
Setelah Kara tertidur dan merasa tenang, Jojo tampak sedang menelpon seseorang. Siapa lagi kalau bukan Zack, asisten andalannya.
"Halo! Heh! Tumben menelpon ku. Apa kau bersenang-senang di sana?" Sahut Zack dari seberang telpon.
"Ini bukan waktunya bercanda Zack." Tegas Jojo, yang membuat Zack menelan salivanya dengan kasar.
"Ehh, iya. Emm.. baiklah! Ada masalah apa?" Sahut Zack lagi dengan terbata-bata.
"Aku mau informasi lengkap Kara secepatnya! Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi tentang masa lalunya, jangan sampai melewatkan celah sekecil apapun. Kamu mengerti?" Sarkasnya tegas.
"Baiklah, baiklah! Aku akan berusaha secepatnya!" Sahut Zack merasa bingung. Tentu saja ia bingung. Sebelumnya, ia telah mencari hampir setengah informasi tentang masa lalu Kara. Namun saat itu, Jojo memintanya untuk menghentikannya. Karna menurutnya itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah dia mempercayai Kara. Tapi melihat keadaannya sekarang, ia harus mengetahui keseluruhan mengenai Kara dan juga orang-orang yang telah mengusiknya di masa lalu. Jojo ingin dia sendirilah yang bertindak untuk menangani setiap permasalahan yang dihadapi oleh gadisnya itu, mulai sekarang hingga masa mendatang.
"Dan lagi.. tetap pantau setiap gerak-gerik Zaskia dan wanita iblis itu!" Lanjutnya lagi.
"Oh, ya? Aku baru saja ingin memberitahu mu tentang sesuatu hal yang sangat penting. Dan bukti ini, tentu saja bisa kamu gunakan untuk mengancam ibu tirimu yang jahat itu!" Sahutnya dengan nada datar.
"Apa?" Tanya Jojo penasaran.
"Beberapa hari yang lalu.. aku dan David pergi minum ke Vista Clubs. Dan disana kami melihat Zaskia sedang minum. Setelah itu, ia dibawa pergi oleh seorang pria ke sebuah hotel. Dan pria itu adalah Reyhan, mantan kekasih adiknya David. Tapi, kamu tenang saja. Saat mereka masuk ke dalam kamar, kami telah meminta seorang mata-mata untuk menempatkan sebuah kamera mini di sudut kamar. Dan.. videonya akan segera ku kirimkan ke email mu!" Jelas Zack tanpa henti. Dia juga sangat membenci Zaskia, yang lebih cocok disebut sebagai wanita penggoda.
"Cih! Mereka sama saja. Sama-sama wanita penggoda. Mengapa aku dipertemukan dengan para wanita gila seperti mereka ini?" Gerutu Jojo sambil berkacak pinggang.
"Emm? Apa kamu puas dengan informasi yang kami dapat?" Tanya Zack penasaran.
Baiklah! Good job! Aku akan menutup telepon dulu! Segera hubungi aku jika ada informasi penting!" Sahut Jojo datar dan langsung mematikan ponselnya secara sepihak.
Setelah mematikan ponselnya, ia tampak sedang berpikir tentang sesuatu.
"Reyhan? Nama ini terdengar sangat familiar. Tapi, dimana aku pernah mendengarnya?" Gumamnya pelan. Ia mencoba mengingat-ingat kembali, apakah ia kenal dengan Reyhan atau tidak. Tiba-tiba matanya terbelalak.
"Bukankah dia adalah orang yang telah merebut semua harta kekayaan keluarga David? Jadi, dia adalah mantan kekasih adiknya David? Rara? Di mana dia sekarang?" Batinnya.
Setahunya, Kara biasa dipanggil dengan Rara sejak kecil. Jadi, kecil kemungkinan untuknya berpikir bahwa Kara adalah adiknya David.
