
"Di Tanah Air"
Nyonya Renata yang sedang duduk santai di balkon kamarnya, terlihat sedang sibuk memainkan ponselnya. Tak lama kemudian, dia menghubungi seseorang. Seorang mata-mata yang ia tempatkan di sisi Jojo. Selama ini, pria inilah yang memberinya informasi tentang setiap pergerakan Jojo. Meskipun tidak secara menyeluruh, karna Jojo hanya membiarkannya mengetahui informasi kecil saja. Jojo sudah mengetahui keberadaannya selama ini. Tapi ia membiarkannya, tidak menyingkirkan pria itu, agar Ny.Renata tidak curiga padanya. Jika ada hal penting, Jojo akan meminta anak buahnya untuk mengalihkan perhatian pria tersebut.
"Halo, Nyonya!" Sahut seseorang dari seberang telpon.
"Hemm. Bagaimana? Apa kamu berhasil mengikuti kemana dia pergi?" Sahutnya sambil menyeruput tehnya.
"Ehh, itu. Maaf, Nyonya! Saya kehilangan jejak Tuan muda!" Sahut si penerima telpon dengan penuh hati-hati.
Sontak Nyonya Renata kaget. Ia menyemburkan teh yang baru saja ia minum.
"Apaaaa? Apa maksudmu?" Teriaknya membabi buta.
"Maaf, Nyonya! Hanya ada kata maaf dari si penerima telpon. Tanpa menjawab kembali, Nyonya Renata langsung memutuskan panggilan teleponnya dengan kasar dan membanting ponselnya ke lantai.
Dia mengacak-acak setiap benda yang ada dihadapannya seperti sudah kehilangan akal sehat. Wajahnya begitu memanas, matanya memerah dan tangannya terkepal kuat.
"Dasar tidak berguna! Hanya memantau seorang anak s****n sepertinya saja tidak bisa! Aaaaaa..." Teriaknya seperti sedang frustasi.
"Hahaha.... hahahaha.. hahahaha!" Dia tertawa sekencang-kencangnya. Sampai-sampai mengeluarkan air mata.
"Heh, Magdalena! Ternyata putra kesayangan mu itu, tidak bodoh! Aku terlalu meremehkannya. Tapi, hahahaha... aku semakin penasaran. Apa yang akan dia lakukan, kalau aku juga menyingkirkan wanitanya seperti dirimu wanita bodoh ini? Hahahaha.. ya, aku akan menyingkirkan calon menantu mu ini. Akan ku hancurkan hidup putra mu ini seperti serpihan kaca. Hingga dia frustasi dan kehilangan jati dirinya. Setelah itu, aku akan hidup bahagia selama-lamanya. Hahahaha" Ucapnya berteriak-teriak dan tertawa dengan begitu bahagia.
Tiba-tiba ia mengubah ekspresinya dan kembali mengepalkan tangannya.
"Maaf, sepupuku! Siapa suruh kamu lebih segala-galanya dari ku. Ini salahmu. Ini salahmu, Magdalena! Aku tidak bersalah. Ya, aku tidak melakukan apapun!" Lanjutnya lagi masih berteriak seperti orang gila.
"Tok..tok..tok!" Terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang dari luar.
Wanita yang dipenuhi oleh amarah itu, langsung merapikan kembali pakaian serta rambutnya yang sudah acak-acakan. Lalu, berjalan menuju ke arah pintu dan segera membukanya.
"Ada apa?" Sahutnya datar.
"Ehh, Nyonya! Barusan ada seorang pria menelepon dan mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan istri dan putranya!" Sahutnya penuh hati-hati.
Nyonya Renata kembali terkaget mendengarnya. Matanya terbelalak seperti melihat hantu.
__ADS_1
"Kenapa semuanya lari dari rencana yang telah ku susun selama ini? Aku sudah bersusah payah. Bahkan sangat hati-hati sebelumnya. Tapi, mengapa...?" Gumamannya terhenti karna si pelayan kembali berbicara.
"Nyonya, itu.. apa yang sebenarnya terjadi?" Lanjutnya lagi dengan penuh tanda tanya.
"Tidak apa-apa. Jika pria itu kembali menelepon, langsung matikan saja. Tidak perlu mempedulikannya. Kamu bisa pergi!" Ucapnya tegas.
"Baik, Nyonya!" Ucapnya pelan dan membalikkan badan hendak melangkah pergi. Namun, dihentikan oleh wanita setengah baya itu.
"Dan satu lagi... kamu hanyalah seorang pelayan. Tidak baik jika kamu terlalu banyak tahu. Itu bisa membahayakan nyawamu sendiri" Lanjutnya lagi dengan tatapan mematikannya.
"Ehh, ba.. baik Nyonya!" Ucapnya terbata. Tangannya gemetar mendengar perkataan sekaligus ancaman wanita setengah baya itu.
Setelah kepergian si pelayan, barulah dia menutup pintunya. Ia bergegas masuk, dan menempelkan tubuhnya ke belakang pintu. Perlahan tubuhnya melorot turun ke lantai.
"Tidak! Itu tidak mungkin dia. Ya, aku sudah lama menyingkirkannya. Dia sudah mati." Gumamnya dalam hati.
