
" Sampai jumpa kak.."Jess menutup teleponnya.
Akhirnya merekaoun sampai ditempat tujuan, Justin langsung turun dan membukakan pintu untuk Jess.
" Terimakasih my King" kata Jess.
" Sama sama My Queen" jawab Justin.
Mereka pun masuk ke dalam butik dan sudah disambut oleh desainer sekaligus pemilik butik khusus gaun pengantin tersebut.
__ADS_1
"Selamat siang Prince dan Princess nya Aunty...Apa kabar kalian?"kaya Anna dengan ramah.
" Siang juga Aunty...Kabar baik Aunty.." jawab Jess.
"Kamu sudah lebih baik Princess..Aunty sempat khawatir dengan kondisimu kemarin Nak..mungkin sangat berat untukmu..aunty juga pernah berada diposisimu, walaupun dengan sebab yang berbeda..."kata Anna prihatin
"Iya Aunty..Jess sangat bersyukur banyak dukungan dari keluarga untuk Jess, jadi Jess bisa sembuh dengan cepat.." kata Jess berkaca kaca.
" Iya Nak..Aunty sangat bersyukur kamu sudah ba-ik baik saja sekarang.Oh ya...Aunty sudah menyiapkan beberapa Gaun dan setelan Jas yang menurut Aunty cocok dengan kepribadian kalian, nanti kalian pilih sendiri ya.." Kata Anna sambil mengajak Jess dan Justin ke sebuah ruangan berisi beberapa pajangan Gaun pengantin dan setelan Jas.
"Kak...indah sekali..." kata Jess ketika ia menjatuhkan pilihannya ke sebuah Gaun putih lengan panjang dengan V-neck dan punggung yang sedikit terbuka. Gaun itu terlihat simpel tapi sangat berkelas dengan ekor gaun sepanjang 3 meter
"Apa kamu suka Honey?" tanya Justin.
Jess pun mengangguk.
"Aunty aku pilih yang ini untuk pemberkatan di gereja." kata Justin.
"Sekarang Aunty akan tunjukan setelan Jas yang cocok dengan gaun ini." kata Anna, Iapun memerintah seorang pegawai butik untuk membawakan setelan Jas yang cocok untuk Justin.
"Jess..seleramu sungguh bagus,Gaun ini adalah gaun limited edition yang khusus Aunty buat untuk Jess di pemberkatan pernikahan kalian." kata Anna.
"Aku suka gaun ini karena sangat simpel Aunty,tidak berlebihan tapi juga elegan dan berkelas." kata Jess.
"Baiklah Jess, sekarang kamu coba dulu biar dibantu beberapa pegawai." Jess pun masuk ke ruang ganti, dan mencoba Gaun yang memang pass untuknya.
Sementara itu, Justin juga sedang mencoba setelan jas tuxedo warna hitam kombinasi abu abu. Ia merasa sangat percaya diri memakai jas itu.
"Hmmm....aku terlihat sangat tampan memakai jas ini....Oh my God...aku memang benar benar ciptaan Tuhan paling sempurna" gumamnya dengan narsis.
Mereka pun keluar bersamaan dari kamar ganti masing masing. Justin terpana saat melihat Jess sangat cantik dengan gaun putih yang dipakainya. Jess juga terkesima dengan penampilan calon suaminya itu.
"Honey...kau sangat cantik..." kata Justin dengan mulut ternganga.
"Kau juga sangat tampan,Kak.." kata Jess.
"Son...awas air liurmu mengenai jas pengantinmu!" seru Michael yang saat itu baru datang bersama Freddy. Justin langsung mengelap mulutnya,mengira dia benar benar mengeluarkan air liur.
Semua yang ada di ruangan itu tertawa karena seruan Michael. Sedangkan Justin hanya memanyunkan bibir.
__ADS_1
"Princess papa benar benar cantik...."kata Freddy sambil mengelus pucuk kepala Jess.
Karena waktu hampir masuk makan siang, mereka pun segera melakukan fitting jas masing masing. Sedangkan Istri Freddy akan datang besok bersama dengan Alexa dan kedua putera nya.