
Satu bulan kemudian...
Setelah menjalani masa perawatan yang cukup lama, kini Jojo diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Namun, tidak dianjurkan untuk terlalu kelelahan atau melakukan hal-hal yang berat dalam beberapa bulan kedepan. Dan juga harus lebih sering-sering check-up ke rumah sakit untuk memantapkan masa pemulihannya. Selama ia berada di rumah sakit, Kara selalu datang mengunjunginya sepulang kerja. Begitulah hari-hari mereka berjalan selama sebulan terakhir. Namun hari ini, ia tidak bisa mendampingi Jojo, karna ia disibukkan dengan pekerjaannya. Meski Jojo sangatlah penting baginya, tapi ia juga harus bersikap profesional saat bekerja.
Setelah melakukan proses pembayaran, kedua pria gagah itu didampingi oleh para pria berjubah hitam segera bergegas menuju ke mobil. Mereka adalah sekumpulan geng mafia didikan Tuan Alfred. Kini mobil telah melaju menuju ke Alma Star Hotel. Hotel tersebut merupakan hotel mewah bintang lima yang terletak di tengah-tengah kota Paris. Dan adalah milik Tuan Alfred sendiri. Alma Star Hotel, adalah gabungan antara namanya dan mendiang istrinya.
"Di Alma Star Hotel"
Tak menunggu waktu lama, mereka tiba di tempat tujuan. "Ceklek! Pintu mobil dibuka oleh salah satu bawahannya.
"Silahkan, Tuan!" Sahutnya sopan, mempersilakan tuannya keluar. Tuan Alfred mengangguk pelan seraya tersenyum tipis membalasnya.
Kemudian mereka berjalan memasuki pintu masuk dan disambut hangat oleh para karyawannya.
"Selamat siang Tuan!"
"Selamat siang, Tuan!"
Seperti biasa, Tuan Alfred hanya tersenyum tipis tanpa menyahut mereka. Meski umurnya tidak lagi muda, namun banyak para wanita-wanita, baik dari kalangan muda maupun tua yang terpikat dengan kegagahan dan ketampanannya. Tapi, ia tak pernah membuka hatinya terhadap wanita manapun, walaupun ia sudah melajang dalam kurun waktu yang cukup lama. Baginya, mendiang istrinya adalah satu-satunya wanita yang akan selalu mengisi hatinya hingga akhir hayatnya.
Semua mata tertuju kearah keduanya. Banyak karyawan wanita merasa takjub melihat pria tampan nan gagah, yang berjalan berdampingan dengan bosnya itu.
"Siapa pemuda tampan itu(dalam bahasa Prancis)"
"Dia sangat tampan (dalam bahasa Prancis)"
"Tapi.. dia terlihat mirip dengan bos kita(dalam bahasa Prancis)"
"Mungkinkah dia putranya (dalam bahasa Prancis)"
Dan bla..bla..bla! Masih banyak lagi pujian serta pertanyaan yang terlintas dipikiran mereka. Karna ini adalah kali pertama bagi mereka bisa melihat bosnya begitu dekat dengan seseorang. Apalagi, keduanya terlihat mirip meski berbeda usia.
Sementara itu, pasangan ayah dan anak itu terus melangkahkan kakinya menuju ke lift. Tidak terlalu mempedulikan perkataan orang-orang sekitar. "Ting! Suara lift terbuka. Mereka segera masuk ke dalam. Richard, asisten Tuan Alfred langsung menekan tombol lift menuju ke lantai 50, dimana apartemen pribadi tuannya berada.
"Tampaknya.. mereka begitu menyukai, ayah?" Tanya Jojo seraya terkekeh kecil.
"Hah? Tuan Alfred tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum, sudah menoleh kearah Jojo.
"Meski begitu.. tapi tidak seorangpun yang bisa menggantikan posisi ibumu dihatiku!" Ucapnya penuh arti.
