
Keesokan harinya...
Seperti biasa Kara akan bangun pagi-pagi sekali. Dan segera bersiap-siap untuk segera berangkat kerja.
"Ting" suara ponselnya berbunyi. Saat dia sedang berdandan di depan meja riasnya.
Ia segera mengambilnya dan membuka aplikasi WeChat nya. Ternyata pesan group dari Dimas dan Airi.
"Ra.. ini lo kan? Lo masuk majalah beb. Gue gak mimpi kan? Sahabat kesayangan gue skarang udah terkenal.. Jadi pengen ketemu deh" Pesan dari Dimas.
Kemudian lanjut di susul oleh Airi.
Bukan cuma di majalah.. tapi di media sosial juga ada beb. Gue barusan buka Instagram.. dan itu beneran Kara. Gue bangga sama lo Ra. Jangan lupain kita ya.."
"Ehem.. itu cuma foto doang kok, heheh" balasnya.
"Sampe kapan lo bohongin kita, Kara sayang? Apa kita gak penting lagi buat lo? Jangan sampai gue datang ke sana Ra.. kalau nggak lo gak bakal bisa shooting. Dan gue bakal ngaku-ngaku jadi abang lo dan mau bawa lo pulang ke Indonesia, hahahaha" balas Dimas.
"Wah.. lo durhaka banget ya Dim, huh! Masa lo tega gantiin abang gue. Tapi gapapa deh.. orang-orang juga bakal tau kok. Karna kita kan gak mirip. Lo udah kek om-om yang udah bejenggot, apa kata dunia nanti...hahaha" balasnya mengejek.
"Hahaha.. rasain lo Dim! Emang enak, huekkkk!" balas Airi lagi mengejek.
"Kalian berdua emang beneran jahat ya sama gue. Ibarat kerbau dan kutunya. Kara si kerbau dan Airi yang jadi kutunya, hahahaha" balas Dimas mengejek puas.
"Hahaha.. lo bisa aja Dim! Oh ya gue mau berangkat kerja dulu. Bye-bye sayang!" balas Kara.
"Tapi.. berita itu beneran kan Ra?" tanya Airi.
"Iya beb. Kalian doain ya.. biar kerjaan aku lancar! Biar kita bisa ngumpul bareng lagi, ok?" balasnya.
"Ok, sayang! Semangat" balas kedua sahabatnya itu.
Pagi ini Kara merasa sangat bahagia. Karna kedua sahabatnya itu selalu ada saat dia susah maupun senang. Apalagi mereka selalu menyemangatinya. Dia sudah menganggap keduanya seperti saudaranya sendiri.
Terlebih lagi kakaknya yang selalu memberinya semangat baru setiap hari. David akan mengirim pesan di pagi hari sebelum Kara terbangun dan di malam hari sebelum Kara tertidur. Ia merasa kakak serta kedua sahabatnya itu selalu ada disampingnya meskipun jarak jauh.
"Hemm.. Aku sangat sangat merindukan kalian semua" gumamnya pelan sambil tersenyum tipis.
Lalu ia segera turun ke bawah. Karna sedari tadi Mi-Rea dan juga Lian sudah lama menunggunya.
"Selamat pagi" Sapanya dengan senyum manisnya kepada kedua orang yang sedari tadi menunggunya.
Hal itu membuat Lian juga Mi-Rea saling bertatapan. Mereka heran dengan sikap Kara yang tidak biasa mereka lihat.
"Apa yang kalian tunggu? Apa kalian akan berdiri di sana sampai jamuran,?" tanya Kara membuyarkan lamunan keduanya.
__ADS_1
"Ehh.. ehm, nggak non!" sahut Lian terbata.
Kemudian keduanya naik ke mobil setelah Kara menyadarkan keduanya.
"Sepertinya.. non Kara sangat bahagia hari ini! Tidak seperti sebelumnya" sahut Lian sopan.
"Benarkah?" sahutnya masih tersenyum.
"Beneran Ra! Aku sampai terkejut melihat mu.
Seperti bukan nona Kara yang ku kenal, heheh" sambung Mi-Rea terkekeh.
"Kalian bisa, aja! Lebih baik kita segera berangkat deh. Nanti kita terlambat... bisa gawat kan?" ucapnya setengah berbisik.
"Baik, nona!"
Kini mobil telah melaju meninggalkan apartemen menuju ke gedung pemotretan. Hari ini akan ada pemotretan lagi sekaligus pemotretan untuk sampul drama yang akan ia perankan. Seperti janji Lee Byum Ge sebelumnya.. ia akan dijadikan sebagai pemeran utama wanita karna dia punya kualifikasi yang bagus. Bukan karna menjilat ataupun bermuka dua, tapi karna dia memang pantas menduduki posisi tersebut.