Saat ini, dia merasa sangat frustasi. Entah seberapa banyak rahasia masa lalunya hanya dia yang tahu.
"Di Vista Clubs"
Seperti biasa, untuk menghilangkan pikirannya yang kacau.. Zaskia akan pergi bersenang-senang ke Club malam. Dia akan menghambur-hamburkan uang nya disana. Memesan begitu banyak alkohol dengan harga tinggi bukanlah hal yang baru lagi baginya. Dia berjalan masuk dengan anggun. Berpakaian seksi adalah tabiatnya. Terdengar suara alunan musik yang begitu keras. Banyak orang yang menari disana, baik pria maupun wanita.
"Silahkan, nona!" Sahut pria tersebut sambil menyuguhkan pesanannya. Zaskia langsung menerimanya dan segera meminumnya dalam sekali tegukan.
"Lagi!" Pintanya lagi.
Pria tersebut merasa heran, kenapa ada wanita yang kuat minum sepertinya. Apa dia sedang stress, pikirnya.
"Jika nona minum terlalu banyak, nona bisa kehilangan kesadaran. Ini tidak baik bagi kesehatan mu nona. Apalagi ini sudah malam!" Sahut petugas tersebut, berusaha mencegahnya minum terlalu banyak. Karna hal itu akan sangat merepotkan bagi mereka nanti, untuk mengurus tamu yang sudah mabuk.
"Aku tidak menyuruh mu untuk menceramahi ku. Aku hanya ingin minum. Apa kau mengerti? Apa perlu aku melaporkan mu kepada atasanmu, huh?" Teriaknya, membuat si petugas sedikit takut. Bukannya takut padanya, tapi takut atasannya memecatnya karna membuat tamu merasa tidak nyaman.
"Lagipula tamu adalah raja! Jadi, biarkan saja" Batinnya.
Ia pun menuruti permintaan Zaskia. Berkali-kali ia memesan, hingga ia merasa sedikit pusing karna terlalu banyak minum. Namun, tak membuatnya berhenti memikirkan tentang Jojo.
"Jojo, aku pasti akan memiliki mu. Dan wanitamu itu akan segera ku singkirkan! Akulah yang pantas berdiri di samping mu! Hahaha" Ucapnya pelan sambil tertawa menyeringai.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Zaskia meletakkan kepalanya di atas meja. Wanita itu sudah mabuk. Tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.
"Halo, nona! Kelihatannya kamu sedang sendirian. Apa kamu mau bersenang-senang dengan ku?" Tanya pria tersebut, yang tak lain adalah Reyhan, mantan kekasih Kara.
Mendengar seorang pria menyapanya, ia langsung mengangkat kepalanya.
"Apa?" Sahutnya sedikit berteriak, karna alunan musik yang kuat menyamarkan suara Reyhan. Reyhan langsung menarik tangannya.
"Glek!" Ia menelan salivanya melihat gunung kembar Zaskia.
"Wanita ini jauh lebih seksi dan menarik dari Rani. Aku akan mencobanya malam ini." Gumamnya dalam hati sambil tersenyum licik.
Lalu ia membawa Zaskia untuk menari dengannya. Zaskia yang setengah sadar itupun tidak terlalu protes. Ia malah mengikuti Reyhan layaknya seorang kekasih. Dan benar saja, Zaskia mampu menarik perhatiannya. Ia menari dengan gemulai. Tanpa meminta persetujuan dari Zaskia, Reyhan langsung memeluknya dari belakang. Ia mulai menyusuri tubuh Zaskia bahkan bagian sensitifnya. Membuat si wanita yang sedang mabuk itu, sedikit mendesah.
Hal itu semakin membuat Reyhan penasaran dengan Zaskia. Ia ingin mewujudkan rasa penasarannya.
"Heh, aku ingin lebih. Temani aku malam ini!" Bisiknya ke telinga Zaskia. Lalu membawanya keluar klub tersebut. Masalah bayaran bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Karna Reyhan sendirilah yang empunya klub tersebut. Klub itu juga sekaligus tempat yang biasa ia gunakan untuk mencari mangsanya untuk memuaskan nafsunya.
Dia berjalan menuju mobil dan membaringkan tubuh seksi Zaskia di kursi belakang. Tiba-tiba ponsel berdering. Ia segera mengangkatnya.
"Halo!" Ucapnya datar.
"Ehh, sayang.. apa malam ini kamu ada waktu?" Tanya seorang wanita dari seberang telpon yang tak lain adalah Rani, pacarnya sekaligus tunangannya.
"Aku harus menemui client penting malam ini. Aku sedang sibuk!" Ucapnya berbohong.
"Lagi?" Tanya Rani lagi.
"Iya. Tidak perlu menunggu ku!" Sahutnya datar dan segera memutuskan panggilan teleponnya secara sepihak.
"Cih! Benar-benar merepotkan!" Kesalnya.
Ia kembali menoleh ke belakang, melihat si wanita seksi sedang tidur terlentang. Seketika ekspresi wajah kesalnya berubah 360 derajat.
Dia tertawa bahagia karna mendapat mangsa yang sesuai dengan seleranya.
"Haha, kita akan bersenang-senang sayang" Ucapnya bangga. Lalu melajukan mobilnya menuju ke Grand Hotel di pinggiran kota.
__ADS_1
TBC