My Sweet Heart

My Sweet Heart
Bab 49: Aku berjanji!


__ADS_3

"Di Negara K"


"Pagi hari"


Pagi ini, Jojo menerima panggilan telepon dari Zack, yang mengharuskannya untuk kembali ke Tanah Air. Jadi, pasangan kekasih itu, harus kembali menjalani hubungan jarak jauh.


"Di Bandara Incheon Korea"


"Apa kamu benar-benar harus pergi?" Tanya Kara pelan, berharap Jojo bisa tinggal lebih lama lagi. Karna dia sudah terbiasa dengan kehadiran Jojo selama beberapa waktu terakhir.


"Emm.. aku harus pergi, sayang! Maafkan aku!" Sahut Jojo dengan nada lembut. Jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, ia ingin tinggal lebih lama disana, menghabiskan waktu bersama dengan pujaan hatinya itu. Tapi, keadaan mengharuskannya untuk segera kembali ke Tanah Air.


"Baiklah! Jangan lupa untuk mengabari ku, ketika kamu sampai di sana." Sahut Kara sembari tersenyum, walaupun dengan senyum paksa.


"Aku tahu! Aku pasti akan sangat merindukan mu!" Timpal Jojo langsung berhambur memeluknya.


Cukup lama mereka berpelukan, Jojo langsung dihampiri oleh beberapa pria berpakaian jas dan bertubuh kekar. Mereka adalah anak buah Jojo.


"Silahkan, Tuan! Kita akan segera berangkat!" Sahut salah seorang dari mereka dengan begitu sopan. Jojo hanya menganggukkan kepalanya. Ia kembali menatap manik indah milik Kara dan mengecup keningnya dengan penuh kasih.


"Mungkin aku tidak akan bisa datang mengunjungi mu lagi. Karna aku akan lebih sibuk kedepannya. Tapi, aku pasti akan selalu menghubungi mu! Dan.. setelah semuanya selesai, kita akan hidup bahagia!" Jelas Jojo penuh arti.


"Berjanjilah padaku!" Sahut Kara pelan. Ia kembali memeluk tubuh kekar prianya itu.


"Aku berjanji! Aku akan setia menunggumu, menunggu kepulangan mu ke Tanah Air" Timpalnya sambil membalas pelukan hangat Kara.


Setelah beberapa saat, Jojo melepas pelukannya, dan ia beranjak dari sana. Namun, teriakan Kara menghentikan langkahnya sejenak.


"Tuan Jojo, aku sangat mencintaimu. Kamu adalah satu-satunya pria yang ku cintai. Jadi, berjanjilah padaku.. kamu harus menikahi ku dan menjadikanku sebagai istri masa depanmu satu-satunya!" Teriaknya, membuat Jojo terkaget. Bukan hanya dia saja. Tapi para pengawalnya dan masih banyak orang yang berlalu-lalang di sana juga kaget mendengarnya. Jojo segera membalikkan badannya dan menampakkan senyum mengembangnya.


"Aku berjanji! Dan kamu memanglah satu-satunya, tidak ada yang lain." Ucapnya penuh arti. Kara hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Sementara Jojo, sudah beranjak pergi dari pandangannya.


"Mereka sangat romantis!"


"Andai aku bisa menjalin hubungan asmara seperti mereka, aku pasti sangat bahagia!"


"Sepertinya, mereka akan menjalani hubungan jarak jauh"


"Ya. Tapi, itu bukanlah masalah besar, karna keduanya terlihat sangat romantis dan harmonis!"


Banyak orang sekitar terkagum dengan keduanya. Karna menurut mereka, Kara dan juga Jojo adalah pasangan yang sangat serasi. Sementara Kara, ia hanya berharap.. agar Tuhanlah yang selalu memimpin hubungan mereka. Jika diijinkan, keduanya akan membangun rumah tangga di masa depan.


Setelah kepergian Jojo, Kara segera kembali ke apartemennya. Sementara Airi dan juga Dimas, tidak mengetahui tentang kepergian Jojo hari ini. Karna sejak kemarin sore, keduanya pergi menemui paman dan keponakannya Airi. Dan keduanya juga menginap disana.


"Di Apartemen"


Setelah Kara tiba di apartemen, ia segera merebahkan tubuhnya di atas sofa. Ia tengah sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ting! Ternyata, ada pesan WeChat dari kakaknya.


