My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 57: Penerus Geng Mafia


__ADS_3

Dua puluh tahun lamanya Tuan Alfred mencari istri dan putranya, baru bisa bertemu hari ini. Karna istrinya yang kehilangan ingatan, semakin mempersulit pencariannya selama ini. Dan lagi, Tuan William sudah menyembunyikan identitasnya sebelumnya dan membuat akta nikah palsu mereka. Jadi, mau tidak mau ia harus mempercayai pria itu. Untung saja, kalung yang diberi oleh Tuan Alfred sebelumnya masih terpasang dileher Jojo. Sehingga, ibunya tidak perlu mengganti namanya. Sementara kalung Nyonya Magdalena, telah dilepas sebelumnya oleh Tuan William.


"Flashback on"


Mereka semua sempat terdiam. Namun, pria paruh baya itu kembali menceritakan kehidupan masa lalunya.


"Sejak duduk di bangku SMA, aku dan Mike adalah sahabat baik. Bahkan, kami memutuskan untuk melanjut ke perguruan tinggi yang sama. Ya, semuanya berjalan dengan mulus. Pada tahun kedua kami kuliah, aku bertemu dengan ibumu di suatu perjamuan bisnis. Kebetulan, ayahku dan kakeknya berteman baik. Jadi mereka mengenalkan kami satu sama lain. Ibumu adalah gadis yang cantik, pintar dan menjadi idaman banyak kalangan pria saat itu. Kami memiliki banyak kesukaan dan hobi yang sama. Sehingga kita merasa cocok. Lalu, kami mulai berteman, dan perlahan menjalin hubungan asmara. Banyak orang yang iri dengan hubungan kami. Meski banyak rintangan, namun aku dan ibumu bisa melewati itu semua. Hingga aku mulai merintis perusahaan ku sendiri, barulah aku memberitahu Mike, kalau aku sudah menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis selama beberapa tahun terakhir. Lalu aku mempertemukannya dengan ibumu. Semuanya berjalan baik-baik saja. Hingga hari pernikahan kami tiba, ia tidak hadir sama sekali. Bahkan, tidak memberiku kabar apapun. Sebulan pernikahan kami, aku baru mengetahui dari Rayn, sahabatku. Ternyata, ia menaruh hati kepada ibumu. Ia tertarik dengan ibumu pada pertemuan pertama. Awalnya aku tidak ingin mempercayainya, tapi.. dengan menghilangnya dia secara tiba-tiba, membuatku tersadar kalau ia tidak sanggup menyaksikan hari bahagia kami saat itu. Lalu, entah roh jahat apa yang merasukinya saat itu, sampai kehilangan akal dan memisahkan kalian dari sisiku. Aku kehilangan jejaknya, dan tidak bisa menemukan kalian." Ucapnya menjelaskan. Air matanya tiba-tiba terjatuh, mengingat betapa bahagianya mereka saat itu. Jika saja, Tuan William tidak berkhianat.. mungkin persahabatan mereka akan langgeng hingga kini. Namun, semuanya berbanding terbalik.


Tuan Alfred menyeka air matanya perlahan. Lalu ia merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya. Ditunjukkannya sebuah foto mereka, yang memang nyata itu adalah gambar dirinya, istrinya dan juga putranya Jojo sewaktu masih bayi. Ketiganya tampak bahagia di foto tersebut.


"Ini.. ini?" Seketika air mata Jojo lolos terjatuh dari pelupuk matanya. Ia tak kuasa membendungnya lagi.


"Kamu adalah anakku, Chris!" Sahut Tuan Alfred meyakinkan. Tanpa berkata-kata lagi, Jojo langsung berhambur kepelukan nya. Ia menangis didalam dekapan hangat ayahnya.


"Ayah..! Ini adalah ayahku?" Tanya Jojo lagi dan dibalas anggukan oleh ayahnya.


"Anakku! Akhirnya, aku menemukanmu!" Ucapnya dengan tangis bahagia. Keduanya berpelukan cukup lama.


Zack dan David ikut terharu melihat keduanya. Mereka berpelukan satu sama lain dan matanya telah berkaca-kaca.


"Akhirnya, Jojo bertemu dengan ayah kandungnya!" Sahut Zack tersenyum bahagia.


