
Flashback off
"Di rumah sakit"
Faktanya memang mata-mata Jojo selalu memantau Zaskia dan juga ibu ibu tiri Jojo. Dan biasanya, dia sangat teliti. Bahkan tidak akan pernah melewatkan celah sekecil apapun. Namun, kali ini.. rencana kedua wanita licik itu benar-benar sempurna. Sehingga sulit untuk ditebak. Kedua wanita licik itu berhasil mengalihkan pandangan Leon, mata-mata Jojo.
Hari ini, Tuan besar William memang pergi ke rumah sakit atas perintah istrinya. Dan hal itu bukanlah hal yang serius, hanya sekedar cek darah saja. Mereka masuk ke dalam salah satu ruangan VIP rumah sakit tersebut. Tentu saja hal itu membuat Leon percaya dan segera menginformasikan hal tersebut kepada Jojo tanpa mengorek lebih dalam lagi. Dan faktanya, mereka memang memesan dua ruangan kamar VIP yang berbeda, tapi nomornya telah disamakan oleh para bawahannya. Jadi, akan sulit bagi Leon untuk mengetahui rencana mereka yang sebenarnya.
"Di ruangan VIP"
"Rencana kali ini tidak boleh sampai gagal. Jika kamu gagal, maka.. jangan salahkan aku untuk segera mendepakmu pergi dan menggantikan posisimu sekarang ini. Kamu mengerti?" Sahut wanita setengah baya itu dengan nada mengancam.
"Kamu tenang aja. Aku pasti berhasil menaklukkan Jojo malam ini. Bagaimanapun juga, rencana kita sudah terancang sempurna. Tidak akan ada yang mengetahuinya." Sahut Zaskia sombong.
"Heh, sebaiknya begitu. Aku mengandalkan mu kali ini! Jadi, jangan membuat ku kecewa!" Lanjutnya lagi sambil menepuk-nepuk punggungnya. Lalu, ia segera beranjak pergi dari sana. Karna anak buahnya baru saja memberitahunya, kalau Jojo telah sampai di parkiran.
Setelah kepergiannya, Zaskia langsung melangkahkan kakinya menuju ke meja rias untuk mempercantik penampilan nya. Dress mini ketat berwarna merah, semakin menonjolkan tubuhnya yang seksi. Ia memadukan lipstiknya dengan dress yang ia pakai saat ini.
"Malam ini, aku akan mendapatkan mu, sayang. Hahaha..! Kamu akan menjadi milikku seutuhnya!" Ucapnya bangga, sembari menggigit kecil bibir bawahnya.
"Ceklek! Suara pintu terbuka. Zaskia segera memulai aksinya. Ia segera menyemprotkan obat bius di seluruh ruangan. Dan tidak lupa, ia juga menyemprotkannya ke badannya.
"Flashback on"
Zaskia langsung berhambur memeluk Jojo. Tidak lupa, ia juga menggesek-gesekkan bagian tubuh sensitifnya ke punggung belakang Jojo. Berusaha membangkitkan gairah si pria setengah sadar itu.
"Aku mencintaimu Jojo. Kita akan menghabiskan malam yang indah ini bersama. Tidak akan kubiarkan seorangpun merebutmu dariku. Akulah satu-satunya orang yang pantas mendampingi mu!" Sahut Zaskia dengan nada menggoda. Namun, Jojo tak mengindahkan perkataannya. Ia malah sibuk dengan aksinya, mencoba untuk tetap sadar.
"Jadi, ini hanya jebakan dari kedua wanita gila ini? Aku tidak akan pernah melepaskan kalian!" Gumamnya dalam hati.
Sementara itu, Zaskia malah semakin berani. Ia mulai menyentuh leher Jojo, dan turun ke bagian dada bidangnya. "Grep! Jojo segera menangkap tangan Zaskia lalu menghempaskan tubuhnya ke lantai, kala Zaskia hampir menyentuh bagian sensitifnya.
__ADS_1
"Dasar wanita j****g! Beraninya kamu...? Enyahlah dari hadapan ku!" Sarkas Jojo dengan nada tinggi.
"Cih! Mau teriak sekencang apapun.. tidak ada seorangpun yang akan mendengar dan menolongmu. Karna ruangan ini.. kedap suara. Hahahah....! Jadi, sebaiknya kamu bekerja sama denganku, Jojo. Mari kita nikmati malam ini." Sahut Zaskia lagi. Ia segera bangkit berdiri dan kembali menghampiri Jojo.
"Jangan mimpi kamu! Jika kamu berani mendekat..." Jojo tidak melanjutkan perkataannya, karna ia semakin pusing, dan kesadarannya mulai hilang perlahan.
"Shit! Reaksi obat ini begitu kuat. Kesadaran ku mulai hilang!" Gumamnya lagi.
Ia memukul-mukul kepalanya, berusaha keras agar ia tetap sadar.
"Aku harus tetap sadar. Bagaimanapun juga.. keluar dari sini adalah solusi paling tepat! Atau.. wanita gila ini akan benar-benar bertindak bodoh!" Gumamnya pelan. Ia segera melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Ia mencoba membukanya, namun pintu telah terkunci sejak ia masuk ke dalam.
"S****n! Pintunya terkunci?" Teriaknya sejadi-jadinya. Keringatnya bercucuran, dan wajahnya tampak lelah dan pucat. Hawa panas menjalar ke sekujur tubuhnya.
"Apa yang terjadi dengan ku?" Gumamnya lagi.
Sementara Zaskia, ia hanya tertawa bahagia sejak tadi, melihat Jojo yang tak kunjung menyerah.
