
Flashback
1 tahun lalu, disebuah mansion megah terjadi keributan besar. Justin Jacob Smith atau Jeje yang kala itu masih berusia 9 tahun sedikit banyak tahu apa yang terjadi diantara ayah dan pamannya. Mereka bertengkar hebat bahkan hampir saling membunuh.
Jeje yang belum mengerti penyebab pertengkaran itu, dibawa pergi jauh oleh pengasuhnya. Ia diturunkan oleh pengasuhnya di jalan raya
"Tuan Jacob, saya menurunkan Anda disini, jika keadaannya sudah aman Tuan Besar dan Nyonya akan menjemput anda."
Itulah kata kata yang diucapkan pengasuh Jeje saat meninggalkannya di tempat yang sama ketika Justin dan Jess menolongnya.
Flashback Off.
Mereka yang mendengar cerita Jeje, akhirnya bisa menyimpulkan sesuatu.
"Perebutan kekuasaan" kata Revan, Vano dan Vino bersamaan.
"Maksud kakak?" tanya Jeje.
"Je..mungkin mereka membawamu keluar dari mansion karena tak mereka tak ingin terjadi sesuatu denganmu. Tenanglah kami akan berusaha melindungimu jika nanti merekq membahayakan nyawamu." kata Vano menenangkan Jeje.
"Apa kamu punya petunjuk tentang Red Tiger Je?" tanya Vino.
"Aku tadi mencoba membuka akses Red Tiger dengan memakai tanggal lahirku,Bang..."kata Jeje. Ia segera mengetik sesuatu di laptop milik vano.
Vano,Vino dan Revan sangat terkejut, dengan akses yang dimiliki Jeje. Karena akses tersebut sangat rahasia. Hanya pemimpin dan orang terdekatnya yang bisa mengakses pertahanan Klan tersebut. Bisa disimpulkan bahwa Jeje adalah penerus resmi dari Red Tiger.
"Je..apa ayahmu adalah pimpinan dari Red Tiger yang resmi?" tanya Revan.
"Aku tak tahu Kak...aku tadi hanya coba saja mengetik tanggal lahirku dan menscan sidik jariku dan ternyata bisa.." kata Jeje.
"Tidak salah lagi....Jeje adalah putera mahkota dari Red Tiger karena pimpinan akan menggunakan tanggal lahir dan sidik jari dari penerus sah nya."
Akhirnya teka teki tentang Felix sedikit menemukan celah, mereka bisa menggunakan Jeje untuk membobol pertahanan dari Klan besar di balik kaburnya Felix dari tahanan.
(di sini author tidak akan membahas lebih lanjut tentang Jeje karena takut melenceng jauh dari alur).
***
__ADS_1
Paris
Seminggu sudah Jess dan Justin menghabiskan waktu disana. Dan malam ini mereka akan pulang ke Indonesia. Selanjutnya mereka akan meneruskan rangkaian bulan madunya ke salah satu pulau di Indonesia.
Justin juga sudah mengetahui tentang asal usul Jeje dari Vano. Ia juga berharap dengan akses yang Jeje miliki ia bisa segera menyelesaikan masalah kaburnya Felix.
"Honey apa sudah siap semuanya?" kata Justin saat Jess sudah selesai mem packing semua barangnya.
"Sudah By....kita ke bandara sekarang? pesawatnya 2 jam lagi terbang." kata Jess sambil melihat jam tangannyang baru dibelinya kemarin. Justin juga terlihat memakainya.
Mereka pun berangkat menuju bandara dengan diantar Pak Hasan. Sesampai di bandara, Jess izin sebentar untuk ke toilet, ia tak sadar jika sedari tadi ada yang mengikutinya. Selesai buang hajat, saat ia akan keluar, seseorang tiba tiba menyerangnya dengan senjata tajam. Tapi dengan gerakan gesit Jess langsung menghindar dan membalikkan keadaan. Ia mengunci tubuh penyerang itu yang ternyata seorang wanita.
Saat membuka masker hitam dan topi wanita terswbut, Jess sangat terkejut.
"K- kau..Siena.." pekik Jess.
"Ck...ketahuan..ternyata kamu bisa bela diri juga ya...aku kira aku bisa dengan mudah menghabisimu.." kata Siena dwngan seringai liciknya.