"Benar! Jojo akan segera sembuh! Kita tidak perlu khawatir lagi." Timpal David senang.


Sementara Richard, ia hanya tersenyum tipis tanpa berbicara. Namun, jauh dilubuk hatinya, ia sangat senang. Akhirnya, Tuan mudanya berhasil ditemukan.


"Tuan besar tidak akan kesepian lagi!" Gumamnya dalam hati.


Lama mereka terbawa suasana, akhirnya mereka tersadar kembali. Ayah dan anak itu juga saling melepas pelukan.


"Emm, aku juga sangat merindukan ibumu! Apa ibumu baik-baik saja?" Tanya Tuan Alfred tersenyum lebar. Ia membayangkan, betapa bahagianya nanti saat mereka bertemu kembali. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan istri tercintanya itu. Pasti dia tetap cantik seperti sedia kala, pikirnya.


"Aku akan menemani mu bertemu dengannya!" Sahut Jojo tersenyum datar. Biarkan saja ayah melihatnya sendiri. Tidak perlu aku yang menjelaskan, pikirnya.


"Baiklah!" Sahut Tuan Alfred senang. Lalu, mereka segera masuk ke dalam mobil. Kini mobil telah melaju menuju ke pemakaman Nyonya Magdalena.


"Di pemakaman"


Tak menunggu waktu lama, mobil yang mereka kendarai tiba di sana. Tuan Alfred sedikit menyerngit. Ia bingung! Niatnya ingin bertemu dengan istrinya. Tapi putranya itu malah membawanya ke tempat pemakaman umum.


"Ada apa?" Tanya Jojo, melihat langkah ayahnya terhenti.


"Bukankah kita akan bertemu dengan ibumu, nak?" Tanyanya memastikan.

__ADS_1


"Benar! Kita akan menemui ibu!" Timpal Jojo dengan nada lembut. Mau tidak mau, Tuan Alfred mengikuti langkahnya, meski hatinya berkecamuk dipenuhi rasa penasaran.


Berselang beberapa waktu, Jojo menghentikan langkahnya diikuti oleh ayahnya, di depan sebuah batu nisan bertuliskan nama ibunya. Pria paruh baya itu terkejut. Tubuhnya goyah, tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Disinilah ibu tinggal!" Sahut Jojo pelan. Ia menatap ke atas, berusaha menahan air matanya. Sementara Tuan Alfred, ia masih menggeleng kepala tidak percaya.


"Tidak mungkin! Istriku.. tidak mungkin!" Ucapnya merasa frustasi. Ia langsung memeluk tanah nisan istrinya, yang sudah ditumbuhi rumput disekelilingnya.


"Maafkan aku, sayang! Aku terlambat! Maafkan aku!" Ucapnya merasa bersalah. Air matanya terus mengalir. Baru saja ia mendapat kabar bahagia, bertemu dengan putranya. Dan kini telah dipatahkan kembali setelah mengetahui istri tercintanya telah tiada.


Cukup lama ia menangis, kini ia berusaha untuk tetap tegar. Demi putraku, pikirnya. Ia menyeka air matanya, menunjukkan senyum palsunya.


"Sayang, aku sudah bertemu dengan putra kita!. Pura kesayangan mu! Kamu tau? Dia tumbuh menjadi seorang pria yang berwibawa dan gagah. Seperti yang kau inginkan. Dia juga sangat tampan! Aku berjanji.. untuk selalu menjaganya kedepannya! Aku tidak akan membiarkannya pergi jauh dari sisiku lagi!" Ucapnya lirih. Ia kembali mencium batu nisan istrinya itu.


"Tenanglah dialam sana, sayang! Kami akan sering-sering datang mengunjungimu!" Ucapnya lagi menunjukkan senyum paksanya.


"Dan untuk orang-orang yang sudah mengacaukan rumah tangga kita.. tidak akan kulepas satupun! Aku pasti membalas mereka!" Batinnya.


Ia mengepalkan tangannya dan sudah merapatkan giginya. Lalu, ia berdiri dan kembali menatap putranya itu.


"Nak, berpamitlah dengan ibumu!" Ucapnya pelan dan dibalas anggukan oleh Jojo.


