My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Engagement


__ADS_3

Malam itu Ballroom Rex Carlton Hotel tampak megah dengan dekorasi yang didominasi warna putih tulang dengan rangkaian bunga mawar putih dan lily yang menghiasi setiao sudut ruangan. Ruangan besar itu tampak ami dihadiri oleh sekitar 400 undangan yang sebagian besar adalah para dokter dan pengusaha, serta teman teman kampus Jess.


Banyak dari mereka yang terkagum kagum dengan konsep dekorasi yang sengaja di pilih Revan sendiri sebagai hadiah pertunangan untuk sahabat sekaligus kaka angkatnya. Revan yang saat ini sudah menjabat CEO dari Rex group juga mengundang beberapa kolega bisnis yang ia anggap penting. Tak lupa pula ia menunjuk Leni, yang saat ini sudah menjadi sekretaris pribadinya sejak kemarin menjadi pasangannya di pesta pertunangan Justin dan Jess.


Musik pun mengalun menandakan acaravsegera dimulai. Tak lama kemudian pintu Ballroom terbuka dan muncullah dua sejoli yang akan mengikat hubungan mereka dalam ikatan pertunangan.


Jess dan Justin nampak serasi dengan penampilan mereka. Justin yang terlihat tampan dengan setelan Jas hitam dan kemeja hijau motif sedangkan Jess tampak sangat cantik dengan Gaun hitam panjang dengan rambut tergerai.


Mereka berjalan menuju bangku yang telah disediakan di depan. Michael yang melihat putra dan putrinya berjalan beriringan berkaca kaca karena terharu. Melihat mereka berdua, membuat Michael sangat merindukan istrinya yang telah berpulang sesaat setelah kelahiran Justin dan kedua sahabatnya yaitu Frans dan Feli, orang tua Jess. Ia tak sanggup lagi menahan air mata harunya.


"Kenapa ayah menangis di hari yang bahagia ini Ayah?" tanya Jess.


"Ayah menangis bukan karena sedih Princess..ayah sangat bahagia, sampai ayah tak sanggup lagi menahan air mata bahagia ini." Kata Michael sambil menghapus air matanya.Justi dan Jess pun segera memeluk Michael. Mereka bertiga pun menangis bersamaan dalam pelukan, saling mencurahkan kebahagiaan karena Jess dan Justin akhirnya bisa bersatu, tapi juga bersedih karena orang orang yang mereka cintai tak bisa bersama mereka lagi.


Tak lama kemudian, MC memanggil Jess dan Justin untuk naik ke atas panggung. Jess terlihat gugup, begitu juga Justin. Ia memang sudah terbiasa untuk berbicara di depan banyak orang tapi kali ini berbeda, Ia berbicara di depan banyak orang untuk melamar kekasihnya.


Berkali kali ia menarik nafas dan membuangnya. Kemudian musik pun mengalun Justin mulai menyanyi.


Andai engkau tahu


Bila menjadi aku


Sejuta rasa di hati


Lama telah kupendam


Tapi akan kucoba mengatakan


'Ku ingin kau menjadi milikku


Entah bagaimana caranya


Lihatlah mataku untuk memintamu


'Ku ingin jalani bersamamu

__ADS_1


'Ku ingin jujur apa adanya


Dari hati


Kini engkau tahu


Aku menginginkanmu


Tapi takkan kupaksakan


Dan kupastikan


Kau belahan hati


Bila milikku


'Ku ingin kau menjadi milikku


Entah bagaimana caranya


Lihatlah mataku untuk memintamu


'Ku ingin jalani bersamamu


'Ku ingin jujur apa adanya


Dari hati..


Disebuah layar besar munculah foto foto dan video mereka berdua saat masih kecil, Jess pun tersenyum haru sambil menutup mulutnya. Tak lama kemudian muncullah foto dan video kebersamaan Jess dan Justin, saat Jess melakukan fisioterapi ditemani Justin, dan momen momen mereka berdua. Kemudian setelah Video itu usai Justin mulai berbicara sambil menggenggam tangan Jess.


