My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 17: Acara penyambutan 1


__ADS_3

Blue Bird Hotel


Acara penyambutan tuan muda William, diselenggarakan di Hotel bintang lima yang megah dan merupakan tempat yang biasa menjadi pilihan oleh orang-orang kelas menengah keatas. Dan acara kali ini, hanya dihadiri oleh para pejabat tinggi, para selebritas, dan juga orang-orang terpandang lainnya. Terdengar suara merdu para artis-artis papan atas sedang bernyanyi.


Nyonya William sengaja mengundang para selebritas untuk ikut serta menyaksikan pertunjukan hari ini. Dia juga berdandan dengan anggunnya.


"Disebuah ruangan kamar hotel"


"Zack... apa semuanya sudah selesai kamu urus? Dia bertanya untuk memastikan perihal kejutan yang akan diberikannya kepada ibu tirinya itu.


"Sudah, tuan! jawabnya tanpa ragu.


"Bagus! Aku sudah lama menantikan ekspresi wajah munafiknya itu, berubah menjadi sesuatu yang bisa membahagiakan ku! Mungkin menangis..? Ahh... Bukan hanya itu saja. Aku ingin dia hancur perlahan-lahan. Dia mengepalkan kedua tangannya, matanya telah memerah seperti serigala yang ingin menghabisi mangsanya.


Dia mengambil benda pipih dari saku celananya, dan menghubungi seseorang yang tak lain adalah sahabatnya, David.


"Kamu jadi datang kan, untuk menyaksikan pertunjukan hari ini? Lo dimana? tanyanya tak sabaran.


"Iya, gak sabaran amat sih lo. Gue udah dijalan nih. Bentar lagi juga udah mau nyampe kok! sahutnya.


"Yaudah.. gue tunggu ya! Dia mematikan ponselnya dan beranjak keluar ruangan menuju aula dimana berlangsungnya acara.


Dia mengenakan setelan jas berwarna merah maroon, rambut tertata rapi, dan tak lupa ia mengenakan jam tangan kesayangannya, yang dulu diberikan oleh ibunya.


Dia berjalan dengan ekspresi wajah yang dingin, mata tertuju ke depan.


Para wanita-wanita serta kalangan selebriti lainnya terkagum melihatnya.


"Wah, tampan banget sih tuan muda William ini!


"Aduh, aku benar-benar gak tahan menatapnya.


"Bisa-bisa aku pingsan nih kalau menatapnya terus.


"Bikin meleleh deh!


"Aku juga mau kali jadi simpanannya.


"Aku mau jadi istrinya.


"Siapa pun yang menikahinya nanti, bakalan beruntung banget deh pokoknya.


"Udah tampan, tajir lagi. Pokoknya idaman banget deh.


Dan masih banyak lagi ungkapan rasa suka dan kagum yang terlontar melihat kedatangannnya.


"Cih! Kamu bisa merasa senang sekarang, tapi nanti siapa yang tau bakalan ada pertunjukan bagus! Tunggu saja anak s****n! batinnya.


Nyonya William merasa geram dan ingin segera melenyapkan tuan muda William.

__ADS_1


Jojo menyadari kekesalan ibu tirinya itu, dia pun kembali menyeringai.


"Heh, kamu tidak pantas mengusik hidupku! Mari kita mulai pertunjukannya! ucapnya pelan menatap tajam kearah wanita itu.


Tiba-tiba seorang wanita seksi menghampirinya yang tak lain adalah Kia wanita suruhan Nyonya Renata, ibu tiri Jojo.


"Sayang... aku datang. ucap wanita itu dengan percaya dirinya. Lalu menggandeng tangannya. Jojo membiarkannya. Dia hanya tertawa menyeringai.


"Cih! wanita murahan" batinnya.


Dia mengikuti permainan mereka, sebelum dia menghancurkannya.


Sementara itu, para wanita-wanita yang memujinya sedari tadi itu langsung menciut. Mereka iri dengan Kia.


"Iri banget deh sama perempuan itu.


"Andai gue yang berdiri disana.


"Dia siapa sih?


"Kok gue jadi kesel yah.


Dan masih banyak laki kata-kata yang mereka ungkapkan.


" Pergilah! Kamu tunggu aku dikamar.. bisik Jojo ketelinga wanita itu.


Kia langsung tersenyum bahagia. Dia bahagia, akhirnya bisa tidur dengan tuan muda William pikirnya.


Dia tidak sabar menantikan pertunjukan selanjutnya.


Tiba-tiba, David datang!


"Wah, acara lo mewah banget ni Jo! ucapnya sembari memeluk sahabatnya itu.


Jojo membalas pelukannya.


"Hemm.. Gue seneng lo ada disini. Jadi, gue gak sendirian lagi. ucapnya tersenyum bahagia.