"Aku tidak peduli siapa Reyhan ini. Aku harus membantu David. Akan kuratakan semua orang yang berani mengkhianati sahabat ku!" Sahutnya menggeram. Kemudian, ia melangkahkan kakinya masuk ke kamar Kara dan duduk di tepi ranjang. Ia menatap lekat wajah cantik alami gadisnya itu, lalu membelainya dengan lembut.
"Sabarlah, sayang. Sebentar lagi, keadilan akan berpihak padamu. Akan ku hancurkan semua orang yang berani menyakitimu di masa lalu. Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi. Percayalah!" Ucapnya lembut sembari mencium kening Kara dengan penuh kasih.
Beberapa saat kemudian, ia kembali menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Halo!" Sahut seorang pria dari seberang telpon.
"Max.. tolong lacak seseorang untuk ku!" Sahut Jojo dengan nada serius.
"Ahhh.. siapa? Apa ibu tirimu lagi?" Tanyanya penasaran.
"Bukan! Wanita itu bukanlah hal yang penting sekarang. Aku ingin membantu seseorang." Ucapnya lagi, sambil memilih beberapa foto Reyhan yang telah dikirimkan oleh Zack kepadanya. Lalu segera mengirimnya ke email Max. Max adalah seorang hacker andalan Jojo. Dan juga merupakan keponakannya.
"Aku sudah mengirim fotonya ke email mu. Namanya Reyhan, orang yang telah merebut seluruh aset-aset keluarga David. Dan jangan lupa.. periksa juga tentang keberadaan orangtuanya, dan juga kelemahan mereka tentunya." Ucapnya tegas.
"Baik, bos! Tapi, jangan lupa dengan bayarannya. Aku lagi butuh uang sekarang, untuk menciptakan aplikasi terbaru lagi." Sahut Max dengan nada sedikit ditekankan.
"Jangan khawatir! Masalah bayaran, aku akan memberimu setengahnya dulu. Jika itu berhasil, aku akan membayarmu tiga kali lipat dari harga awal. Bagaimana?" Sahutnya.
Jojo menawarkan negosiasi dengannya.
"Baiklah, aku setuju! Serahkan semuanya padaku. Aku akan membereskannya secepatnya." Sahut Max lagi dan sudah menyetujui tawaran Jojo barusan.
"Baiklah! Aku tutup dulu!" Jojo segera menutup teleponnya.
"Di Tanah Air"
"Masuk!" Sahut si empunya ruangan. Setelah ada sahutan dari dalam, pria tampan tersebut langsung masuk kedalam. Siapa lagi kalau bukan David, sahabatnya.
"Ehh, kamu ternyata!" Sahut Zack. David hanya tersenyum tipis membalasnya. Kemudian, Zack segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri David. Ia merangkulnya dan membawanya duduk ke sofa.
"Ada apa, bro?" Tanyanya penuh selidik.
"Aku ingin membahas sesuatu dengan mu!" Sahut David.
"Emm? Apa itu?" Tanya Zack lagi.
David segera memberinya beberapa laporan tentang keanehan ibu tiri Jojo selama beberapa waktu lalu.
"Seorang mata-mata?" Tanya Zack sedikit menyerngit.
"Benar. Ternyata wanita keji itu telah menempatkan seorang mata-mata disisi Jojo selama ini!" Sahut David.
"Ahhh.. tentang hal itu, Jojo pasti sudah mengetahuinya sejak lama. Tapi, ia lebih memilih untuk tidak menyingkirkannya, agar para musuh tidak terlalu curiga dengan tindakan kita selanjutnya." Jelasnya. Zack memang sudah diberitahu Jojo sebelumnya, bahwa ia dimata-matai oleh ibu tirinya. Tapi, Jojo tidak memberitahunya siapa orangnya.
__ADS_1
Dan laporan kedua ini... apa ini? Seorang pria menelpon kerumah utama, dan mengatakan ingin bertemu dengan anak dan istrinya? " Sahut Zack penasaran sambil mengetuk-ngetuk jemari-jemarinya keatas meja.
