
Setelah kepergian tuan muda William, Renata ibu tirinya langsung menelpon seseorang untuk mempersiapkan rencana yang sudah lama ditunggu-tunggu olehnya.
"Halo, beberapa hari lagi akan ada perjamuan besar untuk menyambut kedatangan anak tiri tercinta saya. Dan juga kejutan besar tentunya, hahahaha... Baiklah lakukan sesuai rencana awal jangan sampai ada yang tahu dan juga lakukan dengan teliti! Jangan sampai kesalahan yang sama terjadi lagi, atau kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun dari saya. Paham?" sarkasnya sombong.
"Tenang saja, nyonya. Kami pastikan rencana ini pasti berhasil. Tapi anda jangan lupa dengan bayarannya atau.. kami akan melakukan hal menarik yang bisa merugikan mu hahahaha" sahut si penerima telepon.
"Baiklah. Intinya jangan mengecewakan saya! Jika rencana ini berhasil, maka kalian saya bayar tiga kali lipat, bagaimana?." sahutnya.
"Saya setuju, nyonya"
Oke! sahutnya.
Lalu, dia mematikan ponselnya.
"Cih... dasar preman s****n! Beraninya mengancam saya. Jika bukan karna anak kurang a**r itu.. saya tidak akan sudi berhubungan dengan orang rendahan seperti kalian ini! Tapi ini bukanlah masalah besar sekarang! Intinya rencana ku kali ini pasti akan berhasil. Anak tiriku tersayang... tunggu saja kejutan besar dari ibumu yang murah hati ini hahahaha" ucapnya bahagia.
Sementara tuan muda William telah tiba di Carabian Resto. Setibanya di sana, dia langsung masuk dan menghampiri seseorang yang telah lama menunggunya. Ia merupakan salah seorang tamu VIP restoran tersebut. Sehingga para pelayan tidak asing lagi dengan keberadaannya dan langsung menyambutnya dengan sopan.
"Selamat datang, tuan muda William! sahut seorang pelayan sembari membungkukkan badannya. Dia hanya menganggukkan kepalanya, dengan wajah datarnya dan pandangan tertuju ke depan. Dia menghampiri seorang pria seumuran dengannya yang tak lain adalah David. David langsung berdiri dan berhambur memeluk pria yang menghampirinya itu. Dia adalah sahabat terbaik David. Dan juga teman masa kecilnya.
"Lama tak berjumpa, gimana kabar mu bro?" sahut David.
"Aku baik-baik aja! Kamu sendiri, gimana?" sahutnya balik.
"Ya, begitulah! Ceritanya panjang" ucapnya lirih.
"Oh ya aku baru tau dari asisten ku, kalau om dan tante udah tiada. Maaf ya, aku gak bisa datang. Karna ada urusan mendadak yang harus ku selesaikan!" ucapnya lirih.
__ADS_1
"Ya, gapapa kok! Gue ngerti posisi lo! Lo sibuk kerja ditambah lagi harus ngadepin wanita jahat itu sendirian. Om juga gak pernah percaya sama lo kan?
David tau persis kesulitan yang selalu dijalani oleh sahabatnya itu.
Flashback off
Sedari kecil, dia telah diajari tentang bisnis oleh ibunya. Konon, ibunya memang adalah seorang ratu bisnis pada saat itu. Dia merintis usahanya dari nol menjadi perusahaan yang besar, dan berhasil. Bukan hanya di bidang finansial saja, tapi juga rumah sakit, dunia hiburan, pakaian bahkan beberapa universitas. Dia menjadi pebisnis yang melegenda. Tetapi naas menghampirinya, dia meninggal karna kecelakaan mobil ketika dia akan berangkat ke perusahaannya. Dan di duga itu bukanlah kecelakaan biasa, melainkan kecelakaan yang telah direncanakan sebelumnya. Namun, segala informasi mengenai kecelakaan tersebut telah di tutup oleh ayahnya sendiri ke media, bahkan telah menyogok pihak yang bersangkutan. Dan, setelah kematian ibunya, ayahnya langsung mengakuisisi perusahaan tersebut dan juga aset-aset lainnya dan menikah kembali. Itulah mengapa pria tersebut begitu membenci ayah dan ibu tirinya itu. Ketika dia mulai beranjak dewasa, dia merintis perusahaannya sendiri tanpa sepengetahuan ayah dan ibu tirinya. Sekarang, dia telah berhasil berada di titik paling atas. Perusahaannya menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Dia ingin membalas dendam ibunya.
