My Surgeon My Hubby

My Surgeon My Hubby
Rumah Kita


__ADS_3

AREA 21 + YA...MOHON DISKIP JIKA MASIH DIBAWAH UMUR.


Malam harinya, Justin dan Jess mengantar Jeje dan Vano ke bandara. Tuan Johni, ayah Jeje juga menyusul ke bandara untuk mengantar anak sulungnya itu. Tak lupa ia memakai topi hitam dan masker untuk menutupi wajahmya.


" Jeje...kamu nurut ya sama Bang Vano..jangan buat abangmu susah..dan hati hati..Daddy akan berusaha sebaik mungkin agar kita bisa berkumpul lagi..." kata johni yang begitu berat berpisah dengan anak sulungnya sedangkan mereka baru saja bertemu setelah lama terpisah.


"Ok Dad..jaga Mommy dan adik baik baik...kita kan bisa sering sering video call..." kata Jeje.


" Iya Son....jaga dirimu baik baik..." kata johni.


"Vano..titip Jeje ya...kalau dia sampai nakal jewer saja telinganya sampai panjang." kata Johni sambil mengacak rambut Jeje.Dan dibalas dengan anggukan oleh Vano.


"Dad.....itu kata kata Mommy..."Johni langsung memeluk erat putera tampannya itu.


"Daddy dan Mommy akan sangat merindukanmu Son...." kata Johni. Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak jatuh, tapi tetap saja airmata itu bandel.


"Daddy jangan nangis....malu tau..." kata Jeje sambil mengusap sudut mata Johni.


Tak lama kemudian, pemberitahuan pesawat akan lepas landas pun berbunyi.


"Bang..kita berangkat dulu...jaga diri abang..karena perang sebenarnya akan terjadi." kata Vano.


"Hati hati...kalau sudah sampai segera hubungi kami." kata johni. Ia pun kembali memeluk puteranya dengan erat. Dan menciumi keningnya.


Vano dan Jeje pun segera masuk ke ruang tunggu pesawat dan 30 menit kemudian pesawat yang mengangkut mereka lepas landas. Jeje yang sejak tadi menyembunyikan kesedihannya tak dapat lagi menahan saat ia berada di pesawat. Ia menangis sesunggukan.


"Je...menangislah jika bisa meringankan kesedihanmu. Ia pun memeluk Vano erat hingga ia akhirnya tertidur.


Setelah pulang dari mengantar Vano dan Jeje ke bandara, Justin dan Jess memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena esok hari, mereka akan mengunjungi salah satu desa di sana untuk survey pendirian rumah sakit kecil di sana.


----------------


5 hari telah berlalu, hari ini Justin dan Jess kembali ke ibu kota, karena besok mereka telah disibukkan oleh tumpukan pekerjaan yang telah mereka tinggal selama seminggu. Jess juga mulai kuliah lagi esok hari.

__ADS_1


"Apa sudah tidak ada yang tertinggal Honey..?" tanya Justin.


"Sudah By...sudah masuk koper semua." kata Jess.


"Baiklah kita pulang sekarang." kata justin.


Merekapun meninggalkan hotel dan menuju bandara dengan dijemput supir. Sebuah Jet pribadi mewah bertuliskan Abraham Corp telah terparkir cantik di bandara. Jet itu adalah milik kakek Oscar yang ia siapkan khusus untuk menjemput cucu cucunya.


Sebenarnya keluarga Gunawan juga mempunyai burung besi sendiri, tapi kakek Oscarlah yang ngotot agar mereka tak perlu membayar pilot untuk mengendarainya.


"Honey..bagaimana kesanmu tentang honeymoon kita kali ini?"tanya Justin.


"Hmmm....sangat sangat berkesan..kita tak sekedar bersenang senang saja. Tapi aku sangat bahagia, kita bisa menolong sebuah keluarga yang terpisah." kata Jess.


"Benar..aku juga merasa sangat bahagia bisa mempertemukan Jeje dan orang tuanya walaupun sangat singkat. Aku juga merasa bangga karena sebagai dokter aku bisa menolong mereka yang benar benar membutuhkan bantuanku." kata Justin.


