My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Kejutan untuk Jess.


__ADS_3

"Ada apa Yah...?" tanya Jess.


"Begini Nak....ayah mempunyai kenalan seorang dokter ahli kandungan dari Paris. Kebetulan beliau adalah anak dari salah satu rekan bisnis kakekmu. Namanya dokter Helena Thompson. Ia menangani banyak sekali kasus sepertimu Nak..."


"Justin setuju Yah...apapun demi keselamatan istri dan anakku, aku setuju, walaupun harus menyerahkan semua yang kumiliki, termasuk rumah sakit yang aku pimpin saat ini, aku setuju." kata Justin. Ia merasa seperti menemukan secercah cahaya ditengah kegelapan saat mendengar kabar dari ayahnya.


"Baiklah...ayah akan segera menghubunginya...Oh ya..ayah punya usul untuk mengubah salah satu kamar disini untuk dijadikan ruang operasi saat Jess melahirkan dan menempatkan beberapa dokter kandungan dan dokter bedah terbaik serta beberapa perawat khusus untuk puteri ayah.Apa kalian setuju?"ucap Michael.


"Baru saja aku akan mengutarakannya Yah...ternyata sudah keduluan..hehe...aku juga berencana seperti itu. Agar sewaktu waktu Jess mengalami tanda tanda melahirkan, kita tak perlu membawanya ke rumah sakit, karena resikonya sangatlah besar jika harus bolak balik ke rumah sakit..Bagaimana honey...?" kata Justin meminta persetujuan istrinya.


"Aku pasrahkan ke kalian saja...." jawab Jess sambil tersenyum.


"Kalau begitu, ayah pastikan minggu ini peralatan yang dibutuhkan sudah lengkap semuanya. Oh ya Princess..ayah minta, kamu juga harus bersemangat..karena harapan untukmu, tergantung dari kemauanmu"kata Michael.


"Semakin besar kemauan dan semangatmu semakin besar pula harapan untukmu sayang...Kami akan berusaha semampu kami untuk memperkecil resikonya..sekarang tinggal kamu yang harus terus bersemangat...untuk ketiga calon buah hatimu..."kata Michael.


Jess yang mendengar nasehat Michael tak bisa lagi menahan air matanya untuk keluar, ia langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan ayah mertua yang telah ia anggap seperti ayahnya itu. Di dalam pelukan Michael, tangis Jess semakin menjadi. Sedangkan Justin dan Oscar juga ikut terharu. Sesekali mereka menyeka airmata yang keluar dari sudut matanya.


Tak lama kemudian datanglah Freddy dan Karina, bersama Vano dan Jeje. Tak berselang lama, Alexa dan Vino yang akan melangsungkan pernikahan mereka dalam waktu dekat juga datang.


Jess langsung memeluk mereka bergantian.


"Anak Bunda kelihatan sembab..ada apa sayang?" tanya Karina.


"Jess menangis bukan karena sedih Bun..tapi Jess merasa bahagia...akhirnya ada harapan untuk Jess.."kata jess dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


"Benarkah..?"tanya Karina seperti tak percaya, tapi ia juga merasa sangat bahagia.


Michael menceritakan semuanya termasuk perombakan salah satu kamar di Mansion milik Justin dan Jess menjadi ruang bersalin.Semuanya sangat setuju.Bahkan Alexa juga sangat antusias ia ingin ikut menemani Jess saat persalinan nanti. Karina dan Alexa juga memutuskan untuk tinggal di rumah Jess mulai lusa, karena ia ingin ikut menjaganya.


Jess merasa sangat bahagia, karena ia dikelilingi oleh orang orang yang tulus menyayangi dia.


"Tuhan jika aku boleh berharap..tolong panjangkan umurku..agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan bersama sama orang yang kucintai..namun, jika Kau tak mengizinkan aku untuk hidup, berikan mereka kebahagiaan yang berlimpah untuk mereka setelah kepergianku nanti."


"Sayang kami ada kejutan untukmu...tapi sabar dulu, sebentar lagi akan datang." ucap Freddy.


"Kejutan apa Pah?" tanya Jess.