"Di gedung pemotretan"
Mobil telah tiba di gedung pemotretan. Dan mereka segera turun dan bergegas naik ke atas menggunakan lift.
Tidak di sangka Jojo dan Zack juga ada di sana dan sedang berbincang-bincang dengan direktur Lee Byum Ge dan para bawahannya.
"Kok mereka juga datang ke sini? Bukankah seharusnya mereka bekerja di kantor? Ahh.. sudahlah. Lagipula dia adalah bos disini. Kenapa aku harus protes?" gumamnya pelan.
"Ra.. kita bersiap-siap dulu sekarang! Nanti lanjut lagi melamunnya, hehehe" ucapnya terkekeh.
"Ahh.. oh, baiklah! Aku hanya teringat sesuatu bukan melamun" bantahnya.
"Iya, terserah kamu aja!" sahut Key dan sudah menarik tangannya.
...****************...
Beberapa saat kemudian.. Kara sudah selesai dirias. Dia tampil cantik dan anggun. Dia berjalan keluar membuat semua orang tak berkedip menatapnya karna kecantikannya. Tak terkecuali dengan Jojo. Ia menelan salivanya melihat makhluk ciptaan Tuhan yang sungguh sempurna itu.
Kara semakin gugup karna semua orang tak berhenti menatapnya. Sesekali ia merapikan rambutnya yang tidak berantakan karna saking gugupnya. Tapi hal itu malah semakin menyorot perhatian.
"Wahhh.. apapun yang dipakai oleh Dewi ku.. dia tetap cantik luar biasa" sahut seorang karyawan pria.
"Dia istriku" sahut yang lain.
"Aku adalah pacar resminya"
"Aku sangat iri padanya"
__ADS_1
Bla.. bla..bla.. dan masih banyak lagi pujian yang ia terima hari ini.
Pemotretan berlangsung selama 3 jam. Dan setelah itu semuanya kembali beristirahat sejenak.
"Uwahh.. capek banget hari ini!" ucapnya pelan sambil meregangkan otot-ototnya. Lalu ia segera merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang istirahat pribadinya.
"Ra.. tadi pak Lee meminta ku untuk datang ke ruangannya membahas masalah jadwal kita seminggu ke depan. Kamu gapapa kan.. aku tinggal sendiri dulu" sahut Mi-Rea hati-hati.
"Iya, gapapa. Jangan lama-lama, ya" sahutnya masih dengan mata terpejam.
"Siap, bos!" sahutnya dan langsung bergegas keluar.
Beberapa saat kemudian, Jojo masuk ke ruangan dimana Kara beristirahat. Entah mengapa dia tidak bisa membenci gadis itu. Artinya dia berbeda dari gadis-gadis lain, seperti pernah mengenalnya sebelumnya.. dan ada rasa kedekatan yang cukup lama. Ia berjalan menghampiri Kara yang tidur terlentang dan kaki sembarangan terletak.
"Pasti dia lelah" gumamnya pelan.
Jojo mengambil selimut dari dalam lemari dan langsung menyelimutinya. Ia meluruskan kaki serta tangannya yang sembarangan.
Dia duduk di tepi sofa. Lalu memegang salah satu tangan Kara dan menatap lekat wajah cantik alaminya.
"Aku penasaran dengan kehidupan masa lalu mu. Entah kita pernah bertemu sebelumnya atau tidak. Yang jelas aku ingin selalu menatapmu" gumamnya pelan.
Ia merasa mengantuk dan tertidur pulas masih memegang tangan Kara.
Setengah jam kemudian..
Kara membuka matanya perlahan. Ia merasa tangannya di pegang oleh seseorang.
"Siapa?" ucapnya pelan dengan suara khas bangun tidurnya.
Lalu ia duduk dan dia kaget mendapati Jojo sedang memegang tangannya.
"Tu.. tuan!" ucapnya pelan dan mencoba melepaskan genggaman Jojo.
Namun, Jojo semakin mempererat genggamannya.
"Ibu" ucapnya lirih.
"Saya.. saya bukan ibumu, tuan! Saya Kara, salah satu model..." ucapannya terpotong oleh Jojo.
"Jangan tinggalkan aku ibu! Ibu... Jojo mohon" ucapnya lirih dan sudah menitikkan air mata.
Kara menatap wajah sendu Jojo. Lalu ia mengusap air matanya.
"Hal buruk apa yang telah kamu alami di masa lalu mu? Hingga membuat seorang pria kaya raya sepertimu menangis dalam mimpi" gumamnya pelan. Ia kembali memegang tangan Jojo.
__ADS_1
"Biarkanlah. Mungkin dia butuh kehangatan keluarga sekarang. Aku akan menganggap ini sebagai imbalan karna kamu telah menolong ku waktu itu" batinnya.
TBC