My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 70: Sakit


__ADS_3

"Negara K"


Jam baru saja menunjukkan pukul 12 siang. Namun, Kara pulang lebih awal dari biasanya. Dikarenakan tubuhnya yang kurang fit, sehingga ia kurang fokus dalam bekerja.


"Kembalilah! Aku akan mengurus sisanya!" Sahut Mi-Rea seraya menutup pintu mobil. Kara hanya mengangguk mengiyakan.


Tak menunggu waktu lama, kini mobil telah melaju menuju ke apartemen, yang dikendarai oleh supir pribadinya. Sepanjang perjalanan, Kara hanya memejamkan matanya. Sebelumnya, sang supir telah menawarkan untuk menghantarkannya ke rumah sakit, namun ia menolak tidak ingin merepotkan siapapun.


"Di apartemen"


Setibanya di apartemen, Kara segera merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Rasanya sangat melelahkan. Memang akhir-akhir ini, waktu shooting nya sangat padat. Hingga ia kerap mengabaikan kesehatannya.


Berselang beberapa menit, tiba-tiba ponselnya berdering. Mendengar hal itu, ia kembali membuka matanya yang berat. Lalu meraba-raba letak keberadaan benda pipih tersebut.


"Emmh!" Ia mengigau seraya menyerngitkan dahinya. Entah siapa lagi yang menelponnya kali ini, namun ia tidak terlalu mempedulikannya lagi.


"Halo!" Sahutnya dengan nada malas.


"Halo!" Terdengar suara khas prianya dari seberang telpon.


"Emm.. ada apa?" Tanyanya masih dengan posisi rebahannya.


"Apa kamu sakit?" Sahut Jojo terdengar khawatir. Hanya mendengar nada bicaranya saja, Jojo sudah bisa menebaknya.


"Emmh..! Hanya sedikit. Nanti juga pasti sembuh setelah istirahat!" Lanjut Kara berusaha menahan rasa sakitnya.


"Hah? Apa kamu selalu mengabaikan kesehatan mu, jika aku tidak ada? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu? Apa yang harus ku lakukan? Apa kamu tega melihat ku mati menyedihkan?" Celoteh Jojo tanpa henti. Kara yang mendengarnya pun langsung memijit-mijitt keningnya. Ia membuang nafasnya dengan pelan.


"Aku tidak apa-apa! Jangan khawatir!" Ucapnya masih dengan nada tenang. Meski tubuhnya terasa sangat sakit. Ditambah lagi dengan perutnya yang selalu tidak enakan akhir-akhir ini. Ia harus menahannya, agar Jojo tidak khawatir.


Tanpa menyahutnya kembali, Jojo langsung memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak. "Tut..tut..tut!


"Halo! Halo, halo!" Kara berulang-ulang memanggilnya, namun tak ada sahutan dari seberang. Ia lalu menatap layar ponselnya.


"Ahh? Sudah ditutup ternyata." Gumamnya pelan. Ia kembali memejamkan matanya.


"Di malam hari"


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kini jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Sementara Kara masih tetap diposisi yang sama seperti siang tadi. Berselang beberapa waktu, terdengar suara pintu terbuka. Ceklek!


Seseorang datang menghampiri dirinya. Orang itu lalu menyentuh kening Kara dengan lembut. Kara yang menyadari sentuhan tangannya, langsung membuka matanya perlahan.


"Emmm!" Ia mengigau belum sepenuhnya tersadar. Kemudian, meraih tangan pria yang menyentuhnya.


"Siapa?" Ucapnya dengan nada pelan. Matanya terbelalak melihat kehadiran Jojo disampingnya.


"Kamu.. kamu datang?" Kagetnya. Ia hendak bangkit dari rebahannya. Namun tubuhnya ditahan oleh Jojo.


"Aku kembali!" Sahut Jojo pelan seraya mencium keningnya. Ia memang langsung bergegas ke sana setelah menjawab telepon Kara. Karna rasa khawatirnya yang tak karuan mendengar suara lemahnya, hingga ia memutuskan untuk menemui gadisnya itu.


Lama Jojo menatap wajah lemah Kara, kini ia kembali membelai wajah serta tangan mungil gadisnya itu.


"Beberapa waktu tidak melihatnya, dia sudah lebih kurusan dari sebelumnya!" Gumamnya merasa sedih.