"Dek, apa kabar? Akhir-akhir ini, kakak banyak urusan, jadi jarang memberi mu kabar. Maaf, ya?" Isi pesan dari David.


"Nggak apa-apa kak! Lagian, Kara baik-baik aja kok. Jangan khawatir, adik kesayanganmu ini pasti bisa menjaga diri dengan baik😇


Lalu, bagaimana dengan kakak?" Kara membalas pesan David secepat kilat.


Tak menunggu waktu lama, David segera membalas pesannya.


"Ahh.. kakak juga baik-baik aja kok! Jangan khawatir, sayang!"


"Baiklah, kak!"


"Emm.. kakak masih ada urusan. Udah dulu, ya? Jaga dirimu baik-baik! Kakak menantikan kepulangan mu, adikku tersayang🥺😇"


Kara tersenyum melihat isi pesan dari David. Ia menutup matanya perlahan, sembari memeluk ponselnya dan membayangkan kehadiran kakaknya berada disampingnya.


"Kak, aku sangat merindukan mu..! Merindukan kehangatan mu dan juga kasih sayang mu yang tak tergantikan! Tunggu aku kembali, kakakku!" Ucapnya pelan. Tak terasa air matanya mengalir begitu saja. Dia berharap, agar waktu berjalan dengan cepat. Karna ia tidak sabar lagi untuk bertemu dengan kakak kesayangannya, yang telah lama ia rindukan.


"Ceklek! Tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang. Ternyata mereka adalah Dimas dan Airi.


"Kami pulang!" Sahut keduanya bersamaan, kemudian mereka berjalan masuk sambil mencari-cari keberadaan si empunya rumah. Kara yang mendengarnya pun, langsung membuka matanya dan mengusap air matanya segera. Dia tidak mau kedua sahabatnya itu selalu disusahkan olehnya.


"Ehh.. kalian udah pulang?" Tanya Kara sembari tersenyum tipis.


"Wahh.. coklat?" Ucapnya senang.


"Hahaha... benar-benar deh. Hanya bingkisan dua kotak coklat doang.. bahagianya minta ampun! Gak takut gemuk lo, Ra?" Sahut Airi sambil tertawa kecil. Ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kara yang sekarang.


"Enggak! Aku mana peduli. Gemuk juga gak masalah kok, yang penting bahagia, heheh.." Ucapnya sambil tersenyum manis.


"Iya, iya. Hahaha..!" Airi tertawa sejadi-jadinya.


"Oh, ya? Kak Jojo dimana?" Tanya Dimas penasaran. Karna sejak tadi, dia memang tidak melihat adanya kehadiran Jojo disana. Biasanya, Jojo selalu menjahili Dimas tanpa henti. Tapi hari ini, orang yang dicari tidak menampakkan batang hidungnya.


"Iya, Ra? Adik ipar dimana?" Sahut Airi keceplosan. Tanpa ia sadari, ia telah membuka aibnya sendiri. Hal itu, tentu saja membuat Dimas tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha...hahaha.." Dimas sampai berguling-guling di sana.


"Cih! Kenapa lo? Kesurupan?" Kesal Airi.


"Adik ipar katamu? Sejak kapan lo jadi kakak iparnya Kara? Hahaha.. gue ini sahabat kandung Kara. So, udah pasti.. kita gak bakalan ngijinin lo dekat-dekat sama kak David. Mimpi lo! Hahaha.." Dimas mengejeknya sambil tertawa dengan begitu keras. Begitupun dengan Kara, ia juga ikut tertawa, tertawa melihat tingkah keduanya yang saling mengejek satu sama lain.


"Ya, ampun! Airi bodoh! Bisa-bisanya kamu keceplosan gitu! Dimas si empedu b**i ini juga, malah ketawain gue? Dasar Dimas s****n! Tunggu pembalasan ku!" Gerutunya dalam hati.


"Ehh.. itu aku, aku gak bermaksud!" Sahut Airi sambil tersenyum pahit.

__ADS_1


"Udah gak apa-apa kok! Jojo emang udah balik ke Indo!" Sahutnya datar sambil mengunyah coklatnya tadi. "Nyam!


"Apa? Kenapa gak ngabarin kita?" Teriak Dimas.