"Ayah memang suami yang baik! Andai ibu masih ada, pasti ia senang mendengarnya!" Timpal Jojo, sambil membuang nafasnya pelan.
"Ayah lebih bangga, bisa dicintai oleh ibumu! Dan juga.. memiliki mu, adalah hal terindah di sepanjang hidup ini!" Jelasnya penuh kasih. Jojo tersenyum haru mendengarnya.
"Mungkin perpisahan dulu adalah rencana Tuhan untuk mengajarkan kita arti dari saling memiliki!" Gumam Jojo dalam hati.
"Aku beruntung memiliki ayah seperti mu!" Lanjutnya seraya tersenyum tipis. Keduanya saling membalas senyuman satu sama lain. Tak terkecuali Richard. Ia ikut merasa senang.
"Sejak kembalinya Tuan muda, Tuan besar tidak lagi merasa kesepian!" Batinnya senang.
Memang benar! Sebelum Jojo kembali kesisinya, Tuan Alfred kerap menghabiskan hari-harinya untuk bekerja, hingga malam sekalipun.. ia tidak peduli. Baginya, hal itulah satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa kesepiannya yang kelam.
"Ting! Pintu lift kembali terbuka. Mereka telah tiba di lantai paling atas, bangunan pencakar langit itu. Tampak hanya ada sebuah ruangan yang begitu besar disana, dan telah didekorasi semewah mungkin. Sepanjang lorong, hanya dibatasi dengan kaca tembus pandang. Sehingga, mereka bisa melihat jelas pemandangan indah diluar. Bahkan, bisa menikmati keindahan bangunan menara Eiffel, apalagi saat malam hari. Cahaya lampu dimalam hari, akan menghanyutkan siapapun kedalam keindahan kota Paris, kota beribu keindahan itu.
"Untuk beberapa hari ke depan, sebelum kita kembali.. kita akan tinggal disini!" Timpal Tuan Alfred menjelaskan dan dibalas anggukan oleh Jojo.
Mereka langsung masuk ke dalam, menuju ke ruang keluarga.
"Baik didalam maupun diluar, benar-benar menakjubkan!" Batin Jojo dalam hati.
Ia merasa takjub dengan sekitarnya.
"Di ruang keluarga"
Kini, mereka telah duduk di sofa. Dan Jojo masih tak berhenti memperhatikan seisi ruangan. Tiba-tiba Richard membisikkan sesuatu ketelinga Tuan Alfred. Ia tampak sedikit menyerngit, kemudian menganggukkan kepalanya. Entah apa yang mereka bicarakan, hanya mereka yang tahu.
__ADS_1
"Huh! Pria paruh baya itu membuang nafasnya pelan. Kemudian, ia menoleh ke arah Jojo.
"Istirahatlah, nak! Jangan terlalu lelah!" Sahutnya pelan.
"Ehh?" Kaget Jojo. Ia menoleh kearah suara tersebut.
"Kami pergi dulu! Masih ada urusan yang perlu ku selesaikan! Jaga dirimu baik-baik! Jika kamu memerlukan sesuatu, telepon saja kebagian resepsionis. Mereka akan segera datang membantumu!" Sambungnya lagi seraya bangkit dari duduknya.
"Baiklah!" Sahut Jojo mengiyakan.
Setelah kepergian ayahnya beserta sang asisten, Jojo segera merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia menatap langit-langit dinding ruangan. Beberapa saat kemudian, ia mulai mengantuk. Perlahan, ia memejamkan matanya hingga tertidur pulas.
Sore harinya..
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Namun, si pria tampan belum juga terbangun dari tidurnya.
Beberapa waktu kemudian, terdengar bel pintu berbunyi. "Ting tong, ting tong!
Hal itu membuatnya merasa risih. Ia mulai membuka matanya perlahan seraya mengucek-ucek matanya.
"Siapa? Apa mungkin ayah?" Ucapnya dengan suara khas bangun tidurnya.