"Aku pernah salah ya sama kamu? sampai kamu punya niat buat membunuhku?" kata Jess ketus.
"Dasar wanita gila. Justin itu sudah beristri kamu mau jadi pelakor?"kata Jess tak kalah sengit.
"Ayo ikut aku..kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu!" lanjut Jess. Ia masih mengunci tubuh Siena.
Jess mendorong Siena keluar toilet. sampai di luar banyak mata yang memperhatikan mereka.
"Heh ****** kamu sudah membuatku malu! kamu akan membayarnya!" teriak Siena yang memberontak.
Jess langsung membawa Siena ke hadapan Justin. Justin yang melihatnya terkaget. Jess langsung melepas kan Siena dengan kasara hingga dia tersungkur.
"Siena...Honey..apa.yang kalian lakukan?" tanya Justin bongung.
" J...look at me..istrimu menyerangku tadi..lihatlah aku jadi malu di hadapan banyak orang..." kata Siena merengek.
Justin hanya menaikkan satu alis.
"Hubby...terserah kamu mau percaya padaku apa dengan setan gledek ini. Intinya aku tak akan melawan jika dia tidak berulah.." kata Jess dengan enteng.
__ADS_1
"Lakukan apa yang menurutmu benar Jess.." kata Justin.
"Pergilah! Kalau sampai kamu membuat gara gara lagi denganku, jangan harap kamu bisa lepas dariku." kata Jess.
"Awas kau Jess kali ini kau bisa selamat tapi tunggulah pembalasanku!" kata Siena yang langsung pergi menjauh.
"Honey, kenapa kamu melepasnya?" Kata Justin.
"Kamu nggak bertanya padaku By..dia ngapain aku?" tanya Jess kesal, karena sang suami maaih santai padahal Jess hampir saja diserang.
"Sudah tahu....dia menyerangmu pakai senjata tajam kan?"kata Justin.
" Hah...darimana kamu tahu By?" tanya Jess heran.
"Sebenarnya aku memasang alat penyadap di gelang yang kamu pakai, Vano yang menyuruhku. Karena saat ini kita tidak sedang dalam kondisi aman. Tadi sebenarnya aku sudah menyusulmu ke toilet, tapi karena kamu bisa mengatasinya sendiri, jadi aku kembali lagi ke tempatku saat ini." jelas Justin.
"Kamu belum menjawabku Honey..kenaoa kamu melepaskan dia?" lanju Justin.
"Karena aku ingin dia tahu siapa aku sebenarnya By..dan apa yang selanjutnya aku lakukan jika dia macam macam denganku..." kata Jess.
"Aku percaya padamu Honey...tapi kamu juga harus hati hati karena Siena adalah orang yang sangat licik dan ambisius." pesan Justin pada istrinya.
Saat pesawat yang akan mereka tumpangi akan lepas landas, Jess dan Justin segera masuk. Mereka memang lebih suka meggunakan penerbangan komersil dari pada Jet pribadi. Karena dengan naik penerbangan komersil, mereka bisa berinteraksi dengan penumpang yang lain.
Setelah lebih dari 17 jam penerbangan dan beberapa kali transit,Mereka akhirnya sampai di tanah air tercinta. Keluarga telah menyambut kedatangan Jess dan Justin.
Karina yang melihat keponakannya datang langsung memeluk Jess.
"Princess nya bunda..akhirnya sampai juga..bagaimana liburan kalian? Kenapa malah cepat cepat pulang sih..?bukannya cutinya masih seminggu lagi.." tanya Karina.
"Ehmmm....sebenarnya kami ingin melanjutkan liburannya di dalam negeri saja Bun..Kami ingin ke Lombok..mungkin aku dan Kak Justin berangkat besok pagi." kata Jess.
" Owh jadi seperti itu toh..Bunda kira ada apa..." kata Karina lega.
"Ayo lanjut ngobrolnya di rumaj saja..kita pulang, Mike pasti sudah nunggu di rumah kita.." Kata Freddy sambil membantu Justin membawa koper koper mereka.
Freddy melajukan mobilnya dengan keceatan sedang, karena masih pagi dan jalanan masih sepi, mereka sampai rumah dengan cepat.
__ADS_1