Dari kejauhan, nampak sepasang kekasih, serta seorang pria paruh baya. Ya, siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Rani juga ayahnya.


Reyhan dan Samsul saling bertatapan. Tampak ada rasa kekesalan diwajahnya.


Mereka langsung menghampiri Jojo dan juga David.


"Halo, tuan muda William! Saya Samsul Adinata dan ini putra saya Reyhan Adinata serta calon menantu saya! Semoga anda panjang umur dan selalu bahagia! ucapnya tersenyum. Mereka seperti ingin menjilat tuan muda William. Walaupun mereka mendapatkan seluruh harta keluarga Sebastian, tetapi itu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan harta kekayaan milik Jojo. Dia merupakan seorang pemuda yang sukses di dunia bisnis. Dan telah dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 5 di dunia.


Sementara Rani terkagum-kagum dengan ketampanan Jojo. Dia melihat tak berkedip kearah Jojo.


"Gila... dia ganteng banget. Berkali-kali lipat dari Reyhan. Bahkan, kekayaan Reyhan hanya 1/8 dari kekayaan orang ini! Aku harus bisa dapatin dia" batinnya.

__ADS_1


Reyhan menyadarkan lamunannya.


"Sayang.. ayo sapa tuan muda William! ucapnya berbisik.


Dia pun mengulurkan tangannya sambil berkata..


"Halo, tuan! Saya Rani.. senang bertemu dengan anda! sahutnya. Namun Jojo tak membalas uluran tangannya. Dia hanya mengangguk, merasa jijik melihat Rani.


"Ternyata.. ini ya keluarga Adinata? Cih! Hanya orang-orang kecil dan tak berpendidikan saja" batinnya meremehkan.


Kemudian, Reyhan menatap tajam kearah David. David serta Jojo menyadarinya namun mereka menghiraukannya.


Tapi, Reyhan benar-benar tidak tau diri.


"Heh, David! Kenapa kamu bisa datang kesini? Siapa kamu? Beraninya datang kemari... Cih! Nyalimu besar juga ya..? Kamu bukanlah tuan muda Sebastian yang kaya itu lagi! Kamu hanyalah orang miskin sekarang! sahutnya sombong.


David merasa geram, dan ingin segera menghabisi Reyhan tapi ditahan oleh Jojo.


"Biar aku aja" bisiknya.


David pun mengiyakan, tak mau menghancurkan acara serta mengacaukan rencana sahabatnya itu.


"Jika kalian datang hanya untuk membuat keributan saja.. Silahkan kalian pergi. Kalian tau kan pintu keluarnya dimana? Atau kalian berpura-pura amnesia sekarang..? ucapnya dengan nada tinggi. Membuat ketiga orang itu kaget dan merasa ketakutan. Jika berani mengusik hidup tuan muda William maka sama saja mencari mati.


"Ma..maaf tuan! ucap tuan Samsul ketakutan.


"Kalian pergilah dari hadapan ku! Jangan sampai aku melihatmu! ucapnya tegas.


Mereka pun langsung berlalu dari hadapan Jojo.


"Makasih ya Jo! Lo udah bantuin gue hadapin mereka.. ucapnya tersenyum.


"Ya, ampun. Gak usah sungkan! Musuh Lo, berarti musuh gue juga. Dan musuh gue juga musuh Lo. Jadi, impas kan? ucapnya terkekeh.


"Lagipula gue juga gak suka sama mereka. Benar-benar menjijikkan. Apa lo liat tadi? tatapan menjijikkan wanita itu? Cih! ucapnya merasa jijik sambil mengedikkan bahunya.


David juga ikut serta terkekeh mendengarnya.


Sementara diluar ruangan, Reyhan dan juga ayahnya tampak kesal dengan sikap Jojo.


"Cih! hanya karna dia tuan muda dari keluarga William... dia berani berkata seenaknya, berani menghina kita, ayah! Aku harus membalasnya.. ucapnya marah.


"Kamu tenang saja! David tidak akan mendapatkan kepercayaan tuan muda William, apalagi dia tidak punya apa-apa sekarang! Mungkin dia hanya berusaha menjilat agar mendapatkan belas kasihan tuan muda William.


Tapi itu hanya akan sia-sia saja hahaha.. lanjutnya lagi sembari tertawa.


"Aku harap juga begitu.. lanjut Reyhan.


Sementara, Rani hanya tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah tampan Jojo. Tanpa menghiraukan kedua pria didepannya itu. "Sepertinya, dengan cara naik keatas ranjangnya sekali... maka aku bisa menjadi wanitanya. Dan aku akan menyingkirkan semua wanita yang mendekatinya dan juga orang-orang yang akan menghalangiku untuk mendapatkannya" batinnya senang.

__ADS_1


TBC


__ADS_2