My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 6: Sahabat terbaik ku


__ADS_3

Setelah pulang dari Neon Caffe, Kara langsung pulang kerumah diantar oleh kedua sahabatnya.


Di rumah keluarga Sebastian


"Kita masuk yuk" ajak Kara kepada kedua sahabatnya yang sama-sama keluar dari mobil.


"Emang gak papa ya beb? Ntar kak David marah lagi" sahut Airi.


"Gak papa kali. Malahan dia seneng gue ada temen biar gak kesepian" sahutnya.


"Ehhh.. elleh.. bilang aja lu malu. Malu ngeliat pria idaman lo, hahahah" sahut Dimas terkekeh membalas ucapan Airi.


Kara pun kaget mendengar ucapan Dimas. Matanya terbelalak seperti telur mata sapi heheh😂. Selama ini dia tidak tahu bahwa Airi menyukai kakaknya yang menjengkelkan.


Sementara itu, Airi langsung menutup mulut Dimas dengan menggunakan tangannya. Dia sudah tersipu malu.


"Mati aku, mati! Jangan-jangan Kara bakalan jauhin gue lagi karna masalah ini" batinnya.


Dia langsung menjewer telinga Dimas dengan sekuat tenaga.


" Mulut lo benar-benar asam ya Dim? Lo gak tau kapan harus bercanda dan bersikap tenang. Gue tampol lo skarang. Lu bakalan gue habisin sampe ke tulang-tulang" teriak Airi.


"Ampun Ri, ampun. Ini sakit banget. Lepasin dong. Gue salah. Maafin gue ya. Gue janji ini gak bakalan terulang lagi" pintanya sembari memohon.


Ya. Dimas memang takut dengan Airi yang sudah mengamuk. Siapapun akan ditelan oleh Airi jika berani menyinggungnya. Meskipun dia seorang gadis tapi dia jago bela diri. Banyak gadis-gadis maupun para lelaki yang takut dengannya. Karna dia termasuk wanita yang ganas dalam hal berkelahi. Dia terkenal dengan sifatnya yang tomboy.


"Gue gak bakal ngampunin lo. Pokoknya mulut lo harus dibabak belurin dulu baru patuh" sahutnya tanpa ampun yang semakin memelintir tangan Dimas.


Sementara di satu sisi, Kara hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Airi dan juga Dimas yang sudah merintih kesakitan minta tolong.


Setelah dia puas tertawa, dia langsung menelerai kedua sahabatnya itu.


"Udah dong Ri, gak usah malu! Kan cuma kita doang kali yang tahu" ucapnya terkekeh.


"Dan lo juga Dim.. jadi cowok tuh harus cool, gak lemah, tahan banting, jangan kek tante girang" ucapnya terbahak-bahak.


Airi pun ikut tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sahabatnya itu.


Sementara Dimas masih mengomel dan merintih kesakitan tanpa mempedulikan kedua sahabatnya itu mem-bully-nya.


Akhirnya, mereka memutuskan untuk masuk kedalam.


"Selamat datang kembali nona. Ehh ada non Airi dan juga tuan Dimas, ya?" sahut pelayan.


Mereka bertiga tersenyum membalas sapaan pelayan tersebut dan bergegas menuju ruang tamu.


Di ruang tamu


"Nona dan teman-temannya mau minum apa non?" tanya bik Sumi.

__ADS_1


" Eemm.. Aku sih jus mangga aja deh bik! Oh ya kalian mau minum apa?" tanyanya kepada sahabatnya yang tengah berbaring di sofa.


"Samain aja deh beb" sahut Airi.


"Iya, gue juga" balas Dimas.


" Oh, yaudah bi. Jus mangga aja deh 3. Terus cemilannya seperti biasa ya Bi" ucapnya sopan.


"Iya non" sahut bi Sumi.


Beberapa saat kemudian, bi Sumi datang dengan nampan yang berisi jus mangga dan juga cemilan yang diminta nonanya. Menghampiri ketiga remaja yang tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing.


Silahkan dinikmati non" Sahut Bi Sumi menyadarkan ketiga orang tersebut.


"Iya. Makasih ya Bi?" Balas Kara sopan.


"Oh ya bi, kak David udah pulang belum?" Tanyanya lagi.


Pertanyaan Kara, Sontak membuat Airi yang sedang minum kaget dan tersedak ketika mendengar nama David disebut.


"Ehh.. lo gak papa kan beb?" tanya Kara. Sembari menepuk-nepuk punggung Airi.


"Iya. Gue gak papa kok" sahutnya tersipu malu.


