My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
ganteng ganteng killer


__ADS_3

Siang itu kelas dimulai jam 13.00, di hari pertama Jess kuliah, ia sudah merasa bosan ia sangat mengantuk sebelum kelas dimulai. Ia pun segera menelungkupkan kepalany di meja dan tertidur


Justin yang baru masuk ke kelas Jess, melihat salah satu mahasiswanya menelungkupkan kepala di meja. Ia pun segera mwnghampiri mahasiswa tersebut. Sebenarnya Justin sedikit khawatir melihat posisi Jess seperti itun Tapi ia tidak boleh terlihat khawatir. dan harus tetap bersikap profesional.


"tok...tok...tok..!" Justin mengetuk meja Jess. Tapi tidak ada sahutan.


Ia oun menggoyang goyangkan tubuh Jess. Jess pun terlihat menggeliat.


"Hei...girl...do you sleeping?" tanya Justin.


"hah?!kke..kenapa kakak disini?" kata Jess sambil mengerjap ngerjap.


"Siapa yang menyuruh Anda tidur di kelas saya?Siapa yang menyuruh Anda memanggil "KAKAK" pada dosenmu?Di sini saya seorang dosen bukan kakakmu! Jadi perhatikan sikap Anda dan jangan tidur di kelas saya! Apakah Anda mengerti?!" Kata Justin dengan tatapan tajam.


"Aa..aapa?"kata Jess yang masih sedikit linglung karena bangun tidur. Seluruh mahasiswa di kelas itu pun tertawa keras melihat tingkah Jess.


"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN TERTAWA??HAH?!" Kata Justin dengan suara menggelegar.


Seketika seluruh kelas pun terdiam. Mereka tak menyangka jika dosen super tampan yang mengajar di kelas mereka akan segalak itu. Termasuk Jess, ia masih tidak percaya jika Justin yang selalu menjaganya menjadi sosok dosen killer jika berada di kelas.

__ADS_1


"Nona Jesslyn..apa Anda masih mengantuk?" tanya Justin masih menatap Jesslyn tajam.


"tti...ttidak pak.." kata Jesslyn gugup.


"Siapa di kelas ini yang merasa mengantuk dibpelajaran saya?" tanya Justin tegas.


"Kalau anda mengantuk silahkan Anda keluar dari ruangan ini! Dan akan saya pastikan Anda semua tidak akan lulus di mata kuliah saya semester ini! Apa kalian mengerti?"Lanjut Justin tanpa menatap Jess lagi.


"Mengerti Pak.." Jawab mereka sekarang.


Kelas pun berlanjut selama hampir 2 jam. Jess merasa sangat kesal hari ini. Kepalanya terasa pusing setelah terbangun karena dikagetkan Justin. tapi ia masih berusaha berkonsentrasi dengan mata kuliah yang disampaikan Justin.


Justin telah menunggunya disamping mobil sambil menyenderkan badannya.


"Hai...gadisku..."sapa Justi.


Jesslyn yang masih kesal pun hanya melengos.


"apa kamu marah padaku?" kata Justin sambil berlari kecil mengejar Jess.

__ADS_1


"Setelah kakak memarahi ku dan membuatku malu di depan teman teman apa dengan seenaknya kakak menyapaku dengan senyummu yang jelek itu?" kata Jesslyn kesal.ia pun masuk ke mobil Justin sambil memijit pelipis karena pusingnya dari tadi belum berkurang.


"Maaf...tadi aku sudah membuatmu malu. Aku hanya bersikap tegas dan tidak ingin pilih kasih terhadap mahasiswaku. walaupun kamu gadisku, tapi aku tidak akan membedakanmu dengan mahasiswa yang lain saat berada didalam kelas. berbeda jika berada di luar kelas. Kamu adalah ratuku Jess". Kata Justin sambil mengacak rambut Jess.


"Tapi tetap saja aku sangat kesal kepadamu kak..kalau kamu bilang dari awal kalau kakak dosenku..aku tidak akan terkejut tadi..akubkan jadi malu dengan teman teman di kelas!"kata Jess sambil cemberut.


"Maaf..maaf...lalu aku harus bagaimana biar kamu memaafkanku?" kata Justin memelas.


" Ayo pulang..aku hanya ingin tidur sekarang..kepalaku sangat berat." kata Jess sambil memijat pelipisnya yang nut- nutan.


"Baiklah kalau begitu..kita akan pulang ratuku..."kata Justin.


Justin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sedangkan Jess yang sudah kelelahan tak sampai 5 menit dijalan, sudah tertidur lelap.


20 menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah.


Rumah mewah itu terlihat sepi, hanya beberapa bodyguard yang berjaga di sekitar rumah dan para pelayan. Karena Michael siang ini mengunjungi klinik cabang yang berada di pinggiran kota.Jess yang tertidur lelap tidak menyadari kalau dirinya sudah sampai di rumah. Dengan perlahan, Justin mengangkat tubuh Jess dan menggendongnya dengan bridal style..dan membawanya ke kamar atas.


Sesampainya di kamar Justin meletakkan tubuh Jes perlahan, agar tidak membuatnya terbangun. Ia menatap wajah Jess lekat. sangat cantik. itulah kata yang ada dibenak Justin saat menatap wajah sang kekasih.

__ADS_1


Justin ikut membaringkan tubuhnya di samping Jess sambil terus menatap wajah Jess yang sedang terlelap.Ia memutuskan untuk tidak kembali ke rumah sakit karena pekerjaannya selesai tadi sebelum makan siang. Dan sore ini pun tidak ada jadwal operasi. Tak lama kemudian, Justin ikut terlelap di samping Jess.


__ADS_2