"Cih! Apa aku tidak menarik bagimu? Jelas-jelas aku adalah primadona semua pria. Tapi kamu.. malah menolak ku?" Sahut Zaskia sambil berjalan kearahnya.
"Meskipun aku harus mati, aku, Jojo.. tidak akan kubiarkan seorangpun berani menyentuhku selain kekasih ku. Kamu mengerti?" Timpal Jojo sudah merapatkan giginya.
"Hahahaha... aku tidak percaya, kalau kamu bisa menahannya!" Sahut Zaskia sambil tertawa menyeringai. Ia membelai lembut wajah Jojo dan hendak menciumnya. Tapi, tiba-tiba ponsel Jojo berdering. "Kring..kring..kring! Lagi-lagi Jojo menghempaskan tubuh Zaskia ke lantai. Lalu, ia merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih miliknya. Terlihat nama kekasihnya di layar ponselnya. Benar, Kara lah yang menelponnya saat ini. Jojo tersenyum melihatnya. Belum sempat ia berbicara, Kara langsung menyuguhkannya dengan berbagai pertanyaan.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Kamu dimana? Apa yang kamu lakukan? Aku sungguh khawatir padamu!" Sahut Kara dari seberang telpon. Namun, Jojo hanya terdiam. Obatnya semakin bereaksi.
"Tidak boleh berkata lebih banyak lagi! Tubuhku semakin tidak terkontrol! Ini bukanlah saat yang tepat untuk bermesraan! Keluar dari sini dulu, atau aku akan benar-benar menyakitinya nantinya." Batin Jojo.
"Sayang.. Jojo, Jojo.. bayi besar! Ada apa denganmu? Apa kamu sakit?" Sahut Kara lagi.
"Sayang, maafkan aku! Hosh.. Aku akan menjelaskannya nanti. Tapi sekarang, tolong.. tolong segera hubungi, hubungi Zack!" Ucapnya memohon. Nafasnya sudah terengah-engah.
__ADS_1
"Apa, apa maksudmu?" Terdengar dari seberang suara Kara yang tampak khawatir.
"Cepat, cepat telpon Zack sekarang juga. Suruh dia masuk, segera.. hosh, hosh!" Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Zaskia langsung merebut ponselnya dan segera mematikannya. Lalu melemparkannya ke sembarang arah.
"S****n! Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Jojo. Kamu adalah milikku, hanya milikku seorang! Bukan wanita j****g itu" Teriak Zaskia menggila sembari menarik-narik kerah baju Jojo.
Dengan tenaga yang lemah, Jojo tetap berusaha menghindari Zaskia.
"Aku, aku bukanlah milikmu! Tapi, Kara, kelinci kecil ku.. istriku, kesayangan ku. Dia, dialah yang berhak menyentuh ku, bukan kamu. Ataupun wanita keji itu!" Sahut Jojo lagi dengan mata terpejam. Tubuhnya sudah terkapar di lantai.
"Apa yang kurang dariku, huh? Seberapa hebatnya wanita j****g itu?" Sahut Zaskia berteriak.
"Tapi, malam ini.. kamu akan menjadi milikku!' Lanjutnya lagi. Ia hendak menindih tubuh Jojo, tapi pintu tiba-tiba terbuka.
"Brakkkk! Terdengar suara keras dobrakan pintu. Ia segera menoleh kearah suara tersebut.
"Siapa?" Teriaknya tak senang. Matanya terbelalak melihat kedatangan Zack dan David beserta beberapa anak buahnya. Keduanya sedang berjalan ke arahnya dan Jojo. Terlihat dengan jelas raut wajah suram keduanya, serta tatapan mematikannya membuat Zaskia ketakutan, dan tubuhnya sudah gemetar.
"Apa, apa yang kalian lakukan? Kenapa, kenapa kalian masuk, huh?" Sahut Zaskia terbata-bata, karna saking takutnya.
Zack berjongkok di hadapannya.
"Masih berani bertanya? Dasar wanita j****g!" Teriak Zack dan.. "Plak! Sebuah tamparan mendarat di wajah cantiknya. Zack mengangkat dagunya dengan kasar.
"Berani berbuat.. harus berani bertanggung jawab! Seharusnya, kamu tidak bersekongkol dengan wanita gila itu. Jangan salahkan aku, wanita s****n!" Teriaknya lagi, lalu ia bangkit berdiri dan langsung menghampiri Jojo yang sudah terkapar di atas lantai. Zack dan David segera memapah tubuh Jojo hendak meninggalkan ruangan tersebut. Namun, langkahnya terhenti. Seperti sebelumnya, para wanita yang berani mengganggu Jojo, akan segera dikirim ke berbagai klub malam untuk dijadikan sebagai wanita penghibur.
"Lalukan seperti biasa! Kirimkan wanita gila ini ke klub malam dipinggiran kota! Mengerti?" Titah Zack kepada anak buahnya itu. Lalu mereka kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan tersebut.
"Baik, boss!" Sahut para pria bertubuh kekar itu bersamaan.
Sementara Zaskia, ia berteriak seperti orang gila. Tentu saja, itu karna harapan besarnya sirnah begitu saja!
__ADS_1
"Tidak.. tidak! Aku tidak mau! Lepaskan! Jojo hanya bisa menjadi milikku. Hahaha.. Jojo hanya milikku seorang! Kalian jangan menyentuhku!" Teriaknya sambil meronta. Namun, para pria bertubuh kekar itu tak mengindahkan perkataannya.
TBC