
"Di kediaman keluarga William"
Sebelumnya, Nyonya Renata telah menelpon Zaskia agar dia datang menemuinya.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki seseorang menghampiri wanita setengah baya itu. Siapa lagi kalau bukan Zaskia. Ia berjalan menghampiri Nyonya rumah tersebut, yang tengah duduk di kursi taman belakang.
"Ada apa kau menyuruhku datang? Cih! Apa sebelumnya perkataan ku kurang jelas? Aku sangat sibuk!" Sarkas Zaskia dengan nada tinggi.
"Heh, kamu jangan sombong dulu. Apa perlu aku mengungkap aibmu sekarang? Aku tidak bisa memastikan.. hal menarik apa yang akan terjadi setelah itu?" Sahut wanita setengah baya itu dengan nada mengejek.
"Bagaimanapun.. kamu harus menuruti perkataan ku. Istilahnya, aku adalah tuanmu. Dan kamu, hanyalah seekor a****g yang harus menuruti perkataan tuannya!" Lanjutnya lagi berbisik ke telinga Zaskia.
"Apa? Apa maksud mu?" Tanya Zaskia penuh khawatir.
Melihat Zaskia yang sudah tampak khawatir, membuat hatinya semakin senang.
"Cih! Dasar wanita j****g! Jika bukan karna aku masih membutuhkan mu sebagai a****g ku, aku tidak akan sudi bertemu apalagi berbicara dengan mu! Tapi, beraninya kamu bertingkah sombong dihadapan ku? Kita lihat saja nanti!" Umpatnya dalam hati.
"Apa maksudmu, huh?" Teriak Zaskia lagi.
"Hahaha....! Kamu jangan emosi dulu. Permainan belum dimulai. Sekarang, kamu hanya perlu membuatku merasa senang! Mengerti?" Sahutnya sambil mengangkat dagu Zaskia.
"Cih!" Zaskia hanya berdecih melihat wanita dihadapannya itu. Yang bertingkah seperti seorang Dewi. Sebenarnya, ia tidak tau.. mengapa perkataan wanita itu seolah mengancam dirinya. Tapi, dia tidak mau mengambil pusing. Aku bisa melakukan caraku sendiri, jika tidak bisa memanfaatkan wanita g**a ini lagi, pikirnya.
"Hahahaha...! Apa kamu pikir, aku tidak tau kamu tidur dengan pria liar mana, beberapa hari yang lalu?" Ledek wanita setengah baya itu.
"Apa? Apaaa?" Teriak Zaskia.
" Aku ini tidak bodoh seperti mu. Aku bisa mengetahui informasi dengan waktu yang singkat. Dan lagi.. kamu harus berterima kasih pada ku, karna aku tidak mempublikasikan masalah ini ke orang luar. Artinya, hanya aku seoranglah yang tahu tentang hal ini. Jika kamu membantah perintah ku, aku bisa saja mengungkap hal ini kepada pria pujaan hatimu itu. Agar dia semakin membenci mu, hahaha.." Ucapnya lagi sambil tertawa menyeringai.
__ADS_1
"Aku, bagaimanapun.. malam itu aku mabuk. Dan aku tidak tahu, kalau aku tidur dengan pria s****n itu dan bukan dengan Jojo. Jika aku sadar, aku pasti tidak akan pernah melakukannya!" Sahut Zaskia membela diri.
"Cih! Apa kamu pikir, aku tidak tahu kehidupan masa lalu mu? Untuk mendapatkan ketenaran mu yang sekarang, kamu bahkan sudah tidur dengan para konglomerat dan pejabat tinggi negara. Meskipun.. kamu adalah putri tunggal dari keluarga terpandang. Apa aku keliru tentang hal itu?" Timpal Ny.Renata sambil menyeruput tehnya. Hal itu membuat Zaskia terkaget. Ia mengepalkan tangannya, dan tubuhnya sedikit gemetar.
"Seberapa banyak wanita s****n ini sudah menyelediki ku? Apa dia sungguh mengetahui semuanya? Ataukah dia hanya mencoba mengancam ku? Bagaimanapun, jika yang dia katakan memang benar, aku hanya bisa menurutinya sekarang. Sebelum aku menemukan jalan keluarnya!" Gumamnya dalam hati.
"Baiklah, apa yang kamu inginkan?" Tanya Zaskia to the point.
"Heh, ini baru benar!" Ucapnya senang.
"Oh, ya.. kudengar, kalau anak s****n itu telah kembali! Jadi, saatnya bagimu untuk bergerak sekarang! Jangan mengecewakan ku. Kamu mengerti?" Lanjutnya lagi dengan nada mengancam. Zaskia hanya bisa mengiyakannya. Meski hatinya, ingin sekali mencabik-cabik wajah wanita dihadapannya itu. Tapi sekarang.. bukanlah waktu yang tepat. Dia harus menyusun rencananya kembali.