Dan benar saja, di depan rumah Justin dan Jess, sudah datang 1 truk kontainer. Dan kurir itu mulai menurunkan satu persatu isi truk itu. Jess memekik karena terkejut. Karena kontainer itu berisi 3 buah baby box, 3 buah bak mandi, sebuah stroller yang dirancang khusus untuk bayi kembar tiga. Juga sebuah lemari besar dengan 3 pintu untuk menyimpan baju baju bayi, Sebuah kursi yang sangat nyaman untuk ibu menyusui. Yang tentunya semua itu berharga milyaran rupiah.


"Ini semua ditaruh dimana Bu?"tanya salah satu kurir.


"Bunda..papa..apa ini semua tidak berlebihan....?" tanya Jess kepada Freddy dan Karina.


"Tentu tidak Nak...kami ingin menyambut cucu cucu kami dengan sangat istimewa..itu semua tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kebahagiaan kami..." kata karina yang diangguki oleh Freddy.


"Terima kasih...terimakasih semuanya..." kata Jess dengan mata berkaca kaca.


"Sayang..sudahlah..jangan menangis lagi...tidak baik untuk ketiga janinmu.." kata Freddy sambil mengelus kepala puterinya.


"Kakek juga punya kejutan untuk kalian....tunggu saja..sebentar lagi juga akan datang.."kata Oscar yang tak mau kalah.

__ADS_1


" Sebentar apa kalian ini sudah janjian semua..?" tanya Justin yang sudah kembali setelah mengantar para kurir tadi.


"Kalau janjian sih tidak...tapi memang kami sudah berencana memberikan hadiah ini barengan..." kata Michael sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"sama saja Yah....tapi Justin sangat berterimakasih pada kalian yang sudah memberikan begitu banyak untuk kami..Seolah ini semua memberikan semangat baru untuk kami. Benar begitu kan Honey...?"tanya Justin pada Jess.


"Iya...aku.sangat bersyukur sekali punya kalian semua...." kata Jess dengan mata berbinar.


Saat mereka asyik mengobrol, datanglah 5 orang perempuan yang membawa banyak sekali paper bag berukuran besar yang bertuliskan merk terkenal dunia. Itu semua adalah hadiah khusus dari kakek Oscar yang dipesan khusus dari designernya. Tentu bukan hal sulit untuk seorang Oscar Wijaya untuk memesan langsung dari designer terkenal karena bisnisnya yang memang berkecimpung di dunia fashion.


Paper bag- paper bag itu ternyata berisi pakaian bayi limited edition yang dibuat khusus untuk cicit pertama Oscar.Tentu harganya juga setinggi langit. 1 buah baby jumpsuit saja bisa sampai jutaan rupiah.


"Sepertinya kita tak usah repot repot beli perlengkapan baby baby kita By..semuanya bahkan sudah tersedia.." kata Jess sambil terkekeh.


"Sekarang tinggal giliranmu yang harus melakukan yang terbaik untuk anak anak kita Honey..kamu harus yakin dan semangat, bahwa tak akan terjadi apa apa denganmu ataupun mereka.." kata Justin sambil menggenggam erat tangan Jess.Jesspun hanya mengangguk sambil tersenyum.


Karena memang hampir waktunya makan malam, Karina bergegas menuju dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam bersama. Ia ingin memasak menu spesial untuk semua orang. Alexa juga ikut membantu calon mertuanya memasak.


Jess yang sudah merasa sangat lelah, izin untuk beristirahat terlebih dahulu. Iapun didorong Justin menuju kamar mereka yang sekarang berada di lantai bawah.


"Beristirahatlah..aku ke depan dulu,..." kata Justin sambil mengecup bibir Jess. Tak lama kemudian Jess pun sudah berada di alam mimpi. Dan Justin kembali ke ruang tengah untuk berkumpul bersama keluarga besarnya.


"Eh..Jeje kemana?kok dari tadi tidak bersuara?" tanya Vino sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Jeje ikut ke atas..ikut mengatur desain interior untuk para triplets."jawab Vano yang baru turun dari lantai atas.

__ADS_1


"Hah...?memang bisa...?"


__ADS_2