"Jesslyn Kimberly Gunawan, aku bukanlah seseorang yang pandai merangkai kata, aku juga bukan seseorang yang bisa bersikap manis sepanjang waktu. Kita seringkali meributkan hal hal yang kecil, bahkan tak penting. Karena keegoisanku pula aku sering mengecewakanmu. Namun yang harus kamu tahu, sejak aku masih kecil aku telah berjanji pada diriku sendiri, aku akan terus menjagamu sampai kapanpun, walaupun kenyataannya, kita sempat terpisah dan kau bahkan tidak mengenaliku. Tapi hari ini di hadapan ayahku, dihadapan para undangan yang hadir aku ingin menyatakan kesungguhanku padamu." Kata Justin seraya berlutut sambil membuka sebuah kotak kristal.Yang isinya sebuah cincin berlian jenis Dream Diamond Ring yang harganya ditaksir sekitar 300 milyar.


"Jesslyn Kimberly Gunawan...Will you marry me?" Kata Justin dengan penuh keyakinan.


Jess menatap Justin dengan penuh air mata kebahagiaan.

__ADS_1


"Yess, I Will be your bride, Justin Stefen Ganendra."


Justin pun segera bangkit dan memakaikan cincin berlian itu di jari manis tangan kiri Jess. Ia juga memasangkan kalung berlian yang masih 1 set dengan cincin tersebut.


"Kak..apa ini tidak berlebihan...?"bisik Jess ketika Justin memasangkan kalung pada leher Jess.


"Kalung dan cincin ini bagiku tak ada harganya bila dibandingkan dengan dirimu, honey.."Kata justin sambil mengecup bibir Jess dan sedikit **********.


Para undangan yang hadir, terutama wanita berteriak histeris. Apalagi para mahasiswa,teman teman Jess, mereka tak menyangka jika dosen killer mereka bisa sseromantis itu bersama kekasihnya.


Michael naik ke atas panggung untuk memberi selamat kepada Justin dan Jess. Michael memeluk Justin dan Jess bergantian.


"Selamat untuk kalian berdua Nak..ayah sangat bahagia.."kata Michael menyeka air matanya.


"Terimakasih Ayah..."Kata Jess.


Kemudian para tamu pun bergantian memberi ucapan selamat ke pada mereka.Revan dan Leni menghampiri dua sejoli untuk memberi sekamat. Jess pun terkejut.


"kak Revan..Leni..kok kalian bisa barengan gandengan lagi?"tanya Jess.


"Leni sekarang bekerja di perusahaanku Jess, dia jadi sekretarisku." jawab Revan.


"Len..kamu berutang penjelasan sama aku."kata Jess.


"iya..iya..Jess ceritanya panjang. Nanti aku cerita, kalau aku cerita sekarang kasian antreannya panjang. Ngomong ngomong selamat ya atas pertunangan kamu sama dokter Justin semoga kalian langgeng sampai kakek nenek." kata Leni sambil memeluk Jess .


"Amin...makasih ya Len.."


Kemudian Sisil yang datang bersama Kenzo,tunangannya dan Dave menyusul diantara para undangan.


"Princess....akhirnya nyusul juga...lama nggak ada kabar, denger kabar langsung tunangan aja..sama pak dokter lagi..duhhh..so sweet..selamat ya buat kalian.."kata Sisil heboh. Jess dan Justin pun tersenyum.


Dave datang sendirian malam ini, Ian menghampiri Jess dengan tatapan sendu, sudah sejak lama Dave menyimpan rasa suka kepada Jess, tapi dia memang tak ada keberanian untuk mengungkapkan,karena ia takut Jess akan membencinya.Jess sudah terlalu nyaman saat menganggop Dave sahabatnya.


"Selamat ya untuk pertunangan kalian berdua..semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian. Kak..tolong jaga sahabatku ini ya...dia kadang suka bar bar kalau dilepasin dikit aja." kata Dave sembari memeluk Justin.

__ADS_1


"iya..terimakasih..karena selama ini kamu sudah ikut menjaga Jess, sekarang aku yang akan menjaganya sampai maut memisahkan kami."kata Justin membalas pelukan Dave.


Merek tak menyadari, jika ditengah para tamu ada sepasang mata sendu yang terus menatap kebahagiaan mereka. Sampai pada akhirnya orang itu datang di hadapan mereka, dan membuat Michael terdiam karena terkejut.


__ADS_2