My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 12: Pertemuan Pertama


__ADS_3

Lanjutan


David masih memeluk adiknya. Hanya Kara satu-satunya yang dia punya sekarang dan satu-satunya yang harus dia jaga.


Kara melepaskan pelukannya.


"Aku percaya sama kakak. Kita akan melewatinya bersama-sama kak" ucapnya mencoba menghibur kakaknya yang terus menyalahkan dirinya sendiri.


"Cih! Udah ga punya apa-apa juga, tetap masih songong" ucap Reyhan.


Kara melangkah menghampirinya dan berkata dengan lantangnya.


"Saya Charamell Alexa Sebastian! Hari ini bersumpah bahwa saya akan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi milik keluarga ku. Tidak akan ku biarkan seorang pun yang berani mengkhianati ku, hidup dengan damai mulai hari ini sampai selanjutnya. Kalian tunggu saja!" ucapnya.


"Hahaha.. Bahkan, jika kamu punya keinginan sebesar itu... kamu gak akan sanggup Kara! Mau tunggu sampai kamu mati? Cih! Kamu terlalu percaya diri!" ledek Reyhan.


"Kami akan mendukung mu Ra..! Kami akan selalu berada di pihak mu" Sahut Airi dan Dimas bersamaan.


Kara menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum karna masih banyak orang yang menyayanginya. Termasuk kedua sahabatnya yang tidak pernah mengkhianatinya dan selalu mendukungnya.


Reyhan semakin kesal. Niatnya tidak hanya merebut harta kekayaan milik keluarga Sebastian, tetapi juga ingin mengurung Kara dirumahnya dan menjadikannya sebagai pemuas nafsunya. Karna Kara jauh lebih cantik dari Rani. Tetapi Rani tidak akan bisa ditaklukkan jika membahas masalah ranjang. Karna dia sudah ahli di bidang itu dan telah berkali-kali tidur dengan Reyhan. Bahkan para petinggi-petinggi perusahaan lainnya. Meskipun sudah tua, tetapi dia tetap melayani mereka demi uang dan kemewahan yang didapatkannya selama ini.


"Heh, aku bisa mengajarinya nanti. Dan juga jika orang lain curiga dengan semua yang kami dapatkan saat ini.. dan malah membantu mereka mendapatkannya kembali, bagaimana? Aku harus menahannya disisi ku sebagai wanitaku agar orang luar percaya dan tidak mencurigai kami. Dan lagi Rani tidak akan keberatan.. asal aku memberinya uang yang cukup" batinnya.


"Kamu tinggallah di sisiku, sebagai wanitaku. Aku akan memberi mu uang!" ucapnya sombong.


David mengepalkan tangannya, hendak meninju wajah Reyhan.. tapi Kara menahannya. David hanya bisa pasrah dengan keinginan adiknya.


"Cih! Kamu pikir aku wanita murahan sepertinya, ya?Ingin aku menjadi wanita mu....? Mimpi kamu! Meskipun aku tidak punya apa-apa sekarang... aku tidak akan sudi menjadi wanitamu! Bahkan, menyentuh sepatu ku saja pun, kamu tidak layak. Pria sejati tidak akan pernah melakukan hal bejat seperti yang telah kau lakukan sekarang ini. Kecuali kamu seekor a****g" ucapnya menyeringai.


Reyhan mengepalkan tangannya, dia marah dengan ucapan Kara yang menghinanya.


"Hahaha! Kara, Kara.. kita lihat sejauh mana kamu bisa melangkah dan berapa lama kamu akan bertahan dengan kesombongan mu itu. Lalu, apa yang bisa kamu lakukan sekarang?" ucapnya menyeringai.


"Itu bukan urusanmu" jawabnya cuek.

__ADS_1


Tingkah Kara membuat Reyhan semakin marah. Dan dia nekat berbuat diluar kendali. Hampir saja dia mencekik leher Kara, namun Dimas dan David langsung menghempas tangannya.


Tanpa pikir panjang Reyhan langsung berkata...


"Pengawal... bawa Kara ke klub malam di pinggiran kota! Aku akan membuatmu menjadi seorang p*****r! Berani menentang ku maka lihat akibatnya. Dan untuk ketiga b******n ini.. patahkan kakinya. Apa yang bisa kamu lakukan sekarang Kara? Kamu bukanlah siapa-siapa sekarang. Bukan lagi nona dari keluarga terhormat lagi. Kamu hanya wanita miskin sekarang. Tadinya aku berbaik hati untuk memelihara mu, tapi kamu menolak. Inilah akibatnya!" Titahnya keji.


Para pria bertubuh kekar menghampirinya dan hendak menangkapnya, tapi dihalangi oleh kakaknya. Sementara Airi langsung berkelahi dengan para bodyguardnya Reyhan.


"Kara... Dengarkan kakak baik-baik. Kamu harus pergi sejauh mungkin..." belum selesai David dengan perkataannya, Kara langsung berbicara.