Bi Sumi yang merasa heran dan baru tersadar pun membalas ucapan Kara. " Ehh.. iya non. Tuan muda belum pulang. Sepertinya bentar lagi tuan akan kembali" ucap bi Sumi.


"Oh. Yaudah deh bi" sahut kara.


Melihat kearah sahabatnya yang tersipu malu.


Sementara Dimas tidak berani mengusik Airi, mengenai David. Dia takut dengan amukan serigala berwujud manusia😂 tersebut.


Sementara Airi dipenuhi dengan pikiran berkecamuk. "Sebentar lagi... sebentar lagi.... Tuan muda akan kembali!"


Dia pun mencari alasan untuk pulang karna dia malu dan belum siap untuk bertemu sang pujaan hati.


" Ra... oh ya gue baru ingat. Gue ada urusan mendadak. Gue pulang dulu ya? Iyakan Dim?" Ucapnya sembari mengedipkan mata sebelah ke arah Dimas.


Dimas yang sudah tau maksud kedipan mata Airi pun memberontak. Tak tahan dengan godaan setan untuk mengusili Airi.


"Yaelah.. Urusan apaan sih lo? Bilang aja lo malu. Malu ketemu sama pujaan hati lo, iyakan? Ngaku aja deh lu" Sahut Dimas mengejek.


Airi sontak menjewer telinga Dimas lagi.


"Yang tadi belum cukup ya Dim? Sini lo kalo berani. Gue habisin lo!" Airi kembali berteriak.


Sementara Dimas berlari keluar sambil berteriak.. "Gue pulang ya Ra.. Bye bye Airi sayang!"


Dia melajukan mobilnya meninggalkan Airi yang tengah memanas seperti gorilla.

__ADS_1


"Gue juga pulang ya Ra.. Bye bye!" sahutnya.


Yang sudah mengemudikan motornya.


Sementara itu, Kara hanya terkekeh melihat tingkah Airi sahabatnya itu.


Selang beberapa waktu kepergian Airi, mobil David telah tiba. David pulang bersama asisten pribadinya yang merupakan sahabat baiknya juga.


"Kakak udah pulang ya? Ada kak Rio juga ya? Tumben pulang cepet!" Sapanya.


"Ehh.. iya, kakak lapar banget dek. Rio juga sama. Tumben kamu nyambut kaka gini, apa jangan-jangan kamu lagi nungguin seseorang ya?" tanyanya penuh selidik.


"Aihk... enggak kok kak. Sebenarnya, teman Kara baru aja pulang. Makanya kara bisa ada disini" ucapnya.


"Teman apa teman?" tanyanya terkekeh.


Rio pun ikut terkekeh. Melihat tingkah kakak beradik didepannya yang tengah berdebat karna hal sepele.


"Kakakkk.. Apaan sih..? Ituloh sahabat terbaik ku! Airi dan juga Dimas" ucap Kara penuh arti.


"Ohw. Kakak kirain siapa!" Sahutnya.


"Siapa lagi kalau bukan mereka?" Sahut Kara sedikit kesal.


"Yah, siapa tau pujaan hati mu kan.. si Reyhan?" Ledeknya.


Mereka berbincang sambil menuju ruang makan.


"Enggaklah. Orang dia sibuk terus. Tapi kakak tau gak, sahabat Kara yang bernama Airi?"


"Emm. Kenapa?"


"Dia suka sama kak David"


Sontak David yang tengah minum pun kaget dan tersedak.


"Uhuk.. uhuk.. Apaaaa?" Teriaknya.


Rio dan Kara pun tertawa bersamaan melihat David yang sedang kaget.


"Cihh.. bocah sialan itu! Kakak tau, kakak tampan dan disukai banyak orang. Itu emang wajar sih. Tapi kenapa bocah juga tertarik sama kakak? Kamu bilangin tuh sama sahabatmu itu, kakak maunya yang body gitar spanyol bukan bangunan datar hahaha" ucapnya terkekeh.


"Cih... PD amat sih kak. Ntar pergi baru tau rasa tuh! Secara kakak kan gak pernah pacaran hihihi.. Lagian Airi juga cantik kok. Gak kalah cantik dari model-model papan atas lainnya. Dan dia berhak mendapatkan lelaki yang baik, karna dia orang baik. Pokoknya Kara gak bakal biarin sembarang orang ngedeketin Airi. Gak bakal." sahut Kara dengan tegas.


"Iya, iya. Terserah adikku tersayang. Kita makan dulu ya.. Perut kakak udah perang nih" sahutnya terkekeh.


Dibalas anggukan oleh adiknya dan Rio.


Mereka makan dengan lahapnya. Seperti biasa, hanya ada bunyi suara sendok.

__ADS_1


TBC


__ADS_2