"Ibu, beristirahatlah dengan tenang! Aku pasti akan segera mengunjungi mu kembali!" Ucapnya tersenyum tipis. Setelah keduanya selesai, mereka kembali masuk ke dalam mobil.


"Di dalam mobil'


"Emm, ayah tahu siapa pelakunya! Kamu tenang saja! Kita akan membalas mereka satu persatu. Sekarang, kita hanya perlu menyusun rencana. Biarkan mereka tunjukkan wajahnya dulu!" Timpal Tuan Alfred sambil menepuk-nepuk punggungnya. Ia tahu bahwa Jojo telah menjalani kehidupan yang sulit selama beberapa tahun terakhir. Maka dari itu, mulai dari sekarang hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Karna ia akan menjadi pelindung putranya. Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya.


"Bersiaplah! Kita akan kembali aktif dalam beberapa waktu kedepan"


Ia tampak mengirim pesan kepada bawahannya, seorang anggota geng mafia yang ia dirikan selama beberapa tahun terakhir, di negara asalnya.


"Putraku akan menjadi penerus ku!" Gumamnya dalam hati.


Ia sengaja mendirikan geng tersebut, setelah ia kehilangan istri dan putranya saat itu. Dan saat waktunya tiba, Jojolah yang akan menjadi penerusnya di masa depan. Agar ia terlepas dari bayang-bayang orang yang ingin menghancurkannya.


Berselang beberapa waktu, tiba-tiba ponsel Jojo berdering. "Kring..kring..kring! Ia langsung mengambil benda pipih tersebut dari saku celananya. Ia tersenyum lebar saat menatap layar ponselnya. Ternyata, pujaan hatinya sedang menelponnya.


"Halo, sayang!" Ucapnya senang.


"Hai! Bagaimana kabarmu?" Sahut Kara dari seberang telpon.


"Emm, aku baik-baik saja! Bagaimana denganmu?" Sahut Jojo tersenyum lebar.

__ADS_1


"Aku, juga baik-baik saja!"


"Benarkah?"


"Iya!"


"Ada apa menelpon ku tiba-tiba?" Tanya Jojo, sengaja membuatnya kesal. Karna sudah lama ia tidak mendengar omelan Kara. Terakhir kali adalah saat itu, ketika ia jatuh sakit.


"Huh, tidak bolehkah aku merindukan mu? Kalau begitu, baiklah! Aku akan mengabaikan mu mulai sekarang. Mengerti?" Celoteh Kara dengan nada kesal.


"Hahaha..! Jojo tertawa senang. Akhirnya, ia berhasil membuat gadisnya itu kesal dengannya.


"Aku tidak berani! Maafkan aku kelinci kecil ku!" Ucapnya lembut.


"Huh! Jika kamu masih berani.. maka jangan harap aku masih menghubungimu kelak!" Sahut Kara dengan nada mengancam.


Jojo sampai menelan salivanya mendengar hal itu.


"Aku, aku mengerti sayang!" Sahutnya lembut sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah, aku tutup dulu! Nanti ku hubungi lagi. Sekarang, aku masih harus bekerja!" Sahut Kara menjelaskan.


"Emm, baiklah! Selamat bekerja, sayang! Aku merindukan mu!" Timpal Jojo menyemangati.


"Aku juga merindukanmu, bayi besar ku, hahah.." Sahut Kara dan sudah memutuskan panggilannya. Jojo tersenyum tipis mendengarnya. Sementara Tuan Alfred, sudah tersenyum-senyum sedari tadi melihat tingkah putranya yang begitu manis menurutnya.


"Apa dia kekasih mu?" Tanyanya penuh selidik.


"Ehh, emm.. benar! Iya, dia kekasihku!" Sahut Jojo gelagapan.


"Emm, dia pasti gadis yang baik dan cantik! Bawa dia bertemu dengan ku jika kalian ada waktu!" Sahut ayahnya tersenyum tipis. Dan dibalas anggukan oleh Jojo.


TBC


Halo, para readersku semuanya:)


Jangan lupa like, comentnya say💗


Silahkan vote jika berkenan:)


Follow author juga🤭😍


Silahkan mampir juga ke grup chat author, ya..

__ADS_1


Tetap semangat dan jaga kesehatan💗😍


Salam hangat dari author🤗👋


__ADS_2