"Gimana dengan kakak...? Enggak! Kara gak mau ninggalin kakak! Kara gak mau pisah sama kakak. Kakak satu-satunya keluarga yang Kara punya sekarang! Kita harus pergi sama-sama kak. Jangan paksa Kara.. kumohon!" lirihnya.


David juga tidak ingin jauh dari adiknya. Tapi sekarang, bukanlah waktunya untuk memikirkan hal itu. Dia harus lebih mengutamakan keselamatan adiknya.


"Sekarang bukan waktunya untuk membantah Kara. Kamu harus pergi! Cepat! Jika kamu tidak pergi sekarang.. kakak tidak akan mau hidup lagi kedepannya!" bentaknya.


Agar kara menurutinya, terpaksa dia harus berbicara dengan nada tinggi.


"Kamu harus nurut sayang.. kakak mohon! pergilah bersama Rio. Dia akan membawamu ke tempat yang aman. Percaya sama kakak, ok?" bujuknya.


Kara pun menganggukkan kepalanya. Kemudian dia berlari meninggalkan hotel tersebut, menuju mobil berwarna hitam. Di sana, Rio telah menunggunya dan telah bersiap untuk segera berangkat. Dia masuk dengan ngos-ngosan karna habis berlari. Sementara mobil telah melaju dengan kecepatan tinggi menuju bandara Internasional di ibukota.


Di dalam mobil


"Ya,Tuhan! Semoga kedua sahabatku dan kak David tidak kenapa-kenapa. Jika terjadi apa-apa pada mereka aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri" batinnya.


Dia terus menangis dan tidak mempedulikan apapun. Sementara Rio, sibuk menyetir dengan kecepatan tinggi. Karna dibelakang mereka telah berjejer 3 mobil dengan pria bertubuh besar, yang tengah mengejar mereka.


Bandara


Mobil yang mereka kendarai telah memasuki pintu masuk bandara.


Dia segera turun dari mobil. Para bodyguard Reyhan juga tidak kalah cepatnya dari mereka. Hampir saja Kara tertangkap!


"Akhh! Lepaskan aku b******n! Lepaskan!" Rio langsung melepaskan genggaman pria itu dari lengan Kara.

__ADS_1


"Cepat lari, Kara! Jangan pedulikan aku. Cepat!" titahnya. Rio juga sudah digebuki oleh para pria bertubuh kekar itu.


Tanpa pikir panjang, Kara langsung berlari dengan masih mengenakan pakaian yang tadi akan digunakannya saat melangsungkan pertunangan, dan dengan wajah memalingkan kebelakang melihat Rio dipukuli.


"Bughh..." Dia menabrak seorang pria gagah, bertubuh tinggi, namun terlihat dingin.


Tanpa pikir panjang, dia langsung memegang lengan pria tersebut.


"Tuan, tolong saya tuan! Kumohon... Pinjamkan aku jas mu!" Dia memohon kepada pria itu.


Pria tersebut merasa heran dan menatap lekat wajah wanita bermuka polos namun terlihat sembab, tengah berdiri dan memohon kepadanya.


"Siapa kamu? Apa kamu juga wanita suruhannya? Aku peringatkan, kamu tidak akan berhasil merayuku!" ucapnya tegas.


"Saya mohon, tuan! Apapun yang kamu pikirkan tentang saya sekarang.. saya tidak peduli. Tapi, kumohon, tolong saya tuan! Aku mohon!" lirihnya.


Matanya kembali menitikkan air mata. Dia menggenggam gaunnya erat dengan kedua tangannya, sembari menunduk.


Pria tersebut merasa iba, dia langsung membuka jasnya dan memakaikannya ke tubuh mungil Kara, menutupi bagian kepalanya, sesuai keinginan Kara.


Tiba-tiba para bodyguard Reyhan menghampiri mereka.


"Tuan, apa anda melihat seorang wanita mengenakan gaun berwarna putih, rambutnya disanggul dan bla... bla... bla..(mendeskripsikan ciri-ciri Kara)


Pria tersebut menatap kearah Kara, sementara Kara gemetar melihatnya. Pria asing tersebut merasakan getaran tubuh Kara yang merasa ketakutan.


"Tolong, aku Tuhan" batinnya.


Pria asing tersebut langsung memeluknya.


"Dia adalah wanitaku! Apa yang kau inginkan?" ucapnya tegas.


Kara terbelalak mendengarnya. Tapi dia merasa bahagia melihat orang-orang Reyhan telah beranjak dari sana! Meskipun masih ada keraguan di hati para pria-pria bertubuh kekar tersebut. Tetapi, mereka takut melihat tatapan mematikan pria asing tersebut. Dan lagi dia juga memiliki lebih banyak bodyguard yang bahkan lebih kuat dari mereka, sehingga membuat orang-orangnya Reyhan tak berani mengusiknya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2