Tak menunggu waktu lama, ia segera bangkit dari rebahannya, dan bergegas menuju ke pintu untuk segera membukanya. "Ceklek! Suara pintu terbuka.
"Siapa?" Sahutnya lagi. Ia menyerngit melihat para pelayan tengah berbaris didepan pintu.
"Tuan meminta kami untuk menyiapkan makan malam anda, Tuan(dalam bahasa Prancis)" Sahut seorang pelayan sopan. Mereka memang diperintahkan oleh Tuan Alfred sebelumnya, untuk menyiapkan makan malam untuk putranya itu.
"Emm? Baiklah! Masuk saja (dalam bahasa Prancis)" Timpal Jojo singkat. Para pelayan segera masuk dengan membawa berbagai hidangan ke meja makan. Setelah itu, mereka kembali pamit undur diri.
"Kalau begitu, kami pergi dulu Tuan! Jika Tuan membutuhkan sesuatu, silahkan hubungi kami!" Sahutnya sopan seraya menundukkan kepala.
"Emm! Aku mengerti!" Sahut Jojo tersenyum tipis. Setelah kepergian para pelayan, ia kembali ke dalam.
"Di meja makan"
Setelah selesai makan, ia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. "Byur..byur..byur! Suara guyuran air ditubuhnya.
Dua puluh menit lamanya ia disana, kini ia telah keluar dengan hanya mengenakan handuk melilit pinggangnya, yang menampakkan dada bidangnya alias roti sobek miliknya. Ia mengibas-ngibaskan rambutnya yang basah. Kemudian, ia mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Tiba-tiba ia menyerngitkan dahinya, dan senyuman manis lolos terlukis indah diwajah tampannya. Lalu, diraihnya benda pipih miliknya dari atas meja, dan kini ia tampak sedang menghubungi seseorang. "Tut..tut..tut! Pada panggilan ketiga, terdengar sahutan seorang gadis dari seberang telpon.
"Halo, sayang!"
Siapa lagi kalau bukan Kara, pujaan hatinya.
"Halo, istriku! Apa kamu sibuk?" Tanyanya dengan nada lembut.
"Emm? Tidak! Aku baru saja selesai mandi!' Sahut Kara lagi.
"Benarkah? Kita memang benar-benar berjodoh. Aku juga baru saja selesai mandi." Jelas Jojo dengan penuh rasa bahagia.
"Benarkah?"
"Iya! Apa kamu sudah makan?"
"Emm, sudah! Bagaimana denganmu?"
"Aku juga sudah!"
"Baguslah! Kamu harus jaga kesehatan! Jangan sampai telat makan, mengerti?" Tegas Kara dari seberang telpon.
"Aku mengerti, Tuan Putri!"
Keduanya tampak terdiam dalam beberapa saat. Lalu, Jojo kembali melanjutkkan perkataannya.
"Kapan kamu akan kembali ke Korea?"
__ADS_1
"Hah? Kara terdengar kaget dengan ucapannya.
"Ehh, itu.. aku akan kembali lusa! Besok adalah hari terakhir ku shooting disini." Sahutnya pelan.
"Emm? Secepat itu?" Raut wajah Jojo tampak kecewa. Padahal ia sangat berharap, bisa menghabiskan banyak waktu bersama dengan kasihnya itu. Tapi, dunia tampak selalu menentang harapannya.
"Benar! Setelah ini, masih banyak pekerjaan yang menantiku disana!"
"Ahh.. begitu! Baiklah! Kamu harus tetap semangat! Jangan terlalu lelah!" Sahutnya menyemangati. Meski dirinya tidak rela, Kara pergi jauh dari sisinya. Ia lalu bangkit dari duduknya dan melangkah kearah jendela. Ia menatap keindahan malam kota Paris.
"Emm, aku mengerti! Bagaimana denganmu? Kapan kamu berencana kembali?" Tanya Kara balik.
"Kami akan kembali minggu depan!" Sahutnya singkat.