"Kok jadi lo yang panik sih? Pacarnya kan Kara bukan lo" Ledek Airi.


"Apaan sih!" Kesal Dimas.


Airi memicingkan matanya sebelah. Ia berpikir bahwa Dimas menyukai Jojo. What?


"Apa jangan-jangan.. lo suka sama Jojo?" Tanya Airi penuh selidik, sembari menunjuk ke wajah Dimas. Dan tentu saja, hal itu semakin membuat Dimas kesal. Sementara Kara, ia asyik menyaksikan perdebatan keduanya sembari menikmati coklat miliknya.


"Apaan sih lo, Ri? Maksud gue.. gue gak bisa lagi makan masakan kak Jojo. Ngerti gak lo?" Kesal Dimas, sudah merapatkan giginya, dan hendak memakan si banteng yang selalu memancing amarahnya itu.


"Cih! Disogok pake makanan doang.. bisa nurut gitu? Dasar Dimas rakus! Hahaha..." Airi tiada henti meledeknya.


Tiba-tiba keduanya berhenti, kala Kara mulai melanjutkan ucapannya mengenai kesibukan Jojo.


"Hemm.. katanya dia ada urusan penting. Dan kemungkinan, dia gak bisa datang lagi kesini sampe aku kembali ke Indo" Sahut Kara lagi menjelaskan.


"Ahh.. yaudah gapapa beb! Kan ada kita? Lagian.. ini kan libur semester? Kita masih punya banyak waktu. Jadi, kita berdua pasti bakalan nemanin lo disini!" Sahut Airi tersenyum tipis. Memang benar, mereka sedang libur semester, jadi keduanya akan menghabiskan waktu yang panjang bersama dengan Kara di sana.


"Iya, beb! Benar itu!" Timpal Dimas, tanpa menoleh. Ternyata, ia tengah sibuk dengan gamenya. Kedua sahabatnya itu hanya menggeleng kepala melihat tingkahnya.


"Di Tanah Air"


"Plaaakk!" Sebuah tamparan mendarat di wajah cantik Rani. Tamparan dari pria dihadapannya yang tak lain adalah tunangannya sendiri, Reyhan.


"Kamu, kamu.. kamu menamparku?" Ucapnya tak terima. Kini, bulir-bulir air matanya telah membasahi pipinya.


"Benar, aku menamparmu! Memangnya kenapa, huh?" Teriak Reyhan penuh amarah.


"Beraninya kamu memprovokasi ku dengan ibuku? Apa kamu tidak ingin hidup lagi?" Teriaknya lagi dan mencengkeram leher wanita dihadapannya itu.


"Aku, uhuk..uhuk.. aku, aku tidak bermaksud! Aku hanya merindukan mu, uhuk...uhuk. Aku merindukan mu! Maafkan aku!" Ucapnya terbata dan hampir kehilangan nafas.


Reyhan segera melepaskan cengkeraman nya dari leher Rani.


"Huh, apa yang kamu katakan padanya?" Tanya Reyhan sambil melepaskan jas yang ia pakai.


"Aku hanya.. hanya mengatakan, hosh.. kalau kamu tidak menemui ku dalam waktu lama. Jadi, aku meminta ibumu untuk menyuruhmu menemui ku!" Sahutnya pelan.


"Benar begitu?" Tanyanya lagi sambil menyalakan rokoknya.


"Benar!" Ia menjawab apa adanya. Memang benar adanya, kalau Rani hanya meminta hal kecil semacam itu kepada ibunya Reyhan, wanita yang akan menjadi ibu mertuanya kelak.


"Aku harap juga begitu. Baiklah, jika memang benar begitu.. kamu harus memuaskan ku malam ini!" Lanjutnya lagi, lalu ia segera mematikan puntung rokoknya dan berjalan menghampiri Rani. Seketika ia m*****t bibirnya dan tangannya mulai bergerilya kesana-kemari, menyusuri setiap inci tubuh Rani. Reyhan sangat menikmatinya, karna ia memang seorang pria Casanova, penikmat wanita. Tetapi saat ini, yang ada dalam bayangannya adalah Zaskia. Wanita yang saat itu menemani malam panjangnya. Apakah Reyhan tidak lagi mencintai Rani..?

__ADS_1


TBC


__ADS_2