"Benar. Berdasarkan informasi dari pelayan yang menerima panggilan teleponnya saat itu, itu adalah keseluruhan yang ditanyakan oleh pria itu. Dan pria itu, tampak sangat marah dan khawatir saat itu. Dan lagi, ia mencari-cari ibu tiri Jojo. Saat pelayan itu menyampaikan pesannya kepada wanita itu, wajahnya tampak pucat dan kelihatan ketakutan. Bahkan, wanita keji itu sempat mengancam si pelayan, agar tidak terlalu banyak bertanya tentang pria itu. Dan melarangnya untuk menerima panggilan dari pria itu lagi' Jelas David apa adanya.
Zack hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan kesana-kemari, berusaha mencerna setiap penjelasan David barusan. Tiba-tiba matanya terbelalak, seolah menemukan sebuah petunjuk.
"Ahhhh.. aku pikir, wanita keji itu menyembunyikan sebuah rahasia besar. Hal ini tidak semudah yang kita pikirkan dan memang ini sangatlah rumit. Mungkinkah ini.. ada hubungannya dengan Jojo?" Sahut Zack dengan mata disipitkan.
"Aku juga berpikir begitu! Tapi.. kita harus mengumpulkan semua buktinya dulu!" Timpal David.
"Benar. Kita harus segera mencari semua informasi mengenai pria ini. Jika benar, dia ada kaitannya dengan Jojo.. lalu siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini?" Sambung Zack.
"Kita harus menemukannya!" Sahut mereka bersamaan.
"Di rumah keluarga William"
Istri si pemilik rumah tampak sedang menghias diri di meja rias kamarnya.
"Heh, aku memang sangat cantik. Siapa yang tidak menyukai ku?" Ucapnya memuji dirinya sendiri.
"Magdalena... bahkan, jika kamu lebih cantik seribu kali pun dariku.. tapi kamu sudah mati. Sekarang, hanya aku satu-satunya wanita tercantik dan layak disebut sebagai dewi. Kamu, tidaklah pantas dan tidak lagi berhak mendapatkan sebutan itu! Hahahaha... sepupuku, berbahagialah di neraka. Hahaha.." Lanjutnya lagi sambil tertawa menyeringai.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Dan raut wajahnya seketika berubah menjadi datar.
"Ya. Ada apa?" Sahutnya, sambil memperhatikan kuku-kukunya yang baru saja ia hias.
"Nyonya.. beberapa hari yang lalu, nona Zaskia tidur dengan seorang pria dari Vista Clubs. Mereka menginap di sebuah hotel dipinggiran kota.'" Sahut si penelpon yang ternyata adalah mata-mata yang ia tempatkan di sisi Zaskia. Pria itu hanya sebagai mata-mata saja, tidak lebih apalagi untuk melindunginya.
"Cih! Wanita tak tau malu ini! Tidak bisakah dia menahannya sebentar saja? Kenapa harus ditempat umum? Dasar wanita j****g!" Sarkasnya dengan penuh amarah. Namun, ia berusaha agar amarahnya tidak meluap seperti kemarin. Agar orang-orang dirumah tidak menaruh curiga padanya.
"Lalu, apa ada seseorang yang mengetahuinya?" Tanyanya penuh selidik.
"Untungnya, tidak ada, Nyonya! Kami bisa pastikan bahwa hanya kamilah yang melihatnya saat itu. Tidak seorangpun yang mengenalnya disana!" Sahut si penelpon.
"Bagus. Terus pantau dia" Sahutnya, lalu segera mematikan ponselnya begitu saja.
"Dasar wanita p*****r! Aku akan melepaskanmu kali ini. Lagipula, ini tidaklah penting. Aku tidak peduli wanita j****g mana yang akan dinikahi oleh anak tak tau diri itu. Aku hanya fokus menyiksanya saja. Tidak akan kubiarkan dia hidup dengan damai! Hahahaha..." Sahutnya sambil tertawa terbahak-bahak.
TBC
__ADS_1
#Jangan lupa follow author#😍👋💗🤗🤗