Flashback on
"Terkadang aku berpikir... apa aku ini benar-benar anaknya? Dia tidak pernah mau mendengarkan pendapat ku sekalipun. Dia hanya percaya dengan omongan wanita itu! Aku benar-benar muak" ucapnya lirih.
"Kamu harus sabar ya. Kita sama-sama dilanda masalah sekarang, huh! sahut David.
" Itu benar. Semua berawal dari perjamuan pada malam itu. Mereka menjebak ku. Saat aku mabuk, Samsul memberiku sebuah surat untuk ditandatangani. Yang tak lain adalah surat pengalihan kekuasaan serta aset-aset lainnya milik keluarga ku. Aku menandatanganinya karna aku percaya padanya dan tidak pernah terpikirkan oleh ku kalau dia akan berkhianat.
Dan kamu kenal kan, Reyhan anaknya?" tanyanya.
"Iya, aku memang mengenalnya. Kenapa emang?" tanya pria itu balik.
"Yang paling menyakitkan adalah..... dia memanfaatkan adikku, Kara. Dia menjadikannya sebagai pion untuk menjalankan rencananya. Dia berpacaran dengan Kara selama 3 tahun terakhir, berpura-pura menyukainya. Dan meminta restu kepadaku agar aku mengijinkannya untuk bertunangan dengan adikku. Bahkan, kedua orang tuaku sudah mengenalnya sebelumnya.
Dan, Kara menyaksikan sendiri pengkhianatannya, pada malam ketika pertunangan mereka akan dilangsungkan.
Sekarang.... aku telah mengirimnya ke negara K. Entah dia akan nyaman tinggal sendirian. Selama ini dia tidak pernah jauh dariku. Tapi karna kebodohan ku, dia harus menjalani hidup semacam ini. Aku tidak bisa menjaganya seperti pesan terakhir ayah dan ibuku. Huh, aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah setiap hari" jelasnya.
__ADS_1
Dari ekspresi wajahnya terlihat jelas, rasa penyesalan yang begitu besar.
Pria tersebut iba mendengar penjelasan David. Dia merasa kasihan dan mencoba menenangkannya.
"Ini bukan salahmu sepenuhnya. Itu takdir, yang sudah seharusnya kita jalani! Kamu harus bangkit demi Kara adik kesayangan mu itu. Bahkan, aku sudah lupa dengan wajah cantik Kara.. semoga dia baik-baik aja" ucapnya tersenyum.
Dia tersenyum mengingat kembali wajah mungil Kara sewaktu kecil. Kara selalu saja mengganggunya, tidak mau jauh darinya. Meskipun dia selalu bersikap dingin terhadapnya. Bahkan, dia pernah berkata bahwa dia tidak akan menikah dengan pria manapun selain dirinya. Dan Kara selalu akrab dengan Magdalena Sein yang merupakan ibu dari Jojo. Dan ibunya juga sangat menyukainya. Dia terkekeh mengingat kejadian itu. Dia tidak bisa melupakan masa-masa kecilnya bersama David dan juga Kara.
Dia kembali tersadar bahwa David masih di depannya.
"Kamu tenang aja, aku bisa membantu mu merebut kembali semua yang menjadi hak milik keluarga mu. Keluarga Adinata bukanlah apa-apa bagiku. Jangan merasa bersalah terus aku tidak punya teman yang lemah seperti dirimu ini... atau apa aku benar-benar harus menjualmu untuk menjadi santapan para buaya betina hahaha" ucapnya terkekeh.
David juga ikut terkekeh mendengar perkataan sahabatnya itu. Dia merasa bersyukur punya sahabat sebaik Jojo.
"Makasih ya, bro! ucapnya.
"Santai aja kali. Baiklah mulai sekarang kita akan bekerjasama untuk balas dendam! Sekarang, kamu adalah partner bisnisku" ucapnya tegas sembari menyalam David layaknya sebagai partner bisnis.
"Baiklah, tuan Jojo" balasnya terkekeh.
Mereka tertawa bersama, menghilangkan beban masing-masing sejenak.
Kalian pasti bertanya-tanya mengapa Jojo dan Kara tidak saling mengenal ketika berjumpa di bandara...? Itu karna.. mereka sudah berkisar 10 tahun tidak bertemu. Selama ini, Jojo melanjutkan sekolahnya diluar negeri hingga berhasil membangun perusahaan besar dan ia juga jarang pulang ke tanah air. Siapa yang bisa mengingat rupa seseorang setelah 10 tahun tidak bertemu.
Dan lagi, perubahan fisik seseorang bisa berubah kapan saja apalagi pada masa pertumbuhan.
TBC
__ADS_1