"Ahh.. benarkah?"
"Ya! Beristirahatlah! Kamu harus kembali bekerja besok! Jangan sampai terlambat!" Timpal Jojo lagi.
"Baiklah! Maka.. aku akan menutupnya sekarang!" Kara terdengar kecewa dengan perkataan Jojo barusan. Ia berharap bisa berlama-lama bicara dengannya, tapi Jojo malah berbicara seolah ingin mengakhiri panggilan teleponnya segera. Mendengar nada kecewa gadisnya barusan, tiba-tiba Jojo kembali tersenyum.
"Aku mencintaimu, sayang! Semoga tidurmu nyenyak! Jangan lupa berdoa!" Ucapnya lembut seraya tersenyum.
"Hah? Emm, ya! Baiklah!" Sahut Kara gelagapan. Dan langsung memutuskan panggilan teleponnya. Jojo hanya menggeleng kepala. Ternyata, gadisku tidak berubah sedikitpun. Ia tetaplah yang dulu, pikirnya.
Lalu ia melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur. Ia segera merebahkan tubuhnya di sana dan perlahan memejamkan matanya. Malam ini, ia akan sendirian di ruangan yang begitu luas itu. Karna tadi, Tuan Alfred telah mengiriminya pesan, kalau malam ini ia tidak akan kembali. Entah apa alasannya, ia tidak ingin tahu. Saat ini, pemuda tampan ini hanya ingin tertidur saja, menenangkan diri sesaat.
Keesokan harinya...
"Di Menara Eiffel"
Dalam beberapa hari terakhir, Kara memang melakukan shooting di Menara Eiffel. Dan sore ini, ia pulang lebih lama dari biasanya. Kini, jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Biasanya, mereka akan kembali pada pukul 4 sore. Karna ini adalah last day mereka, jadi dibutuhkan kerja ekstra agar sampai dititik puncak.
"Sampai bertemu kembali, Kara (dalam bahasa Prancis)"
"Jangan lupakan kami(dalam bahasa Prancis)"
"Jika ada waktu, berkunjunglah kemari(dalam bahasa Prancis)"
"Kami pasti akan merindukanmu, cantik(dalam bahasa Prancis)
Banyak para karyawan/karyawati disana, tidak rela ia cepat kembali meninggalkan mereka. Mereka sudah terlanjur nyaman dengan kehangatan seorang Kara selama sebulan terakhir ini.
"Aku pasti akan menemui kalian dimasa depan(dalam bahasa Prancis)" Sahut Kara lembut. Lalu, ia memeluk mereka dengan hangat.
Setelah itu, ia melangkahkan kakinya menuju ke mobil. Belum beberapa langkah, terdengar suara seseorang memanggil namanya.
"Karaaa.... sayangku!"
Dan suara itu terdengar tidak asing ditelinga nya. Ia segera menoleh kearah suara tersebut berasal. Dan matanya terbelalak melihat kehadiran Jojo disana.
"Surprise!" Sahut Jojo seraya tersenyum lebar. Ia memegang sebuket bunga mawar merah ditangannya. Jojo memang sengaja tidak memberitahu Kara, tentang rencana kedatangannya. Ia ingin memberinya kejutan. Karna sudah terlalu lama, mereka tidak lagi pernah menghabiskan waktu bersama.
Kara menutup mulutnya tidak percaya. Ia tidak menyangka kalau Jojo akan datang menemuinya, meski dalam kondisi kurang sehat. Tanpa menunggu waktu lama, ia segera berlari dan berhambur memeluk Jojo
"Kamu datang!" Ucapnya senang, seraya memeluk Jojo dengan erat.
"Benar! Aku disini sayang!" Sahut Jojo lembut seraya membalas pelukannya dengan hangat.
TBC
Halo para readers setiaku:)
Jangan lupa tinggalkan jejak say๐
Votenya juga dong...
__ADS_1
I lovyu all๐๐