"Aku baik-baik saja!" Sahut Kara sambil tersenyum tipis. Namun Jojo hanya terdiam tak menjawab.


"Tubuhnya sangat lemah! Dia pasti belum makan!" Gumamnya lagi.

__ADS_1


Ia lalu bergegas menuju ke dapur untuk membuatkan semangkuk bubur untuk Kara. Sementara Kara, ia hanya menyerngit melihat Jojo beranjak dari sampingnya.


"Apa aku membuatnya marah? Huh!" Ia mendengus nafasnya seraya mengusap wajahnya perlahan.


Tak menunggu waktu lama, Jojo kembali menghampirinya dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan teh hangat. Lalu meletakkannya di atas meja.


"Kamu makan dulu!" Ucapnya lembut seraya membantu Kara untuk duduk.


"Hah?" Kara membulatkan matanya.


"Ternyata.. dia tidak marah? Malah membuatkan makanan untukku?"


Tanpa rasa ragu, Jojo langsung menyuapinya dengan penuh kasih. Ia terlihat begitu serius. Bahkan membuat Kara tidak ingin berkedip sedetikpun.


"Dia benar-benar pria yang baik! Bahkan.. secepat kilat langsung datang kemari untuk melihatku!" Gumamannya dalam hati.


Sesungging senyuman indah lolos terlukis di wajah cantiknya.


"Terimakasih!" Ucapnya pelan sambil memeluk erat tubuh Jojo. Ia menempelkan wajahnya di dada bidangnya.


"Emm? Mengapa berterimakasih? Ini sudah seharusnya! Aku kan calon suami mu?" Timpal Jojo dengan senyum manisnya. Ia lalu menyentuh hidung mungilnya.


"Kamu selalu ada untukku!" Kara kembali berucap dengan nada manja.


"Ssstt! Jojo menutup bibirnya dengan jari telunjuknya. "Tidak ada alasan bagiku untuk tidak melakukannya! Karna kamu adalah gadisku! Belahan jiwaku!" Ucapnya seraya merapikan anak rambut gadisnya yang sedikit berantakan.


"Hemm! Kara tersenyum haru mendengarnya.


"Kehangatannya benar-benar mirip dengan kak David. Aku jadi gak sabaran mau ketemu kakak, sekalian mau ngenalin mereka berdua secepatnya!" Batinnya penuh harap.


"Hah?" Jojo kaget melihat ekspresinya. Ia kembali memegang kening Kara.


"Ada apa?" Tanyanya khawatir.


"Itu.. aku, emm. Aku, aku tidak ingin!" Sahut Kara terbata-bata. Pasalnya, ia memang seorang gadis yang tidak bisa menelan obat dengan mudah seperti orang lain pada umumnya. Ia lebih memilih untuk di suntik daripada harus minum obat. Sama seperti author hahah..


"Kamu? Takut obat?" Sahut Jojo memastikan dan dibalas anggukan olehnya.


"Aishh..! Apa kelinci ku berubah menjadi bayi?" Ucapnya tersenyum tipis seraya menggeleng tak percaya. Ia lalu meletakan kembali obat tersebut. Mau tidak mau, ia harus menuruti perkataan gadisnya itu karna tidak tega.


"Baiklah! Aku tidak akan memaksa! Tapi, kamu harus banyak beristirahat! Mengerti?" Ia mencubit kecil pipi mungil Kara.


"Baiklah!" Kara menunjukkan senyum mengembangnya. Akhirnya bisa terlepas dari bahaya, pikirnya.


Tanpa menunggu persetujuannya, Jojo langsung membopong tubuhnya menuju ke kamar. Kara pun tidak terlalu mempermasalahkannya. Ia malah mengalungkan tangannya ke leher Jojo.


"Tubuhmu semakin kurus!" Sahut Jojo disela-sela langkah kakinya.


"Emm? Bukankah para pria lebih menyukai wanita yang langsing?" Timpal Kara menggoda.


"Apa kamu berniat menggantikan ku?" Jojo memicingkan matanya sebelah.


"Tidak akan!" Ucapnya lembut.


"Aku tahu! Kelinci kecil ku tidak mungkin mengkhianati pangeran tampannya!" Lanjutnya menggoda balik. Ia lalu meletakkan tubuh Kara diatas ranjang. Dan kembali beranjak ke dapur.