"Baiklah!" Ucapnya pelan, lalu ia melangkah pergi meninggalkan si Nyonya rumah. Sementara itu, wanita setengah baya itu tertawa dengan sangat bahagia. Serasa dunia ada di genggamannya.
"Hahahaha! Sebentar lagi, aku pasti akan berhasil, hahahaha..."
"Di ruangan pribadi Jojo"
"Ada apa?" Sahut Jojo to the point.
"Tuan, Tuan muda.. penyakit Tuan besar kambuh lagi. Dan sekarang, sudah dibawa ke rumah sakit! Jika Tuan berkenan, anda bisa pergi kesana mengunjungi beliau" Sahut seorang pelayan dari seberang telpon.
"Aku mengerti!" Ucapnya datar, lalu mematikan ponselnya secara sepihak.
"Ada apa?" David langsung bertanya karna saking penasarannya dengan pembicaraan mereka ditelpon barusan. Sepertinya, hal yang serius, pikirnya.
"Emmm, katanya penyakit ayahku kambuh lagi! Entah apalagi sekarang?" Ucapnya datar sambil mendudukkan dirinya di atas kursi kebesarannya.
"Apa kamu akan pergi ke sana?" Tanya Zack penuh selidik. Ia khawatir bahwa hal ini hanyalah siasat ibu tirinya saja.
__ADS_1
"Apa kalian ingin pergi denganku?" Tanyanya singkat. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursinya, lalu memejamkan matanya.
"Ehh, baiklah!" Sahut Zack dan David bersamaan. Kebetulan, ini juga sudah waktunya jam pulang kerja. Jadi, tidak masalah jika kedua sahabatnya itu ikut mendampinginya ke rumah sakit. Dan lagi, sebenarnya.. rasa khawatir lah yang mengharuskan keduanya untuk ikut pergi ke sana.
Ketiganya berjalan menuju lift. Zack langsung menekan lantai dasar. Atau parkiran bawah tanah. Tak menunggu waktu lama untuk tiba di sana, mereka langsung menaiki mobil mewah Jojo. Dan Zack sendirilah yang menyetir kali ini. Mereka pergi tanpa dikawal oleh para bodyguardnya.
"Di rumah sakit"
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Kini, ibu tiri Jojo dan juga Zaskia beserta para bawahannya, tengah sibuk membuat sebuah rencana. Entah siasat buruk apalagi yang akan dilakukan oleh mereka, hanya merekalah yang tahu.
Berselang beberapa waktu, ketiga pria tampan itu telah tiba di tempat tujuan. Kini, mereka tengah berjalan menuju ke ruangan dimana ayahnya dirawat.
"Silahkan, Tuan muda! Tuan berpesan, kalau beliau hanya mengijinkan anda masuk kedalam seorang diri!" Sahut seorang pria berjas hitam.
Ketiganya saling bertatapan satu sama lain, mendengar persyaratan aneh itu.
"Persyaratan macam apa ini? Kami tidak boleh sampai lengah!" Gumam Zack dalam hati.
"Joo.. jangan gegabah!" Bisik Zack ketelinganya.
"Tidak apa-apa! Aku tau harus berbuat apa. Lagipula, orang didalam adalah seorang pria. Tidak mungkin, kan?" Sahut Jojo, sudah mengerti maksud perkataan Zack barusan.
"Kami hanya khawatir padamu!" Timpal David masih berbisik.
"Jangan khawatir! Kalian hanya perlu menunggu ku saja!" Sahut Jojo dan segera masuk ke dalam ruangan VIP rumah sakit tersebut. Ia membuka pintu perlahan. Dan melangkahkan kakinya menuju kedalam. Ruangan tampak gelap, hanya ada sebuah lilin yang menyala di sana. Dan, tiba-tiba tercium aroma yang begitu aneh, yang memancing rasa kantuknya. Seketika ia menghentikan langkahnya, kala seorang wanita langsung berhambur memeluknya dari belakang.
"Aku mencintaimu, Jojo! Aku ingin memilikimu seutuhnya. Tidak akan kubiarkan seorangpun merebutmu dariku. Akulah satu-satunya orang yang pantas mendampingi mu! Jadi mari kita habiskan malam yang indah ini bersama!" Sahut wanita itu dengan nada menggoda, sambil menggesek-gesekkan bagian tubuh sensitifnya.
TBC
__ADS_1
#Jangan lupa tinggalkan jejak#
Author 💗 kalian semua para readersku🤗😍☺️