"By...aku mencintaimu..."kata Jess.


"Aku lebih mencintaimu Honey...bahkan sebelum kamu bisa berjalan.." kata justin terkekeh. Sedangkan Jess langsung memanyunkan bibirnya.


Setelah tiga jam perjalanan udara dan darat, akhirnya merekapun sampai di sebuah rumah mewah. Justin membangunkan istrinya.


Saat Jess membuka mata, ia merasa terkejut juga sangat bahagia. Kini ia berada di sebuah rumah yang telah lama dirindukannya. Justin sengaja merenovasinya sedikit dan membuang barang barang yang berhubungan dengan Felix yang ada di sana.


Ia ingin istrinya benar benar bisa melupakan kesedihannya. Tak banyak yang berubah dari rumah tersebut. Hanya saja terlihat lebih hijau dari sebelumnya. Justin membuat sebuah taman yang menyerupai hutan kecil di area samping rumah, agar terlihat asri serta menyediakan oksigen yang banyak. Disana, ia juga merawat beberapa hewan seperti rusa dan kelinci.Juga membangun sebuah Gazebo di tengah danau kecil buatan.


"Apa kamu suka Honey...maaf aku merombaknya tanpa memberitahumu terlebih dahulu." kata justin.


"Aku suka sekali By...apa kita akan tinggal disini?"ucap Jess.


"Jika itu membuatmu bahagia, aku akan senang hati menurutimu." kata Justin.


"Terimakasih By...." kata Jess langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Honey...bobo yuuk..." kata Justin. Jess yang memahami kata kata Justin langsung mencubit pinggang Justin.


"Mandi dulu..." kata jess.


"Kita mandi bareng...."kata Justin.


"Ogah..." tanpa babibu Justin langsung mengangkat tubuh Jess dan membawanya ke kamar mandi.


"Turun Hubby...aku bukan beras..." teriak Jess. itu karena Justin menggendongnya seperti membawa karung beras.


Begitu sampai di kamar, Justin langsung meletakkan tubuh Jess dan melepas semua pakaian Jess hingga tak tersisa sehelai benangpun, tanpa menghiraukan tatapan membunuh dari pemiliknya.


"Sudah ayo kumandikan.." kata Justin.


"Aku bisa sendiriiii...." Jess kembali berteriak karena Justin kembali mengangkat tubuhnya. Kali ini ala bridal Style.


Ketika sampai dikamar mandi Justin pun ikut melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya hingga mereka berdua sama sama polos.


Justin segera memulai aksinya dengan meraih tengkuk dan me****t bibir Jess. Dengan sedikit menggigitnya Jess membuka sedikit mulutnya, dan memberikan akses masuk pada Justin untuk mengabsen setiap bagian rongga mulut Jess dengan lidahnya. Jesspun membalasnya dengan tak kalah agresif.


Kali ini Justin sedikit lebih liar dari biasanya. Ia memegang kedua tanga Jess seakan tak mengizinkan si pemilik tubub bergerak sedikitpun.


Dengan masih memegangi kedua tangan Jess, ia memaikan dua bukit milik Jess dengan lidahnya.Yang membuat si pemilik menggelinjang,mengerang dan m******h. Tak lupa ia memberikan sedikit gigitan yang menambah kenikmatan di siang itu.


Justin terus turun semakin ke bawah hingga ia menemukan Goa disana dan memainkannya dengan jari dan lidahnya.


"Justinnhhh.....aku tak kuat lagi Hubby...Bomnya mau meledak.." racau Jess.


" Ledakkan Honey aku akan menikmatinya..." jawab Justin sambil terus mengobrak abrik goa itu.


"Aahhhh.....aauuu...Hubbyiiiihhh....nikmat sekali...ayo cepat masukkan sekarang..." racau Jess lagi.


Justin langsung memutar tempatnya. kini Jess yang berada di atas pangkuannya. Ia terus menaik turunkan badannya, untuk memberikan sensasi n****t saat bercinta.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa lama, mereka melepaskan kenikmatan bersama dan terus mengulanginya di ranjang sampai keduanya benar benar kelelahan dan tertidur.


__ADS_2