"Hah? Apa lagi yang ingin dia lakukan?" Gumamnya pelan. Namun ia tidak terlalu mempermasalahkannya. Ia melamun, sambil menatap langit-langit dinding kamarnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Jojo kembali menyadarkan lamunannya.


"Kamu belum tidur?" Ucapnya lembut.


"Hah? Kara langsung menoleh ke arah suara tersebut.


"Kamu sedang apa?" Lanjutnya bertanya, kala melihat Jojo sedang sibuk disampingnya. Namun Jojo malah memintanya untuk segera tertidur.


"Tidurlah!" Ucapnya pelan. Lalu mengambil handuk kecil yang sudah ia basahi sebelumnya. Perlahan, ia menempelkannya ke kening Kara.


Setengah jam lamanya, ia terus-menerus mengompres panas Kara, berharap panasnya segera turun. Namun tidak sesuai dengan harapannya.


"Demamnya masih tinggi! Dia pasti sangat lelah akhir-akhir ini!" Batinnya.


Sementara Kara, ia sudah mulai tampak gelisah. Berkali-kali ia membolak-balikkan badannya karna perutnya yang terasa kram. Kerutan keningnya terlihat jelas, menahan rasa sakitnya. Jojo yang melihatnya pun tidak tega. Tanpa menunggu lagi, ia langsung membuka bajunya dan membaringkan tubuhnya tepat disamping Kara. Lalu, ia membawa tubuh mungil Kara kedalam dekapannya. Tak hanya itu, ia juga memijit-mijitt perut gadisnya itu dengan lembut.


"Tidurlah sayang! Aku akan tetap disini!" Ucapnya pelan.


Perlahan, kerutan kening Kara menghilang. Ia mulai tidur terlelap. Saat itu juga, Jojo ikutan terbawa kealam mimpinya. Keduanya tidur dengan posisi berpelukan.


Waktu bersamaan..


"Di Tanah Air"


Seperti sebelumnya, Reyhan selalu datang berkunjung ke tempat Zaskia kala ia membutuhkan seseorang untuk memuaskan nafsunya. Tak terkecuali hari ini.


Suara mobil sportnya berhenti tepat di halaman depan rumah Zaskia. Ia langsung turun dan melangkahkan kakinya dengan sikap arogannya.


"Ting..tong! Ia menekan bel pintu rumah seraya merapikan rambutnya. Tak menunggu waktu lama, gadis yang ia rindukan pun langsung membukakan pintu untuknya. Senyuman mengembangnya lolos terlukis di wajahnya.


"Aku datang!" Ucapnya senang. Namun Zaskia hanya berpura-pura tersenyum menyambutnya.


"Cih! Dasar b******n! Jika bukan karna kamu bisa membantu ku.. aku tidak akan sudi berhubungan dengan pria mesum seperti mu!" Gerutunya dalam hati.


Namun ia tetap bersikap tenang, seolah ia menganggap Reyhan sebagai prianya.


"Duduklah! Aku akan membuatkan kopi untukmu!" Ucapnya seraya tersenyum palsu. Namun Reyhan langsung menarik tangannya dan membawa tubuhnya kedalam pangkuannya.


"Tidak perlu sayang! Aku tidak membutuhkannya! Aku hanya menginginkan mu seorang!" Ucapnya menggoda. Ia sudah menciumi leher jenjang Zaskia. Tangannya juga sudah mulai nakal kesana-kemari.


"Emm.. berhenti! Aku.. aku" belum sempat Zaskia menyelesaikan kalimatnya, langsung dipotong oleh Reyhan.


"Emm? Layanilah aku dengan baik! Aku sudah merindukan mu!" Ucapnya masih menempel di tubuh Zaskia. Mau tidak mau Zaskia hanya bisa pasrah, menunggu waktu yang tepat untuk segera menyingkirkannya. Ia menikmati setiap sentuhan Reyhan ditubuhnya. Meski orang yang ada didalam benaknya adalah bayangan Jojo.


"Tunggulah aku Jojo! Tak lama lagi.. kita akan segera bersama! Aku akan menyingkirkan b******n ini dan juga kekasih tercintamu itu. Agar kita bisa hidup berdua. Bahagia selamanya!" Gumamnya tersenyum licik.


Entah rencana busuk apalagi yang akan ia lakukan kali ini.


TBC


Halo para readers setiaku:)


Jangan lupa kasih jempol, komentar dan votenya ya say...


Tetap semangat dan jaga kesehatan ๐Ÿ’—


I lovyu all๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2